Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Polisi Minta Maaf usai viralnya Video Jambret Histeris Dililitkan Ular saat Diinterogasi

Polisi Minta Maaf usai viralnya Video Jambret Histeris Dililitkan Ular saat Diinterogasi

Posted by Cinta Berita on Minggu, 10 Februari 2019



CINTABERITA - Sebuah video petugas kepolisian melakukan interograsi viral di media sosial.

Video tersebut lantaran pihak kepolisian melakukan interogasi dengan menggunakan ular.

Dalam video yang beredar luar di media sosial tersebut petugas polisi melakukan interogasi terhadap seorang jambret yang diketahui berasal dari Papua.

Penjambret berbaju merah tersebut tampak duduk dengan kondisi tangan terikat di belakang.

Polisi pun kemudian mengalungkan seekor ular di badan penjambret tersebut.

"Udah berapa kali, udah berapa kali kau ambil hp," ujar salah seorang petugas.

Pria bercelana jeans tersebut tampak histeris dan ketakutan.

"Aduh...," ujar pelaku yang tetap tak mau menjawab pertanyaan petugas.

Tak mau menjawab, petugas pun kemudian mendekatkan kepala ular ke arah wajah pelaku.

Reaksinya pun sesuai dugaan petugas.

"Aduhhhh....jangan! Tuhan....dua kali saja," jawab penjambret tersebut sembari berteriak ketakutan.

Video interogasi tersebut pun viral dan mendapat berbagai respon dari masyarakat.

Terkait viralnya video tersebut, pejabat Polda Papua meminta maaf kepada masyarakat Jayawijaya.

Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol Jannus Siregar meminta maaf terkait tindakan petugas menginterogasi pelaku penjambretan telepon seluler dengan melilitkan ular di tubuhnya.

"Kami minta maaf soal kejadian itu," kata Kamal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/2/2019) malam.

Sebelumnya, pada Senin (4/2/2019), polisi mengamankan seorang pelaku penjambretan ponsel namun tak mau mengakui perbuatannya.

Polisi pun berinisiatif melilitkan ular ke tubuh pelaku agar ketakutan dan mau mengatakan yang sebenarnya.

"Langkah yang dilakukan anggota ialah berupaya meyakinkan dan memberi tahu bahwa benar pelakunya. Namun, karena tidak ada pengakuan, timbul inisiatif menggunakan ular dengan maksud dan tujuan, yaitu mengetahui kejujuran masyarakat tersebut dan efektif hingga pelaku mengakui perbuatannya," kata Kabid Propam Polda Papua Kombes Polisi Jannus P Siregar.

Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya juga menyampaikan permohonan maaf karena penyidik kurang profesional dalam bertugas.

"Ke depan Polres Jayawijaya akan bekerja lebih profesional," kata Tonny.

Menurut dia, ular tersebut jinak serta tidak berbisa dan berbahaya.

"Terkait dengan ini, kami telah melakukan tindakan tegas kepada personel dengan memberikan tindakan disiplin, seperti kode etik serta menempatkan di tempat yang khusus," ujar Tonny.

Disebutkan bahwa tindakan tersebut merupakan inisiatif oknum petugas yang menginterogasi agar pelaku mau mengaku.

Meski menggunakan ular, pihaknya meyakinkan bahwa dalam interogasi tersebut tidak ada tindakan kekerasan maupun pemukulan terhadap tersangka.



suka bermain poker .... gabung aja disini aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!

AGEN POKER |  AGEN DOMINO99 |  DOMINO ONLINE 


Lihat videonya di bawah ini : 






SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger