Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Kisah Seorang Sol Sepatu Di Bawah Jembatan Ampera yang di Angkat Menjadi Polisi

Kisah Seorang Sol Sepatu Di Bawah Jembatan Ampera yang di Angkat Menjadi Polisi

Posted by Cinta Berita on Kamis, 09 Agustus 2018

foto : M kompas Priyogo


PALEMBANG - Berbekal sikap optimis dan pantang menyerah, M Kompas Priyogo (20), akhirnya berhasil lulus seleksi penerimaan Bintara Polri 2018. BERITA BOLA

Tercatat Kompas udah mengikuti tiga kali tes seleksi, dan untuk ketiga kalinya baru dinyatakan lulus.

Bercita-cita jadi polisi, udah jadi idaman Kompas dan keluarganya. Kompas berasal dari kalangan keluarga kurang bisa yang orangtuanya bekerja sebagai tukang sol sepatu.

"Alhamdulillah akhirnya aku lulus dan mengikuti pendidikan Bintara Polri.

Menjadi polisi udah jadi cita-cita aku untuk membanggakan keluarga," ujar Kompas, ketika dibincangi Sripo usai upacara dimulainya pendidikan Bintara Polri di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Betung, Selasa (7/8/2018).

Masa-masa meniti tahapan tes seleksi, diikuti Kompas dengan penuh impuls dan pastinya beroleh perlindungan penuh dari ke-2 orangtuanya. Keterbatasan ekonomi keluarganya, tak mengakibatkan Kompas patah semangat.

Keseharian remaja yang punya tinggi badan 183 cm meter ini, terhitung bekerja sebagai tukang sol sepatu yang mendukung orangtuanya dan biasa mangkal di bawah Jembatan Ampera Palembang. AGEN IBCBET

"Saya tamat SMA tahun 2014 dan turut tes polisi namun tidak lulus. Waktu itu aku tidak lulus tes kesehatan.

Kemudian aku kerja jadi office boy di perusahaan kebun sawit, namun cuma satu tahun. Setelah itu aku bantu orang tua jadi tukang sol sepatu di bawah Jembatan Ampera," ujar remaja kelahiran Palembang 26 September 1997.

Mengenai persiapan ulang turut tes seleksi Bintara Polri, Kompas mengakui terus belajar dan berolahraga secara teratur sembari disela-sela bekerja sebagai tukang sol sepatu.

Serta tak lupa senantiasa berdoa keada Allah SWT, sehingga semuanya berjalan lancar.

"Pagi dan sore olahraga lari, namun senantiasa bekerja bantu orang tua kerja di bawah Jembatan Ampera jahit sepatu.

Saya percaya bahwa penerimaan Bintara Polri ini bersih dan aku merasa terlampau bersyukur, karena bisa mengakibatkan bangga keluarga aku untuk mengabdi kepada bangsa dan negara," ujar anak ke-2 dari empat saudara pasangan Muhdi (53) dan Hutriana (51).(Welly Hadinata) HOT GIRL

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger