Bandar Togel Online Terpercaya
Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan   
Home » » Ini Sebabnya Napi Lapas Sukamiskin Boleh Pegang Uang, Ternyata Jatah Makan Sehari Cuma Rp 15 Ribu

Ini Sebabnya Napi Lapas Sukamiskin Boleh Pegang Uang, Ternyata Jatah Makan Sehari Cuma Rp 15 Ribu

Posted by Cinta Berita on Jumat, 27 Juli 2018



Lapas Sukamiskin kini jadi sorotan publik sesudah program televisi Mata Najwa laksanakan liputan secara ekslusif bersama mengunjungi kamar para narapidana korupsi. SAKONG ONLINE

Beberapa napi korupsi yang kamarnya didatangi yakni Setya Novanto, Akil Mochtar, OC Kaligis, Suryadharma Ali, Nazaruddin dan lainnya.

Dalam tayangan mata Najwa yang disirakan di Trans TV, tersedia tidak benar satu kamar napi korupsi yang didatangi tim Mata Najwa, yakni Mochamad Sanusi.

M. Sanusi jadi napi korupsi atas kasus suap reklamasi Pantai Utara Jakarta dan TPPU bersama vonis 10 tahun penjara di tingkat banding.

Dalam tayangan berikut terlihat suasana kamar tahanannya dipenuhi fasilitas yang memadai mewah.

Desain interiornya pun dirombak dan sama seperti kamar hotel.

Beberapa fasilitas seperti, kulkas, sofa kulit,tempat tidur dan kamar mandi yang telah dirubah jadi lebih mewah.

Selain itu, petugas juga mendapatkan ada uang tunai jutaan rupiah yang berada di kamar.

Salah satunya sejumlah uang yang disimpan di amplop merah.

Sanusi berkilah jikalau uang berikut merupakan uang sedekah atau zakat yang disatuka dari para napi.

"Saya ketua baitul mal di sini, tersedia baitul mal. Orang jakat seluruh napi yang rela beramal, jadi sanggup dibagikan untuk orang (napi) yang sakit, atau tersedia yang gak miliki uang anaknya rela sekolah, minta kebaitul mal," katanya di dalam tayangan berikut yang diunggah ulang di akun YouTube Najwa Shihab. DOMINO99

Selain itu, petugas juga mendapatkan sejumlah uang yang diklaim sebagai uang pribadinya.

"Ini uang khusus saja. kadang kami membuat makan, atau istri kan kadan seminggu sekali datang ke sini," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM (Menhumkan), Yasonna Laoly menjelaskan jikalau narapidana diperbolehkan untuk memegang uang pribadi.

"jadi untuk hanyalah beli makanan, karena menu makanan kami dari APBN (dijatah) hanya Rp 17-15 ribu. Itu potong pajak lagi. Itu satu hari bukan satu kali makan," katanya sementara diwawancarai Najwa Shihabb.

Ia jua menjelaskan, tersedia lebih dari satu napi yang telah menerapkan cashless, agar napi tak mesti memegang uang tunai.

"Ada lebih dari satu lapas yang cashless, kerjasama bersama bank, uangnya ditransfer keluarga dan ditampung di koperasi," ujarnya.

Sebelumnya diketahui Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, laksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, terhadap Minggu (22/7/2018) kemarin.

Dalam sidak tersebut, Sri Puguh mendapatkan uang sejumlah Rp 112 juta yang telah dijumlahkan dari beraneka kamar sel.

"Sudah kami label untuk masing-masing (uang), nanti dicatat di di dalam Register Day dan bakal dikembalikan kepada keluarganya sementara keluarganya berkunjung," kata Sri Puguh di kantornya, Jakarta, Senin (23/7/2018).

Menurutnya, uang-uang itu dipergunakan oleh para napi untuk membeli keperluan makanan dan minuman.

"Kebetulan di lapas tersedia koperasi. Mereka bisa saja untuk beli tambahan makanan yang tidak disiapkan oleh lapas. Standar makanan yang diberikan oleh lapas adalah hanya nasi, lauk bersama buah. Satu orang selalu nilainya 15 ribu, untuk tiga kali makan. Termasuk di dalamnya disiapkan untuk air minum," ungkap Sri Puguh.

Sri Puguh menerangkan, anggaran untuk makan dan minum untuk seluruh lapas di bawah kewenangan Kementerian Hukum dan HAM hanya berkisar terhadap Rp 14.000-17.000. POKER ONLINE

"Jadi jikalau mereka mendambakan makanan tambahan seperti mie instan, kopi, dan sebagainya, nah itu disiapkan oleh koperasi," jelasnya.

Dari sidak tersebut, Sri Puguh dan petugas juga mendapatkan dan menyita televisi, lemari pendingin, kompor, microwave, katel, panci, spatula, handphone, sampai AC.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger