Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Pria yang Ancam Penggal Jokowi Menikah di Tahanan, Begini Suasana Acara Pernikahannya

Pria yang Ancam Penggal Jokowi Menikah di Tahanan, Begini Suasana Acara Pernikahannya

Posted by Cinta Berita on Rabu, 10 Juli 2019


Cintaberita, JAKARTA - Meskipun hidup di balik jeruji besi, tidak halangi kemauan HS (25) melangsungkan pernikahan bersama seorang wanita berinisial AA.

Diketahui HS merupakan tersangka yang mengancam dapat memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

Pernikahan HS dan AA terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Rabu (3/7/2019).

Cintaberita, JAKARTA - Meskipun hidup di balik jeruji besi, tidak halangi kemauan HS (25) melangsungkan pernikahan bersama seorang wanita berinisial AA.

Diketahui HS merupakan tersangka yang mengancam dapat memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

Pernikahan HS dan AA terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Rabu (3/7/2019).

Ungkapan kebahagiaan tersebut disampaikan ayah HS, Budiarto selagi dihubungi Kompas.com.

AGEN POKER AGEN DOMINO99 DOMINO ONLINE

Menurut Budiarto, anaknya puas mampu melangsungkan pernikahan terhadap bulan Syawal 1440 Hijriah.

Baca juga : VIDEO Polres Metro Tangkap Satu Pelaku Ganjal ATM Pakai Tusuk Gigi, Ngaku Belajar dari Youtube

"Acara pernikahan terjadi khidmat. Anak aku istiqomah. Pokoknya dia puas kendati hari pertama atau kedua sesudah pernikahan, dia enggak mampu bersama (dengan istri). Itu enggak jadi persoalan sebab yang mutlak sudah ijabnya," kata Budiarto, Selasa (9/7/2019).

HS menilai Syawal adalah bulan yang tepat untuk melangsungkan pernikahan.

Karena itu, HS lewat kuasa hukumnya sudah mengajukan surat izin pernikahan kepada penyidik terhadap 10 Juni 2019.

"Mereka (HS dan istrinya) sesungguhnya berharap menikah terhadap bulan Syawal sebab dinilai sebagai bulan yang baik. Kita sebagai orang tua hanya ikuti saja," ujar Budiarto.

Budiarto menjelaskan, acara pernikahan tersebut dihadiri sekitar 30 orang yakni, orangtua kedua belah pihak, kerabat, dan teman-teman HS.

Kendati demikian, hanya lebih dari satu rekan HS yang mampu masuk ke area pernikahan.

"Waktunya kan enggak mampu lama dan ruangannya sempit. Jadi, enggak mampu sepenuhnya masuk (ke di dalam ruangan)," kata Budiarto.

Setelah menikah, istri HS rutin mengirimkan makanan kepada HS tiap tiap hari.

"Rutin ya (mengirimkan makanan dan menjenguk) dari Senin hingga bersama Kamis. Istrinya terhitung tinggal di rumah aku sesudah menikah," ujar Budiarto.

Adapun, HS ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/5/2019).

HS dikira melontarkan ancaman untuk memenggal kepala Presiden Joko Widodo selagi jalankan aksi demo di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jumat (10/5/2019) siang.

Akibat perbuatannya, HS dijerat pasal makar, yaitu Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP Tentang Tindak Pidana Makar. Atas perbuatannya HS terancam penjara seumur hidup.

Penjelasan polisi

Tersangka persoalan dugaan makar, Hermawan Susanto (HS), sudah menikah di Rutan Polda Metro Jaya yang digelar tertutup terhadap pekan lalu.

Hermawan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya sesudah mengancam dapat memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

"HS sudah melangsungkan pernikahannya di di dalam rutan terhadap Rabu, 3 Juli 2019 pukul 16.00 WIB," kata Kuasa Hukum HS, Sugiyarto Atmowijoyo selagi dikonfirmasi, Selasa (9/7/2019).

Direktur Tahanan dan Barang Bukti AKBP Barnabas membenarkan kabar pernikahan Hermawan. Barnabas mengakui bahwa HS sudah menikah terhadap Rabu, 3 Juli 2019.

"Iya benar sudah menikah di Rutan," tutur Barnabas.

Pernikahan tersebut tidak mengakibatkan banyak kerabat merubah di dalam situasi terbatas. Polisi hanya memperbolehkan Kedatangan kerabat terdekat.

Sugiyarto mengutarakan yang hadir bertanya orang tua kedua mempelai, saudara kandung keduanya, dan juga kuasa hukum dan penghulu dari KUA Kecamatan Kebayoran Baru.

Sugiyarto menjelaskan Polda Metro Jaya memintanya untuk merahasiakan pernikahan sebelum ijab kabul.

"Pernikahan itu dirahasiakan oleh Polda Metro Jaya dan berharap aku untuk merahasiakan pernikahan sebelum pelaksanaan ijab kabul dilakukan. Karenanya aku tidak terhitung sempat memberitahu media," kata Sugiyarto.

Meski begitu, Sugiyarto berterima kasih kepada jajaran Polda Metro Jaya yang mengizinkan digelarnya pernikahan tersebut.

"Mereka yang sudah menambahkan layanan kepada HS untuk mampu melangsungkan ijab kabul di tahanan itu," ucap Sugiyarto.


Sebelumnya, polisi menetapkan Hermawan Susanto sebagai tersangka makar sesudah mengancam dapat memenggal Jokowi.

Ancaman tersebut disampaikannya selagi berdemonstrasi di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jumat (10/5/2019).

Atas perbuatannya itu, Hermawan dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik sebab yang bersangkutan dikira jalankan tingkah laku dugaan makar bersama maksud membunuh dan jalankan pengancaman terhadap presiden.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger