Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan   
Home » » Klarifikasi Bendera Indonesia, "Media Indonesia Satu Pun Tidak Ada Yang Hadir"

Klarifikasi Bendera Indonesia, "Media Indonesia Satu Pun Tidak Ada Yang Hadir"

Posted by Cinta Berita on Sabtu, 14 Juli 2018


Lalu Muhammad Zohri tengah menjadi percakapan hangat sehabis memenangi lomba lari 100 mtr. putra terhadap Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20 di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7/2018). Namun, euforia selanjutnya sedikit ternoda bersama ada insiden yang dialami Zohri. agen togel terpercaya

Setelah finis terdepan, atlet berusia 18 tahun asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu tampak ada problem mencari bendera Merah Putih yang menjadi lambang perayaan bagi para pelari.

Sementara itu, dua pelari asal Amerika Serikat yang finis sehabis Zohri, Anthony Schwartz dan Eric Harrison, justru langsung meraih bendera negara mereka.

Terkait insiden tersebut, Duta Besar Indonesia untuk Finlandia, Wiwiek Setyawati Firman, beri tambahan klarifikasi.

Melalui info tertulisnya, Wiwiek mengatakan pihaknya tak punya akses masuk ke arena untuk beri tambahan bendera, kalau wartawan televisi.

"Sangat banyak sarana Amerika Serikat (AS) yang siap meliput di garis finis. Mereka telah bawa bendera mereka sebab mereka percaya AS tetap menang di sprint 100 meter," tulis Wiwiek. bandar togel terpercaya

"Media Indonesia satu pun tidak tersedia yang hadir. Jadi, tidak tersedia sarana kita yang meliput di garis finis. Sementara para pelatih duduk di tribune, tidak boleh masuk ke lintasan. Bagaimana pelatih sanggup cepat masuk ke garis finis berikan bendera, dibanding wartawan-wartawan AS yang sesungguhnya telah siap siaga meliput di garis finis?" tulis Wiwiek lagi.

Selain itu, Wiwiek terhitung memastikan tidak tersedia pakem atau peraturan yang mengharuskan atlet meraih bendera negaranya sehabis finis.

Tidak ada pakem tersebut, kata Wiwiek, telah dinyatakan pelatih berasal dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI).

"Hanya Superman-lah yang sanggup loncati pagar masuk ke lintasan untuk berikan bendera di garis finis bersama cepat," tulis Wiwiek.

Wiwiek pun menegaskan, KBRI Finlandia dan masyarakat Indonesia di Tampere tetap mengawal tim berasal dari PB PASI.

Dalam kesempatan itu, Wiwiek menyatakan bahwa prosesi pengalungan medali bukanlah hari Rabu (11/7/2018), tetapi Kamis (12/7/2018).

KBRI Finlandia memastikan telah menyiapkan kaset lagu Indonesia Raya, serta pendampingan wawancara sarana Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20.

"Media Indonesia satu pun tidak tersedia yang hadir. Jadi, tidak tersedia sarana kita yang meliput di garis finis. Sementara para pelatih duduk di tribune, tidak boleh masuk ke lintasan. Bagaimana pelatih sanggup cepat masuk ke garis finis berikan bendera, dibanding wartawan-wartawan AS yang sesungguhnya telah siap siaga meliput di garis finis?" tulis Wiwiek lagi.

Selain itu, Wiwiek terhitung memastikan tidak tersedia pakem atau peraturan yang mengharuskan atlet meraih bendera negaranya sehabis finis.

Tidak ada pakem tersebut, kata Wiwiek, telah dinyatakan pelatih berasal dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI).

"Hanya Superman-lah yang sanggup loncati pagar masuk ke lintasan untuk berikan bendera di garis finis bersama cepat," tulis Wiwiek.

Wiwiek pun menegaskan, KBRI Finlandia dan masyarakat Indonesia di Tampere tetap mengawal tim berasal dari PB PASI.

Dalam kesempatan itu, Wiwiek menyatakan bahwa prosesi pengalungan medali bukanlah hari Rabu (11/7/2018), tetapi Kamis (12/7/2018). togel online

KBRI Finlandia memastikan telah menyiapkan kaset lagu Indonesia Raya, serta pendampingan wawancara sarana Kejuaraan Dunia Atletik Junior U-20.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger