Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Simak Kebenarannya Foto Viral dan Nama Rebenca yang Menembak Mati RAjan Al Najjar

Simak Kebenarannya Foto Viral dan Nama Rebenca yang Menembak Mati RAjan Al Najjar

Posted by Cinta Berita on Selasa, 05 Juni 2018



Cintaberita.com Kematian Razan al Najjar terhadap hari Jumat (1/6/2018) selanjutnya ini menuai kecaman berasal dari penduduk dunia. Agen Poker Terpercaya

Mengapa tidak? Kematian Razan yang notabene-nya seorang perempuan dan juga paramedis ini jelas-jelas sudah melanggar kode etik.

Seorang sniper atau penembak jitu, meski dilatih mati-matian untuk membunuh tujuan bersama komitmen ‘satu peluru satu nyawa’ para sniper punya kode etik.


Kematian Razan al Najjar terhadap hari Jumat (1/6/2018) selanjutnya ini menuai kecaman berasal dari penduduk dunia.

Mengapa tidak? Kematian Razan yang notabene-nya seorang perempuan dan juga paramedis ini jelas-jelas sudah melanggar kode etik.

Seorang sniper atau penembak jitu, meski dilatih mati-matian untuk membunuh tujuan bersama komitmen ‘satu peluru satu nyawa’ para sniper punya kode etik.

Apa itu? Mereka tidak diperkenankan membunuh wanita, anak-anak, dan orang yang tidak bersenjata.

Hal itu dicantumkan juga dalam aturan perang Internasional berasal dari Konvensi Jenewa yang menyatakan paramedis dilarang ditembak mati.

Tenaga medis (suster atau dokter) tanpa senjata dan tidak terlindung rompi anti peluru kudu dilindungi.

Alhasil, Israel pun kini sudah melanggar 2 aturan, aturan sniper dan juga aturan perang Internasional.

Jika keduanya dilanggar, maka Israel sudah mengajak dan melaksanakan kejahatan perang.

Dua hari usai kematian Razan Al Najjar, beredar luas foto soal sniper Israel yang dikira menembak mati perawat Palestina ini, terhadap Minggu (3/6/2018).

Sniper Israel selanjutnya bernama Rebecca.


Rebecca (24 tahun) dituding sebagai sniper Israel yang melontarkan peluru panas menembus dada Razan terhadap Jumat (1/6/2018) lalu.

Foto-foto Rebecca pun menyebar dan menjadi viral di beraneka sarana sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram.

Seperti yang diunggah Instagram @palestine_freedom_project

Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa yang sudah menembak Razan Al Najjar ini adalah seorang wanita bernama Rebecca.

Lalu benarkah sniper yang menembak Razan ini adalah Rebecca?

Rebecca rupanya membantah keras semua tuduhan yang di alamatkan kepadanya.

Otomatis, kabar yang sepanjang beredar adalah hoax belaka.

Hal selanjutnya ia ungkapkan kepada The Times of Israel, kemarin Minggu (3/6/2018) saat setempat. Agen Casino Terpercaya

Rebecca menyatakan dirinya dibebaskan berasal dari tentara sekitar dua 1/2 tahun yang lalu.

Ia tidak pernah menjadi sniper dikala dia berada di Israel Defense Forces (IDF).

Rebecca (24) saat ini bekerja untuk program tahun jeda di Israel.

Bulan depan, ia bakal terasa mengajar bhs Inggris untuk pencari suaka Afrika.

Rebecca pun syok dikala namanya dan wajahnya disangkut pautkan bersama sniper yang membunuh Razan Al Najjar.

Semua akun sarana sosialnya segera banyak yang mencaci maki dan juga mengancam.

Rebecca awalnya kewalahan dan bingung oleh bombardir kalimat selanjutnya di sarana sosial miliknya.

Ia juga keresahan oleh pesan-pesan yang mengancam.

Tapi kini, ia kecewa bahwa puluhan ribu orang di semua dunia “sangat mendambakan percaya sesuatu yang bohong dan menyimpan banyak kebencian di luar sana,” katanya.


"Saya sedih dikarenakan teman-teman dan keluarga saya sudah terancam dan di dunia sarana sosial, tidak tersedia cara untuk merawat diri Anda berasal dari menjadi korban ancaman dan kebohongan"

“Saya tidak politis, namun saya melaksanakan apa yang mampu saya melaksanakan untuk paham semua‘ narasi, ’dan propaganda semacam ini hanya menghambat setiap peluang untuk perdamaian,”

“Saya sedih dikarenakan teman-teman dan keluarga saya sudah diancam dan di dunia sarana sosial, tidak tersedia cara untuk merawat diri Anda berasal dari menjadi korban ancaman dan kebohongan,” katanya. "Aku tidak pernah paham betapa buruknya itu."


Rebecca pun lebih-lebih sampai kudu mengunggah video klarifikasi soal kabar hoax yang menyerang dirinya.

Dalam video tersebut, Rebecca menyatakan bahwa postingan di "Freedom for gaza" sudah "menyebabkan ratusan pesan kebencian dan ancaman pembunuhan terhadap hidup saya dan kehidupan kawan saya."

Ia juga menyatakan halaman Facebook yang menunjang kelompok-kelompok teror Palestina kudu mengajukan protes terhadap Hamas, kalau para administrator cemas mengenai nasib warga Gaza - klaim lazim yang dibuat oleh para pejabat Israel.

“Mereka menyatakan kepada saya apa yang kudu saya katakan di video. Saya sedikit ketakutan. Saya baru saja mengatakannya. Mereka menyatakan kepada saya bahwa itu bakal menunjang menghentikan ini, ”kata Rebecca.

Hal selanjutnya berawal berasal dari postingan di Facebook terhadap tahun 2014.

Dalam postingannya, akun Facebook Israel Defense Forces (IDF) menuliskan Rebecca ini tentara yang berasal berasal dari keluarga yahudi di Boston, Amerika Serikat.

Pada usianya yang ke-18, Rebecca memutuskan untuk ganti ke Israel dan menjadi tentara di anggota pendidikan.

Namun, berikutnya Rebecca mendambakan menjadi tentara di lapangan.

Pada 2014 tersebut, Rebecca tetap berstatus trainer.

Dalam gambar, Rebecca muncul berdiri di padang pasir bersama peralatan tempur lengkap, tersenyum ke kamera saat dia memegang senapan M-16.

Tiga jam sehabis Suhair menerbitkan postingannya, halaman Facebook "Freedom for Gaza", yang punya lebih berasal dari 100.000 pengikut, menempatkan posnya, mengutip uraian tentara mantan tentara berasal dari 2014 dan menambahkan: "Ini 'pembunuh terlatih' yang menembak seorang perawat Palestina berusia 21 tahun di Gaza saat dia menunjang warga sipil yang terluka. ”

Ketika orang terasa paham klaim mengenai Rebecca salah, akun Suhair dan halaman Freedom for Gaza mengedit posting mereka.

Ini klarifikasi berasal dari akun Suhair.


Suhair menyatakan bahwa dia tidak pernah bermaksud untuk memperlihatkan bahwa Rebecca sudah membunuh Razan. Bandar Bola

Namun, di matanya Rebecca tetaplah menjadi "teroris", dikarenakan ia sudah meninggalkan Amerika Serikat dan pergi ke sebuah tanah dimana dia punya tak punya ikatan tertentu untuk membunuh penduduk asli berasal dari tanah itu (Palestina)

"Tapi sekali lagi, bukan dia yang membunuh Razan," tegas Suhair.

Jadi, kabar ini hoax ya. Rebecca bukan yang menembak mati Razan.

Walaupun begitu, sistem investigasi bakal tetap berlangsung fungsi memperlihatkan siapa sesungguhnya di pembunuh tersebut.

Investigasi ini tak hanya dilaksanakan Israel namun juga Palestina.

Agen Poker Terpercaya Baca dan nonton film bioskop terbaru disini yuk : Berita Online Nasional Nonton Film Online

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger