Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Pengepul Durian Tega Membunuh Ayah Kandungnya Sendiri

Pengepul Durian Tega Membunuh Ayah Kandungnya Sendiri

Posted by Cinta Berita on Minggu, 09 Februari 2020




CINTABERITA - Gunawan Sucipto Pane (26), pemuda yang membunuh ayah kandungnya sendiri di Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, kini sudah meringkuk di balik sel tahanan Mapolsek Parongil, Jalan Sidikalang-Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sabtu (8/2/2020) sore.

ia terkulai lemas di lantai sel. Kapolsek Parongil, Iptu Maruli Tambunan mengatakan, Gunawan baru saja dimasukkan ke di dalam sel sore itu. Ia sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Semalam suntuk dia diperiksa. Baru saja siap," ujar Maruli.

Maruli mengungkapkan, Gunawan mengaku menyesal kepada penyidik. Ia tersulut emosi dikarenakan ditegur secara kasar, sesudah itu dimaki dan dilempar batu oleh ayahnya, Torang Pane (50).

"Untuk sementara, dia kami memakai Pasal 351 Ayat (3) KUHP tentang Penganiayaan Berujung Hilangnya Nyawa Orang dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan," ujar Maruli lagi.

Maruli menuturkan, Gunawan baru saja pulang merantau berasal dari Jakarta. Ia lagi ke kampung halamannya tentang syukuran atas kelahiran sekaligus pembaptisan anak pertamanya.

Berhubung di kampungnya musim durian, pemuda tamatan SMK ini enggan cepat-cepat lagi ke Jakarta.


Suka main lotre dan bingung cari bandar lotre online terpercaya.....? Tak Usah Bingung lagi uda gak jaman ini ada bandar oline terpercaya se -indonesia dan paling aman ... hanya dsini dengan minimal dposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka hatimu banyak bonus dan hadiah menarik lainya.

agen togel resmi | agen togel terpercaya |  bandar togel terpercaya 

"Pelaku sama ibunya bikin usaha jadi pengepul durian. Durian-durian berasal dari petani, mereka tampung, selanjutnya dijual lagi sama tauke," ungkap Maruli.

Maruli menyebut, barang bukti pisau yang digunakan Gunawan untuk membabat ayahnya tetap belum ditemukan.

"Masih belum ditemukan. Sedang kami cari," kata Maruli.

Gunawan yang juga seorang residivis persoalan curanmor ini, jadi Maruli, mengaku sepanjang ini sebetulnya tidak cukup serasi dengan ayahnya. Sebab, menurut Gunawan, tingkah laku Torang terbilang kasar.

Diberitakan Tribun Medan sebelumnya, dikarenakan ditegur, dimaki, dan dilempar batu oleh ayah kandungnya, Gunawan Sucipto Pane (26) gelap mata. Ia nekat menebas ayahnya, Torang Pane (50), gunakan pisau besar hingga tewas.

Peristiwa ini terjadi di Desa Lae Parira, Kecamatan Lae Parira, Kabupaten Dairi, Sabtu (8/2/2020) dini hari lebih kurang pukul 00.30 WIB.

Kapolsek Parongil Iptu Maruli Tambunan mengungkapkan, jenazah Torang Pane sudah dibawa ke RSUD Sidikalang dan kini sudah disemayamkan di rumah duka. Sementara, Gunawan Pane sudah ditangkap dan kini tetap diperiksa.

"Kasus ini ditangani Polsek Parongil. Pelaku dan saksi-saksi waktu ini tetap di Unit Res, tetap disita keterangannya," tutur Maruli kepada Tribun Medan, Sabtu (8/2/2020) siang.

Kejadian ini, kata Maruli, bermula saat Gunawan Pane menggelar durian di halaman rumah ayahnya, Desa Lae Parira, untuk dijual kepada tauke. Durian perlu digelar guna penyortiran.

Melihat halaman rumahnya penuh, Torang Pane gusar dan menyapa anaknya dengan kata-kata yang agak kasar.

"Dibilang bapaknya, 'Jangan kau bikin bisnismu di rumah ini!'. Si anak heran, selanjutnya menjawab: 'Apanya maksudmu, pak?'," beber Maruli.

Sejurus kemudian, Torang Pane terjadi ke arah samping rumah untuk menyita batu dan melemparkan batu itu ke Gunawan Pane.

"Korban melempar batu ke anaknya, selanjutnya bilang, 'Masih di sini kau, Babi? Pergi kau! Harus kumatikan kau!," beber Maruli lagi.

Kalap, Gunawan bangkit berasal dari jongkoknya dan bergegas menuju mobilnya untuk menyita pisau. Setelah itu, Gunawan menghampiri ayahnya dan menebas punggung ayahnya sekali.

Tak puas, Gunawan lanjut menebas kepala ayahnya dua kali. Istri Torang sekaligus ibu Gunawan sesudah itu melerai pembantaian itu.

Melihat ayahnya tersungkur, Gunawan lari ke rumah tetangga. Warga sesudah itu melaporkan perihal itu kepada Polsek Parongil dan mengusahakan memberi dukungan pertama kepada Torang.

Di perjalanan menuju rumah sakit, Torang mengembuskan nafas terakhirnya.

"Pisau yang dipakai pelaku berukuran panjang lebih kurang 25 cm, lebar 4 cm," ungkap Maruli.



Image and video hosting by TinyPic\

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger