Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Memanas Hubungan Khofifah Vs Risma Setelah 2 Karyawan Sampoerna Tewas Corona

Memanas Hubungan Khofifah Vs Risma Setelah 2 Karyawan Sampoerna Tewas Corona

Posted by Cinta Berita on Selasa, 05 Mei 2020


CINTABERITA - Meninggalnya 2 karyawan pabrik Sampoerna akibat virus corona kini tetap menjadi pembicaraan banyak publik.

Akibatnya ratusan karyawan lain yang bekerja di pabrik Sampoerna mesti menjalani serangkaian tes virus corona.

Melansir Kompas.com, hasil tes swab gelombang pertama menyebutkan, 34 berasal dari 46 orang yang menjalani pemeriksaan, positif Covid-19.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur sekaligus Direktur Utama RSU dr Soetomo Surabaya dr Joni Wahyuhadi mengatakan, masalah di pabrik Sampoerna adalah bukti bahwa virus ini terlampau infeksius.

Fakta ini bahkan berhasil mengejutkan pihak RSU dr Seotomo Surabaya, sebab tetap ada 54 karyawan lain yang belum menjalani tes gelombang kedua.

"Gelombang ke-2 sisanya baru melaksanakan swab Jumat dan paling cepat Sabtu hasilnya baru keluar," ujar Joni, dikutip berasal dari Kompas.com.

Surabaya kemudian menjadi penyumbang infeksi virus corona yang besar di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun menyayangkan respons Pemkot Surabaya yang dinilai lelet dan lamban dalam menanggulangi masalah tersebut.

Khofifah menyebutkan, masalah itu sudah dilaporkan oleh pihak pabrik ke Dinas Kesehatan Surabaya pada 14 April 2020.

Tepat sementara dua karyawannya meninggal dunia.

"Mungkin tidak detil informasinya. Jika laporannya detil bisa saja dapat melalukan respons cepat," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (1/5/2020) malam.

Menurut Khofifah, tanggapan cepat dalam keadaan seperti ini dapat mendukung menahan laju infeksi virus corona.

Sementara itu, Pemerintah Surabaya lewat Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser membantah tudingan Khofifah.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser dan Koordinator Bidang Pencegahan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita sementara menggelar jumpa pers soal masalah Covid-19 di pabrik rokok PT HM Samporna Tbk di Balai Kota Surabaya, Sabtu (2/5/2020).

 Fikser mengatakan, pemkot Surabaya tak pernah main-main dalam menanggulangi pandemi ini, juga masalah di pabrik Sampoerna.

Menurutnya, sementara terima laporan adanya dua karyawan meninggal, mereka sesegera bisa saja bertindak bersama memanggil pihak perusahaan.

Pemkot Surabaya lah yang mendorong perusahaan untuk langsung melaksanakan rapid test secara masif.

"Pemerintah kota tidak pernah terlambat, Ibu Gubenur (Jawa Timur) tidak benar. Awal mulanya pada tanggal 2 April yang terkait itu sakit dan berobat ke klinik perusahaan," kata Fikser, Sabtu (2/5).

Pasien sakit itu kemudian dirujuk ke tempat tinggal sakit untuk menjalani swab tes di tempat tinggal sakit berbeda.

Menurut Fikser, sementara dua karyawannya meninggal dunia, pemerintah Surabaya juga terus melaksanakan pemantauan masalah dii pabrik Sampoerna.

"Begitu kita ketahui, tanggal 16 April Dinkes memanggil perusahaan Sampoerna. Jadi, bukan perusahan yang melapor, tetapi kita yang memanggil. Kami yang menemukan. Monggo (silahkan) mampu bertanya ke Sampoerna," katanya.

Bukan cuma Fikser, Koordinator Bidang Pencegahan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita juga tak sepakat bersama tudingan Gubernur Jawa Timur.

Sebab kata Febria, sementara dua pegawai pabrik meninggal dunia, pihaknya langsung meminta 506 pegawai lain isolasi mandiri.

"Saat itu, puskesmas melaksanakan tracing dan ditemukan terkandung knowledge kontak erat bersama karyawan," kata Febria.

BINGUNG CARI BANDAR DAN AGEN BOLA TERPERCAYA ..? GABUNG DISINI SAJA HANYA MINIMAL DEPOSIT 25000 KAMU SUDAH BISA BERMAIN BANYAK PERMAINAN DENGAN MENGGUNAKAN 1 USER ID SAJA . 


AGEN SBOBET | BERITA BOLA |  AGEN IBCBET 


"Kami begitu paham satu orang sakit langsung kita cari siapa orang dalam pemantauan (ODP) mana dan pasien dalam pengawasan (PDP) nya," lanjutnya.

"Jadi, tidak benar kecuali kita terlambat dalam penanganan Covid-19. Kami pun mencarikan tempat tidur mereka yang positif dan sudah mampu seratus untuk karyawan Sampoerna. Dan memantau kurang lebih 200 orang keluarga karyawan," ujarnya.

Adapun dalam peluang sebelumnya, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dengan sebutan lain Risma membongkar masalah corona di pabrik Sampoerna.

Mengutip Tribun Jatim, Risma menjelaskan bahwa masalah itu berawal berasal dari kebohongan pegawai, di mana dua orang berstatus PDP nekat berangkat bekerja meski sudah diminta untuk isolasi.

Sehingga usaha tracing digencarkan dan ratusan karyawan menjalani rapid test dan juga karantina di keliru satu hotel di Surabaya.

Sementara rapid test menunjukkan adanya 100 karyawan positif, bersama 34 positif swab test gelombang pertama, dan dapat dilaksanakan swab test gelombang kedua.



SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger