Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » 7 Pemain yang Mengalami Stagnasi Setelah Pergantian Manajer di Musim 2018/19

7 Pemain yang Mengalami Stagnasi Setelah Pergantian Manajer di Musim 2018/19

Posted by Cinta Berita on Jumat, 07 September 2018


7 Pemain yang Mengalami Stagnasi Setelah Pergantian Manajer di Musim 2018/19

Perubahan manajerial cukup banyak terjadi musim ini di antara klub-klub yang bermain di liga top Eropa. Perubahan itu biasanya identik dengan hal-hal positif karena adanya suasana baru, warna baru di dalam suatu klub. Namun, tidak semuanya positif. Khususnya bagi pemain-pemain yang justru tidak berkembang alias mengalami stagnasi. 

Manajer atau pelatih memiliki ide dan filosofi sepak bola mereka sendiri, serta rencana bermain dengan pemain-pemain tertentu. Itulah kenapa, untuk pemain-pemain yang musim lalu mungkin banyak bermain di bawah asuhan manajer berbeda, mengalami kondisi berkebalikan 180 derajat musim ini. Tujuh pemain di bawah ini merasakannya.  

7. Victor Moses

Nama yang satu ini memang diprediksi tidak akan banyak bermain di bawah asuhan Maurizio Sarri. Berbeda dengan Antonio Conte yang memainkan Victor Moses sebagai bek sayap kanan, Sarri tidak bermain dengan pola tiga bek dan menerapkan taktik 4-3-3. Dalam taktik itu, Cesar Azpilicueta jadi pilihan pertama untuk dimainkan sebagai bek kanan. 

Alhasil, Moses hanya menghuni bangku cadangan di empat laga awal Chelsea di Premier League. Ia hanya bermain sekali melawan Huddersfield Town – ini juga Moses turun dari bangku cadangan dan hanya bermain selama sembilan menit sebagai penyerang sayap kanan.

6. Phil Jagielka

Kapten berusia 36 tahun Everton tampak sudah harus mulai memikirkan waktu untuk gantung sepatu. Everton kini telah memiliki bek-bek tengah tangguh seperti Yerry Mina, Kurt Zouma, Mason Holgate, dan Michael Keane. Phil Jagielka menerima kartu merah di laga pertama kontra Wolverhampton Wanderers, di kala ia ditunjuk sebagai starter oleh Marco Silva. 

Absen di dua laga kontra Southampton dan Bournemouth, Jagielka bahkan tidak ada dalam skuat kala Everton imbang 1-1 melawan Huddersfield. 


5. Gary Cahill

Musim lalu Gary Cahill tidak selalu jadi pilihan utama Conte untuk mengawal lini belakang Chelsea. Pun demikian musim ini. Sarri berkata pemain berusia 32 tahun butuh waktu adaptasi yang lebih banyak dan bersabar menanti momen untuk bermain. 

Apalagi, Chelsea kini hanya memainkan dua bek sentral dalam skema empat bek sejajar. Duet bek tengah Chelsea biasanya ditempati oleh Antonio Rudiger dan David Luiz. Cahill harus berusaha keras memperjuangkan tempat bermainnya. 


4. Alexandre Lacazette

Tiga laga awal Premier League tidak berjalan baik bagi striker asal Prancis. Alexandre Lacazette hanya duduk di bangku cadangan selagi rekan setimnya beraksi. Unai Emery, manajer Arsenal , lebih sering memainkannya dari bangku cadangan. 

Perubahan baru terjadi melawan Cardiff City. Lacazette bermain sebagai starter dan mencetak satu gol serta memberi satu assists, plus dia bermain penuh 90 menit. Penampilan hebatnya itu diharapkan dapat membuka mata Emery agar memainkannya lebih banyak lagi dan tidak menyia-nyiakan bakatnya di bangku cadangan Arsenal. 

3. Mohamed Elneny

Masih berkaitan dengan Arsenal. Emery memiliki dua gelandang andalannya yang biasa dimainkan sebagai pivot (gelandang jangkar) dalam taktik 4-2-3-1, yaitu Granit Xhaka dan Matteo Guendouzi. Kepercayaannya kepada kedua pemain itu memaksa Mohamed Elneny untuk duduk di bangku cadangan. 

Gelandang asal Mesir berusia 26 tahun sama sekali belum bermain musim ini, meski di musim sebelumnya cukup sering dimainkan oleh manajer legendaris Arsenal, Arsene Wenger. 

2. Dries Mertens

Beda pelatih, beda pula taktik atau gaya bermain yang diterapkannya. Carlo Ancelotti bukan Sarri atau pelatih modern lainnya yang senang memainkan pemain di posisi berbeda dari peran terbaiknya. Dalam taktik 4-3-3 Napoli, Ancelotti lebih memilih memainkan Arkadiusz Milik sebagai striker sentral ketimbang Dries Mertens, yang notabene penyerang sayap. 

Mertens musim lalu menjadi false nine alias penyerang semu dalam skema bermain Sarri. Musim ini, ia dicadangkan dalam tiga laga awal Napoli di Serie A  dan hanya bermain ketika diturunkan dalam bangku cadangan. 

1. Mario Gotze

Musim lalu Mario Gotze relatif lebih sering bermain sebagai starter untuk Borussia Dortmund di Bundesliga. Musim ini, pada dua laga awal Bundesliga, Gotze hanya duduk di bangku cadangan dan sama sekali tidak dimainkan Lucien Favre. 

Dalam taktik 4-3-3 Dortmund, Favre lebih memilih memainkan Christian Pulisic, Maximilian Philipp, dan Marco Reus untuk bermain di lini depan. Semakin sulit saja bagi Gotze untuk membangkitkan kariernya yang meredup di Bayern Munchen.  




SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger