Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Meski Tidur di Jalan, Nenek Djumariah Bukan Psikotik dan Mengemis

Meski Tidur di Jalan, Nenek Djumariah Bukan Psikotik dan Mengemis

Posted by Cinta Berita on Rabu, 27 Februari 2019



Cinta Berita - Alasan nenek Djumariah (90) lagi tidur di jalur diungkapkan Amir, petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas (Sudin) Sosial Jakarta gara-gara gerah.

Dirinya menjelaskan, nenek Djumariah tidak mengalami masalah kejiwaan atau sengaja tidur di jalur untuk mengemis.

Hal tersebut disampaikan Amir usai pihaknya lakukan pengamatan dan wawancara pada sang nenek dan kedua cucunya, Siti Munelis (30) dan Mulya Susandi (40), sesaat potret dan video nenek Djumariah sempat viral di tempat sosial lantaran sedang tertidur di atas trotoar pada hari Minggu (24/2/2019).

Dalam pemeriksaan, nenek Djumariah dinilainya dapat berkomunikasi dengan baik, hanya saja suaranya lemah dan terbata-bata. togel singapore -  daftar togel online -  buku mimpi

Begitu termasuk dengan pernyataan sang cucu serta tetangga di lebih kurang tempat tinggal di kontrakannya yang beralamat di RT 09/04 Krendang, Tambora, Jakarta Barat.

"Mereka bilang jikalau nenek itu nggak tersedia masalah jiwa, kita termasuk nilainya jikalau nenek Djumariah bukan psikotik. Soal dugaan ngemis termasuk ternyata nggak (terbukti), nenek itu hanya tidur aja di tepi jalan, liat jalanan, kadang makan di sana, nggak ngemis," ungkapnya dihubungi pada Rabu (27/2/2019).


Atas kenyataan tersebut, pihaknya bertanya alasan mengapa nenek Djumariah lebih pilih tidur di tepi Jalan Krendang Utara, dekat lapak bensin eceran sang cucu; ketimbang tinggal di rumah.

Baca juga : Kini Chelsea Islan Menjadi Jomblo Dan Terjun Ke Politik Setelah Putus Dari Daffa Wardana

Nenek Djumariah diungkapkannya jujur menjawab. Nenek Djumariah tidak betah tinggal di tempat tinggal lantaran kontrakan berada di gang sempit dan pengap. Sehingga nenek Djumariah pilih untuk tidur di tepi jalan.

"Alasannya hanya itu, gara-gara gerah dan panas. Memang sih waktu kita ke rumahnya itu tidak layak, abang mengetahui sendiri rumah-rumah di Tambora Kayak apa.

Rumahnya di gang kecil, ukuran semeter, kanan kirinya got item, tempat tinggal di sana itu semi permanen, pake tingkat kayu, menjadi emang suasana gelap waktu siang juga, malam pengap gara-gara setiap tempat tinggal gunakan terpal," ungkap Amir.

Terkait perihal tersebut, dirinya mengusulkan kepada cucu Djumariah agar sang nenek dapat dibawa pihaknya ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 Kedoya.

Sang nenek, katanya, dapat tinggal waktu di panti tersebut sebelum akan akhinya dipindahkan ke panti tresna werdha atau panti jompo.

"Bukan maksud untuk pisahin nenek Djumariah dengan keluarga satu-satunya, tapi nenek dapat hidup layak, apalagi cucunya bilang jikalau mereka dapat duit berasal dari jual bensin eceran aja, lokasinya di tempat nenek Djumariah biasa tidur."

"Uang hasil bisnis itu katanya hanya cukup buat bayar kontrakan sama makan," ungkap Amir.

Namun, tawaran manis yang disampaikan Amir rupanya ditolak oleh sang cucu.

Nenek Djumariah katanya senantiasa dapat dirawat sendiri gara-gara merupakan amanat orangtua Siti sebelum akan meninggal dunia.

"Cucunya bilang udah amanat orangtua, menjadi nenek Djumariah senantiasa dirawat mereka."

"Memang, yang paling bagus itu sama keluarga, gara-gara orangtua itu harusnya dekat sama anak," ujarnya.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger