Jumat, 24 Februari 2017

Mahasiswi live streaming Bigo di bioskop sempat dikira mau bugil



Seorang mahasiswi universitas ternama di Samarinda, Kalimantan Timur, diciduk tim kejahatan siber Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Di kalangan mahasiswa, sempat mengira mahasiswi bersangkutan tampil bugil di aplikasi Bigo.

Penangkapan mahasiswi yang kuliah di fakultas ekonomi itu, jadi perbincangan kalangan mahasiswa. Mendengar aplikasi Bigo menyeret mahasiswi berurusan dengan hukum, mahasiswa sempat mengiranya gara-gara tampil bugil di Bigo.

"Sempat kita kira, gara-gara bugil di Bigo. Kan pemerintah lagi gencar perangi pornografi, termasuk melalui aplikasi layanan video streaming," ujar Noviandi, salah seorang mahasiswa di Samarinda kepada merdeka.com, Jumat (24/2) malam.

"Kabar itu cepat beredar di kalangan mahasiswa, tidak cuma di kampus mahasiswi itu. Ya itu tadi, mikirnya kita gara-gara bugil di Bigo, ditangkap polisi. Yang nangkap malah polisi Jakarta," ujar Noviandi.

Namun demikian, perkiraan mereka salah. Perlahan, akhirnya mereka tahu, sang mahasiswi diamankan gara-gara siaran langsung dia saat nonton film di salah satu bioskop di Samarinda.

"Ini seperti kasus yang ada di Jakarta kalau tidak salah. Nonton di bioskop, sambil log in ke Bigo, dan live. Memang, itu tidak boleh disiarin live streaming," tambah mahasiswa lainnya, Antonius.

Dikonfirmasi terpisah, ditangkapnya seorang mahasiswi Samarinda itu, menurut Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono, lantaran pemilik akun berinteraksi di fasilitas chatting pada aplikasi Bigo.

"Dia di bioskop di Samarinda, sambil Bigo. Ketika chatting, diketahui lokasinya di Samarinda. Makanya tim Polda Metro Jaya, berkoordinasi dengan kita untuk mengamankan pelaku," kata Sudarsono.

Diketahui, seorang mahasiswi Samarinda, Kamis (23/2) kemarin, diamankan tim kejahatan siber. Mahasiswi itu sempat diamankan di Polresta Samarinda, hingga akhirnya diterbangkan ke Jakarta, Jumat (24/2) pagi.

Mahasiswi itu diduga melanggar Undang-undang ITE dan Undang-undang tentang Hak Cipta, sehingga harus membuat dia berurusan dengan polisi. Peran dari Polresta Samarinda sendiri, membantu pencarian mahasiswi bersangkutan. [cob

Naik motor senggolan dengan mobil, polisi tewas terserempet bus



Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Raya Cipacing, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (23/2) pukul 20.30 WIB. Dua penumpang sepeda motor, Budi Setiadi (38) yang membonceng Hanhan Burhan (38), anggota Polri, tewas seketika dalam kecelakaan itu.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, kecelakaan berawal ketika pengendara sepeda motor melaju dari arah barat menuju arah timur. Saat tiba di tempat kejadian perkara atau tepatnya di Jalan Raya Cipacing tepatnya Kampung Pasir Tukul RT 5/4 Desa Cileunyi Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, motor nopol Z 4955 AM ini hendak menyalip mobil yang ada di depannya.

"Dengan cara mendahului ke tengah-tengah di antara kendaraan minibus yang tidak tercatat nopolnya, motor itu bersenggolan," kata Yusri via pesan singkat pada wartawan, Kamis (24/2).

Tidak dapat menguasai lajunya, akhirnya motor oleng ke kanan. Seketika bus nopol A 7729 KL yang juga tengah melaju di lajur cepat membentur pengendara motor ini. Korban terbentur keras bodi bus yang melintas. "Keduanya langsung membentur aspal," terangnya.

Upaya pertolongan langsung dilakukan warga untuk membawa korban ke Rumah Sakit AMC Cileunyi. Lantaran luka serius yang dialami korban, kedua nyawa pemotor ini tidak dapat diselamatkan. "Keduanya tak bisa diselamatkan nyawanya karena luka serius yang dideritanya," papar Yusri.

DPR minta pemerintah manfaatkan kunjungan Raja Salman buat kerjasama



Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al-Saud, akan menggelar kunjungan ke Indonesia pada 1 sampai 9 Maret. Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid berharap kunjungan Raja Salman bukan hanya seremonial mata dan harus memberikan manfaat bagi Indonesia.

"Saya harap bukan sebuah kunjungan seremonial tapi kunjungan produktif awal dari sebuah rangkaian kerjasama Indonesia dengan Arab Saudi," kata Sodik saat dihubungi, Jumat (24/2).

Pemerintah diminta untuk menindaklanjuti kunjungan Raja Salman untuk bekerjasama di berbagai sektor. Hal ini agar kerjasama luar negeri tidak hanya bergantung pada sejumlah negara saja.

"Kerjasama dengan Arab Saudi dalam berbagai bidang diharapkan akan menjaga keseimbangan sehingga Indonesia tidak hanya tergantung dari satu negeri saja seperti China," kata Sodik.

Kedatangan Raja Arab Saudi Raja Salman Bin Abdulaziz disambut baik oleh Indonesia, salah satunya para anggota DPR. DPR tengah bersiap menyambut kunjungan Raja Salman yang dijadwalkan datang pada 1 Maret 2017. Raja Salman akan menyampaikan pidato politiknya di Ruang Paripurna Gedung Nusantara.

Ketua DPR Setya Novanto meminta kepada anggotanya untuk tetap hadir pada tanggal 2 Maret 2017. Padahal, para anggota DPR tengah menjalani masa reses terhitung per Jumat (24/2) hingga pertengahan Maret. Mereka diharuskan turun ke daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi masyarakat.

"Walaupun acara tersebut diselenggarakan pada masa reses, kami mengharapkan kehadiran anggota DPR untuk acara dimaksud. Kami berharap, pimpinan fraksi untuk mengingatkan anggotanya untuk kehadiran tersebut," kata Setnov.

Sementara itu, rencananya Raja Salman juga akan disambut di Istana Bogor oleh Presiden Joko Widodo.

"Raja Salman akan melakukan kunjungan ke Indonesia dari 1 sampai 9 Maret. Rencananya Raja Salman akan menggelar kunjungan kenegaraan dari 1 sampai 4 Maret, sisanya beliau akan menghabiskan masa kunjungan ke Bali. Presiden Jokowi akan menyambut Raja Salman di Istana Bogor," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Nasir atau biasa disapa Tata, saat menggelar juma pers di Kemenlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (23/2).

Kamis, 23 Februari 2017

Ketagihan nonton video porno, alasan MST cabuli bocah 1 SD



Akibat keranjingan menonton video porno, menjadi alasan MST (35) melakukan tindakan pencabulan pada AD yang baru duduk kelas 1 SD berusia 8 tahun. Pelaku yang merupakan warga Desa Gintungreja Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap mengaku mulai ketagihan memutar video porno sejak tak lagi berhubungan intim dengan istrinya.

"Nafsu birahi saya muncul ketika melihat AD cuci tangan di kamar mandi. Saya tiba-tiba membayangkan film porno yang pernah saya tonton," aku MST kepada penyidik.

Kasat Reskrim Polres Cilacap, AKP Agus Supriadi SH SIK menjelaskan bahwa pelaku sudah beristri dan dikarunia seorang anak perempuan usia 3 tahun. Pelaku mengakui bahwa selama ini tidak pernah berhubungan intim dengan istrinya, sehingga menyenangkan diri dengan menonton video porno.

Di depan penyidik pelaku mengaku, pengaruh film itulah yang membuatnya mencabuli AD. Saat melakukan tindakan biadabnya, MST sempat mengancam agar korban diam.

"Pelaku juga memutarkan video porno di handphonenya memaksa korban menonton", kata Agus.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat 1 jo 76E UURI NO 35 th 2014 tentang perubahan uu no 23 th 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

Hendak diamankan polisi, pembawa kepala manusia kibaskan parang



Zumrowi (44) membuat warga kampungnya heboh karena keliling kampung sambil menenteng kepala tetangganya, Gustiawan (40) yang dibunuhnya. Beruntung, pelaku yang membawa parang segera ditangkap polisi.

Dia adalah Brigpol D Irawan, Kepala Pos Polisi Kenten Banyuasin. Di saat warga ketakutan melihat pemandangan itu, Irawan justru mendekat dengan tangan kosong.

Irawan menceritakan aksinya menenangkan dan menangkap pelaku. Dia mengaku spontan begitu mendengar teriakan warga dan melihat pelaku berjalan kaki sambil membawa potongan kepala dan parang sepanjang 70 sentimeter.

"Nekat saja, karena orang-orang pada takut mendekat. Parang, pakaian, badan pelaku penuh darah semua," ungkap Irawan kepada merdeka.com, Kamis (23/2).

Tak ingin situasi makin parah, Irawan mencoba mendekati pelaku. Usahanya berkali-kali gagal karena pelaku mengibaskan parang itu ke arah Irawan.

Tak habis akal, Irawan menenangkan pelaku dengan alasan jiwanya bakal terancam jika tak mengindahkan permintaannya. Sebab, warga sekitar telah berkerumun di lokasi.

"Saya tenangkan, dia nurut. Dia bilang ya sudah, ya sudah, habis itu dia taruh parangnya dibawa dan akhirnya saya bawa ke pos," kata dia.

Begitu tiba di pos, Irawan mengamankan ember bekas cat berisi potongan kepala korban. Dilihatnya, darah segar menggenangi seperempat isi ember itu.

"Tadinya dia tenteng, habis itu dimasukkan ke ember itu sambil bawa parang. Waktu di pos, dia mau kabur lihat orang banyak, untung warga tidak emosi tahu kalau pelaku kena gangguan jiwa," kata dia.

Keluarga pelaku, Bay (43) membenarkan Zumrowi mengidap gangguan jiwa dan pernah dipasung lima tahun lalu. Setiap tiga bulan sekali, keluarganya membawa pelaku berobat ke Rumah Sakit (RS) Ernaldi Bahar Palembang.

"Kalau kumat paling marah-marah sama istrinya. Makanya, tiga kali menikah cerai terus, mantan istrinya tidak tahan," kata Bay.

Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin, Kompol Erwin S Manik mengatakan, barang bukti yang diamankan berupa parang sepanjang 70 sentimeter, ember bekas, satu unit ponsel milik pelaku, dan kartu identitas korban.

"Kita dalami dulu, tetangga korban akan dimintai keterangan," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan, dibuat heboh dengan aksi Zumrowi yang menenteng potongan kepala manusia yang habis digoroknya dan menenteng keliling kampung, Kamis (23/2) sore.

Warga pun berhamburan keluar rumah menyaksikan pemandangan tersebut. Lalu, pelaku memasukkan potongan kepala itu ke ember bekas cat dan membawanya ke jalan raya. Warga tak berani mengamankan pelaku.

Petugas kepolisian setempat berhasil mencegat pelaku dan menggiringnya ke kantor polisi yang berada tak jauh dari lokasi. Saat kepala itu diangkat dari ember, ternyata korban tak lain adalah warga yang mengontrak di dekat rumah pelaku. Korban bernama Agustiawan (40), seorang buruh bangunan.

Pengangguran dan nge-fly sabu-sabu, 2 orang dibekuk polisi



Kepolisian Resor Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mengamankan seorang wanita dan laki-laki sebagai tersangka tindak pidana narkotika jenis ekstasi dan sabu-sabu pada Rabu (22/2).

"A (25) diamankan Unit Opsnal Sat Res Narkoba Polres Inhil karena memiliki pil ekstasi di kamar kostnya di Jalan M Boya Tembilahan Inhil," kata Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung seperti dilansir Antara, Kamis (23/2).

Dolifar menerangkan penangkapan A yang tidak memiliki pekerjaan tetap bermula dari informasi masyarakat. Bahwa pelaku kerap melakukan transaksi narkoba di kamar kosnya.

"Setelah didapat informasi yang akurat, petugas menangkap pelaku yang saat itu sedang berada di rumahnya. Saat itu, ditemukan barang bukti berupa lima butir pil ektasi warna coklat, tiga lembar plastik bening bekas pembungkus pil ekstasi, satu kotak rokok Sampoerna, satu unit HP Samsung warna putih, satu unit HP Samsung warna hitam, dan satu dompet warna coklat berisikan uang tunai Rp 1.537.000," jelasnya.

Selanjutnya, Unit Opsnal Polsek Pulau Burung juga menangkap seorang laki-laki diduga menjadi pelaku tindak pidana narkotika golongan I jenis sabu. Pelaku ditangkap di rumahnya Jalan Basika Jaya, Kecamatan Pulau Burung.

"Pelaku bernama S alias A (35) bekerja sebagai buruh bangunan di Desa Pulau Burung," jelasnya.

S alias A, dikatakannya kerap menjual narkoba. Pelaku juga diinformasikan sering memakai sendiri dagangannya tersebut di rumahnya.

Saat dilakukan penggerebekan, ditemukan pelaku sedang nge-fly karena menggunakan sabu-sabu. Hal ini dibuktikan dengan barang bukti berupa alat hisap atau bong dan dua bungkus paket kecil masih utuh serta plastik bening sisa bungkusan narkotika jenis sabu-sabu.

Selain itu, juga ditemukan tujuh paket kecil yang diduga sisa bungkusan narkotika jenis sabu-sabu, satu paket besar (satu Uncang) diduga narkotika jenis sabu-sabu, satu unit handphone merek Samsung Note 5 warna putih dan dua buah timbangan digital. Selanjutnya satu buah korek api, tiga buah alat isap sabu bong, satu buah keranjang warna biru dan uang tunai sebanyak Rp 362.000.

Rabu, 22 Februari 2017

Tukang parkir Malioboro getok bus Rp 200 ribu, ini komentar Dishub



Permasalahan tarif parkir kembali menjadi sorotan di kawasan wisata Kota Yogyakarta. Bahkan selama beberapa hari belakangan, tarif parkir menjadi pembicaraan khalayak ramai di media sosial.

Permasalahan parkir di kawasan Malioboro ramai dibicarakan setelah pemilik akun facebook Dunia Wisata Malang mengunggah sebuah postingan, yang menceritakan bahwa bus yang digunakannya ditarik tarif parkir sebesar Rp 200 ribu selama dua jam pertama oleh juru parkir (jukir) di selatan Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

Selain meminta tarif parkir sebesar Rp 200 ribu, jukir juga bersikap tidak sepantasnya. Jukir meminta tarif parkir sembari marah dan mengucap kata kasar kepada kepada sopir bus.

"Yang bikin kami kaget saat mereka meminta Rp 200 ribu untuk 2 jam pertama parkir. Kami sebenarnya bersedia membayar, begitu kami meminta karcis parkir, orang pertama dalam foto tersebut malah marah-marah dan mengusir bus kami," demikian tertulis di akun Facebook Dunia Wisata Malang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Wirawan Hario Yudho mengatakan bahwa lokasi parkir yang digunakan oleh bus pariwisata bukanlah tempat parkir bus. Bus, lanjut Yudho parkir di lokasi yang salah.

"Lokasi parkir bus yang resmi ada di Taman Parkir Ngabean dan Taman Parkir Senopati. Sudah kami sediakan tempat parkir khusus," ungkap Yudho ketika dihubungi Merdeka.com, Rabu (22/2) sore.

Yudho memaparkan bahwa jika kedua tempat yang sudah disediakan itu penuh seperti saat musim liburan, bus bisa diparkir di luar wilayah Kota Yogyakarta. Istilahnya dropzone, sambung Yudho, penumpang nanti akan didrop.

"Dari informasi yang beredar, kejadian kemarin itu (postingan dunia wisata Malang) belum sampai membayar. Tetapi kalau ada bukti berupa karcis parkir seperti yang dikeluhkan, silakan saja dilaporkan ke dinas dan akan dilakukan penindakan tegas," terang Yudho.

Meskipun demikian, Yudho mengingatkan kepada para jukir untuk mematuhi aturan dan perda yang berlaku. Pihak Dishub Kota Yogyakarta juga akan terus melakukan pengawasan kepada jukir nakal yang merugikan wisatawan.

"Kita akan tindak tegas jika ada oknum atau pengelola parkir yang menarik biaya parkir melebihi yang ditetapkan Perda. Jika terbukti, bisa dikenai tindak pidana ringan (tipiring)," pungkas Yudho.

Tarif parkir di Kota Yogyakarta diatur melalui Perda No 5 Tahun 2012. Dalam Perda tersebut dituliskan bahwa tarif parkir untuk bus berukuran besar di kawasan wisata sebesar Rp 20 ribu. Sedangkan untuk bus berukuran sedang tarifnya Rp 15 ribu. Untuk sepeda motor dikenai tarif Rp 2 ribu.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons