Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Berikut Ini Kelanjutan Kasus Pembunuhan Suami Yang di Lakukan Oleh Istrinya dan Sekingkuhanya

Berikut Ini Kelanjutan Kasus Pembunuhan Suami Yang di Lakukan Oleh Istrinya dan Sekingkuhanya

Posted by Cinta Berita on Sabtu, 10 Agustus 2019















CINTABERITA - Jajuli ditemukan oleh istrinya tewas bersimbah darah bersama luka gorok di bagian leher, terhadap 15 September 2018 sekira pukul 02.30 WIB, di tempat tidur di dalam kamarnya. Sebelum perihal itu, Jamaliah mengaku tertidur waktu menidurkan anaknya di dalam kamar lain. Faktanya terungkap pelaku pembunuhan itu dikerjakan Musliadi atas suruhan Jamaliah.

Jamaliah dengan sebutan lain Novi (30) terdiam kaku waktu majelis hakim menghendaki dirinya berkonsultasi bersama penasihat hukum, Taufik M Noer SH. Jamaliah perlu memilih sikap, apakah menerima vonis 20 tahun penjara atau banding.

“Silahkan bangun saudara terdakwa,” kata T Latiful SH, Ketua Majelis Hakim PN Lhoksukon. Tapi Jamaliah bergeming.

Ia baru bangun sehabis tiga kali hakim mengulangi permintaan. Air matanya berurai membasahi pipi. Dengan pelan ia mendekati pengacaranya untuk berkonsultasi. Beberapa waktu kemudian, sang pengacara, Taufik M Noer memberikan “pikir-pikir dulu” kepada majelis hakim.

Jamaliah adalah warga Kecamatan Matangkuli Aceh Utara. Ia diseret ke pengadilan sebagai terdakwa persoalan pembunuhan suaminya Jajuli (34) yang berprofesi sebagai pedagang es campur.

Setelah melalui serangkaian sidang, Rabu (7/8) kemarin, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, menjatuhkan vonis 20 tahun penjara kepada Jamaliah. Amar putusan dibacakan oleh T Latiful SH didampingi dua hakim bagian Bob Rosman SH dan Maimunsyah SH.

Setelah sidang ditutup, Jamaliah ulang mendekati pengacaranya. Namun ditegur oleh petugas dari kejaksaan. Jamaliah pun digiring ulang ke area tahanan yang berada di samping area sidang cakra. “Dia menangis tadi, minta sehingga menerima saja putusan tersebut, karena dia berpikir, jika tak menerima putusan selanjutnya akan merintis sidang lagi,” ujar Taufik.

Menurut Taufik, permohonan Jamaliah ini kemungkinan karena terdakwa tidak sadar proses hukum. “Nanti jika dia sudah tenang, baru aku tanyakan lagi, apakah sudah menerima putusan selanjutnya atau banding. Saat ini belum mampu ditanyakan, karena tengah menangis,” ujar Taufik. Novi merasa merintis sidang pukul 16.00 sampai pukul 16.20 WIB.

Seumur Hidup

Selain Jamaliah, persoalan itu termasuk menyeret Musliadi dengan sebutan lain Adi (26), warga Desa Matang Manyam Kecamatan Baktiya Aceh Utara sebagai terdakwa. Adi dihukum penjara seumur hidup. Vonis itu lebih mudah dari tuntutan jaksa. Pada sidang 9 Juli 2019, kedua terdakwa dituntut bersama hukuman pidana mati oleh jaksa.

Materi amar putusan yang dibacakan hakim terhadap intinya menguraikan konsep pembunuhan terhadap korban. Keduanya sudah setuju untuk membunuh Jajuli sepekan sebelum akan perihal tersebut. Jamaliah mengaku kerap dimarahi oleh korban, sehingga menyebabkan terdakwa Jamaliah menjadi kesal. Kemudian persoalan selanjutnya disampaikan Jamaliah kepada Adi.

Apalagi Jamaliah dan Adi sudah saling cinta dan saling sayang. Keduanya pun berjanji akan menikah sehabis korban dibunuh. Bahkan, keduanya dulu melakukan hubungan suami istri di rumah korban, waktu korban tak tersedia di rumah. Kedua terdakwa termasuk menyebabkan skenario, untuk mengesankan korban dibunuh oleh perampok.

Setelah membunuh korban bersama parang yang dibawa terdakwa dari rumahnya, lantas Adi menjatuhkan sepeda motor yang berada di dalam rumah selanjutnya dan menghendaki emas dari Jamaliah. Jamaliah termasuk menghendaki Adi memukulnya sehingga terkesan dirinya dipukul perampok.

Dalam materi selanjutnya hakim termasuk menguraikan hal-hal yang meringankan bagi terdakwa yaitu berterus terang di pengadilan, belum dulu dihukum dan menyesali perbuatannya. Sedangkan perihal yang memberatkan, kelakuan terdakwa menyebabkan hilang nyawa orang yang sudah direncanakan dulu.

Perbuatan terdakwa termasuk amat meresahkan masyarakat dan menyebabkan kesedihan yang berkepanjangan. Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 340 KUHPidana Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Usai mendengar materi tuntutan itu hakim memberi tambahan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk berkonsultasi bersama pengacaranya.



Suka main lotre dan bingung cari bandar lotre online terpercaya.....? Tak Usah Bingung lagi uda gak jaman ini ada bandar oline terpercaya se -indonesia dan paling aman ... hanya dsini dengan minimal dposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka hatimu banyak bonus dan hadiah menarik lainya.

bandar togel | bandar togel terbaik |  bandar togel terpercaya




Image and video hosting by TinyPic

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger