Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Pulau Mengapung di Laut Jawa...Ini Jitu dalam Perang

Pulau Mengapung di Laut Jawa...Ini Jitu dalam Perang

Posted by Cinta Berita on Jumat, 14 Juli 2017
















CINTABERITA - Peperangan adalah urusan yang keji. Kalau tersedia yang bercerita selain itu, mungkin ia belum dulu mengalami atau justru menyita untungkan berasal dari keadaan pertempuran.

Namun, perang termasuk menantang manusia untuk melacak akal supaya dapat menang. Misalnya, pasukan Romawi terhadap tahun 88 M ketika hadapi Dacia (sekarang di tenggara Romania).

Setahun sebelumnya, Kaisar Domitia memerintahkan Jenderal Cornelius Fuscus untuk menyerang, namun kalah ketika disergap pasukan Raja Decebalus dan Fuscus malah gugur di celah sempit Tapae.

Pada musim panas 88 M, Domitia mengirim kembali pasukan di bawah Jenderal Tettius Julianus yang berhasi menang biarpun dengan banyak korban. Karena kuatir pasukan Romawi mencaplok Sarmizegetusa, ibukota kerajaan, Raja Decebalus memrintahkan menebang pohon-pohon jadi seukuran manusia dan diberi busana zirah peperangan.

Setelah Pembantaian Munich terhadap 1972 dengan korban 11 atlet Israel, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defence Force, IDF) berencana balasan setahun sesudah itu dengan mengirimkan pasukan komando yang berpura-pura sebagai pasangan-pasangan kekasih pria dan wanita bergandengan tangan melewati pos-pos penjagaan.

Salah satu anggota pasukan yang menyamar jadi wanita adalah Ehud Barak yang belakangan hari jadi Menteri Pertahanan dan Perdana Menteri Israel. Penyamaran menewaskan 3 petinggi PLO.

Selama Perang Dunia I dan Perang Dunia II, tersedia beragam langkah yang dipakai untuk menyerang maupun menyelamatkan diri 



SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger