Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Kisah Sarwo Edhie Wibowo Ayah Ani Yudhoyono Melamun Depan Rumah

Kisah Sarwo Edhie Wibowo Ayah Ani Yudhoyono Melamun Depan Rumah

Posted by Cinta Berita on Kamis, 13 Juni 2019


CINTABERITA - Ada kisah dari Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo ayahanda dari almarhum Ibu Ani Yudhoyono istri dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.

Kisah Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang mungkin belum banyak diketahui banyak orang. 

Karir Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo kala itu dibidang militer bisa dibilang moncer saat Orde Baru, jabat sebagai pimpinan Kodam di sebuah wilayah di Sumatera. 

Dikenal juga Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang sukses ikut membantu rezim saat itu membasmi pengaruh ideologi komunisme. 

Kemudian Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo pun mendapat kabar, dipindah tugaskan ke negara Rusia, Moskow, menjadi Duta Besar di negara ini. Bagi Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo ini menjadi kegalauan. 

Diri Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan keluarga pun sempat tak percaya, kenapa Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo harus pindah tugas ke negara Rusia. 


Mengutip dari buku biografi Ani Yudhoyono yang diberi nama 'Kepak Sayap Putri Prajurit' penulisnya Alberthiene Endah, terungkap sepak terjang karir Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. 

Mertua SBY ini waktu itu di tahun 1967, diberi tanggungjawab menduduki posisi sebagai Panglima Kodam II/Bukit Barisan.

Kodam ini lokasinya berada di Medan Provinsi Sumatera Utara. 

Kemudian tidak disangka, tanpa diduga, Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang lagi fokus berdinas sebagai Pangdam II Bukit Barisan dapat kabar dipindahkan tugaskan. 

Sosok Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang juga mantan Danjen RPKAD, sekarang disebut Kopassus, digadang-gadang jadi duta besar di Moskow, Rusia.

Mendengar kabar dan ada instruksi tersebut, Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo pun langsung berbincang dengan semua keluarganya. 

Hal ini disampaikan oleh Ani Yudhoyono. Dirinya waktu masih bersama dan masih hidup Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, terjadi perbincangan di internal keluarga, bahas soal kepindahan sang ayah ke Rusia. 

Penjelasan Ani Yudhoyono di buku itu disebut Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo sang ayah, kumpulkan keluarga di ruang tengah. 

“Papi akan ditempatkan di Rusia. Moskow. Negara dengan faham komunis,” ungkap Sarwo Edhie Wibowo, dengan saura lirih.

Ingat Ani Yudhoyono, waktu itu Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo menganggap kabar tersebut sungguh tidak mengenakan, buat semacam gundah gulana bagi Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, bagi Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo merasa sangat nelangsa dengan tugas baru ini.

“Bagaimanapun, dia selama ini dikenal sebagai penumpas komunis. Lalu kemudian dia diceburkan ke negara berfaham komunis. Bagi Papi ini seperti meledek dirinya,” ungkap Ani Yudhoyono, yang memiliki dua putra. 

Rasa bingung di diri Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo menggelayut dalam pikiran Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Karena selama ini Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo anggap sudah bekerja maksimal di Medan. 


“Papi merasa niat baik dan semangatnya diputus sepihak,” tutur Ani Yudhoyono.

Lantas, pemberian tugas ke Rusia sebagai amanah tugas dari negara maka Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang lahir di Purworejo pun menerimanya dengan secara kesatria.

Usai Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo ungkapkan kesedihan, Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo sampaikan ke seluruh keluarga untuk mau menerima kenyataan yang harus dijalani Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo tugas ke Rusia, Moskow. 

Semenjak ada kabar Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo harus pindah tugas ke Moskow, Ani Yudhoyono sering melihat dengan mata kepala sendiri, melihat Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo banyak berdiam. 

Waktu itu Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo terpergok oleh Ani Yudhoyono sedang dalam kondisi melamun di depan rumah, mungkin tidak pernah terlihat sama sekali  Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo melamun lama-lama.

Kesempatan lain, Ani Yudhoyono pun sempat dengar sang ayah, Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo berbincang dengan ibu kandung Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. 

“Kalau aku memang mau dibunuh, bunuh saja. Tapi jangan bunuh aku dengan cara seperti ini. Apa salahku sampai aku harus dihentikan begini rupa?” ujar Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, seingat Ani Yudhoyono. 

“Papi amat terpukul dengan keputusan pemerintah menempatkan dirinya di Rusia, selagi karier militernya sedang begitu cemerlang,” ujar Ani Yudhoyono.


Selain itu, Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dalam kesempatan waktu juga menghubungi rekan-rekannya di Jakarta. 

Kepada teman-temannya, bahas soal pindah tugas ayahnya Ani Yudhoyono ini.

Saat Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo berbincang dengan teman-temannya, Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo masih penasaran, mempertanyakan ke temannya, apakah dirinya dipindah tugaskan ke Rusia itu ada latarbelakang bermasalah ada hal-hal terselubung atau memang murni penugasan dari negara. 

“Aku melihat-lihat lagi koran-koran yang pernah memuat berita tentang Papi, Sarwo Edhie Wibowo yang berprestasi menumpas PKI, dengan foto Papi mengenakan seragam RPKAD kebanggaannya," ungkap Ani Yudhoyono. 

"Aku bisa merasakan betapa hati Papi dibuat luruh ketika dia harus melepaskan seragam militernya dan menjadi seorang duta besar,” tutur Ani Yudhoyono lagi di buku biografi. 

Sosok Sarwo Edhie Wibowo Tidak jadi Tugas di Rusia, Lalu Kemana?


Singkat cerita, tidak berselang lama, kabar datang lagi ke Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, ada informasi dari Jakarta, yang menyatakan, Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo tidak jadi diberangkatkan ke Moscow Rusia. 

Informasi yang berhembus Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo akan diganti tugas bukan ke Rusia akan tetapi ke Irian Barat kini disebut Papua. Selama di Irian Barat, nanti Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo akan sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih (1968-1970).

Kondisi Irian Barat kala itu, masih berkecamuk, ada peperangan, ada peristiwa pertempuran yang mengiringi Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) di tahun 1969.

“Sebetulnya dibandingkan tugas di Moskow, tugas di Irian lebih mencuatkan risiko yang besar akan keselamatan. Jelas, tugasnya pun jauh lebih berat," tutur Ani Yudhoyono.

Namun, "Papi terlihat sangat bersemangat, berbanding terbalik dengan saat dia mendengar akan dikirim ke Moskow,” ujar Ani Yudhoyono, lagi.


Suka main lotre dan bingung cari bandar lotre online terpercaya.....? Tak Usah Bingung lagi uda gak jaman ini ada bandar oline terpercaya se -indonesia dan paling aman ... hanya dsini dengan minimal dposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka hatimu banyak bonus dan hadiah menarik lainya.


bandar togel | bandar togel terbaik | bandar togel terpercaya 

Image and video hosting by TinyPic

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger