Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Daftar Orang-orang Prabowo yang Tersandung Perkara

Daftar Orang-orang Prabowo yang Tersandung Perkara

Posted by Cinta Berita on Rabu, 15 Mei 2019


Cintaberita Jakarta - Sejumlah orang yang merupakan pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi tersandung perkara hukum, lebih dari satu besar di antaranya pasca hari H Pemilu 2019. Beberapa dari mereka dituduh atas masalah dugaan penyebaran berita bohong, pencemaran nama baik, sampai tindakan berbuat makar. Siapa saja mereka?




Terlapor Kasus Makar

Lieus Sungkharisma

Aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma dilaporkan ke polisi atas tuduhan menyebarkan berita bohong dan makar. Pendukung kubu 02 ini dilaporkan oleh Jalaludin ke Bareskrim pada 7 Mei 2019. Dia dituduh melakukan tindak pidana penyebaran berita bohong (hoax) UU Nomor 1 Tahun 1946 berkenaan KUHP Pasal 14 dan/atau Pasal 15 pada keamanan negara/makar UU Nomor 1 Tahun 1946 berkenaan KUHP Pasal 107 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 bis jo Pasal 107. Tuduhan ini bermula dari pidato Lieus yang menunjukkan ada kecurangan dari Pemilu 2019.

Bareskrim Polri pun udah melakukan penjadwalan ulang atas pengecekan Lieus, pasalnya tempo hari Selasa (14/5/2019) dia tak hadir.

Permadi Satrio Wiwoho

Politikus Partai Gerindra Permadi Satrio Wiwoho dilaporkan oleh Jalaludin ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada 7 Mei 2019. Permadi dituduh udah menyeruan makar lantaran menyerukan ajakan melakukan revolusi. Permadi disangkakan Pasal 14 dan/atau 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 107 juncto Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP berkenaan tingkah laku makar dan keonaran.

Kivlan Zen

Mayjen (Purn) TNI, Kivlan dilaporkan atas tuduhan makar dan penyebaran berita bohong oleh Jalaludin. Dia diduga melakukan makar setelah beredar video Kivlan yang berpidato yang diduga berisi ajakan makar.

Baca juga : Begini Cara Unik Orangtua Muda Ajak Anaknya Berlari Marathon

Dia disangkakan pasal Pasal yang disangkakan adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 berkenaan KUHP Pasal 14 an/atau Pasal 15, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 berkenaan KUHP Pasal 107 jo Pasal 110 jo Pasal 87 dan/atau Pasal 163 jo Pasal 107.

Polisi melakukan pencekalan pada Kivlan. Polri menyebut Kivlan Zen hendak ke Brunei Darussalam melalui Batam. Kivlan Zen sempat ditemui personel Bareskrim Polri yang menyerahkan surat panggilan atas laporan dugaan makar. Namun, kelanjutannya surat pencekalan itu dicabut.

Amien Rais

Politikus PAN Amien Rais dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan makar berkaitan seruan 'people power'. oleh Dewi Tanjung. Namun polisi waktu ini terasa menyelidiki laporan tersebut.

"Tentunya kami kaji dulu laporannya, kami pelajari laporan itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Rabu (15/5/2019)

Diketahui, tak sekedar Amien Rais, Dewi Tanjung termasuk melaporkan Habib Rizieq, dan Bachtiar Nasir ke Polda Metro Jaya berkaitan seruan people power. Laporan Dewi tertuang dalam laporan bernomor LP/2998/V/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 14 Mei 2019.

Dalam laporan tersebut, ketiga tokoh berikut dilaporkan atas tuduhan pemufakatan jahat atau makar dan/atau tindak pidana informasi dan transaksi elektronik Pasal 107 KUHP dan/atau Pasal 110 juncto Pasal 87 KUHP juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP dan/atau Pasal 15 dan 16 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 berkenaan peraturan hukum pidana dan/atau Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 berkenaan Perubahan atas UU RI Nomor 10 Tahun 2008 berkenaan Informasi dan Transaksi Elektronik.

Tersangka dan Ditahan

Eggi Sudjana

Pengacara dan aktivis Alumni Persaudaraan 212 Eggi Sudjana menjadi tersangka atas masalah dugaan makar. Dia diduga menyerukan makar, waktu berpidato di depan kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Eggi dijerat Pasal berkenaan menyiarkan suatu kabar yang bisa mengundang keonaran di kalangan masyarakat yang diatur dalam Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946. Saat ini Eggi ditahan di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polda Metro Jaya pada Selasa, tanggal 14 Mei 2019.

Hermawan Susanto

Seorang pemuda pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi, Hermawan Susanto ditangkap oleh polisi 14 Mei 2019 usai videonya yang mengancam Presiden Jokowi viral. Hermawan berada di rumah saudaranya di Parung, Kabupaten Bogor. Hermawan coba melarikan diri setelah dia mengetahui bahwa perkataannya menjadi viral di fasilitas sosial dan dia tengah dicari oleh polisi. Saat udah ditangkap, Hermawan mengaku khilaf dan minta maaf atas perbuatannya itu.

Hermawan pada mulanya dicari polisi setelah videonya tersebar di fasilitas sosial. Dalam video itu, Hermawan mengenakan topi dan mengancam dapat memenggal kepala Jokowi. Dia diduga udah melakukan tindak pidana kejahatan pada keamanan negara dan tindak pidana di bidang ITE dengan modus pengancaman pembunuhan pada Presiden RI yang tengah viral di fasilitas sosial waktu saat ini ini sebagaimana dimaksud dalam pasal Pasal 104 KUHP dan Pasal 27 ayat 4 juncto Pasal 45 ayat 1 UU ITE. Di kini menjadi tahanan Polda Metro Jaya.

Terdakwa Sidang

Ratna Sarumpaet

Pada waktu masalah pertama kali muncul, Ratna merupakan jurkamnas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno. Karena masalah ini pula, Ratna menunjukkan mundur dari BPN.

Ratna Sarumpaet menjadi tersangka atas dugaan penyebaran hoax berkaitan berita penganiayaan pada 4 Oktober 2018. Kasus ini bermula, ketika Ratna Sarumpaet mengaku dihajar oleh sejumlah orang tak di kenal, waktu berada di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Namun, kelanjutannya Ratna mengaku udah berbohong dan menerangkan bahwa wajahnya yang memar berikut merupakan pengaruh usai operasi bedah plastik.

Mantan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) ini diamankan oleh tim Jatanras Polda waktu hendak pergi ke Chile, di Bandara Soekarno-Hatta. Dia dijerat pasal berlapis, Pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 berkenaan hukum pidana dan pasal 28 ayat 2 UU ITE. Saat ini, Ratna pun udah ditahan di Polda Metrojaya dan tengah menjadi terdakwa dalam sidang di PN Jakarta Selatan.

Ahmad Dhani

Pentolan Dewa 19, Ahmad Dhani Prasetyo termasuk pendukung kubu 02 yang menjadi tersangka dalam masalah pencemaran nama baik pada 18 Oktober 2018. Kasus ini bermula dari video Ahmad Dhani yang menyebut massa Koalisi Bela NKRI yang menghadangnya waktu deklarasi #2019GantiPresiden sebagai orang-orang 'idiot'. Dhani dilaporkan ke polisi dan diduga melanggar Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang ITE tahun 2016.

Diketahui, suami penyanyi Mulan Jameela ini pun udah ditahan di rutan Medaeng, Surabaya. Selain itu, statusnya termasuk udah menjadi terdakwa dan tengah menekuni sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.  

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger