Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Mereka Jadi Korban Perdagangan Orang, Ditawari Kerja Nyatanya Dijual dan Dinikahi Orang China

Mereka Jadi Korban Perdagangan Orang, Ditawari Kerja Nyatanya Dijual dan Dinikahi Orang China

Posted by Cinta Berita on Minggu, 29 Juli 2018


PURWAKARTA - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat ( Jabar) Dedi Mulyadi konsisten berkomitmen untuk mendukung menyelamatkan para korban perdagangan manusia di luar negeri meski telah tak menjabat sebagai bupati Purwakarta. shio togel

Dedi Mulyadi pada mulanya berkomitmen mendukung upaya penyelamatan sejumlah warga Purwakarta yang menjadi korban perdagangan manusia.

Sebelum persoalan kawin kontrak palsu ini, Dedi dulu mendukung dua warga Purwakarta yang tedampar di bandara Malaysia. Dia juga mendukung warga Purwakarta yang tertipu di Arab Saudi, dan lainnya.

Saat ini, dirinya tengah berusaha memulangkan dua orang gadis asal Jatiluhur, Purwakarta, MDR dan DF.

Selain itu, warga lain yang ikut menjadi korban ‘human trafficking’ pun juga mendapatkan perhatiannya. Dirinya mengetahui persoalan ini melalui pemberitaan media, khususnya media online.

 “Kendalanya operasionalnya apa untuk memulangkan mereka. Setelah ini saya akan ke Kemenlu RI untuk pendalaman data,” kata dia kepada Kompas.com, Sabtu (28/7/2018).

Jika diperlukan, pria yang lekat bersama iket Sunda itu juga tidak segan untuk berangkat segera ke China. Seluruh potensi akan dia maksimalkan demi kepulangan seluruh korban.

“Kalau wajib ke China kami siap kok, yang perlu seluruh bisa pulang dan berkumpul kembali bersama keluarga,” ucapnya.

Sementara itu, Nur Hidayat (53) dan Lismawati (50) tetap menanti kepulangan anaknya, MRD (16) berasal dari China. agen togel hongkong

Anak ketiga pasangan suami istri itu diketahui menjadi salah satu korban ‘human trafficking’ atau penjualan manusia.

Mulanya, MRD mengaku kepada ke dua orang tuanya akan bekerja sebagai SPG kecantikan di Jakarta. Pengakuan ini diperkuat temannya yang asal China, Thjiu Djiun Djun dengan kata lain Vivi. Dia sempat menyatakan teliti pekerjaan yang akan dilakoni MRD.

“Saya sempat ngobrol melalui telepon bersama Vivi. Bilangnya kerja menjadi SPG kecantikan,” kata Nur Hidayat, Jum’at (27/7/2018) di kediamannya. Tepatnya, di Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.

Perasaan kaget dialami Nur Hidayat selagi mengetahui MRD berada di China.

Anaknya itu mengaku telah menikah bersama warga negara tersebut. Padahal, MRD diketahui tetap di bawah usia dan belum punya Kartu Tanda Penduduk atau KTP dan Paspor.

“Saya kaget, kok berada di China dan menikah bersama orang sana. Anak saya itu belum punya KTP lebih-lebih Paspor,” katanya.

Nur Hidayat selagi ini hanya bisa bolak-balik ke Mapolda Jabar untuk mengetahui lanjutan proses pemulangan anaknya. Pihak KBRI China pun telah menghubungi keluarga, akan namun belum tersedia tindakan lebih lanjut.

Para tersangka yang dikira merupakan anggota berasal dari sindikat organisasi perdagangan manusia kini telah ditahan Polda Jabar. Mereka adalah Thjiu Djiun Djun dengan kata lain Vivi, Yusuf Halim dengan kata lain Aan dan Guo Changshan.

Sementara satu orang kembali Then Mui Khiong tetap dinyatakan buron.

“Ke Polda telah beberapa kali. Komunikasi bersama pihak KBRI juga sudah, namun belum tersedia langkah soal pemulangan anak saya. Harapannya sih, anak saya cepat bisa pulang,” tuturnya.

Senada bersama Nur Hidayat, Ai (55) ibu berasal dari DF (26) juga menanti kepulangan anaknya. Menurut keterangannya, MDR dan DF merupakan dua orang teman akrab sepermainan.

Mereka kerap berkumpul di kediaman Ai, di Kampung Cihideung, Kelurahan Ciseureuh Purwakarta. Saat bertemu bersama Vivi, Ai mendapatkan penjelasan perihal kawin kontrak.

Menurut dia, anaknya akan dinikahi warga China bersama gaji per bulan. Selain itu, DF akan diperbolehkan pulang tiga bulan sekali.

“Kenyatannya anak saya jadi disekap dan tidak boleh pulang. Gaji yang dijanjikan Rp 5 Juta per bulan pun tidak ada,” katanya.

Fakta mengejutkan pun terungkap berasal dari info Ai. Dia menuturkan MRD dan DF dijual bersama harga Rp 400 juta kepada warga China. Kondisi mereka berdua di negeri tirai bambu itu amat memprihatinkan. agen togel terpercaya

“Kalau menginginkan makan atau ke toilet wajib izin penjaga. Kalau tidak mau melayani (seks), mereka tentu disiksa secara fisik dan psikologis,” katanya.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger