Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Korea Terapkan Himbauan Keras , Siapapun yang Tidak Taat Aturan Karantina Virus Corona akan Dibunuh

Korea Terapkan Himbauan Keras , Siapapun yang Tidak Taat Aturan Karantina Virus Corona akan Dibunuh

Posted by Cinta Berita on Kamis, 26 Maret 2020




CINTABERITA - SELAMA ini cuma Korea Utara yang menerapkan hukuman tembak mati pada orang terinfeksi virus corona yang kabur dari karantina.

Namun Selasa (24/03/2020) pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadyrov melontarkan pernyataan serupa.

Kadyrov menegaskan bahwa siapa pun yang tidak taat ketetapan dapat dibunuh.

Pernyataan keras ini dilontarkan Kadyrov sehabis negara anggota Rusia yang didominasi muslim itu mengkonfirmasi tiga masalah infeksi virus corona pertamanya.

Kasusnya berasal dari seorang warga Chechnya yang kembali dari perjalanan ibadah umrah di Mekah dan tidak mematuhi ketetapan karantina. 

Mengutip kantor berita regional Kaukasus, Knot News, Kadyrov menegaskan bahwa siapa pun yang tidak taat ketetapan dan imbauan (karantina) dapat dibunuh.

Orang yang terinfeksi tidak cuma sakit tapi terhitung sanggup menulari keluarganya, saudara perempuan dan lelakinya, terhitung tetangganya, demikian ucap Kadyrov.

Kadyrov terhitung memberikan bahwa orang yang menyebarkan Info palsu berkenaan virus corona mesti dihukum dengan fasilitas masyarakat.

Pada Selasa juga, Kadyrov memerintahkan penutupan restoran, kafe dan tempat ramai di Chechnya sebagai usaha penghentian penularan virus.

Awal bulan ini, Kadyrov tadinya menepis kegelisahan berkenaan virus Covid-19 dan berharap warganya untuk minum air campuran lemon dan madu untuk menaikkan proses imun.

Termasuk terhitung mengonsumsi bawang putih untuk bersihkan darah.

Virus corona telah menewaskan lebih dari 18 ribu orang di seluruh dunia.

Untuk itu, Rusia telah laksanakan tindakan antisipasi untuk menghindar pelebaran wabah virus corona di negaranya.

Sejauh ini terdapat 658 masalah infeksi virus corona dilaporkan di seluruh Rusia dengan tiga masalah berjalan di republik Chechnya, negara anggota utara Kaukasus yang didominasi masyarakat muslim.

Pemerintah Rusia sejauh ini terhitung telah mengatakan kepada lokasi negara itu untuk menutup klub malam dan bioskop untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Ramzan Akhmadovich Kadyrov (43) adalah Presiden Republik Chechnya sejak 15 Februari 2007.

Ia dilantik sebagai presiden Chechnya pada 6 April 2007 atas penunjukan Presiden Vladimir Putin.

Dengan tangan kanannya di atas UUD Chechnya, Ramzan diambil alih sumpah kepresidenannya oleh Presiden Rusia Vladimir Putin di Kota Gudermes.

Ramzan Kadyrov adalah putra dari (alm) Akhmad Abdulkhamidovich Kadyrov, Presiden Chechnya yang tewas dibunuh pada 9 Mei 2004.

Akhmad tewas didalam aksi pengeboman yang dipimpin ekstrimis Chechnya Shamil Basayev di didalam Stadion Dinamo Grozny kala parade peringatan kemenangan Perang Dunia II di ibukota Grozny.

Chechnya, sebuah Republik Otonom anggota dari Federasi Rusia yang terdapat di Kaukasus Utara dengan masyarakat sekitar 1.268.989 (sensus resmi th. 2010) dengan mayoritas adalah Muslim Sunni dan lebih dari satu Nasrani Orthodoks. 

Dikutip dari Wikipedia, Keberpihakan Kadyrov, baik ayah maupun anak (Akhmad dan Ramzan) kepada Vladimir Putin.

Karantina Lansia

Image result for Korea Utara

Sedangkan di Moskwa, Pemerintah Kota Moskwa, berharap sehingga lansia berusia di atas 65 th. untuk tinggal di tempat tinggal selama wabah Covid-19.

Tetapi, larangan itu menyadari tidak dapat berlaku bagi Presiden Vladimir Putin, meski usia yang mengenai 67 tahun.

Demikian info Kremlin. Dalam video yang diunggah di situsnya, Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin menerangkan, seluruh warga di usia 65 th. diharuskan tinggal di tempat tinggal selama 26 Maret sampai 14 April.

"Anda kemungkinan tidak suka, atau menentangnya. Tetapi percayalah, Saya laksanakan ini demi kebaikan Anda," kata Sobyanin yang terhitung ketua gugus penanganan virus corona Rusia.

Dalam keterangannya, Sobyanin mengatakan lansia baru diperbolehkan untuk nampak untuk kepentingan membeli bahan kebutuhan pokok atau pun apotek.

Karantina Lansia

Sedangkan di Moskwa, Pemerintah Kota Moskwa, berharap sehingga lansia berusia di atas 65 th. untuk tinggal di tempat tinggal selama wabah Covid-19.

Tetapi, larangan itu menyadari tidak dapat berlaku bagi Presiden Vladimir Putin, meski usia yang mengenai 67 tahun.

Demikian info Kremlin. Dalam video yang diunggah di situsnya, Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin menerangkan, seluruh warga di usia 65 th. diharuskan tinggal di tempat tinggal selama 26 Maret sampai 14 April.

"Anda kemungkinan tidak suka, atau menentangnya. Tetapi percayalah, Saya laksanakan ini demi kebaikan Anda," kata Sobyanin yang terhitung ketua gugus penanganan virus corona Rusia.

Dalam keterangannya, Sobyanin mengatakan lansia baru diperbolehkan untuk nampak untuk kepentingan membeli bahan kebutuhan pokok atau pun apotek.

obyanin tidak menjabarkan apakah para lansia itu dapat dihukum kalau melanggar.

Tetapi, generasi muda terancam hukuman kalau membangkang.

Si wali kota menjelaskan, kalau ada grup usia pekerja kedapatan melanggar, maka otoritas dapat mendendanya 4.000 ruble, atau Rp 833.200.

Dia terhitung mengimbau kepada generasi muda untuk jauhi kontak dengan orang tua fungsi jauhi infeksi, dan menolong kalau ada lansia yang tinggal sendiri.

Meski telah menerapkan ketetapan tersebut, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov bicara dikutip CNN, Putin tidak terhitung alam aturan.

"Presiden tengah bekerja. Kalian tengah melihatnya," kata Peskov didalam konferensi pers. 

Sebelumnya Korea Utara dilaporkan mengeksekusi seorang pasien yang terinfeksi virus corona karena pergi ke pemandian lazim kala masih dikarantina.

Aksinya tersebut dinilai membahayakan masyarakat lazim lantaran sanggup menyebarkan virus corona.

Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain dini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 


Bandar Togel Singapore | Bandar Togel | Togel Online Terpercaya

New York Post yang mengutip surat kabar Korea Selatan, Dong-a Ilbo melaporkan bahwa lelaki itu, seorang pejabat pemerintah telah di letakkan di ruang isolasi sehabis laksanakan perjalanan ke China.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah mengatakan dapat laksanakan tindakan secara hukum militer bagi barang siapa yang meninggalkan lokasi karantina tanpa izin.

Lembaga pemerintah dan orang asing yang tinggal di Korea Utara terhitung dikehendaki untuk mematuhinya "tanpa syarat", kata media Korea Utara.

Pyongyang memberitakan bahwa karantina telah diperpanjang sampai 30 hari - lebih dari dua kali yang direkomendasikan oleh bos kesehatan dunia.

Kim Jong Un pun nyaris sepenuhnya menutup perbatasan dengan China, satu-satunya sekutu diplomatik utama mereka.

Penerbangan dikurangi dengan jalur dan rel kereta baik yang tertutup atau terlampau dibatasi.

Sementara itu, pejabat tersebut dikarantina di bawah kebijakan mengisolasi siapa pun yang dulu ke China.

Bahkan, seorang pejabat lain dikatakan terhitung diasingkan ke sebuah peternakan Korea Utara sehabis mencoba untuk menutupi perjalanannya ke negara asal wabah virus corona, China.

Pejabat kedua yang diasingkan dilaporkan adalah anggota Badan Keamanan Nasional Korea Utara, menurut Mirror.








SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger