Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Tak Terima Diminta Karantina, Pria 25 Tahun Sumpai Perawat Mati, Terancam 5 Tahun di Bui

Tak Terima Diminta Karantina, Pria 25 Tahun Sumpai Perawat Mati, Terancam 5 Tahun di Bui

Posted by Cinta Berita on Sabtu, 23 Mei 2020



CINTABERITA - Seorang pria bernama Sugiono (25) tega menyumpahi perawat mati dikarenakan virus corona baru atau Covid-19.

Pria berikut menuliskan kata-kata tidak pantas di fasilitas sosial.

Ia menyumpahi perawat dan mendoakan mereka terkena Covid-19.

Tulisannya pun viral dan menuai kegeraman warganet.

Banyak yang mengecam apa yang dilaksanakan pria tersebut.

Terlebih tenaga medis jadi garda terdepan hadapi Covid-19.

Kini pria itu perlu berurusan bersama dengan pihak yang berawajib.

Ia dilaporkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PWNI) Probolinggo.

Wakil Ketua bidang Hukum PPNI Probolinggo Sugianto membuat laporan di Polres Probolinggo Kota pada Rabu (20/5/2020).

Pihaknya merasa dilecehkan oleh unggahan Sugiono.

Sugiono yang merupakan warga Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo segera ditangkap oleh pihak kepolisian.

Penangkapan itu diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiyono.

Sugiono ditangkap pada Kamis (21/5/2020).

Ia ditangkap sesudah merintis karantina berdiri sendiri selama 14 hari di balai desa setempat.

Sugiono disangka gunakan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Ia diancam hukuman penjara maksimal lima tahun.

suka bermain poker .... gabung aja disini di jamin aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!


BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER 

"Saat ini dia ditahan di polres," kata Heri, Jumat (22/5/2020), dikutip Tribunnewsmaker .

Terancam hukuman penjara, Sugiono kini mengakui kesalahannya.

Ia menyesali perbuatan tak terpujinya yang menyumpahi perawat.

Untuk menebus rasa bersalahnya, Sugiono mengaku mau terkecuali meraih hukuman.

Namun bukan hukuman penjara, melainkan jadi relawan Covid-19.

"Kami menyesal sudah jalankan ujaran kebencian.

Saya mau terkecuali meraih hukuman jadi relawan Covid-19," kata Sugiono.

Diungkapkan Sugiono, ia menyumpahi perawat selagi dirinya tersulut emosinya.

Ia terlalu kesal dikarenakan diminta untuk jalankan karantina.

Saat itu Sugiono pulang ke kampung halamannya berasal dari Sidoarjo.

Sidoarjo diketahui merupakan tidak benar satu zona merah Covid-19 di Jawa Timur.

Karena tiba berasal dari kawasan zona merah, Sugiono pun segera di cek oleh tenaga medis.

Ia diminta merintis karantina berdiri sendiri selama 14 hari.

Hal itu membuatnya tak senang dikarenakan merasa dirinya sehat.








SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger