Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Akhirnya Terungkap Tewasnya Anggota Paskibra Aurellia Qurratu, Ternyata Akibat Ulah Sang Senior

Akhirnya Terungkap Tewasnya Anggota Paskibra Aurellia Qurratu, Ternyata Akibat Ulah Sang Senior

Posted by Cinta Berita on Minggu, 04 Agustus 2019



CINTABERITA  - Akhirnya Terungkap Derita Anggota Paskibraka Aurellia Qurratu akibat Tindakan Senior,Siswa Meninggal.

Anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Tangerang Selatan, Aurellia Qurratu Aini (16), mengalami banyak penderitaan di tangan seniornya sebelum saat meninggal dunia mendadak, Kamis (1/8/2019).

Di pada penderitaan yang dialami mendiang Aurellia semasa hidup di tangan seniornya adalah push up cincin, pemukulan, hingga makan kulit jeruk.

Sabtu (3/8/2019), paman Aurellia, Indra, yang dulunya juga bagian Paskibraka mengungkap latihan keras yang dijalani Aurellia tidak serupa bersama dengan latihan Paskibraka lainnya.

"Saya juga Paskibraka. Keluarga kita Paskibra. Ayah dan ibu Aurel juga Paskibra, namun latihannya tidak sekeras itu," kata Indra waktu ditemui di rumah duka, Taman Royal, Cipondoh, Tangerang, Kamis (1/8/2019).

Di pada perintah senior didalam latihan keras Paskibraka Aurellia adalah push up cincin.

"Dia dulu cerita ke kami, jikalau di Tangsel itu latihannya mengenal sebutan latihan cincin."

"Yaitu push up di aspal bersama dengan cara tangan mengepal, sehingga jari-jari cincin tangan menghitam," terang Indra.

Selain latihan cincin, Farid Abdurrahman ayahanda Aurellia menceritakan soal perintah senior untuk memakan jeruk beserta kulit-kulitnya.

Tak selesai hingga makan kulit jeruk, Aurellia ternyata juga mengaku dipukul oleh seniornya.

Paman Aurellia yang bernama Romi menduga Aurellia jadi korban perpeloncoan seniornya, mengingat Aurellia juga mengaku dulu dipukul oleh seniornya di Paskibraka.

"Tubuhnya lebam membiru. Dia (Aurellia) juga sempat cerita jikalau dulu dipukul oleh seniornya di Paskibra," kata Romi.

Penyiksaan yang diterima Aurellia juga meliputi perintah menulis kembali diary yang sudah ditulis Aurellia sepanjang hampir sebulan namun dirobek seniornya.

Farid menyebut perihal yang dilakukan senior Paskibraka pada Aurellia itu sebabkan kondisi mental dan fisik putrinya down atau menurun.

Dengan seluruh latihan berat dan juga beban menulis kembali diary sebabkan Farid berpikir senior Paskibraka Aurellia berikan teror psikologis pada putrinya.

Pasalnya, Aurellia sudah ada masalah payah menulis diary 'Merah Putih' sepanjang 22 hari seperti perintah senior Paskibraka dan dirobek begitu saja.




Perobekan buku diary punya Aurellia itu dilakukan senior Paskibraka sesudah mengoreksi isinya.

Setelah dirobek, Aurellia diharuskan menulis kembali seluruh isi buku selanjutnya didalam waktu dua hari saja.

Mengetahui hal itu, Farid prihatin pada situasi putrinya yang wajib begadang sampai dini hari demi menyalin semua isi diary ke buku yang baru.

Farid menyebut tindakan senior Aurellia ini berikan pengaruh luar biasa bagi kesegaran jasmani dan rohani putrinya.

"Ini salah satu wujud psikologis yang luar biasa jikalau menurut kami menyebabkan down mental dan fisik."

"Akhirnya dia jam 1 mencoba bangun untuk nulis lagi, enggak dapat selesai," kata Farid.

Puncaknya kala jam perlihatkan pukul 04.00 WIB dan Aurellia semakin melemah sampai ambruk seketika.

"Jam 4 dia berupaya rela jadi aktivitas. Karena jadi jam 4 dia udah limbung badannya."

"Sudah capeknya dia limbung, langsung enggak sadar, kami bawa ke rumah sakit. Ternyata udah tidak tertolong," terang Farid.

Pihak rumah sakit tidak menambahkan diagnosa apa pun lantaran Aurellia dinyatakan udah tidak ada sesampainya di sana.

"Dokter tidak keluarkan diagnosa dikarenakan kala kami bawa kesana (RS) bahwa Almarhum udah meninggal," kata Farid.

Farid yang dulunya juga bagian Paskibraka menyaksikan latihan yang dikerjakan Aurellia sungguh berlebihan dan berikan beban psikologis.

Mengetahui hal itu, Farid prihatin pada situasi putrinya yang wajib begadang sampai dini hari demi menyalin semua isi diary ke buku yang baru.

Farid menyebut tindakan senior Aurellia ini berikan pengaruh luar biasa bagi kesegaran jasmani dan rohani putrinya.

"Ini salah satu wujud psikologis yang luar biasa jikalau menurut kami menyebabkan down mental dan fisik."

"Akhirnya dia jam 1 cobalah bangun untuk nulis lagi, enggak dapat selesai," kata Farid.

Puncaknya kala jam perlihatkan pukul 04.00 WIB dan Aurellia semakin melemah sampai ambruk seketika.

"Jam 4 dia berupaya senang jadi aktivitas. Karena jadi jam 4 dia udah limbung badannya."

"Sudah capeknya dia limbung, langsung enggak sadar, kami bawa ke tempat tinggal sakit. Ternyata udah tidak tertolong," terang Farid.

Pihak tempat tinggal sakit tidak beri tambahan diagnosa apa pun lantaran Aurellia dinyatakan udah tidak ada sesampainya di sana.

"Dokter tidak keluarkan diagnosa dikarenakan kala kami bawa kesana (RS) bahwa Almarhum udah meninggal," kata Farid.

Farid yang dulunya juga bagian Paskibraka menyaksikan latihan yang dikerjakan Aurellia sungguh sangat berlebih dan berikan beban psikologis.

"Jadi campur tangan senior di luar pelatih ini yang merupakan teror beban psikologis yang terlampau luar biasa," ucapnya.

Perubahan Sikap Aurellia

Sebelum Aurellia menghembuskan napas terakhir, Farid sudah merasakan perubahan sikap putrinya selama dua minggu terakhir.
Perubahan sikap Aurellia itu di antaranya menjadi pendiam dan sering mengungkapkan rasa kangennya kepada ke dua orangtua.

Padahal Aurellia dikenal sebagai anak yang aktif dan ceria, dan juga selalu baik-baik saja saat ditinggal bekerja oleh ke dua orangtuanya.

Farid menyebut selama dua minggu paling akhir Aurellia sering berharap orang tuanya cepat pulang gara-gara rasa rindunya.

"Tadinya anaknya terlampau ceria. Dua minggu paling akhir dia pendiam dan selalu menginginkan ke dua orang tuanya cepat pulang gara-gara dia kangen," kenang Farid.

Farid terhitung menceritakan bagaimana lelahnya Aurellia meniti latihan Paskibraka.

Pihak keluarga sempat berharap Aurellia berhenti berasal dari Paskibrakanamun ia tidak mau.

"Dia (Aurellia) sampaikan bahwa sebetulnya dia capek, tetapi saat kita sampaikan 'sudah berhenti saja', dia selalu enggak mau," ujar Farid.


Suka main lotre dan bingung cari bandar lotre online terpercaya.....? Tak Usah Bingung lagi uda gak jaman ini ada bandar oline terpercaya se -indonesia dan paling aman ... hanya dsini dengan minimal dposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka hatimu banyak bonus dan hadiah menarik lainya.


Bandar Togel | Togel Online Terpercaya | Bandar Togel Online Terpercaya

Image and video hosting by TinyPic

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger