Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Sudah Terapkan Lockdown, Korban Covid-19 Italia Melonjak, Malah Lebih Tinggi Dari China

Sudah Terapkan Lockdown, Korban Covid-19 Italia Melonjak, Malah Lebih Tinggi Dari China

Posted by Cinta Berita on Minggu, 22 Maret 2020




CINTABERITA - Italia jadi negara Eropa yang memulai penerapan siasat lockdown keseluruhan sejak 10 Maret 2020 sampai 3 April 2020 untuk mengendalikan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Sebelumnya, Italia telah menerapkan lockdown di lebih dari satu wilayah di anggota utara.

Namun sampai Sabtu (21/3/2020) Italia tambah mencatat masalah Covid-19 tertinggi di luar China.

Sedangkan untuk kematian pasien Covid-19, Italia tambah mencatatkan angka tertinggi melebihi China.

Data dari Worldometers perlihatkan sampai Sabtu (21/3/2020) Italia mencatatkan 47.021 masalah virus corona.  

Sedangkan 4.032 korban meninggal dunia yang melebihi kuantitas korban di China, yaitu 3.255 orang.

Bahkan di dalam sehari, ada sekitar 627 kematian baru akibat virus corona atau Covid-19.

Sementara kuantitas pasien sembuh 5.129 orang.

Apa yang terjadi?

Melihat perihal ini, sebanyak 12 pakar medis dari Provinsi Zhejiang China Timur dikirim ke Italia pada Selasa (17/03/2020) berdasarkan laporan Xinhua News.

Bantuan itu diberikan untuk bantu atasi virus corona di semenanjung Apennine, Italia.

Tim medis dari Zhejiang itu terdiri dari lebih dari satu pakar rumah sakit provinsi dan pusat Zhejiang untuk pencegahan dan pengendalian penyakit.

Mereka berasal dari beragam departemen seperti pernapasan, perawatan intensif, penyakit menular dan pengobatan tradisional China (Traditional Chinese Medicine).

Tak cuma itu, China juga menyumbang lebih dari satu alat kesehatan

Di antaranya peralatan ICU dan peralatan medis lain seperti puluhan set ventilator, monitor, pompa infus saluran ganda, dua mesin ultrasound warna portabel serta 60 ribu cairan reagen untuk pengujian.

Secara keseluruhan, China telah mengirim 35,4 ton pasokan medis dan obat-obatan untuk Covid-19 ke Italia.

Namun tim medis dari China berikut melaporkan bahwa mereka mendapatkan sejumlah masalah di Italia.

Dilansir dari TIME, Sun Shuopeng, ketua eksekutif palang merah penduduk China yang mampir ke Italia untuk mendukung lakukan press konferens di Milan pada 19 Maret 2020.

Menurutnya, ada lebih dari satu masalah di Italia.

"Kami baru saja mampir dari kota Cordoba."

"Tetapi saya temukan di kota Milan, yang merupakan tempat terparah oleh Covid-19, Anda (negara Italia) punya kebijakan lockdown yang amat longgar," ucap Sun Shuopeng.

Alasannya transportasi umum masih berfungsi, orang masih berjalan-jalan, dan masih berkumpul di hotel.

Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain dini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 


Bandar Togel Singapore |  Bandar Togel | Togel Online Terpercaya

"Saya lihat banyak orang tidak Mengenakan masker."

"Saya tidak sadar apa yang Anda pikirkan."

Oleh karenanya, Sun Shuopeng menyarankan lebih dari satu hal.

"Saat ini kami mesti menghentikan waktu."

"Kita mesti menghentikan seluruh kesibukan ekonomi."

"Kita mesti mengurangi seluruh kesibukan ekonomi."

"Kita mesti menghentikan interaksi sosial yang sanggup kami lakukan."

Sun Shuopeng berharap seluruh orang mesti tinggal di rumah untuk karantina.

Apa yang dianjurkan Sun Shuopeng merupakan perihal mereka lakukan di Wuhan.

"Kehidupan seluruh orang adalah perihal yang paling penting waktu ini."

"Satu bulan sehabis Wuhan lockdown, kami sanggup merealisasikan perawatan di rumah sakit dan seluruh pasien COVID-19 dan menggapai titik puncak kesembuhan," tutup Sun Shuopeng.

Bahkan sejak 19 Maret 2020, Wuhan mencatatkan tidak ada masalah baru Covid-19.

50.000 Pelanggar Karantina

Kritik tim medis China ini ada benarnya. 

Italia telah mendenda lebih dari 50.000 orang sebab melanggar peraturan karantina, yang diterapkan sepanjang jaman lockdown.

The Independent mengabarkan pada Kamis (19/3/2020) saja 9.407 orang ditindak sebab melanggar peraturan karantina.

Sudah Terapkan Lockdown, Korban Covid-19 Italia Melonjak, Lebih Tinggi dari China, Ini Pemicunya

Jumlah ini meningkat sekitar 1.000 dibandingkan hari sebelumnya. Data diambil dari laporan Kementerian Dalam Negeri.

Pihak berwenang telah berikan sadar bahwa yang meninggalkan rumah cuma diizinkan bagi yang bekerja, sebab alasan kesehatan, atau situasi darurat.

Denda ini juga meliputi lebih dari satu pastor yang senantiasa lakukan pemakaman, menurut pantauan dari tempat setempat Campagna dan Veneto.

Padahal, prosesi pemakaman juga berpotensi menularkan virus corona Covid-19, meski orang yang dimakamkan telah tiada.

"Pemakaman sama risikonya dengan perkumpulan publik. Saya punya pasien yang tertular virus sehabis menghadiri pemakaman di Puglia," kata Alessandro Grimaldi, dikutip dari Aljazeera.

Toko-toko dan restoran juga lebih dari satu da yang ditemukan senantiasa beroperasi melayani pelanggan, padahal telah diperintahkan untuk ditutup. Sejak 11 Maret, telah lebih dari 1.800 pemilik usaha yang dikenai dakwaan pelanggaran. Para pelanggar berikut kini berhadapan dengan hukuman denda atau tiga bulan penjara.

Jika situasi belum membaik, Giuseppe Conte mengindikasikan periode lockdown akan diperpanjang.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger