Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » PENJAGA PENJARA DI BELANDA TERANCAM DI PHK KARENA TIDAK ADA NARAPIDANA

PENJAGA PENJARA DI BELANDA TERANCAM DI PHK KARENA TIDAK ADA NARAPIDANA

Posted by Cinta Berita on Kamis, 24 Maret 2016

Raksasapoker.comCatatan kriminal di Kerajaan Belanda apabila dibandingkan dengan negara-negara lain adalah sebuah anomali yang mengejutkan. Mengapa demikian?


Pada saat negara-negara lain dipusingkan dengan meningkatnya angka kriminalitas dan keterbatasan daya tampung penjara seperti misalnya yang dialami di Indonesia, maka hal sebaliknya malahan terjadi di Belanda. AGEN POKER 

Angka kriminalitas di Kerajaan Belanda terus menurun dari tahun ke tahun sehingga jumlah penjahat "tak memadai" untuk mengisi penjara-penjara di Belanda. Dengan kata lain penjara-penjara di Belanda banyak yang kosong. DOMINO ONLINE 

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Belanda pada Senin 21 Maret 2016, angka kejahatan di Belanda turun 0,9% setiap tahun hingga lima tahun ke depan. Oleh karena itu, sepertiga dari 13.500 sel di seluruh Belanda tak terisi. Bukan hanya itu, sedikitnya 8 penjara akan benar-benar ditutup karena tidak ada tahanan. BANDAR DOMINO99 

"Sepertiga dari sel-sel penjara akan kosong, dan kondisi itu akan terus bertambah," kata Jaap Oosterveer, juru bicara Kementerian Kehakiman Belanda. AGEN BANDARQ 

"Dari sudut pandang sosial, tentu saja, hal ini sangat bagus karena menunjukkan angka kejahatan yang rendah. Namun, jika Anda bekerja di penjara, ini bukan kabar bagus," tambah Oosterveer. AGEN DOMINO 

Kondisi ini sangat dikhawatirkan Serikat Pegawai Penjara (FNV). Organisasi ini memperkirakan, 1.900 karyawan lembaga pemasyarakatan di Belanda akan kehilangan pekerjaan. Sementara itu, sekitar 700 orang akan menjadi karyawan "mobile" karena mereka harus bekerja di beberapa penjara sekaligus.

Menyikapi kondisi tersebut Pemerintah Belanda pun tak tinggal diam untuk mencari solusi dari masalah ini. Belanda bahkan sudah "menyewakan" penjaranya untuk Belgia dan Norwegia agar kedua negara tersebut bisa menahan para narapidana mereka di Belanda.

Saat ini, sebanyak 300 narapidana asal Belgia ditahan di LP Tilberg. Sementara itu, 240 narapidana asal Norwegia ditampung di LP Nogerhaven, di kota Drenthe.

Direktur Lembaga Permsayarakatan Belanda Karl Hillesland mengatakan, ada "antrean" kecil untuk masuk ke penjara Drenthe karena suksesnya penayangan sebuah film promosi di Norwegia.

Namun, langkah menyewakan penjara ini tidak menyelesaikan "masalah mendasar", yaitu menurunnya kejahatan yang berujung pada penutupan penjara dan PHK.

Menurunnya jumlah narapidana disebabkan populasi karena warga Belanda yang menua sehingga hampir tidak mungkin melakukan kejahatan.

Selain itu, belakangan, sistem hukum Belanda lebih fokus untuk tidak mendakwa kejahatan yang tak menyebabkan korban, rehabilitasi, vonis pendek, program keterampilan, dan pembauran kembali dengan masyarakat.


Salah satu penjara paling keras di Belanda, Het Arresthuis, di Roermond, dekat perbatasan dengan Jerman, kini malah sudah berubah bentuk.

Bangunan yang dulu sangat ditakuti itu kini sudah diubah menjadi hotel mewah. Margje Spatjens, juru bicara hotel itu, mengatakan, jika ada penjara lain yang tutup, maka pihaknya sudah memiliki pengalaman untuk mengubahnya menjadi hotel.

"Reaksi dari para tamu pada umumnya sangat positif, mesti beberapa tamu merasa agak was-was," ujar Margje.

Namun, seorang anggota parlemen, Nine Kooiman, menyebut, kosongnya penjara-penjara di Belanda disebabkan polisi malas menangkap para kriminal.

"Jika pemerintah benar-benar bekerja menangkap para penjahat, kita tidak akan menghadapi masalah ini," ujar Kooiman.

Ketua FNV Frans Carbo punya teori lain. Menurut dia, institusi yang paling bertanggung jawab atas masalah ini adalah Kementerian 



"Kementerian melakukan apa pun untuk menurunkan angka kejahatan di Belanda, sebagian penyebabnya adalah populasi yang menua," ujar Carbo.

"Kementerian sebenarnya sudah memangkas dan mereorganisasi seluruh rantai. Ini dimulai dengan gagalnya reorganisasi polisi yang menyebabkan kualitas mereka tak sebagus dulu, dengan persentase penyelesaian kasus yang rendah," papar Carbo.

"Penjara ada di ujung rantai, dan langsung merasakan efek dengan kosongnya sel-sel penjara. Pada 2013, pemerintah memangkas anggaran yang menyebabkan penutupan 19 organisasi," ujar Carbo.


SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger