Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan   
Cintaberita. Diberdayakan oleh Blogger.

Rekomendasi Posts



























Ronaldo Akui Sempat Merasa Cemas Usai Tinggalkan Madrid

Ronaldo Akui Sempat Merasa Cemas Usai Tinggalkan Madrid

Ronaldo Akui Sempat Merasa Cemas Usai Tinggalkan Madrid

Superstar Juventus Cristiano Ronaldo mengaku dirinya sempat merasa cemas usai pergi dari Real Madrid.

Ronaldo langsung dimainkan oleh Massimiliano Allegri sejak awal musim begitu ia tiba di Turin. Akan tetapi ia sepertinya sedikit kesulitan untuk beradaptasi dengan ketatnya pertahanan tim-tim Serie A.

CR7 dikenal sebagai mesin gol. Akan tetapi ia sama sekali tak bisa menghasilkan gol di tiga pertandingan perdananya bersama Si Nyonya Tua.

Ronaldo sendiri sebenarnya sudah berusaha keras untuk bisa mencetak gol. Dari tiga laga itu ia sudah melesatkan lebih dari 25 tembakan ke arah gawang lawan.

Pecah Kebuntuan


Akan tetapi pada akhirnya Ronaldo bisa mengakhiri paceklik golnya. Di pertandingan keempat melawan Sassuolo, ia mencetak tak cuma satu tapi dua gol sekaligus.

Keberhasilan ini tentu membuat pemain berusia 33 tahun tersebut merasa bahagia. Namun ia mengakui bahwa sebelumnya ia sempat merasa cemas.

"Saya sangat senang, saya berterima kasih kepada rekan-rekan setim saya karena telah membantu saya beradaptasi dengan liga. Ada sedikit kecemasan setelah kepindahan saya dari Real," ujarnya kepada Sky Italia.

"Minimnya jumlah gol? Ini sepakbola, tapi menang adalah yang paling penting," tegas Ronaldo.

Soal Liga Champions


Ronaldo sejauh ini sukses mengoleksi empat trofi juara Liga Champions. Tiga di antaranya ia raih bersama Los Blancos secara beruntun.

Sekarang ia akan berusaha membantu Juve meraih trofi Liga Champions lagi. Mereka terakhir kali memenangkannya pada tahun 1996 silam.

Juve sendiri akan memulai perjuangannya di Liga Champions pada hari Kamis (20/09) mendatang melawan Valencia di grup H. Ronaldo pun mengaku tak sabar untuk segera melakoni partai tersebut.

"Saya merasa ini adalah rumah saya, saya sudah tidak sabar lagi," serunya.

Latih MU, Zinedine Zidane Akan Rampok Chelsea

Latih MU, Zinedine Zidane Akan Rampok Chelsea

Latih MU, Zinedine Zidane Akan Rampok Chelsea

Mantan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane nampaknya sudah mulai mempersiapkan daftar pemain yang ia inginkan jika melatih Manchester United. Pelatih asal Prancis itu kabarnya akan melakukan 'perampokan' terhadap rival setan merah, Chelsea.

Rumor Zidane melatih Manchester United mulai berhembus sejak bulan lalu. Hal ini dikarenakan setan merah menelan beberapa hasil negatif di bawah Jose Mourinho sehingga ia diramalkan akan dipecat dalam waktu dekat.

Zidane sendiri disebut-sebut akan menjadi kandidat terkuat untuk menggantikan Jose Mourinho. Ia bahkan diberitakan sudah mencapai kata sepakat dengan manajemen United untuk melatih setan merah jika Mourinho jadi dipecat.

Dilansir dari Don Balon, Zidane sudah mulai menyiapkan daftar pemain yang ia butuhkan jika jadi melatih MU. Ia disebut akan mendatangkan beberapa pemain kunci yang dimiliki oleh rival United, Chelsea.

Siapakan pemain yang akan coba didatangkan Zidane ke Old Trafford? Baca informasi selengkapnya di bawah ini.

Incaran Lama


Menurut laporan Don Balon tersebut, ada dua pemain Chelsea yang kabarnya masuk daftar belanja Zidane. Mereka adalah N'Golo Kante dan Eden Hazard.

Laporan itu mengklaim bahwa Zidane sudah cukup lama mengamati kedua pemain tersebut. Sang pelatih disebut sangat terpana dengan permainan keduanya selama berada di Chelsea.

Zidane sendiri sejatinya ingin mendatangkan Kante dan Hazard saat ia masih melatih Madrid. Namun pada saat itu ia gagal merealisasikan rencana tersebut sehingga ia ingin menjajal keduanya di Old Trafford.

Pertahankan Pemain


Selain mendatangkan dua pemain tersebut, Zidane sudah memiliki rencana untuk pemain-pemain United saat ini. Salah satu rencananya adalah mempertahankan Anthony Martial dan Paul Pogba.

Kedua pemain ini memang cukup santer diberitakan akan hengkang dari United.Keduanya tidak memiliki hubungan yang harmonis dengan Jose Mourinho sehingga mereka ingin segera angkat kaki dari Old Trafford.

Namun laporan itu mengklaim, Zidane kabarnya masih penasaran akan performa kedua pemain ini. Untuk itu ia akan mempertahankan keduanya setidaknya untuk satu tahun ke depan sebelum memutuskan untuk melepas atau mempertahnkan keduanya di Old Trafford.

Situasi Membaik


Namun isu penunjukan Zidane sebagai manajer baru MU ini mulai meredup setelah setan merah menunjukan tanda-tanda kebangkitan bersama Jose Mourinho.

David De Gea Dianggap Sebagai Lionel Messi-nya Kiper


David De Gea Dianggap Sebagai Lionel Messi-nya Kiper

​Kiper berusia 27 tahun, David De Gea, boleh saja dikritik habis-habisan oleh fans Spanyol terkait penampilan buruknya sepanjang perhelatan Piala Dunia 2018. Namun bagi fans  ​Manchester United, De Gea adalah pahlawan sekaligus pemain idola mereka.

Tujuh tahun bermain untuk Man United, De Gea sudah terpilih sebagai Sir Matt Busby Player of the Year sebanyak empat kali dan Pemain Terbaik Man United sebanyak tiga kali. Ia juga sudah lima kali masuk Tim Terbaik ​Premier League dan meraih satu penghargaan Sarung Tangan Emas di musim lalu.

Apa yang membuat De Gea spesial bagi Man United adalah penyelamatan yang sering dilakukannya di momen krusial. Tidak jarang aksinya tersebut memberikan poin penting bagi Setan Merah, apalagi dengan rapuhnya pertahanan mereka di dua musim terakhir.

Baru-baru ini ia kembali menunjukkannya kala Man United menang 2-1 atas Watford di pekan lima Premier League. De Gea melakukan satu penyelamatan hebat yang mengagalkan peluang Christian Kabasele dari jarak dekat hingga United mampu mengamankan kemenangan. Padahal, Watford adalah tim yang sebelumnya menyapu bersih empat laga dengan kemenangan.

Menurut rekan seprofesinya, Ben Foster, kiper Watford yang pernah bermain di United, De Gea merupakan ​Lionel Messi-nya kiper. Menepis bola di momen krusial tampak jadi hal yang biasa bagi produk akademi Atletico Madrid tersebut.

“Dia (De Gea) Messi-nya kiper. Dia telah menjadi kiper terbaik dunia selama bertahun-tahun. Sekarang dia sangat brilian. Beberapa penyelamatan yang dilakukannya benar-benar terjadi di masa kritis dan sungguh menakjubkan,” ucap Foster memuji De Gea, diberitakan ​Goal, Senin (17/09).

“Dia melakukannya sepanjang waktu. Sepertinya dia sama sekali tidak memikirkannya! Sangat menyenangkan melihatnya melakukan penyelamatan demi penyelamatan, bangun dan kemudian dia hanya ingin pulang ke rumah (seolah penyelamatan gemilang yang dilakukannya bukan hal spesial),” sambungnya.

Lebih lanjut menurut Foster, talenta yang dimiliki De Gea merupakan talenta alamiah yang diberkahi pada segelintir orang. De Gea patut dijadikan panutan bagi kiper-kiper muda yang tengah meniti karier profesional.

“Serius, dia sangat brilian. Kiper top dan jika ada kiper-kiper muda yang ingin belajar bagaimana caranya jadi kiper, maka mereka harus menyaksikan David De Gea. Dia pemain kelas dunia,” tambah Foster.

“Saya pikir David mampu melakukannya karena dia begitu natural, dari apa yang saya dengar dia juga bukan pekerja keras saat berlatih. Berlatih tidak begitu berpengaruh kepadanya,” pungkasnya.

Hazard Dianggap Sebagai Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah Chelsea


Hazard Dianggap Sebagai Pemain Terbaik Sepanjang Sejarah Chelsea

​Jika ada satu sosok yang mampu bersinar terang di ​Premier League musim 2018/19 ini, tentu saja sosok penyerang ​Chelsea, Eden Hazard, menjadi salah satunya. Bagaimana tidak, penyerang Timnas Belgia tersebut sselalu mencetak gol di lima laga pertama Chelsea sejauh ini. 

Terakhir, dia mencetak hattrick kala The Blues melumat Cardiff City 4-1. Torehannya tersebut membuat Hazard kini menempati posisi teratas daftar top skorer sementara Premier League dengan lima gol, terpaut satu gol dari Aleksandar Mitrovic (Fulham) di posisi kedua.

Sehubungan dengan performa gemilangnya, banyak pihak yang memuji kinerja Hazard di bawah Maurizio Sarri.Bahkan mantan pemain Chelsea, Tony Cascarino, beranggapan bahwa mantan pemain Lille tersebut merupakan pemain terbaik sepanjang sejarah klub London barat tersebut.

"Chelsea memiliki banyak pemain yang luar biasa sepanjang sejarah mereka, seperti Peter Osgood, John Terry, dan Didier Drogba. Namun, (Eden) Hazard adalah yang paling berbakat dari semuanya," ujar Cascarino seperti dilansir oleh ​Express.

"Dia memiliki segalanya, sebuah komposisi yang lengkap untuk seorang pemain. Mempertahankannya di Stamford Bridge merupakan salah satu langkah bisnis terbaik yang dilakukan oleh Chelsea musim panas lalu, apalagi dengan Real Madrid yang tertarik kepadanya."

Hazard sendiri sudah membela Chelsea sejak didatangkan dari Lille pada musim panas 2012 lalu. Sejak saat itu pula dirinya sudah membawa The Blues memenangkan dua gelar Premier League, satu gelar FA Cup, satu gelar League Cup, serta satu gelar Europa League.

8 Pemain yang Harus Berupaya Keras untuk Bisa Kembali Mengamankan Posisi di Tim Utama


8 Pemain yang Harus Berupaya Keras untuk Bisa Kembali Mengamankan Posisi di Tim Utama

Musim ini tidak bersahabat bagi beberapa pemain yang sebelumnya jadi pilihan utama dalam rencana bermain pelatih. Melalui alasan yang berbeda-beda, mereka dihadapkan pada situasi yang berbeda dan diharuskan berlatih keras di sesi latihan, tampil semaksimal mungkin ketika bertanding, agar dapat kembali mengamankan posisi bermain di tim utama. Siapa saja?  

8. Dejan Lovren


Finalis Piala Dunia 2018 bersama Timnas Kroasia masih cedera di bagian panggulnya. Dejan Lovren masih butuh waktu untuk pulih dan kembali merebutkan tempatnya di lini belakang Liverpool. 

Di kala ia cedera, Joe Gomez mampu meyakinkan Jurgen Klopp untuk terus memainkannya sebagai tandem Virgil van Dijk di jantung pertahanan The Reds. Melihat penampilan konsisten Gomez, Lovren jelas harus berupaya lebih keras nantinya jika pulih dari cedera untuk kembali merebut tempat bermain yang biasa ditempatinya. 

7. Javi Martinez

Sempat dimainkan di pekan pertama Bundesliga melawan Hoffenheim, Javi Martinez duduk di bangku cadangan pada dua laga berikutnya kontra Stuttgart dan Bayer Leverkusen. Pemain berusia 30 tahun sedianya pemain serba bisa yang dapat menjadi bek tengah dan gelandang bertahan. 

Akan tapi, Niko Kovac lebih memilih memainkan Thiago Alcantara dengan Corentin Tolisso atau Leon Goretzka sebagai pivot (gelandang jangkar) dalam taktik 4-2-3-1. Sedangkan duet bek tengah ditempati Jerome Boateng, Niklas Sule, dan Mats Hummels. Martinez pun harus berusaha lebih keras lagi untuk meyakinkan Kovac di Bayern Munchen. 

6. Jordan Henderson


Liverpool memang kehilangan Emre Can musim ini. Namun, manajemen mendatangkan Naby Keita dan Fabinho untuk menambah ketatnya persaingan di lini tengah. Ditambah kehadiran mereka berdua, Liverpool juga pemain senior di posisi itu: Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum, James Milner, dan Alex Oxlade-Chamberlain yang masih cedera. 

Sejauh ini, Klopp sangat memercayai trio Keita, Wijnaldum, dan Milner dalam tiga gelandang di taktik 4-3-3. Henderson yang bermain reguler di lini tengah Liverpool musim lalu tergusur ke bangku cadangan. Ia harus berlatih lebih keras untuk membuktikan kemampuannya yang tidak kalah hebat dari Keita, yang dipuji Klopp memiliki kemampuan komplit.  

5. Andreas Christensen


Beda manajer, beda pula susunan pemain, taktik, dan filosofi sepak bola yang dimilikinya. Andreas Christensen merupakan bek andalan Antonio Conte di musim lalu bersama Cesar Azpilicueta dan Antonio Rudiger dalam taktik tiga bek Chelsea. 

Musim ini, Maurizio Sarri cenderung lebih mengandalkan David Luiz untuk berduet dengan Rudiger di jantung pertahanan dalam taktik 4-3-3. Christensen, 22 tahun, harus bersabar menanti kesempatan bermainnya musim ini. Jangankan Christensen, Gary Cahill pun juga mengalami nasib yang sama dengannya. 

4. Paulo Dybala


Inkonsistensi masih jadi masalah besar yang harus dibenahi Paulo Dybala. Alasan itu plus kurangnya kepercayaan diri dalam bermain memaksa Massimiliano Allegri mencadangkannya di beberapa kesempatan. 

Soal talenta tidak perlu diragukan lagi, Dybala punya talenta alamiah yang dapat dikembangkan. Namun, ia harus berlatih keras, mengikuti saran Andrea Pirlo yang memintanya berlatih seperti Cristiano Ronaldo, agar bisa bermain reguler dalam susunan pemain Juventus. 

3. Cesc Fabregas


Persaingan ketat juga terjadi di lini tengah Chelsea. Melihat susunan pemain yang diturunkan Sarri, dua tempat di lini tengah sudah pasti ditempati Jorginho dan N’Golo Kante, tinggal menyisakan satu tempat untuk diperebutkan antara Mateo Kovacic, Ross Barkley, Danny Drinkwater, dan Cesc Fabregas. 

Drinkwater memang sudah jarang bermain sejak musim lalu – dan tinggal menanti ia hengkang ke klub lain, namun tidak untuk Fabregas yang kerapkali jadi pilihan di lini tengah. Tipikal bermainnya tidak jauh berbeda dari Jorginho dan ia baru pulih dari cedera. Jadi, butuh usaha ekstras bagi Fabregas agar kembali bermain reguler di Chelsea.  

2. Petr Cech


Kiper veteran berusia 36 tahun memang masih jadi kiper nomor satu Arsenal sejauh ini. Unai Emery juga menjadikannya starter dalam lima laga awal Arsenal di Premier League. Namun, hal tersebut tidak menjadi jaminan posisinya aman. 

Pasalnya, Cech masih kesulitan beradaptasi dengan filosofi sepak bola baru yang dihadirkan Emery, yang mewajibkan kiper terlibat dalam proses membangun serangan. Pesaingnya, Bernd Leno hanya butuh satu kesempatan untuk meyakinkan Emery agar memainkannya lebih sering. 

Jika Leno bermain bagus ketika diberi kesempatan: cekatan dan memperlihatkan penampilan gemilang, mampu mengoper bola dengan baik di pertahanan, maka Cech harus berlatih lebih keras lagi untuk meyakinkan Emery.  

1. Victor Moses


Karier Victor Moses yang dibangkitkan oleh Conte dalam dua musim terakhir di Chelsea sebagai bek sayap kanan, kembali terancam musim ini dengan adanya Sarri. Eks pelatih Napoli tidak bermain dengan formasi tiga bek dan mengandalkan bek sayap. 

Terbukti, Moses kehilangan tempatnya sebagai pemain reguler Chelsea karena Sarri mengandalkan Azpilicueta sebagai bek kanan dengan pelapisnya, Davide Zappacosta. Jika memang Sarri tidak memasukkannya ke dalam rencana bermain Chelsea, maka Moses kemungkinan besar hengkang. 

Los Blancos Tertahan di San Mames

Hasil Pertandingan Athletic Bilbao vs Real Madrid: Skor 1-1

Los Blancos Tertahan di San Mames

Real Madrid hanya mampu bermain imbang 1-1 ketika berkunjung ke markas Athletic Bilbao dalam ajang La Liga. Pertandingan ini dilangsungkan di San Mames pada hari Minggu (16/09) dini hari WIB.

Pertandingan berlangsung cukup menarik dan juga keras. Bilbao mampu memberikan perlawanan yang gigih dan menebar sejumlah ancaman berbahaya bagi gawang Madrid.

Bilbao bahkan mampu unggul lebih dahulu melalui Iker Muniain. Akan tetapi Madrid akhirnya bisa menyamakan kedudukan lewat Isco.

Madrid langsung tampil menggebrak begitu peluit babak pertama dibunyikan. Bahkan Luka Modric memberikan ancaman pada menit kedua tapi sepakannya masih melebar.

Memasuki menit ke-14, giliran Bilbao yang mengancam. Markel Susaeta punya peluang untuk mencetak gol tapi usahanya masih belum menemui sasaran.

Pada akhirnya gawang Madrid kebobolan pada menit ke-32. Iker Muniain mencatatkan namanya di papan skor setelah menyelesaikan kemelut di muka gawang.

Setelah itu Madrid mencoba membalas. Mereka dominan dalam penguasaan bola. Sejumlah serangan pun mulai bisa dibangun secara bertubi-tubi ke pertahanan Bilbao.

Akan tetapi sampai menit 45, Madrid tak bisa mencetak gol balasan. Skor 1-0 bertahan sampai turun minum untuk keunggulan Bilbao.

Kembali dari kamar ganti, Madrid bermain lebih hati-hati. Meskipun begitu, mereka tetap berusaha keras mencari gol balasan. Sementara itu, Bilbao bermain dengan tempo cepat.

Kiper tuan rumah melakukan dua penyelamatan penting pada menit ke-56. Unai Simon menepis tendangan bebas Gareth Bale dan kemudian bola muntah dari Sergi Ramos.

Gawang Bilbao akhirnya jebol juga pada menit 63 lewat Isco. Gelandang timnas Spanyol itu menanduk bola ke gawang setelah mendapat umpan silang dari Gareth Bale.

Marco Asensio hampir menggandakan kedudukan pada menit 68. Namun, usahanya berhasil digagalkan oleh Unai Simon dan tembakan susulan dari rekannya masih melambung tinggi.

Setelah itu, kedua tim punya beberapa peluang untuk mencetak gol. Akan tetapi, tidak ada yang berhasil mengkonversinya menjadi gol.

Pada akhirnya, pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Kedua tim harus puas berbagi satu angka di San Mames.

Setan Merah Akhiri Rekor Sempurna Watford


Setan Merah Akhiri Rekor Sempurna Watford

Manchester United berhasil menumbangkan Watford dengan skor 2-1 dalam ajang Premier League di Vicarage Road, Sabtu (15/09) malam WIB.

Pertandingan ini berlangsung dengan tempo cukup sedang. United tampil dominan dalam penguasaan bola dan Watford terlihat sering bertahan.

Setan Merah mampu mencetak gol terlebih dahulu melalui Romelu Lukaku dan Chris Smalling. Namun, Watford cuma bisa membalas lewat Andre Gray.

Begitu pertandingan dimulai, United langsung menekan ke pertahanan Watford. Mereka berusaha secepat mungkin untuk mencetak gol.

Beberapa peluang bisa dihasilkan oleh United ke gawang Watford. Namun, setelah beberapa kali percobaan, Setan Merah baru bisa mencetak gol pada menit 35.

Gol pertama tim tamu dicetak oleh sang striker Romelu Lukaku. Pemain asal Belgia itu membelokkan bola dengan perutnya usai menerima umpan matang dari Ashley Young.

Lima menit berselang, United mampu menambah keunggulan mereka berkat Chris Smalling. Mendapat umpan sundulan Marouane Fellaini, bek Inggris itu mengontrol bola dengan dadanya lalu melepaskan tendangan voli yang bersarang ke gawang Watford.

Gol itu merupakan gol terakhir yang tercipta pada babak pertama. United memasuki kamar ganti dengan keunggulan dua gol atas Watford.

Di babak kedua, United masih tetap tampil seperti sebelumnya. Meskipun begitu, Watford juga berusaha berbenah.

Usaha pasukan Javi Garcia itu ternyata tidak sia-sia. Tuan rumah akhirnya bisa memperkecil kedudukan pada menit 65 lewat tembakan Andre Gray setelah menyambar umpan tarik Abdoulaye Doucoure.

Usai gol itu, Watford menjadi lebih percaya diri. Mereka mampu memberikan tekanan kepada tim tamu. Pada menit 76, Abdoulaye Doucoure mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti tapi sepakannya masih melebar dari gawang United.

Memasuki 10 menit terakhir, United terlihat mengendurkan serangan dan mulai bertahan. Hal itu membuat Watford lebih leluasa melakukan serangan.

Pada menit 90, Watford mendapat peluang emas melalui tendangan Abdoulaye Doucoure. Namun, De Gea dengan sigap berhasil menggagalkannya.

United harus kehilangan satu pemainnya pada masa injury time. Nemanja Matic mendapat kartu merah setelah menerima kartu kuning kedua.

Meski unggul jumlah pemain, Watford tidak bisa mencetak gol sampai laga berakhir. Setan Merah meraih kemenangan 2-1 di pekan kelima ini.

Barca Raih Kemenangan Berharga di Anoeta


Barca Raih Kemenangan Berharga di Anoeta

Juara La Liga, Barcelona kembali memetik kemenangan di Jornada ke empat La Liga musim ini. Menyambangi Anoeta Stadium yang terkenal angker bagi mereka, Las Azulgrana berhasil menang atas Real Sociedad dengan skor tipis 1-2

Gol Real Sociedad dicetak oleh tendangan spektakuler Aritz Elustondo di menit ke 12 namun Barcelona berhasil membalikkan kedudukan di babak kedua berkat gol Luis Suarez dan Ousmane Dembele.

Di awal babak pertama, laga berjalan dengan tempo sedang. Tim tuan rumah sedikit mendominasi jalannya laga sembari membangun aliran serangan mereka.

Ketika pertandingan memasuki menit ke 12 publik Anoeta Stadium bergemuruh. Memanfaatkan skema tendangan bebas, bola berhasil diberikan Hector Moreno kepada Aritz Elustondo yang kemudian disambar oleh sang bek dengan tendangan keras yang mengoyak gawang Ter Stegen. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.

Tertinggal satu gol membuat Barcelona mencoba untuk bangkit. Mereka mencoba untuk keluar dari tekanan tuan rumah, namun mereka kesulitan untuk mengembangkan permainan mereka karena pihak Sociedad selalu memotong supply bola untuk Suarez dan Messi di duel lini tengah mereka.

Barcelona sendiri kesulitan untuk membuat peluang yang berarti di babak pertama ini. Peluang berbahaya pertama mereka dihasilkan oleh Gerrard Piquye di menit 36, namun bola tandukannya masih melebar tipis dari gawang Rulli.

Di akhir babak pertama, terjadi sebuah drama setelah Gerard Pique merasa dijatuhkan saat membuat tembakan di kotak penalti Sociedad. Wasit memutuskan untuk memeriksa VAR, dan hasil VAR memutuskan Barca tidak mendapatkan penalti karena kontak yang terjadi benar-benar minim.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 masih bertahan untuk keunggulan tuan rumah.

Tertinggal 1-0, Ernesto Valverde memutuskan untuk langsung membuat pergantian. Ia menarik keluar Nelson Semedo untuk digantikan dengan Philippe Coutinho.

Masuknya Coutinho memberikan warna baru bagi permainan Barcelona. El Blaugrana mulai keluar dari tekanan dan mulai mengancam pertahanan tim tuan rumah. Meski begitu ancaman pertama di babak kedua ini kembali dihasilkan Sociedad melalui tandukan Moreno namun bola berhasil diamankan oleh Ter Stegen.

Melihat permainan timnya yang tidak berkembang, Valverde memutuskan melakukan pergantian pemain lagi. Ia menarik keluar Rafinha dan menggantikannya dengan Sergio Busquets.

Setelah melakukan serangkaian percobaan, Barcelona akhirnya berhasil pecah telur. Berawal dari kemelut di depan gawang Sociedad, bola berhasil di arahkan Umtiti ke kaki Suarez yang kemudian diselesaikan oleh sang striker dari jarak dekat. Skor kembali imbang 1-1.

Gol Suarez sendiri meningkatkan moral Barcelona. Satu menit pasca gol Suarez, Geronimo Rulli harus melakukan penyelamatan gemilang untuk menghentikan tendangan placing dari Philippe Coutinho. Namun satu menit berselang, Rulli harus kembali memungut bola dari gawangnya, setelah tembakan voli Ousmane Dembele mengenai kaki Zubeldia dan masuk ke gawangnya. Skor berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan tim tamu.

Barcelona sendiri semakin gencar untuk menggempur pertahanan Sociedad pasca Gol Dembele tersebut. Luis Suarez nyaris mencetak gol salto namun sayang usahanya itu masih melebar dari gawang Rulli.

Di sisa babak kedua ini, kedua pelatih memutuskan untuk menggunakan pergantian pemain mereka. Ernesto Valverde menarik keluar Ousmane Dembele untuk digantikan dengan Arturo Vidal sementara Asier Garitano menarik keluar David Zurutuza, Assier Illaramendi, dan Ruben Pardo untuk digantikan Jon Bautista, Mikel Merino dan Luca Sangalli Fuentes.

Di akhir-akhir babak kedua, Sociedad memiliki dua peluang berbahaya dari Oyarzabal dan Juanmi, namun peluang tersebut digagalkan karena sudah terkena offside terlebih dahulu sementara sundulan Juanmi melebar tipis dari gawang Ter Stegen. Sementara di masa injury time Luis Suarez nyaris memperlebar keunggulan Barca namun sayang bola berhasil diblok oleh barisan pertahanan Sociedad. Skor 2-1 tetap bertahan hingga wasit meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Berkat kemenangan ini Barcelona masih kokoh berada di puncak klasemen dengan raihan 12 poin.

Tiga Kemenangan Beruntun untuk The Gunners

Hasil Pertandingan Newcastle United vs Arsenal: Skor 1-2

Tiga Kemenangan Beruntun untuk The Gunners

Arsenal sukses meneruskan tren positif yang dijalani pada laga Premier League. Pada pekan kelima melawan Newcastle United di St. James' Park, Sabtu (15/9) malam WIB, Arsenal menang dengan skor 2-1 dari gol Granit Xhaka dan Mesut Ozil.

Kemenangan atas Newcastle merupakan yang ketiga beruntun diraih Arsenal di Premier League. Sementara, Newcastle memperpanjang catatan belum pernah menang pada lima laga awal musim 2018/19.

Unai Emery memasukkan Lucas Torreira di awal babak kedua menggantikan Matteo Guendouzi. Pemain asal Uruguay mampu membuat perbedaan di lini tengah. The Gunners pun bermain lebih agresif dengan Torreira.

Namun, Arsenal harus menunggu hingga menit ke-49 untuk bisa mencetak gol. Granit Xhaka membobol gawang Newcastle dari eksekusi tendangan bebas. Pemain asal Swiss tersebut melepas tendangan kakir kiri ke pojok gawang tanpa bisa dibendung Dubravka.

Gol yang dicetak Xhaka membuat Arsenal kian agresif. Hasilnya, klub asal London kembali mencetak gol pada menit ke-58. Sepakan Lacazette mampu diblok pemain belakang lawan, bola liar kemudian disambar Mesut Ozil untuk jadi gol dan membuat Arsenal unggul 2-0.

Mkhitaryan yang dimasukkan pada menit ke-69 kian menambah kuat lini tengah Arsenal. Sementara, Newcastle merespon dengan memasukkan Kenedy. Peluang pun didapat Kenedy menit ke-73, tapi belum menjadi gol.

Setelah membuat penyelamatan penting dari aksi Joselu pada menit 88, gawang Cech akhirnya bobol pada menit 90+1. Ciaran Clark membawa Newcastle memperkecil skor jadi 1-2. Tapi, setelah itu tidak ada gol tercipta dan Newcastle tetap menelan kekalahan.

 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger