Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Bocah SD Yatim Piatu Jualan Cilok demi Hidupi 2 Adiknya

Bocah SD Yatim Piatu Jualan Cilok demi Hidupi 2 Adiknya

Posted by Cinta Berita on Kamis, 14 Februari 2019


Cinta Berita - Bocah SD Yatim Piatu Jualan cilok demi menghidupi kedua adiknya yang masih kecil. Namanya Muhammad Saputra.

Warga Jalan H Sarmili RT 02/02, Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Senyuman senantiasa terlihat di muka Muhammad Saputra sambil menjajakan cilok di atas sepedanya.

Kehidupan yang dijalani Muhammad Saputra tidak layaknya anak-anak di umur sebayanya yang menggunakan kala untuk bermain.

Bocah laki laki berusia 12 th. itu perlu berjualan cilok demi menghidupi kedua adiknya yang masih kecil.

Sang papa meninggal dunia kurang lebih satu th. lantas sebab menderita sakit paru-paru.
Sementara itu, ibunya yaitu Siti Nurhayati meninggal dunia disaat melahirkan si bungsu Arsyad.

BANDAR DOMINO99 -  AGEN BANDARQ - AGEN POKER

Bocah yang kini duduk dibangku kelas III Sekolah Dasar (SD) itu berjualan cilok supaya senantiasa bisa bersekolah dan memberi makan kedua adiknya.

Dirumah simpel yang berada di kawasan pengepul rongsokan, Saputra tinggal bersama satu kakak perempuan Siti Julaiha (17) dan dua adiknya.

Baca juga : Dulu Dicerai di Depan Umum hingga Tahan Malu, Begini Nasib Artis Cantik ini Sekarang

siswa kelas III SD 01 Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan itu sebelumnya sempat mengamen sampai pada akhirnya berjualan cilok.


Saputra baru berjualan cilok kurang lebih dua bulan paling akhir berkeliling gunakan sepedanya.

Sudah dua bulan Putra merelakan kala bermainnya untuk berjualan cilok tusuk gunakan sepeda selepas pulang sekolah.

"Jualan cilok goreng membuat beli susu adek," ujar Putra.

Sementara Putra berkeliling berjualan cilok melacak rupiah, sang kakak, Siti Julaiha (17) mengurus si bungsu di rumah.

Julaiha udah menikah, dan suaminya bekerja sebagai sopir angkot.

"Habis sekolah dagang cilok, pulangnya bisa jam 12 atau jam 9 malam. Sampai Bintaro Xchange atau Bintaro Plaza," tahu Putra dikutip TribunnewsBogor.com dari Warta Kota.

"Sampai jam 12 malam, kadang jikalau jam sembilan udah habis ya pulang," ujar Putra kala ditemui di kediamannya dikutip dari Tribun Jakarta.

"Biasanya jikalau enggak habis, dikasih ke tetangga," ujarnya.

Sang Kakak, Julaiha mengatakan, modal awal berjualan cilok itu sekira Rp 200 ribu.

Putra yang sekolah terhadap siang hari, dapat diantarkan ciloknya oleh Julaiha terhadap pukul 14.30 WIB kala jam istirahat.

"Modalnya kurang lebih Rp 200 ribu," ujar Julaiha yang tengah menggendong Arsyad di rumahnya.

"Dasarnya anaknya baik, enteng bergaul, anaknya juga nurut," ujarnya kala ditemui di kantornya, Rabu (13/2/2019).

Dari Info yang dikumpulkan, Putra sempat ikuti orangtuanya ke Indramayu sepanjang lebih dari satu th. supaya meninggalkan sekolahnya.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger