Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Viral Buaya Empat Meter Mangsa Manusia yang Memberinya Makan di Minahasa

Viral Buaya Empat Meter Mangsa Manusia yang Memberinya Makan di Minahasa

Posted by Cinta Berita on Sabtu, 12 Januari 2019




Postingan berkenaan adanya buaya peliharaan menyerang manusia di Perum Mutiara, Tanawangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa viral di sarana sosial.

Kabar ini diunggah oleh account Facebook Richell Kawalod pada Jumat (11/1/2019).

TKP mutiara tanawangko ...

korban buaya

Di kolom komentar, Richell Kawalod mengatakan bahwa moment berikut terjadi di Perum Mutiara Tanawangko, Minahasa.

Dia mengatakan korban adalah pekerja yang hendak memberi makan hewan peliharaan itu.

Namun, korban terpeleset dan jatuh ke lubang berisi buaya. Dia menyebut sebagian tubuh wanita itu habis dimakan buaya tersebut.

Unggahan berikut udah ratusan kali dibagikan, mendapatkan banyak like dan komentar di dalam 1 jam sejak di-posting.

Atas perihal ini Warga Desa Ranowangko, laksanakan penjagaan di lokasi perihal yakni perusahaan pembibitan mutiara, Kecamatan Tombariri BANDAR DOMINO99 .

Buaya berukuran 5 meter ini melahap hidup-hidup korban yang diketahui bernama Deasy Tuwo (44), yang merupakan karyawan perusahaan mutiara.

Kapolres Tomohon, AKBP Raswin Sirait mengatakan, pihaknya udah laksanakan olah TKP dan korban waktu ini udah di bawah ke RSUP Kandou Malalayang.

"Untuk autopsi masih berkoordinasi dengan pihak keluarga. Kita masih lidik dan mengetahui apakah buaya berikut punya surat ijin atau tidak," kata Sirait.

Ia menambahkan, jika tidak adanya surat ijin, pemilik buaya ini akan ditahan.

Warga Padati Lokasi Kejadian

Warga menyemut di lokasi tempat perihal moment buaya memakan wanita atas nama Deasy Tuwo (44), di Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa.

Pantauan tribunmanado.co.id , Jumat (11/1/2019), lautan manusia mencukupi lokasi tersebut. Police line udah dipasang dan pintu masuk di lokasi perusahaan pembibitan mutiara udah terkunci.

Satu di pada warga yakni, Nasrah mengatakan, ia mengetahui korban udah sekitar 15 th. bekerja di perusahaan pembibitan mutiara tersebut.

"Dia (korban) belum menikah dan setahu saya dia udah lama bekerja disitu, tak hanya merawat perusahaan pembibitan mutiara, dia juga ditugaskan memberi makan buaya tersebut," kata warga setempat.

Sementara Endi waktu ditemui dilokasi perihal mengatakan, buaya berikut ia ketahui udah ada sejak th. 1990-an.

"Waktu itu saya masih SMA dan buaya ini udah ada, pernah kecil dan saat ini saya menyaksikan udah amat besar," katanya  AGEN BANDARQ.

Korban yang dimangsa buaya berikut adalah Kepala Laboratorium CV Yosiki area pembibitan mutiara, buaya berikut merupakan buaya peliharaan pimpinan perusahaan tersebut.

Buaya sepanjang empat mtr. yang tampak sangat gemuk itu masih berada di kandangnya.

Sejumlah warga tampak antusias mengamati pergerakan buayaitu. Bahkan tersedia yang melemparinya batu supaya buaya meronta dan membuka mulut.

Pengakuan Pengasuh Buaya

Merry Supit (36) terkejut mendengar kabar kematian Deysi Tuwo (44) yang diterkam buaya milik pemimpin perusahaan pembibitan mutiara 

Pasalnya selama 18 tahun, Merry pernah bekerja di tempat itu dan mengundurkan diri pada 2005 silam.

"Saya sebagai pegawai pembibitan mutiara. Saat itu buaya yang juga diberi nama seperti nama saya ini, masih berukuran sama seperti kayu ini," kata Merry sembari menunjuk batang pohon berukuran panjang 1,50 meter yang tergeletak di sampingnya.

Sejak dahulu, lanjut dia, buaya itu sering diberi makan ayam, tongkol, dan ikan tuna. 

"Semuanya harus fresh, dia tak mau makan bila sudah dibekukan atau sudah mati beberapa hari," kata warga Jaga X Ranowangko.

Ia mengungkapkan, beberapa waktu lalu buaya itu ingin diserahkan ke penangkaran namun mereka menolak karena tak punya kandang sebesar milik perusahaan itu.

Menurut Merry, kematian Deysi diketahui dua hari setelah peristiwa. Pasalnya, saat Deysi diterkam buaya, tak ada saksi mata yang melihat.

Video Kondisi Buaya Setelah Menerkam Manusia

Kapolda Sulut Terkejut

Kapolda Sulut yang baru, Irjen Pol R Sigid Tri Hardjanto, kaget saat mendengar ada warga Sulut yang diterkam buaya. 

"Wah, di mana? Di mana itu, kapan kejadiannya coba saya teliti dulu," ujar kapolda saat diberi kabar oleh wartawan usai kunjungan di Kantor Komisi pemilihan umum (KPU) Provinsi Sulut, Jumat (11/1/2019).

Didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kapolda Sigid menyatakaan, "Perintahkan jajaran saya untuk meneliti informasi tersebut karena saya belum tahu itu."

Seperti diberitakan sebelumnya, Deasy Tuwo (44), Kepala Laboratorium CV Yosiki, ditemukan tewas mengenaskan di kandang buaya peliharaan atasannya, di Desa Ranowangko (wilayah Tanawangko), Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sulut, Jumat (11/1/2019) siang.

CV Yosiki merupakan perusahaan pembibitan mutiara milik warga Jepang bernama Mr Ochiai.

Jasad korban pertama kali ditemukan sudah tak bernyawa oleh rekan sekerjanya, Erling Rumengan (37).

Isi perut, dada, hingga tangan kanan korban sudah dicabik buaya yang berusia 30 tahun bernama Merry itu.

Dijelaskan kapolda, pada prinsipnya siapa saja yang karena tindakan atau perbuatannya telah menyebabkan orang lain terluka atau bahkan kehilangan nyawanya, ada regulasi yang mengaturnya AGEN POKER

Kapolda menyatakan pihaknya akan melihat kronologi kejadiannya seperti apa.

Lihat videonya dibawah ini : 








SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger