Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Ditelantarkan Pihak Rumah Sakit, Peserta BPJS Meninggal Dunia

Ditelantarkan Pihak Rumah Sakit, Peserta BPJS Meninggal Dunia

Posted by Cinta Berita on Jumat, 14 Februari 2020



CINTABERITA -  Keluarga pasien yang meninggal di selasar Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Lampung kecewa bersama dengan penanganan rumah sakit plat merah tersebut.

Pasalnya, pihak RSAM tidak sigap menangani anak mereka, M Rezky Mediansori (21) yang sementara tiba udah di dalam situasi kronis bersama dengan tubuh kejang-kejang dan panas tinggi.

Orangtua Rezky, Lilik Ansori mengatakan, anaknya didiagnosa demam berdarah sementara dirujuk berasal dari RS Bob Bazar Lampung Selatan.

“Namanya kronis darurat, selayaknya sigap. Anak saya ini perlu penanganan khusus. Karena di RS Kalianda (RS Bob Bazar) itu masuk IGD, di Abdul Moeloek terhitung masuk IGD,” kata Lilik sementara ditemui di rumahnya di Dusun Pasar Senin Baru, Desa Palas Pasemah, Lampung Selatan, Selasa (11/2/2020).

Lilik mengatakan, Rezky masuk ke IGD RSAM pada Minggu (9/2/2020) pukul 06.00 WIB tetapi tidak langsung ditangani oleh dokter.

“Padahal udah tersedia keterangannya anak saya ini demam berdarah. Saya bertanya mana dokternya, kata perawat baru mampir jam lima sore,” kata Lilik.

Kemudian pukul 22.00 WIB, setelah di cek dan konsultasi bersama dengan dokter Riki, anaknya dipindahkan ke ruangan rawat.

“Namun, bukan ruangan penyakit dalam, tetapi di ruangan penitipan, di ruang penyakit syaraf,” kata Lilik.

Di ruangan penitipan, situasi Rezky yang kejang dan menjerit-jerit ternyata menggangu pasien lain agar dipindahkan ke kamar lain.

“(Kamar) masih berantakan. Ya kami memahami diri, namanya pasien BPJS kelas 3, kami bersihin sendiri,” kata Lilik.

Hingga Senin (10/2/2020) pukul 14.00 WIB, dokter yang menangani menyatakan Rezky perlu dirawat di ruang rawat khusus penyakit dalam.

Kami Bersihin Sendiri

Hasil gambar untuk Ditelantarkan Pihak Rumah Sakit, Peserta BPJS Meninggal Dunia


Keluarga pasien yang meninggal di selasar Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Lampung kecewa bersama dengan penanganan rumah sakit plat merah tersebut.

Pasalnya, pihak RSAM tidak sigap menangani anak mereka, M Rezky Mediansori (21) yang sementara tiba udah di dalam situasi kronis bersama dengan tubuh kejang-kejang dan panas tinggi.

Orangtua Rezky, Lilik Ansori mengatakan, anaknya didiagnosa demam berdarah sementara dirujuk berasal dari RS Bob Bazar Lampung Selatan.

“Namanya kronis darurat, selayaknya sigap. Anak saya ini perlu penanganan khusus. Karena di RS Kalianda (RS Bob Bazar) itu masuk IGD, di Abdul Moeloek terhitung masuk IGD,” kata Lilik sementara ditemui di rumahnya di Dusun Pasar Senin Baru, Desa Palas Pasemah, Lampung Selatan, Selasa (11/2/2020).

Lilik mengatakan, Rezky masuk ke IGD RSAM pada Minggu (9/2/2020) pukul 06.00 WIB tetapi tidak langsung ditangani oleh dokter.

“Padahal udah tersedia keterangannya anak saya ini demam berdarah. Saya bertanya mana dokternya, kata perawat baru mampir jam lima sore,” kata Lilik.

Kemudian pukul 22.00 WIB, setelah di cek dan konsultasi bersama dengan dokter Riki, anaknya dipindahkan ke ruangan rawat.

“Namun, bukan ruangan penyakit dalam, tetapi di ruangan penitipan, di ruang penyakit syaraf,” kata Lilik.

Di ruangan penitipan, situasi Rezky yang kejang dan menjerit-jerit ternyata menggangu pasien lain agar dipindahkan ke kamar lain.

“(Kamar) masih berantakan. Ya kami memahami diri, namanya pasien BPJS kelas 3, kami bersihin sendiri,” kata Lilik.

Hingga Senin (10/2/2020) pukul 14.00 WIB, dokter yang menangani menyatakan Rezky perlu dirawat di ruang rawat khusus penyakit dalam.

“Udah tau ini penyakit dalam, kenapa nggak berasal dari kemarin? Kenapa jadi pembiaran? Nunggu kayak gini (kritis) baru dipindahkan?” kata Lilik.

Lilik makin lama kecewa setelah Rezky dibawa ke ruang penyakit dalam.

“Mau masuk kamar ini penuh, kamar itu penuh, ternyata belum disiapkan, masih dicari-cari? Kayak dipingpong cari ruangan,” kata Lilik.

Sementara itu, Direktur Pelayanan RSAM Pad Dilangga membantah tuduhan tersebut.

Pasalnya, pasien ini udah dirawat di IGD dan udah dikonsultasikan kepada Dokter Riki untuk ditransfusi darah sebanyak dua kantong dan juga trombosit 10 kantong.

“Dokter Riki udah mengedukasi keluarga pasien situasi pasien terlampau betul-betul dan dapat dipindahkan ke ruangan rawat khusus penyakit dalam,” kata Pad Dilangga.

Diberitakan sebelumnya, sebuah peristiwa yang dianggap penelantaran pasien di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM) Bandar Lampung jadi viral di media sosial.


suka bermain poker .... gabung aja disini di jamin aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!



AGEN POKER | AGEN DOMINO99 | DOMINO ONLINE




Image and video hosting by TinyPic\

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger