Bandar Togel Online Terpercaya
Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan   
Home » » Pemkot Kota Surabaya Bersama Polisi Lakukan Operasi Yustisi Menyasar Kos kosan

Pemkot Kota Surabaya Bersama Polisi Lakukan Operasi Yustisi Menyasar Kos kosan

Posted by Cinta Berita on Jumat, 05 Januari 2018






















CINTABERITA - Kota Surabaya, tepatnya di Ambengan Karya Selatan. Sebanyak 150 KK yang tinggal di rumah petak permanen itu tidak membawa RT. Sebagai penggantinya yakni koordinator kampung. Hal ini diketahui petugas Kecamatan Tambaksari saat jalankan pendataan penduduk serempak di seluruh Kota Surabaya.

Berbeda dengan kecamatan lain yang menyasar penduduk musiman yang tinggal di rumah sewa (kos). Di Tambaksari lebih fokus yang tinggal di bantaran sungai dan di sepanjang rel kereta api. Pasalnya, mayoritas mereka udah tinggal hingga puluhan tahun lamanya. “Kami sebenarnya fokus terhadap penduduk yang tinggal di bantaran sungai dan rel kereta api,” kata Camat Tambaksari Ridwan Mubarun, Selasa (2/1) kemarin.

Pihaknya pun mengaku kaget masih terdapatnya ratusan penduduk yang tidak tersedia Ketua RT-nya. Selain itu, seluruh warga tersebut bukan warga asli Surabaya, namun udah tinggal sejak 15-30 tahun silam. “Mereka ini tinggal di tanah punya PT KAI sejak 15 hingga 30 tahun,” terangnya AGEN POKER .

Dari 150 KK itu, lanjut Ridwan, mendiami rumah petak yang berukuran cuma 1×3 m2 dengan kamar mandi di luar. Mayoritas penduduk terhitung udah bekerja dan udah memiliki anak. “Selain pendataan, kami terhitung idamkan jelas pendatang itu bekerja atau tidak. Rata-rata kerja tukang, pembantu rumah tangga dan jualan,” jelasnya.

Menurut mantan Camat Rungkut, pihaknya tidak bisa menindak tegas lantaran bangunan tersebut berdiri di atas lahan punya PT KAI. Ridwan cuma mengimbau kepada nyaris 30 KK yang saat itu berada di rumah untuk konsisten mewaspadai tetangga kanan kirinya. “Kalau kami buatkan KTP jadi kacau nanti, gara-gara bukan warga Surabaya,” imbuhnya.

Ke depan, Ia bakal berkoordinasi dengan PT KAI sehingga bisa menertibkan kampungnya. Sebab, diakuinya terlampau rawan jika fenomena tersebut dibiarkan berlarut-larut.

Selain itu, petugas terhitung menyasar penduduk yang tinggal di bantaran sungai di wilayah Kapas Madya Baru dan Rangkah. Mereka mayoritas tinggal di sebuah rumah permanen yang dijadikan kos-kosan. “Di sini (Rangkah) kurang lebih tersedia 24 warga dari luar kota Surabaya,” pungkas Ridwan AGEN DOMINO99.

Sementara itu sebanyak empat WNA terjaring operasi yustisi atau kelengkapan adminsitrasi kependudukan yang digelar Pemkot Surabaya di Kelurahan Banyuurip dan Petemon di Kecamatan Sawahan, Selasa (2/1).

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kota Surabaya Hajar Sulistiono menyebutkan keempat WNA berikut terdiri berasal dari warga Belanda dan tiga warga Korea.

“Untuk yang warga Belanda sudah diketahui datanya dan kini bekerja di Bali, tetapi yang berasal berasal dari Korea tetap belum diketahui identitasnya,” katanya.

Menurutnya, operasi yustisi kependudukan ini untuk menyikapi perintah Wali Kota Surabaya untuk mengantisipasi pendatang penduduk musiman. Dari hasil operasi tersebut, diketahui selain empat WNA terhitung ada 25 warga non permanen di Petemon dan 50 warga non permanen di Banyuurip.

“Dikhawatirkan masuk tahun baru, penduduk lama membawa penduduk baru berasal dari kampung halamannya,” katanya DOMINO ONLINE.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya konsisten berkoordinasi bersama RT/RW setempat dan terhitung melakukan pengawasan terhadap keberadaan para pendatang baru. Ia tidak dambakan kecolongan bersama masuknya pendatang atau faham teroris yang menyebabkan kerusakan kawasan ini.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya menyebutkan operasi yustisi terhadap awal 2018 mesti dilaksanakan untuk mengantisipasi ledakan urbanisasi yang berlangsung di Kota Pahlawan.


SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger