Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Ratusan Ribu Wanita Pekerja Seks Asal Thaialnd Menjadi Korban Perdagangan di Jerman

Ratusan Ribu Wanita Pekerja Seks Asal Thaialnd Menjadi Korban Perdagangan di Jerman

Posted by Cinta Berita on Rabu, 01 Agustus 2018

ilustrasi

Berlin - Baru-baru ini beredar informasi yang membicarakan berkenaan pekerja seks asal Thailand di Jerman. Jumlahnya tak bisa dipastikan, sebab banyak yang bekerja atau tinggal di negara Eropa itu secara ilegal. AGEN DOMINO

Kementerian Kesehatan di Thailand menyebut angka 120 ribu. Sedangkan NGO Empowerment Foundation menyebut angka 300 ribu.

"Mereka kebanyakan berusia awal 20-an atau pertengahan 20-an. Tapi tersedia terhitung yang telah berusia lebih 60 th. yang masih tetap bekerja," kata Liz Hilton berasal dari Empowerment Foundation, yang sejak lebih 30 th. mengupayakan memperbaiki kehidupan para pekerja seks di Jerman.

Menurut data Empowerment Foundation, lebih 75 % pekerja seks perempuan adalah ibu tunggal.

"Seringnya, mereka telah bekerja pada mulanya di beraneka bidang, tanpa kualifikasi, andaikan bekerja di pabrik, atau di ladang", tutur Liz Hilton.

"Setelah itu, banyak yang mendarat di jalan-jalan Bangkok, Pattaya atau kota-kota besar lain di Bangkok sebagai pekerja seks. Sebagian berhasil sampai ke Jerman."

Korban Sindikat

Kebanyakan berasal dari para perempuan itu memahami pekerjaan apa yang akan mereka melakukan di Jerman, kata Ursa Lerdsrisuntad berasal dari Foundation for Women.

"Mereka tahu, mereka akan bekerja di bidang prostitusi. Mereka terhitung sadar, bahwa mereka perlu bekerja keras berbulan-bulan untuk bisa membayar kembali pinjaman mereka kepada sindikat yang mendatangkan mereka. DOMINO99

Mereka berpikir, sehabis itu mereka akan bisa menabung. Tapi kadang-kadang, pinjaman mereka justru bertambah," kata Lerdsrisuntad layaknya dikutip berasal dari DW, Sabtu (30/6/2018).

Banyak pekerja seks yang terjerat dengan situasi dan beberapa syarat yang ditetapkan sindikat perdagangan manusia.

"Mereka perlu membayar orang yang mengurus visa mereka atau memelihara mereka sehingga tidak ditangkap polisi", kata Liz Hilton.

Situasi mereka tidak serupa dengan para pekerja seks asal Rumania dan Bulgaria misanya, yang tidak perlu visa untuk berkunjung ke Jerman.

Setibanya di Jerman, mereka akan terlampau terkait pada pelindungnya. Karena tidak bisa berbahasa Jerman, mereka cuma berkomunikasi dengan pelindung mereka.

Menurut Kepolisian Jerman, para pelindung atau anggota sindikat perdagangan manusia "dalam banyak masalah berasal berasal dari latar belakang budaya yang mirip dengan para korban" dan hal itu "memperbesar DOMINO KIUKIU ketergantungan mereka".

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger