Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Kisah Kelam Pesepeda Berdarah Iran, Diperkosa Bergilir, Ingin Bunuh Diri, Ditolong Seekor Anjing

Kisah Kelam Pesepeda Berdarah Iran, Diperkosa Bergilir, Ingin Bunuh Diri, Ditolong Seekor Anjing

Posted by Cinta Berita on Senin, 15 April 2019



Cintaberita Ishbel yang kini berusia 37 tahun menuangkan kisah hidupnya yang inspiratif di dalam sebuah buku berjudul Me, My Bike plus A Street Dog Called Lucy yang diluncurkan kemarin di Stirling, Skotlandia.

Dalam buku itu Ishbel menceritakan pergantian besar yang berlangsung di dalam hidupnya selagi ia bersepeda jarak jauh melintasi Turki.

Mengutip singkat berasal dari buku itu, Ishbel yang tahun lantas mengganti nama berasal dari nama aslinya Taromsari, menceritakan kisah hidupnya berawal berasal dari perjalanan hidup keluarga kala sang papa rubah berasal dari Teheran ke Manchester untuk kuliah bersama dengan beasiswa berasal dari pemerintah.

Di Turki.

Di kota itu sang papa bertemu bersama dengan ibunda Ishbel lantas menikah. Ishbel dan dua kakaknya lantas berurutan dilahirkan di sana.

Ketika Ishbel berusia dua tahun, mereka rubah ke Skotlandia untuk melacak penghidupan yang lebih baik.

Saat itu sang papa tidak ulang kuliah sebab revolusi di Iran memaksa pemerintah menghentikan beasiswa untuk memaksanya pulang ke Iran.

Masalah demi masalah muncul, dan orang tuanya kelanjutannya berpisah.

Baca juga : Viral Bakso Tikus di Palembang, Ternyata Begini Cara Membedakan Bakso Sapi atau Tikus Sebenarnya

Ishbel yang selagi itu berusia lima tahun lantas tinggal bersama dengan ibu dan dua kakaknya.

Hidup bersama dengan tiga anak dan ekonomi pas-pasan, masalah yang mereka hadapi tak kalah berat.

Ishbel Holmes saat bersama tim balap sepeda Iran.

Pada usia tujuh tahun, Ishbel mengalami pelecehan yang menghantuinya sepanjang hidup.

Pelecehan itu dijalankan tidak benar seorang kenalan ayahnya yang sedang bertamu ke rumah.

"Dia memintaku duduk di atas pangkuannya dan saya menurut saja. Dia lantas menjadi meraba-raba pangkal kakiku. Saat itulah saya menjadi menjadi sebagai gadis yang tidak baik dan menjadi membenci diriku sebab itu," tulis Ishbel di dalam bukunya.

Beban Ishbel jadi tambah sebab sang papa yang sempat berkunjung berkunjung ke rumahnya sekali lantas menghilang tak pernah ada kabarnya lagi.

Ishbel makin menyalahkan diri sendiri yang dianggap tidak baik dan mengakibatkan ayahnya pergi.

"Pada usia 13 tahun, saya berpikir untuk bunuh diri saja. Kutelan saja semua kepahitan itu seorang diri, tidak pernah kuungkapkan terhadap keluarga atau teman," tulis Ishbel.

Kondisi jadi tambah tidak baik sebab ia termasuk kerap dipersalahkan atas masalah sehari-hari yang terlihat di sedang keluarga.

Holmes dan ibu dan juga kakaknya makin kerap terlibat keributan bersama dengan umpatan penuh kebencian.

Pada usia 15 tahun ia sempat dititipkan ibunya di panti sosial.

"Saat berusia 16 tahun saya dilanda kecemasan dapat diusir berasal dari rumah. Sebab itu batas usia di mana ibuku udah tidak bertanggungjawab ulang terhadapku," tulis Ishbel.

Benar saja.

Setelah ulangtahun ke-17, ibu amat mengusirku berasal dari rumah.

"Ini adalah selagi terberat di dalam hidupku. Tak ada pilihan lain selain pergi berasal dari rumah, tak memahami harus pergi kemana. Aku kelanjutannya mampu mampu penampungan meski rasanya tetap menghendaki pulang ke rumah," tutur Ishbel di dalam bukunya.

Setelah merampungkan sekolah, Holmes sempat bekerja di pabrik biskuit untuk membiayai hidupnya.

Diperkosa bergilir

Ishbel Holmes bersepeda keliling dunia.

Suatu hari Sabtu sepulang kerja, sebuah mobil berisi dua laki-laki muda berhenti di dekatku.

Salah seorang bertanya arah menuju danau.

Ia lantas memintaku naik ke mobil untuk mengantar mereka dan berjanji dapat mengantarku kembali.

Namun mereka tak pernah mengantarku kembali.

Mereka membawaku lari dan memerkosaku secara bergiliran.

"Ini seperti memencet tombol pemusnah . Bukan soal saya dititipkan di panti sosial terhadap usia 16 tahun. Tapi faktanya saya seperti melewatkan hal tidak baik berlangsung terhadap diriku sebagai hukuman sebab saya orang yang tidak baik yang bahkan tidak diinginkan keluargaku sendiri," tuturnya.

Aku tak menceritakan ke barang siapa aib itu sebab menjadi itu adalah salahku.

Menganggapnya hukuman sebab saya jadi gadis yang buruk.

Aku lari putus asa dan menjadi depresi.

Berkali-kali saya melacak boks telpon dan menelepon ibuku menghendaki belas kasihnya.

Kuceritakan apa yang terjadi, namun ia tambah menyalahkanku dan menyebutkan saya harus berubah.

Saat itu saya menjadi runtuh dan tak mempunyai arti. Aku amat membenci hidupku sampai rasanya menghendaki mati.

Berulangkali saya menghendaki mengkahiri saja hidupku sehingga begitu kerap terpaksa menelepon no telpon bantuan.

Sebelumnya saya tak pernah menceritakan kisah hidupku ini sebab begitu malu dan menjadi ternista.

Pada usia 21 saya diusir berasal dari daerah penampunganku. Saat itulah saya berpikir, ini semua tak mampu dibiarkan dan saya harus mengakibatkan keputusan.

Aku tak boleh melewatkan diri hancur oleh pikiran menghendaki mati.

Aku merangkak terlihat berasal dari suasana itu dan mengambil keputusan mendaftar sekolah dan juga membeli sepeda bekas.

Selain transportasi murah, bersepeda termasuk mampu lebih cepat kemana-mana.

Aku menjadi berhimpun bersama dengan klub sepeda lokal dan jadi satu-satunya perempuan di klub itu.

Ternyata saya mencintai bersepeda sebab mulanya mampu membuatku lari berasal dari masalah.

Namun ternyata bersama dengan bersepeda hidupku termasuk membaik sebab banyak hormon endorphin keluar.

Untuk pertama kalinya saya menjadi mempunyai makna hidup di dunia ini.

Pada 2009, Holmes bersepeda melintasi Pegunungan Pyrenees berasal dari tepian Laut Mediterania ke tepian Laut Atlantik.

Ia menyusuri sejumlah negara seperti Perancis, Spanyol, Andorra, dan Portugal.

Saat velodrom Sir Chris Hoy Velodrome dibuka di Glasgow tahun 2012, Holmes dikenal pencari bakat yang terkesan melihatnya melaksanakan sprint.

Ia lantas berusaha mengalahkan catatan selagi tim Skotlandia yang tampil di persaingan Antar Negara Persemakmuran 2014 di Glasgow.

Pada persaingan pertamaku, saya sukses mengalahkan juara bertahan berasal dari Skotlandia dan mencapai medali emas. Togel Singapore Daftar Togel Online Buku Mimpi

Setelah itu selagi sedang berlatih, ia ditabrak mobil sehingga konsep seterusnya berantakan.

Karena trauma bersepeda di jalan raya, Holmes meniti perawatan.

Seorang terapis lantas mendekati Holmes dan jatuh cinta padanya.

Tapi Holmes tambah menjadi tak layak dan kelanjutannya meninggalkan terapis itu bersama dengan perasaan bersalah.

Disitulah Holmes memahami mempunyai masalah psikis nyata-nyata akibat trauma di jaman lalu.

"Pada selagi itulah saya berpikir menghendaki ulang ke Iran untuk melacak akar keluargaku," tuturnya.

Kembali ke Iran

Di Teheran, mereka menawarkanku posisi di tim nasional Iran dan kuambil peluang itu demi mampu terhubung ulang bersama dengan negeriku dan ayahku.

Aku tak pernah mengurusi soal hak-hak perempuan sebelumnya, namun selagi berhimpun bersama dengan tim Iran, saya memandang perbedaan perlakuan yang tak menyenangkan.

"Kami harus kenakan hijab terhadap latihan di terik matahari. Kami termasuk tak boleh membawa telpon genggam bersama dengan alasan yang dibuat-buat, selagi tim laki-laki tak mengalami perlakuan itu," papar Ishbel.

Aku coba memprotes, namun tak berhasil.

Akhirnya kuputuskan meninggalkan semuanya di Iran dan pergi ke Turki.

Di sana saya bertemu seorang pengendara motor yang sedang melaksanakan perjalanan jauh dan saya sesudah itu memahami apa yang kumau.

Aku ulang ke Skotlandia, menjual semua barangku dan terbang ke Nice, Perancis.

Dari sanalah saya menjadi petualanganku bersepeda keliling dunia empat tahun lalu.

Hingga kini udah 20 negara disusuri Holmes di dalam perjalanan keliling dunia yang masih konsisten berlanjut.

Bertemu Lucy

Saat bersepeda di tepian Laut Marmara di Turki, saya bertemu Lucy, tulis Holmes.

Kulihat ia berlari di belakang sepedaku.

Kucoba mengayuh lebih cepat namun ia tetap mengejarku padahal saya tak memanggil atau memberinya makanan.

Dalam hati saya berkata, saya memiliki rencana keliling dunia bersama dengan sepedaku ini dan berpikir anjing jalanan ini bukan urusanku atau apa yang dapat kulakukan bersama dengan anjing jalanan ini?

Tiba-tiba saya seperti menemukan diriku terhadap Lucy.

Sama-sama sendirian bersama dengan jiwa terluka dan terbuang berasal dari lingkungan hidup kami.

Lucy coba mengejarku yang konsisten menjauh.

Sesudah lebih dari satu saat, pikiranku berubah dan saya pun menarik rem sepedaku.

Ia mendekat, saya pun mengulurkan tangan namun ia cuma memandang ke arahku berasal dari jarak satu meter.

Keesokan harinya kucoba mengantar Lucy ke kampung terdekat, namun ia tambah diserang sekelompok anjing lain.

Saat memandang Lucy diserang oleh empat anjing itu saya teringat hidupku selagi berumur 16 tahun.

Lucy tidak berusaha lari namun tidak termasuk melawan.

Saat berusia 16 tahun itu, saya seperti Lucy, melewatkan orang-orang menyakitiku dan tidak melawan.

Tiba-tiba semuanya terlihat kabur.

Kulempar sepedaku dan saya berteriak keras.

Ishbel Homes di Bolivia.

Entah tenaga darimana yang kupunya untuk melawan keempat anjing itu.

Rasanya seperti ada beban yang terangkat berasal dari benakku yang terdalam.

Secara tak langsung, Lucy udah menolongku menemukan jati diriku dan hidup lebih bermakna.

Kisah Holmes dan Lucy lantas viral sepanjang perjalanannya di Turki.

Mereka terlihat di sosial media, televisi, dan koran lokal dan banyak orang menyambutnya di jalan.

Aku mundur selangkah dan menjadi menangis.

Bukan cuma sebab memandang Lucy diserang, namun sebab ingat diriku sendiri.

Aku sempat hidup bersama dengan menyangkal kenyataan dan ini adalah moment di mana saya memahami semuanya.

Saat itu termasuk saya mempunyai misi baru yaitu memberi tambahan keselamatan untuk Lucy.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger