Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Pelaku Order Fiktif Gojek Dibongkar Driver dan Warga, Saat Digerebek Komplotan Sedang Lakukan Ini

Pelaku Order Fiktif Gojek Dibongkar Driver dan Warga, Saat Digerebek Komplotan Sedang Lakukan Ini

Posted by Cinta Berita on Selasa, 19 Februari 2019




CintaBerita - Maraknya order fiktif alias tuyul yang sudah ditangkap pihak kepolisian ternyata belum membuat jera.

Baru-baru ini video penggerebekan order fiktif beredar di grup WhatsApp driver GoJek.

Saat penggerebekan, pelaku sedang asyik menjalankan aksinya di sebuah kamar.

Belasan smartphone digunakan pelaku sebagai alat order fiktif.

Tak tanggung, pada transaksi ilegal ini pelaku bisa memperoleh uang hingga Rp 7 juta per minggu.

Aktifitas ini juga mengganggu driver lain lantaran order fiktif salah sasaran ke aplikasi driver yang sedang bekerja.

Keterangan yang dikirimkan dalam grup WA Driver Gojek, penggerebekan terjadi di Jakarta Barat sekitar pukul 02.00 WIB.

Awalnya aktivitas haram ini diketahui driver Gojek di daerah tersebut, dan dilaporkan ke Ketua RT setempat.

Berikut keterangan yang dituliskan:




Telah terciduk & tertangkap basah pembuat Order fiktip Gojek di lokasi MCD kebon jeruk jalan panjang jakarta barat pada pukul 02:00 wib

Komplotan tersebut bertempat di jalan H Tohir tepatnya di belakang MCD, beberapa tersangka di ketahui oleh rekan rekan Gojek area MCD sehingga melaporkan ke pihak Rt setempat guna untuk Menggrebek Rumah tersebut, dan telah di dapati beberapa akun Cs, Rt setempat bersama rekan rekan langsung menggegas ketitik pemesanan dan ternyata tepat pada sasaran si pengguna OPICK tersebut

Saat ini sedang dalam penanganan pihak terkait

NB
kejadian pada tanggal 15/02/2019



Order fiktif ternyata tak hanya dilakukan pengguna atau pelanggan ojek online, tapi juga kerap dilakukan para driver ojek online untuk meraup keuntungan.

Polda Metro Jaya menangkap empat driver aksi online tersangka kasus order fiktif transportasi online pada Selasa (12/2/2019) di Jelambar, Jakarta Barat. Mereka adalah RP (30), CA (20), RW (24), dan KA (21).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pengungkapan kasus itu berdasarkan laporan dari pihak Go-Jek, perusahaan penyedia jasa aplikasi transportasi online.

Argo menyebutkan, pihak Go-Jek merasa dirugikan dengan adanya order fiktif tersebut.

"Ada laporan dari Go-Jek bahwa ada suatu aplikasi yang tidak dikenal masuk ke dalam sistem aplikasi mereka. Kemudian, itu mengakibatkan kerugian pada pihak Go-Jek," kata Argo, Rabu (13/2/2019).

Kempat tersangka mnegaku melakukan aksi mereka sejak November 2018 di sebuah rumah di kawasan jakarta Barat.

Argo mengatakan, tersangka melakukan order fiktif dengan menggunakan telepon genggam yang telah diinstal sebuah software khusus.

Software itu bisa membuat seolah-olah terjadi transaksi antara penumpang dan pengendara ojek online.

"Seseorang (yang install software) masih kami cari, belum ditemukan. Dia yang mengotak-atik dan menambah software itu sehingga tersangka bisa mengibuli seolah-olah ada transaksi (perjalanan)," ujar Argo.

Rp 10 juta sehari



Argo menjelaskan, masing-masing tersangka memiliki 15-30 akun ojek online dan dapat melakukan transaksi perjalanan fiktif hingga 24 kali dalam satu hari.

Dalam 24 kali perjalanan itu, satu akun Go-Jek bisa memperoleh keuntungan Rp 350.000.

Dengan demikian, mereka bisa mendapatkan uang hingga Rp 10 juta dalam satu hari.

"Satu orang itu mempunyai beberapa akun, ada yang punya 15 akun, 20 akun, dan 30 akun. Kalau ditotal, satu orang bisa mendapatkan Rp 7 juta-Rp 10 juta," kata Argo.

Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 35 jo Pasal 51 Ayat (1), Pasal 33 jo Pasal 49 Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.

VP Corporate Affairs Go-Jek Indonesia Michael Say mengatakan, pihaknya melaporkan kasus order fiktif itu demi melindungi nama baik mitra Go-Jek serta memberikan efek jera kepada para tersangka sehingga tidak bermunculan lagi kasus order fiktif.

Menurut Michael, kasus order fiktif transportasi online itu juga merugikan pihak perusahaan lantaran harus membayar sebuah perjalanan fiktif.


Suka main lotre dan bingung cari bandar online terpercaya.....? Tak Usah Bingung lagi uda gak jaman ini ada bandar oline terpercaya se -indonesia dan paling aman ... hanya dsini dengan minimal dposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka hatimu banyak bonus dan hadiah menarik lainya....

buku mimpi | agen togel | bandar togel




close
Image and video hosting by TinyPic

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger