Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan   
Home » » 8 Pemain yang Harus Berupaya Keras untuk Bisa Kembali Mengamankan Posisi di Tim Utama

8 Pemain yang Harus Berupaya Keras untuk Bisa Kembali Mengamankan Posisi di Tim Utama

Posted by Cinta Berita on Senin, 17 September 2018


8 Pemain yang Harus Berupaya Keras untuk Bisa Kembali Mengamankan Posisi di Tim Utama

Musim ini tidak bersahabat bagi beberapa pemain yang sebelumnya jadi pilihan utama dalam rencana bermain pelatih. Melalui alasan yang berbeda-beda, mereka dihadapkan pada situasi yang berbeda dan diharuskan berlatih keras di sesi latihan, tampil semaksimal mungkin ketika bertanding, agar dapat kembali mengamankan posisi bermain di tim utama. Siapa saja?  

8. Dejan Lovren


Finalis Piala Dunia 2018 bersama Timnas Kroasia masih cedera di bagian panggulnya. Dejan Lovren masih butuh waktu untuk pulih dan kembali merebutkan tempatnya di lini belakang Liverpool. 

Di kala ia cedera, Joe Gomez mampu meyakinkan Jurgen Klopp untuk terus memainkannya sebagai tandem Virgil van Dijk di jantung pertahanan The Reds. Melihat penampilan konsisten Gomez, Lovren jelas harus berupaya lebih keras nantinya jika pulih dari cedera untuk kembali merebut tempat bermain yang biasa ditempatinya. 

7. Javi Martinez

Sempat dimainkan di pekan pertama Bundesliga melawan Hoffenheim, Javi Martinez duduk di bangku cadangan pada dua laga berikutnya kontra Stuttgart dan Bayer Leverkusen. Pemain berusia 30 tahun sedianya pemain serba bisa yang dapat menjadi bek tengah dan gelandang bertahan. 

Akan tapi, Niko Kovac lebih memilih memainkan Thiago Alcantara dengan Corentin Tolisso atau Leon Goretzka sebagai pivot (gelandang jangkar) dalam taktik 4-2-3-1. Sedangkan duet bek tengah ditempati Jerome Boateng, Niklas Sule, dan Mats Hummels. Martinez pun harus berusaha lebih keras lagi untuk meyakinkan Kovac di Bayern Munchen. 

6. Jordan Henderson


Liverpool memang kehilangan Emre Can musim ini. Namun, manajemen mendatangkan Naby Keita dan Fabinho untuk menambah ketatnya persaingan di lini tengah. Ditambah kehadiran mereka berdua, Liverpool juga pemain senior di posisi itu: Jordan Henderson, Georginio Wijnaldum, James Milner, dan Alex Oxlade-Chamberlain yang masih cedera. 

Sejauh ini, Klopp sangat memercayai trio Keita, Wijnaldum, dan Milner dalam tiga gelandang di taktik 4-3-3. Henderson yang bermain reguler di lini tengah Liverpool musim lalu tergusur ke bangku cadangan. Ia harus berlatih lebih keras untuk membuktikan kemampuannya yang tidak kalah hebat dari Keita, yang dipuji Klopp memiliki kemampuan komplit.  

5. Andreas Christensen


Beda manajer, beda pula susunan pemain, taktik, dan filosofi sepak bola yang dimilikinya. Andreas Christensen merupakan bek andalan Antonio Conte di musim lalu bersama Cesar Azpilicueta dan Antonio Rudiger dalam taktik tiga bek Chelsea. 

Musim ini, Maurizio Sarri cenderung lebih mengandalkan David Luiz untuk berduet dengan Rudiger di jantung pertahanan dalam taktik 4-3-3. Christensen, 22 tahun, harus bersabar menanti kesempatan bermainnya musim ini. Jangankan Christensen, Gary Cahill pun juga mengalami nasib yang sama dengannya. 

4. Paulo Dybala


Inkonsistensi masih jadi masalah besar yang harus dibenahi Paulo Dybala. Alasan itu plus kurangnya kepercayaan diri dalam bermain memaksa Massimiliano Allegri mencadangkannya di beberapa kesempatan. 

Soal talenta tidak perlu diragukan lagi, Dybala punya talenta alamiah yang dapat dikembangkan. Namun, ia harus berlatih keras, mengikuti saran Andrea Pirlo yang memintanya berlatih seperti Cristiano Ronaldo, agar bisa bermain reguler dalam susunan pemain Juventus. 

3. Cesc Fabregas


Persaingan ketat juga terjadi di lini tengah Chelsea. Melihat susunan pemain yang diturunkan Sarri, dua tempat di lini tengah sudah pasti ditempati Jorginho dan N’Golo Kante, tinggal menyisakan satu tempat untuk diperebutkan antara Mateo Kovacic, Ross Barkley, Danny Drinkwater, dan Cesc Fabregas. 

Drinkwater memang sudah jarang bermain sejak musim lalu – dan tinggal menanti ia hengkang ke klub lain, namun tidak untuk Fabregas yang kerapkali jadi pilihan di lini tengah. Tipikal bermainnya tidak jauh berbeda dari Jorginho dan ia baru pulih dari cedera. Jadi, butuh usaha ekstras bagi Fabregas agar kembali bermain reguler di Chelsea.  

2. Petr Cech


Kiper veteran berusia 36 tahun memang masih jadi kiper nomor satu Arsenal sejauh ini. Unai Emery juga menjadikannya starter dalam lima laga awal Arsenal di Premier League. Namun, hal tersebut tidak menjadi jaminan posisinya aman. 

Pasalnya, Cech masih kesulitan beradaptasi dengan filosofi sepak bola baru yang dihadirkan Emery, yang mewajibkan kiper terlibat dalam proses membangun serangan. Pesaingnya, Bernd Leno hanya butuh satu kesempatan untuk meyakinkan Emery agar memainkannya lebih sering. 

Jika Leno bermain bagus ketika diberi kesempatan: cekatan dan memperlihatkan penampilan gemilang, mampu mengoper bola dengan baik di pertahanan, maka Cech harus berlatih lebih keras lagi untuk meyakinkan Emery.  

1. Victor Moses


Karier Victor Moses yang dibangkitkan oleh Conte dalam dua musim terakhir di Chelsea sebagai bek sayap kanan, kembali terancam musim ini dengan adanya Sarri. Eks pelatih Napoli tidak bermain dengan formasi tiga bek dan mengandalkan bek sayap. 

Terbukti, Moses kehilangan tempatnya sebagai pemain reguler Chelsea karena Sarri mengandalkan Azpilicueta sebagai bek kanan dengan pelapisnya, Davide Zappacosta. Jika memang Sarri tidak memasukkannya ke dalam rencana bermain Chelsea, maka Moses kemungkinan besar hengkang. 

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger