Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Oknum Pamen Aniaya Ibu-ibu Jadi Viral di Sosial Media, Kapolri Meradang

Oknum Pamen Aniaya Ibu-ibu Jadi Viral di Sosial Media, Kapolri Meradang

Posted by Cinta Berita on Minggu, 15 Juli 2018



BANGKA - Seorang perwira menengah (pamen) Polri di Polda Bangka Belitung, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Yusuf, menjadi viral di dunia maya sehabis menganiaya dua orang perempuan. AGEN BOLA

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian marah besar dan langsung mencopot M Yusuf berasal dari jabatannya sebagai Kasubdit Pengamanan Obyek Vital Polda Bangka Belitung.

"Terkait video pemukulan itu, Kapolri marah besar. Kapolri marah dan langsung mencopot AKBP Y hari ini juga," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Penerangan Polri, Brigjen Pol M Iqbal, di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

AKBP Yusuf laksanakan penganiayaan terhadao dua orang ibu-ibu dan seorang anak pria yang dianggap laksanakan pencurian di minimarket punya Yusuf di Jalan Selindung, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Rabu (11/7/2018), sekira pukul 19.00 WIB.

Penganiayaan itu menjadi viral sehabis rekaman videonya diunggah ke media sosial.

Yusuf dicopot berasal dari jabatannya sesuai telegram ST/1786/VII/2018, ditandatangani Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Babel Kombes Pol Enjang Hasan Kurnia.

Yusuf digantikan AKBP Stevanus.

Karopenmas Divisi Humas Polri menerangkan tabiat Yusuf tidak mencerminkan jargon Polri yang profesional, moderen, dan terpercaya.

"Anggota Polri waktu ini mesti menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menghimpit kekerasan fisik," kata Iqbal.

Kini, AKBP Yusuf mesti menekuni pemeriksaan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, "Tentunya sehabis dicopot, dapat tersedia mekanisme yang mengenai menekuni pemeriksaan di Propam," ucap Iqbal.


Kapolda Babel, Brigjen Pol Syaiful Zachri, menyayangkan beredarnya cerita berlainan perihal latarbelakang kasus penganiayaan tersebut.

Dalam cerita yang beredar di dunia maya disebutkan AKBP Yusuf menganiaya ibu-ibu cuma karena korban menyenggol anak M Yusuf supaya telpon genggam sang anak pecah.

"Sangat kami sayangkan sekali tersedia pihak yang melencengkan latar belakang kasus itu supaya menjadi bahan hujatan. Namun apa-pun alasannya, apa yang dikerjakan anggota saya (AKBP M Yusuf) tersebut salah," kata Brigjen Pol Syaiful Zachri, di Pangkalpinang, Jumat.

Syaiful Zachri menceritakan kronologis peristiwa yang sempat direkam seorang pengujung minimarket dan sesudah itu menjadi viral tersebut.

Menurutnya, berawal berasal dari telpon pegawai minimarket kepada Yusuf sebagai pemilik tempat bisnis perihal adanya kasus pencurian.

Komplotan 7 orang
Sang pegawai minimarket gagal menangkap empat orang komplotan pencuri, tapi berhasil mengamankan dua orang ibu-ibu dan seorang anak laki-laki.

AKBP Yusuf yang mampir ke wilayah sesudah itu mencoba menginterogasi ketiga orang yang diamankan. PREDIKSI PERTANDINGAN

Saat ditanya identitas ketiganya tidak memiliki.

Semuanya pertanyaan dijawab tidak tahu, termasuk perihal empat orang lainnya yang kabur.

Tak pelak kondisi itu membawa dampak kemarahan AKBP Yusuf dan terjadilah pemukulan.

"Jadi latar belakangnya pencurian di minimarket bukannya karena handphone atau lainnya. Oknum anggota kami senantiasa salah dan tengah diproses waktu ini," kata Brigjen Pol Syaiful Zachri.


Berdasarkan kronologis yang disusun Polda Bangka Belitung, penjaga toko menyebut kelompok pencuri di minimarket itu sebanyak tujuh orang, memanfaatkan mobil Toyota Avanza.

Sebanyak enam orang masuk ke minimarket, tengah sopir menunggu di mobil.

Ketiga tiga orang tertangkap tangan laksanakan pencurian, para pelaku lainnya kabur memanfaatkan mobil.

Sebanyak dua perempuan yaitu D (42) dan A (41), dan juga seorang anak laki-laki, AR (12, anak D), udah dilaporkan Yusuf ke Polres Pangkalpinang dan udah diproses Satreskrim Polres Barang-barang yang dicuri senilai total Rp 600 ribu, menjadi berasal dari susu sampai selendang.

Polisi menjaring D, warga Kelurahan Cipayung, Depok, Jawa Barat, sebagai tersangka. Sedangkan A, warga Citayem, Depok, Jawa Barat, dan AR, sebagai saksi.

Menurut Kapolda, AKBP Yusuf waktu ini izin mengantar anaknya sekolah di Bandung, supaya Propam Polda Babel udah berkoordinasi bersama Propam Polda Jabar untuk memeriksa perwira menengah itu di Polda Jabar.

Pernah Kena Masalah 6 Tahun Lalu
PERWIRA menengah (pamen) Polda Bangka Belitung, AKBP M Yusuf, ternyata pada mulanya termasuk dulu tersandung masalah.

Menurut Kapolda Bangka Belitung, Brigjen Pol Syaiful Zachri, sekira 2012 lalu AKBP M Yusuf tersandung kasus ketika menjabat sebagai Subdit Direktorat Narkoba Polda Bangka Belitung.

Akibatnya ia dimutasikan menjadi pamen Direktorat Pengamanan Obyek Vital Polda Bangka Belitung.

Selang sebagian th. kemudian, pimpinan memandang ia berkelakuan baik, supaya mendapat kepercayaan sebagai Kasubdit Kilas Direktorat Pengamanan Obyek Vital Polda Bangka Belitung.

Setelah laksanakan penganiayaan pada dua perempuan dan seorang anak, Yusuf dimutasikan sebagai pamen Pelayanan Masyarakat (Yanma) Polda Bangka Belitung.

"Untuk sebelumnya, yang mengenai memang dulu tersangkut kasus waktu mengatasi kasus di Ditnarkoba," kata Brigjen Pol Syaiful Zachri.

Pada waktu ini Yusuf tengah berada di Kota Bandung untuk mengurus sekolah anaknnya. Kapolda menyebut, Yusuf udah menekuni pemeriksaan oleh Propam Polda Jabar.

Rencananya Yusuf dapat dibawa ke Mabes Polri terutama dulu, sebelum diterbangkan ke Pangkalpinang.

"Ini foto-foto AKBP MY waktu di check oleh anggota Propam Polda Jawa Barat," kata Brigjen Pol Syaiful Zachri sambil menunjukkan sejumlah foto.

Setelah laksanakan pemukulan pada ibi-ibu, Yusuf langsung terbang ke Bandung. Kepergiannya udah mendapat izin berasal dari pimpinan Polda Bangka Belitung.

Sedangkan ibu-ibu yang dianggap mencuri di minimarket punya M Yusuf pada Jumat tengah menekuni pemeriksaan di Polres Pangkalpinang.

Kasatreskrim Polres Pangkalpinang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) M Saleh mengatakan pihaknya tetap laksanakan pemeriksaan kepada terduga pelaku pencuriaan. LIVE SCORE

"Ini termasuk pencurian ringan, tengah dikerjakan pemeriksaan. Nanti terserah pengadilan menjatuhkan vonis berapa. Ancaman hukumannya paling lama tiga bulan." kata AKP M Saleh.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger