Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Buruh Serabutan di Magelang 'Nyambi' Jualan Tembakau Gorila Oplosan

Buruh Serabutan di Magelang 'Nyambi' Jualan Tembakau Gorila Oplosan

Posted by Cinta Berita on Rabu, 27 Februari 2019


Cinta Berita MAGELANG - Jajaran Polres Magelang Kota bekuk buruh serabutan yang menjadi pengguna dan pengedar narkotika tipe tembakau gorila di Kota Magelang.

Tersangka bernama, Egal Nur Haqiqi (22) warga Dusun Jumoyo Lor RT 07/RW 07, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

Kapolres Magelang, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, mengatakan, awal mula pengungkapan persoalan peredaran tembakau gorila ini berasal dari laporan masyarakat, bahwa ada seorang yang menyimpan dan mengedarkan barang terlarang berikut di Dusun Jumoyo Lor. AGEN POKER - AGEN DOMINO99 - DOMINO ONLINE

Petugas kepolisian segera bergerak, lakukan penangkapan tersangka di kamar rumah punya Dahrowi, warga Dusun Jumoyo Lor RT 05/RW 01, Desa Jumoyo, Kecamatan Salam terhadap Kamis (21/2/2019) kurang lebih pukul 02.30 WIB.

Tersangka menyembunyikan barang bukti di ventilasi atas pintu kamar. Baca juga : Galang Dana Seorang Seniman Malaysia Untuk Korban Gempa Lombok dan Palu

Polisi mendapatkan satu paket besar tembakau gorila seberat 18,70 gram, empat paket tembakau gorila seberat 12,08 gram beserta pembungkus dan timbangan digital, dua butir pil Alprazolam, dan juga satu alat pres plastik.

"Tembakau gorila ini dioplos oleh pelaku bersama tembakau biasa, lantas dijual. Ia membelinya berasal dari sarana sosial, instagram. Kami masih kembangkan pelaku yang menyediakan tembakau gorila ini," ujarnya.

Tersangka, Egal, mengaku beroleh barang berikut berasal dari sarana sosial Instagram.

Transaksi sesudah itu dilanjut bersama via WhatsApp.

Tersangka mengirimkan uang, dan barang sesudah itu janjian diambil alih di mana tempatnya.

"Saya beli 25 gram, lantas saya oplos lagi bersama tembakau biasa. Harganya Rp 600 ribu per 2,5 gram. Saya dapat barang ini berasal dari instagram,” imbuhnya

Ia termasuk dijerat bersama pasal 62 UU RI Nomor 5 TAHUN 1997 berkenaan psiktropika bersama pidana penjara paling lama 5 th. dan pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger