Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Atlet SkateBoarder Di Bully & di Ancam Akan di Bunuh Saat Menerimah Kekalahan di Asian Games 2018

Atlet SkateBoarder Di Bully & di Ancam Akan di Bunuh Saat Menerimah Kekalahan di Asian Games 2018

Posted by Cinta Berita on Sabtu, 01 September 2018



Cinta Berita - Media sosial memang kejam. Seorang atlet skateboard Malaysia yang tampil tidak memuaskan di Asian Games 2018 mendapat bully di negaranya. AGEN BOLA

Atlet skateboard putri itu bernama Fatin Syahirah Roszizi dan usianya juga masih terlampau muda, 16 tahun.

Berbagai cacian tersebut muncul sehabis account Facebook Astro Arena menampilkan video penampilan Fatin di arena Asian Games 2018 Palembang.

Dari video tersebut, Fatin muncul sering jatuh supaya ia gagal raih medali bagi negaranya.

Spontan, netizen Malaysia segera membully-nya dan mempertanyakan penentuan atlet yang dikirim ke Asian Games 2018.

Dari video tersebut, Fatin muncul sering jatuh supaya ia gagal raih medali bagi negaranya.


Spontan, netizen Malaysia segera membully-nya dan mempertanyakan penentuan atlet yang dikirim ke Asian Games 2018.

Mereka lebih-lebih menganggap bahwa Fatin bukanlah atlet, melainkan remaja yang biasa bermain di taman. Akun Instagramnya pun diserbu oleh netizen, yang isinya juga sama, memaki-maki gadis yang tampil berhijab tersebut.

Akibat tekanan yang luar biasa, Fatin pun menghapus seluruh foto di account Instagramnya.

Postingan terakhirnya hanyalah kata "Sorry" dan bendera Malaysia. PREDIKSI PERTANDINGAN

Tindakan Fatin yang mengosongkan foto di account Instagram ini dianggap sebab tidak kuat sebab menjadi korban makian rakyat Malaysia yang memang berlebihan.

Dari beragam ucapan yang dilansir TRIBUNBATAM.id di rubrik "Oh Bulan" Berita Harian Malaysia memang muncul betapa kasarnya bully tersebut.

Rubrik tersebut menampilkan tulisan yang viral di media sosial.

Sebagai atlet muda, bully tersebut memang memadai miris sebab usia fatin masih terlampau muda dan ia butuh pengalaman bertanding untuk makin baik lagi.

Apalagi, cabang olahraga skateboard baru pertama kali ditampilkan di Asian Games 2018.

Indonesia sebagai tuan rumah pun gagal raih medali emas, kalau hanya perunggu, sebab kalah jauh berasal dari atlet-atlet negara lain, terlebih Jepang.

Bahkan, Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Sayyid pun terpancing oleh banyaknya komentar sinis pada Fatin.

ia menganggap bahwa kritik pedas pada Fatin tidaklah pantas. "Jika ada pihak yang patut dikritik, kritiklah kementerian dan persatuan, bukan Fatin," katanya lewat account Twitternya.

Seorang penggiat skateboard Malaysia bernama Wan Kedah juga memberi penjelasan kenapa Fatin dipilih dan kenapa ia tidak performe tampil di Asian Games 2018.

Wan Kedah menjelaskan bahwa MESA (Malaysia Extrime Sport Asosiation) tidak melaksanakan seleksi tertentu pada atlet-atlet yang tampil sebab mereka seluruh adalah atlet skateboard generasi pertama (kelahiran 1987-1989).

Selain itu, atlet skateboard putri Malaysia juga terlampau minim. Dari beragam seleksi yang ditunaikan MESA, pesertanya tak lebih berasal dari 5 orang.

Fatin adalah atlet punya bakat namun banyak segi yang membuat ia gagal. Pertama gugup sebab baru pertama kali tampil di pentas olahraga yang besar dan akibat cedera.

Wan Kedah mengatakan, mereka juga ke Indonesia untuk menimba pengalaman para atlet, tanpa sponsor dan mereka berangkat dengan biaya sendiri, baik penginapan atau tiket pesawat.

Pasalnya, para atlet skateboard Malaysia baru kategori B dan C dan belum masuk dalam profil sebagai atlet skateboard.

Mereka dapat dipersiapkan untuk Olimpiade Tokyo 2020.

Berikut penjelasan Wan Kedah:








Niat utama MESA mengirim atlet ke Asian Games 2018 memang dengan target supaya menaikkan mental para atlet supaya mereka dapat studi untuk lebih baik lagi.

Para atlet skateboard memang muncul tampil apa adanya.

Sebelumnya, atlet muda Malaysia juga viral di media sosial negara tersebut sebab Mengenakan kuncir pinggang sekolah.

Nuriman Amri yang masih berusia 11 th. itu, menurut pembicaraan Luqman Hisyam lewat Facebook, berangkat ke Palembang dengan ayahnya.

Bahkan, sang ayah, Ian Iman, yang melatihnya sejak usia 4 th. tidak terdaftar sebagai pelatih atau ofisial, supaya ia kudu belanja tiket sebagai penonton sepanjang mendampingi Nuriman. LIVE SCORE

Miris memang, kala masyarakat menyaksikan olahraga senantiasa dicermati hanya berasal dari keping-keping medali dan gelar juara.

Ketika menang, mereka dipuji, namun kala kalah, di-bully.

Apalagi bully itu dimaksudkan untuk seorang Fatin yang usianya masih 16 tahun. Yang diharapkannya adalah motivasi untuk lebih baik dan lebih baik kembali sebab perjalanannya masih panjang.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger