Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Bocah Tiga Tahun Diduga Menjadi Korban Pencabulan , Satu Bulan Dipingpong Ibu Korban Minta Keadilan ke DPRD Balikpapan

Bocah Tiga Tahun Diduga Menjadi Korban Pencabulan , Satu Bulan Dipingpong Ibu Korban Minta Keadilan ke DPRD Balikpapan

Posted by Cinta Berita on Selasa, 03 Desember 2019



CINTABERITA  -
Bocah berusia tiga tahun diduga mengalami aksi pencabulan seorang petugas kebersihan.

Aksi pencabulan ditengarai terjadi di dekat Polsek Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur.

Tak terima, Ibu si anak lapor ke DPRD Balikpapan Kalimantan Timur.

Anggraini (31), mengadu ke DPRD Balikpapan, dengan wajah sedih sambil menggendong anaknya yang berusia dua bulan.

Wanita yang ditinggal suaminya ini meminta keadilan kepada Anggota DPRD Balikpapan Kalimantan Timur dan Kepolisian.

Ibu dua anak ini mengadukan bahwa putrinya berusia tiga tahun yang masih balita diduga diperlakukan tidak senonoh, atau cabul. 

Diduga dicabuli salah satu petugas kebersihan di kantor Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Anggraini mengaku, anaknya diduga diperlakukan tidak senonoh pada Jumat 30 Agustus 2019.

Kejadian sekitar pukul 17.30 Wita di belakang kantor Polsek Kawasan Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dia menyebutkan, bahwa putrinya mengadu merasakan kesakitan di bagian alat kelaminnya.

"Sudah divisum dan diperiksa ada sobek dibagian alat kelaminnya."

"Empat hari kemudian petugas DP3AKB memisahkan saya dan anak saya."

"Saya pun dilarang mendampingi anak saya sendiri ke dokter," kata Anggaraini.

Anggaraini menceritakan awalnya yang berencana ingin pulang ke Pekanbaru ( Riau )."

Namun ketinggalan kapal, pada saat itu dirinya sedang mengandung besar atau hamil tua.

Selama sebulan ini dirinya tinggal di Rumah Aman Balikpapan.

Namun, seperti dipimpong dan tak ada kejelasan mengenai masalahnya.

Anggaraini mengadukan masalah ke kantor DPRD.

Hingga saat ini, Anggaraini masih tinggal di Rumah Aman, menuntut keadilan mengenai kasus anaknya.

Anggaraini menuntut pria yang diduga tersangka pencabulan anaknya ini diadilkan.

Wanita dari Muara Wahau Kutai Timur, Kalimantan Timur ini ditinggalkan oleh suaminya selama beberapa bulan.

"Saya selalu disuruh menunggu kasus ini, kata Kepolisian proses masih berjalan."

"Sampai saat ini kasusnya masih menunggu gelar," katanya.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang AKP Dika Yosep Anggara angkat bicara mengenai kasus dugaan pencabulan bocah tiga tahun oleh oknum petugas kebersihan.

Saat dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Senin (2/12/2019), AKP Dika Yosep Anggara mengatakan bahwa kasus tersebut sudah masuk masa pemeriksaan.

"Suaminya A ini kabur dan mengalami kasus penggelapan uang di perusahaan. Untuk petugas kebersihan yang diduga mencabuli anak tersebut sudah diperiksa, bahkan sudah ditahan," kata AKP Dika Yosep Anggara.

Namun karena pembuktian susah, akhirnya terduga tersangka asusila ini dilepas setelah 24 jam penangkapan.

suka bermain poker .... gabung aja disini di jamin aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!

BANDAR DOMINO99 |  AGEN BANDARQ | AGEN POKER



"Itu sempat ditahan, walau tidak di sel, namun harus menunggu proses, itu masuk pra-pedilan," ungkap AKP Dika.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Semayang menceritakan kronologi kasus tersebut.

Menurut Kapolsek, ibu dari anak tersebut memiliki KTP Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.

"Kemarin minta pulang ke Wahau. Awalnya ketinggalan kapal sedang hamil besar, tak punya uang untuk pulang ke Palembang. Akhirnya ditolong dan tinggal di Pelabuhan Semayang sampai melahirkan bayinya," ungkap AKP Dika.

Sementara, terduga tersangka asusila tersebut merupakan orang luar dan tidak kenal dengan pihak kepolisian di kawasan Pelabuhan Semayang.

"Begitu pula dengan ibu tersebut, kami hanya membantu ibu tersebut untuk mengurus kasusnya, terbukti atau tidak. Kalau susah dibuktikan kita tidak bisa dipaksakan juga. Sementara ibu tersebut maunya yang diduga pelaku dipenjara," kata AKP Dika Yosep Anggara.

Kapolsek menerangkan, bahwa pria diduga pelaku ini sering bantu bersih-bersih.

Namun, kejadiannya tidak tahu persisnya di mana.

Ketika itu, ibu korban sedang hamil besar. Tak bisa bergerak dan tinggalnya di Kantor Polsek Semayang.

"Saat hamil besar anak pertamanya bermain sendiri. Sangat lincah. Kami pun ikut mengawasi anaknya, takut lari ke laut," ujar AKP Dika.

Informasi yang ada, dari laporan visum, tidak ada luka di selaput kemaluan bocah tersebut.

"Tapi kalau ada luka kami tidak mengerti. Kami pun ikut dipanggil ke Polda untuk mengecek. Kasus ini sudah satu bulan lebih," ujarnya.

Image and video hosting by TinyPic

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger