Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Angka Kematian Pasien Positif Virus Corona Terus Bertambah di Indonesia, Terbanyak Ada DKI Jakarta

Angka Kematian Pasien Positif Virus Corona Terus Bertambah di Indonesia, Terbanyak Ada DKI Jakarta

Posted by Cinta Berita on Minggu, 29 Maret 2020



CINTABERITA - 102 pasien yang terinfeksi virus corona meninggal dunia. Juru berbicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan angka itu berdasarkan information yang disatuka hingga Sabtu (28/3/2020) pukul 12.00 WIB.

Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal mengalami menambahkan di 11 Provinsi, dan paling banyak berada di DKI Jakarta.

Total 62 pasien di DKI Jakarta meninggal dunia, disusul sesudah itu Jawa Barat sebanyak 17 orang dan Jawa Tengah sebanyak tujuh orang.

Wilayah Jawa Timur dan Banten hingga saat ini tercatat empat pasien virus corona yang meninggal dunia. Lalu ada Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang juga mencatatkan pasien meninggal virus corona sebanyak dua orang. 

Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan hingga kini baru satu orang pasien yang meninggal dunia.

Hingga Sabtu, keseluruhan kasus positif Covid-19 menjadi 1.155 kasus. Sebanyak 59 orang diantaranya sembuh dan 102 pasien meninggal.

Sebelumnya diberitakan, Jika Virus Corona atau covid-19 tak menyusut hingga bulan Ramadan, Sosiolog Imam Prasodjo prediksi tempat tinggal sakit hingga tenaga medis bakal kewalahan

Hingga kini kasus Virus Corona di Indonesia tak kunjung mereda, justru jadi meningkat.

Sosiolog Imam Prasodjo mengaku waswas lantaran banyak orang Indonesia yang tetap menyepelekan bahaya virus corona.

Ia juga memprediksi, jikalau Virus Corna tetap meningkat hingga bulan Ramadan, maka tempat tinggal sakit dan tenaga medis bakal kewalahan.

Imam Prasodjo membayangkan jikalau sikap orang Indonesia tetap banyak yang menyepelekan corona ini bertahan hingga bulan puasa, maka tempat tinggal sakit sanggup kolaps.


Angka Kematian Pasien Positif Virus Corona Terus Bertambah, Terbanyak Ada DKI Jakarta, Ini Faktanya


Hal ini lantaran sanggup menjadi masyarakat Indonesia banyak yang nekat untuk ibadah tarawaih berjemaah, mudik, atau kegiatan ibadah lain yang membuat kerumunan.

hal ini diungkapkan Imam dalam acara DUA SISI unggahan YouTube Talk Show tvOne, Kamis (26/3/2020).

Imam mengaku sejak awal kemunculan Virus Corona  telah punyai firasat, penularannya bakal parah.

"Saya telah memprediksi, virus ini mempunyai keganasan menular yang luar biasa yang kita kudu antisipasi," kata Imam Prasodjo.

Dari kesadaran bakal parahnya virus corona, Imam Prasodjo hingga terasa waswas.

Namun yang utama membuat Imam Prasodjo waswas bukan seberapa mematikan Virus Corona, namun betapa banyak orang Indonesia yang berasumsi enteng.

"Saya secara pribadi, aku juga waswas, namun waswas bukan dikarenakan virusnya, waswas pada masyarakat yang berasumsi enteng tanda-tanda mewabahnya virus ini," terang Imam Prasodjo.

Sosilogi Imam Prasodjo menyebut banyak orang yang tetap santai saja dan tidak menghiraukan imbauan pemerintah, di antaranya untuk menghindari kerumunan.

"Orang yang dengan benar-benar rileksnya, kita telah disarankan untuk tinggal di rumah, jangan laksanakan kerumunan, namun dia laksanakan itu juga," ungkap Imam Prasodjo.

Iapun menghendaki Indonesia sanggup mengikuti sikap warga negara lain seperti Korea Selatan yang warganya sanggup telaten tanpa lockdown.

Tanpa kudu aparat bersikap keras seperti di China.

"Nah itu yang membuat aku waswas, dikarenakan jikalau melihat apa yang terjadi di Korea misalnya, mereka luar biasa disiplin, tidak kudu ada lockdown, namun dia patuh pada wejangan terpapar atau memaparkan," terangnya.

Kekhawatiran Imam Prasodjo juga mengarah kepada wabah Virus Corona nanti kala bulan Ramadhan.


BINGUNG CARI BANDAR DAN AGEN BOLA TERPERCAYA ..? GABUNG DISINI SAJA HANYA MINIMAL DEPOSIT 25000 KAMU SUDAH BISA BERMAIN BANYAK PERMAINAN DENGAN MENGGUNAKAN 1 USER ID SAJA . 


AGEN SBOBET |  BERITA BOLA | AGEN IBCBET

Menurutnya, masyarakat kudu sejak saat ini didisiplinkan sehingga nantinya penularan tidak makin kritis akibat sikap nekat saat bulan Ramadan.

"Saya tuh ketar-ketir pada saudara-saudara kita yang sebangsa, yang berasumsi enteng pada apa yang terjadi," kata Imam Prasodjo.

"Apalagi nanti jikalau puasa, kita kudu ada persiapan bagaimana berikan kesadaran ibadah," sambungnya.

Sebagai pemeluk agama Islam, Imam mengaku dirinya juga pasti bakal sulit untuk tidak laksanakan ibadah Salat Tarawih berjemaah di masjid.

"Saya sebagai orang muslim pasti Tarawih berjamaah, itu satu hal yang sulit sekali untuk tidak dilakukan, dikarenakan telah terbiasa," kata Imam Prasodjo.

Namun Imam menyadari jikalau umat muslim tetap nekat untuk laksanakan ibadah yang berkerumun, maka korban Virus Corona bakal makin banyak dan tempat tinggal sakit makin kewalahan.

"Tetapi jikalau tetap dikerjakan juga, risikonya (besar).

Orang saat ini (pasien) telah 800-an lebih," kata Imam Prasodjo.

Bisa menjadi mereka telah terpapar Virus Corona atau terpapar dalam perjalanan sehingga menularkan kepada seluruh saudaranya di kampung.

"Apalagi nanti mudik.

Kebayang enggak jikalau perumpamaan masyarakat kita tidak benar-benar pikirkan bahwa ini adalah sesuatu yang berbahaya," ujar Imam.

"Dan sesudah itu mudik dalam situasi yang bisa saja terpapar dalam perjalanan dan menulari seluruh saudara," imbuhnya.








SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger