Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Sarah Keihl Terancam 6 Tahun Penjara Terkait Lelang Keperawanan Sebesar 2 Miliar

Sarah Keihl Terancam 6 Tahun Penjara Terkait Lelang Keperawanan Sebesar 2 Miliar

Posted by Cinta Berita on Sabtu, 23 Mei 2020



CINTABERITA - Lelang keperawanan yang sempat disampaikan oleh selebgram Sarah Keihl lewat akun Instagram pribadinya dinilai melanggar kesusilaan.

Menurut Ahli Hukum dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Agus Riewanto, aksi Sarah Keihl yang menyatakan diri siap melelang keperawanan demi menolong korban Covid-19 itu mampu dikenai pasal 27 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2018 berkenaan ITE.

Agus menambahkan, di dalam pasal tersebut, Sarah Keihl mampu mendapat hukuman pidana maksimal 6 tahun penjara.

"Pasal itu menyesuaikan berkenaan larangan penyebaran informasi elektronik yang berbentuk pelanggaran kesusilaan."

"Itu yang disampaikan saat dia menjajakan keperawanan itu kan faktor susila, sesuatu yang dijunjung tinggi masyarakat namun dia informasikan secara daring di elektronik, secara main-main itu melanggar kesusilaan," ungkap Agus selagi dihubungi Tribunnews.com lewat lanjutan telepon, Kamis (21/5/2020) malam.

"Itu diatur di pasal itu, hukumannya maksimal 6 tahun," tambahnya.

Selain itu, menurut Agus, Sarah termasuk melanggar Pasal 296 jo Pasal 506 KUHP.

Dalam hal ini, Agus mengatakan, perbuatan Sarah dianggap sudah laksanakan pekerjaan mucikari ataupun PSK secara online.

"Bisa dikenai Pasal 296, Pasal 506 KUHP, di dua pasal itu intinya itu seseorang untuk menjadi mucikari dan PSK."

"Kalau yang dikatakan Sarah itu tersedia unsur dia menjajakan keperawanan, dia mampu tersedia unsur-unsur ini perbuatan PSK, boleh menjadi itu adalah tindakan yang berlaku sebagai mucikari. unsur itu mampu dijerat terhadap yang bersangkutan," terangnya.

Agus pun menyampaikan, walau Sarah sudah mengklarifikasi bahwa pernyataannya hanya berbentuk candaan ataupun sarkasme, hal itu selalu tidak mampu menghapus pidananya.

Hal ini lantaran, Agus mengatakan, di dalam hukum pidana maka yang dihukum adalah perbuatannya.

"Video yang dia hapus itu tidak menghalau perbuatannya, unsur pidananya selalu mampu dikenai," kata Agus.

Bahkan, Agus menambahkan, sekalipun Sarah sudah mengemukakan keinginan maaf, hal itu hanya mampu menjadi pertimbangan saat sudah diproses di pengadilan.

Ia pun menegaskan bahwa maaf tidak bakal menghapuskan pidana.

"Maaf di dalam pidana itu tidak dikenal, maaf tidak menghapuskan pidana, maaf itu bakal menjadi pertimbangan hakim terhadap selagi nanti seseorang itu diproses di pengadilan sebagai pertimbangan untuk meringankan hukuman, namun tidak menghilangkan," tahu Agus.

"Meskipun kontennya sudah dihapus ataupun berharap maaf, walau bercanda atau sarkasme, tidak menghalau perbuatannya, itu pidana, kejahatan," sambungnya.

Polisi Dapat Langsung Bertindak

Menurut Agus, di dalam masalah Sarah Keihl ini, polisi mampu segera laksanakan tindakan hukum.

Pasalnya, Agus menuturkan, masalah ini termasuk delik pidana lazim yang mampu segera ditindak tanpa pengaduan.

"Untuk pendidikan masyarakat, sebenarnya, ini kan kejahatan delik pidana lazim supaya polisi mampu melakukan tindakan tanpa pengaduan," ujar Agus.

"Jadi polisi mampu melakukan tindakan berkenaan unsur-unsur itu, dikaji, kemudian mampu ditangkap yang bersangkutan gara-gara itu kejahatan," sambungnya.

Agus mengatakan, tindakan Sarah selanjutnya mampu ditindak secara hukum gara-gara termasuk penyalahgunaan tempat sosial untuk kepentingan tekad kejahatan.


"Harus dibaca sebagai tekad jahat gara-gara yang bersangkutan tampaknya untuk menaikkan keuntungan material gara-gara menaikkan rating dia," kata Agus.

Selain itu, Agus termasuk menilai Sarah sudah remehkan dunia perempuan dan tidak menjunjung faktor kredibilitas perempuan.

Oleh gara-gara itu, ia pun berharap masalah Sarah ini mampu diproses untuk memberikan efek jera.

Ia mengaku khawatir sekiranya perbuatan layaknya yang dikerjakan Sarah ini tidak diproses hukum kemudian membuat anak muda lainnya untuk bermain-main dengan tempat sosial.

"Saya khawatir terkecuali yang begini tidak dihukum itu bakal membuat orang main-main di tempat sosial," kata Agus.

"Di medsos semuanya perbuatan baik namun dipermainkan untuk mencari sensasi, siapa tahu tersedia keuntungan, tekad mulanya baik, menolong korban Covid-19, namun dengan cara yang terlalu buruk," sambungnya.


suka bermain poker .... gabung aja disini di jamin aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!


BANDAR DOMINO99 |  AGEN BANDARQ | AGEN POKER


Klarifikasi Sarah Keihl

sebelumnya, sesudah pernyataan lelang keperawanannya viral, Sarah Keihl kelanjutannya memberikan klarifikasi.

Awalnya, Sarah Keihl mengungkapkan lewat unggahan akun Instagram pribadinya bahwa ia melelang keperawanannya jadi dari Rp 2 miliar.

Klarifikasi itu kemudian Sarah sampaikan lewat akun Instagramnya, Kamis (21/5/2020) pagi.

Dalam klarifikasinya, Sarah menyatakan tulisan yang ia ungggah di awalnya yang menyatakan ia melelang keperawanannya jadi Rp 2 miliar dengan target donasi untuk Covid-19 merupakan bentuk sindiran atau sarkasme.

Sarah mengatakan, ia mengunggah konten itu sebagai sindiran terhadap masyarakat yang tidak peka terhadap keadaan selagi ini layaknya masih nongkrong di luar.

Selebgram itu pun mengakui, sarkasme yang ia bikin keterlaluan.

Ia termasuk berharap maaf dan tidak berniat melecehkan wanita.

Berikut klarifikasi lengkah Sarah sebagaimana dikutip dari akun instagramnya.

"Hallo temen2 maaf udh bikin kegaduhan, sebenernya lelang keperawanan itu bentuk sindiran saya terhadap masyarakat yg gak peka sama keadaan kayak gini, masih nongkorng dll, saya tujuannya sarkasme/bercanda, tersedia sebagian org yg bertaruh hal yg plaing perlu di hidup mereka.

Tp ternyata sarkas yg saya bikin keterlaluan dan saya memohon maaf sebesar2nya, saya ga berniat lelang keperawanan.

Konten yg saya berikan di instagram mmg sarkasme & bercanda, saya harap teman2 tahu tujuanku walau caranya salah.

Ini jd pelajaran untuk saya supaya lebih berhati2 memilih kalimat, tdk tersedia tekad pansos mampu di unfollow aja akunku. Terima kasih.

Sekali kembali saya mohon maaf yg sebesar besarnya, saya menerima konsekuensi sosial yg klain berikan, namun saya termasuk manusia saya kaget menerima hate speech yg dilontarkan ke saya, saya mlm ini ga bs tidur dan keluarga saya pun kaget dgn sarkasme yg saya bikin dan tanggapan orang2 yg bully saya dan keluarga saya.

Untuk menebus kekeliruan saya, saya bakal memberikan 1000 sembako dari duit saya pribadi, dan duit itu HALAL, saya tidak pernah menjajakan diri & harga diri saya."




SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger