Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Berikut Potret Kenangan 'Pahlawan COVID-19' Ibu Perawat Ari Puspitasari sebelum Meninggal

Berikut Potret Kenangan 'Pahlawan COVID-19' Ibu Perawat Ari Puspitasari sebelum Meninggal

Posted by Cinta Berita on Rabu, 20 Mei 2020



CINTABERITA - Beredar di media sosial cuplikan video yang memperlihatkan 4 petugas medis yang tengah menggunakan pakaian Alat Pelindung Diri (APD) berwarna putih sedang mendorong satu unit bed pasien.

Bed pasien yang dilengkapi ventilator itu didorong petugas medis dari salah suatu ruangan dan melewati sebuah lorong hingga menuju lift.

Saat melewati lorong menuju lift, perekam video terdengar menyebut nama rekannya sambil menangis.

Bahkan beberapa kali si perekam menyebutkan nama si pasien.

"Ya Allah Ari, Ari, Ari Ari," katanya sambil menangis.

Di sekitar perekam, tampak sejumlah perawat juga menangis dan ada yang pingsan melihat temannya dievakuasi dari dalam ruangan.

Juru Bicara RS Royal Surabaya, dr Dewa Nyoman Sutanaya mengatakan, Aris Puspitasari perawat RS Royal Surabaya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 adalah sosok pasien yang meninggal dunia, pada Senin (18/5/2020), sekira pukul 10.15 WIB.

Aris Puspitasari meninggal dunia dalam kondisi hamil tetapi belum diketahui secara pasti usia kehamilannya. 

"Informasi yang saya dapat yang bersangkutan memang sedang hamil, tapi saya belum dapat info usia kehamilannya," ujar dr Dewa.

Ari Puspitasari, kata Dewa belum dipastikan mengidap Covid-19 karena hasil swab sampai hari ini belum keluar. Namun, gejala yang dialami Ari mengarah ke Covid-19 sehingga statusnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19.

Ari Puspitasari sudah setahun lebih bekerja sebagai perawat di RS Royal Surabaya.

Dia bertugas di tempat layanan yang bukan untuk pasien Covid-19.

"Beliau bertugas di tempat layanan pasien biasa, bukan pasien Covid-19," jelas dr Dewa.

Saat ini, sesuai protokol kesehatan, semua perawat dan dokter yang pernah memiliki riwayat kontak dengan Ari Puspitasari ditracing dan isolasi.

Meninggalnya sang perawat, Ari Puspitasari ini, turut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

Khofifah menyampaikan ucapan dukacita melalui  akun Instagram-nya, @khofifah.

Orang nomor satu di Jatim itu menyebut, Ari Puspitasari merupakan sosok pahlawan dalam bidang kesehatan.  

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kembali pahlawan medis Jawa Timur berpulang. Atas nama pribadi dan Pemprov Jawa Timur, saya ucapkan dukacita mendalam dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas pengabdian dan pengorbanan almarhumah Ari Puspita Sari, S.Kep, Ns," tulis Khofifah.



Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 


"Doa terbaik kami, semoga almarhumah dan janin yang dikandungnya syahid dan diganjar oleh Allah SWT dengan surga. Pun, semoga Allah memberikan ketabahan dan keikhlasan bagi keluarga besar yang ditinggalkan. Aamiin," lanjut Khofifah.

Di media sosial aplikasi WhatsApp, netizen turut membagikan Instagram Ari Puspitasari. 

"Ini IG-nya lur, https://instagram.com/aripuspitas  barangkali mau kasih ucapan bela sungkawa dan apresiasi kepada alm. Selamat jalan pahlawan Covid.. Semoga amal ibadahmu diterima disisiNYA. Surga tempatmu.. Amin," tulis Fransiskus Wawan.

Berikut foto-foto kenangan Ari Puspitasari semasa hidupnya yang dibagikan ke publik melalui akun Instagram-nya @aripuspitas. 

Terungkap Perawat Ari Tiba di RS dalam Kondisi Kritis, Hasil Swab ...


FOTO-FOTO Perawat Surabaya Ari Puspitasari Sebelum Meninggal ...

59 Orang Meninggal Dalam Sehari

Kasus terbaru korban meninggal pasien positif virus Corona 2019 atau Covid-19 berjumlah 59 jiwa dalam sehari, pada Minggu (17/5/2020).

Update jumlah 59 kasus meninggal pasien Covid-19 per hari ini merupakan angka tertinggi selama Mei 2020.

Meninggalnya 59 pasien yang terjangkit Corona ini sekaligus tertinggi kedua atau ranking 2 terbanyak meninggal dalam sehari,  sejak pertama kali ditemukan  kasus meninggal pasien Covid-19 di Indonesia, pada 11 Maret 2020.

Kasus positif Corona pun cenderung meningkat tinggi. Konfirmasi Covid-19 positif naik atau bertambah 489 orang pada hari yang sama. 

Situasi yang memprihatinkan tentu. Sebab pada saat yang sama, pusat-pusat perbelanjaan di beberapa tempat sudah mulai bukan, pasar tradisional mulai ramai, jalan-jalan diapdati pengguna lalu-lintas. Bahkan pemerintah memberi tanda-tanda atau sinyal semakin bebas atau longgar terhadap peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Dikutip WartaKotaLive.com dari situs resmi Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19, Covid19.go.id, kasus terbanyak meninggal terjadi pada 14 April, yakni 60 orang wafat dalam sehari.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto membenarkan jumlah korban corona yang meninggal tersebut.

"Konfirmasi Covid-19 positif naik 489 orang sehingga totalnya menjadi 17.514 orang. Kasus sembuh meningkat 218 orang, sehingga total menjadi 4.129 orang. Kasus meninggal 59 orang, sehingga totalnya 1.148 orang," ujar Achmad Yurianto dalam keterangan pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (17/5/2020).

Berdasarkan data Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan CovidD-19 yang dicatat Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19,  jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per hari ini Minggu (17/5/2020) pukul 12.00 WIB bertambah 489 orang sehingga totalnya menjadi 17.514.

Pasien sembuh menjadi 4.129 setelah ada penambahan 218 orang dan kasus meninggal menjadi 1.148 dengan penambahan 59 orang.

Kriteria pasien sembuh yang diakumulasikan tersebut adalah berdasarkan hasil uji laboratorium selama dua kali dan ketika pasien tidak ada lagi keluhan klinis.

Dalam hal ini, ada faktor penyakit penyerta atau komorbiditas hipertensi, diabetes, jantung dan penyakit paru-paru, yang memperburuk kondisi pasien hingga meninggal dunia.


SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger