Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » VIDEO-Waduk Jatigede Menyusut Airnya di Musim Kemarau, Jadi Ajang Warga Nostalgia dan Cari Tutut

VIDEO-Waduk Jatigede Menyusut Airnya di Musim Kemarau, Jadi Ajang Warga Nostalgia dan Cari Tutut

Posted by Cinta Berita on Jumat, 12 Juli 2019


Cintaberita, MENYUSUT - Debit air Waduk Jatigede yang berada di Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, menyusut.

Hal itu nampak berasal dari beberapa warga yang beraktivitas di basic waduk tersebut.

Pantauan Tribun Jabar di Desa Sukaratu, batas pinggir Waduk Jatigede yang pada awalnya berdekatan bersama Jalan Darmaraja-Wado kini menyusut sejauh 250 meter, basic sungai pun nampak retak.

Seperti kota mati di kemarau kali ini, Waduk Jatigede kembali nampak menampilkan ratusan bekas bangunan yang sebelumnya dihuni oleh ribuan warga, bahkan beberapa komponen bangunan masih berserakan sebab tinggalkan oleh para pemilik sebelumnya.

Togel Singapore Daftar Togel OnlineBuku Mimpi

Di pinggir waduk, ketinggian air capai 50 sentimeter, beberapa warga yang tengah beraktivitas menjaring ikan terjun langsung ke genangan air, tanpa manfaatkan perahu sebagai alat bantu.

Baca juga : Sama-sama Kaya Raya, Anang Hermansyah Beri Hadiah Mobil Mewah untuk Aurel, Krsidayanti ?

Tatang (65), warga Desa Sukaratu kurang lebih Waduk Jatigede, menjelaskan bahwa sejak matahari terbit, ia bersama satu rekannya berkunjung ke waduk tersebut untuk melacak keong tutut dan ikan air tawar di basic sungai yang hampir mengering.

Bermodalkan tangan kosong, Tatang menyusuri basic Waduk Jatigede yang sementara ini dalam keadaan berlumpur untuk melacak tutut.

 Kedua matanya konsisten saja menatap ke arah bawah melihat gejala terdapatnya binatang tersebut.

"Di sini banyak sekali tutut, semata-mata perlu setengah jam dapat satu kantong kresek," kata Tatang di Waduk Jatigede, Kamis (11/7/2019).

Tatang mengatakan, aktivitas melacak ikan dan tutut tanpa manfaatkan alat bantu ini hanya dapat dikerjakan pada sementara musim kemarau atau waduk tersebut menjadi mengering.

Pada musim hujan, ia mengaku tidak berani beraktivitas di Waduk Jatigede.

Ia mengatakan, tidak sama bersama warga lainnya, tutut yang ia cari di basic Waduk Jatigede ini untuk keperluan mengkonsumsi keluarga, bukan untuk diperjualbelikan.

"Saya bukan nelayan, semata-mata petani. Sekarang kan kembali ada problem tanam, membuat makan perlu cari ke sini," katanya.

Selain melacak ikan dan tutut, kata Tatang, Waduk Jatigede yang surut ini pun mengingatkan ia bersama keluarganya pernah tinggal di Kampung Jatibungur.

Namun sementara ini semua bangunan udah rata bersama tanah.

Ia mengatakan, puing bangunan bekas rumahnya tersebut udah dibawa pada tahun lalu, sehingga berkunjung ke Waduk Jatigede sebagai ajang nostalgia.

"Waktu proses penenggelaman, saya terlalu sedih, tempat tinggal jadi danau. Tetapi saya tidak dapat jauh-jauh berasal dari sini, masih cinta kampung ini," katanya.

Warga Desa Sukaratu lainnya, Jajang Junaedi (56), menjelaskan bahwa di musim kemarau ini, Waduk Jatigede jadi tempat untuk melacak potongan ranting pohon.

Ranting pohon itu nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak.

Di wilayah Waduk Jatigede ini, ribuan pohon mati masih menancap di basic waduk, bahkan batang pohon besar selebar dua meter masih ada.

Beberapa warga berkunjung untuk memoton batang pohon tersebut dan dibawa pulang.

"Lumayan, membuat mengirit pengeluaran. Pakai kayu bakar di sini banyak dan udah kering, tidak perlu dijemur lagi," katanya.

Waduk Jatigede, diketahui merupakan waduk yang udah direncanakan dibangun sejak zaman Hindia Belanda.

Namun menjadi dibangun pada 2008 atau pada sementara masa kepimpinan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger