Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Pelaku Perampokan Sadis di Medan Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Pelaku Perampokan Sadis di Medan Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Posted by Cinta Berita on Minggu, 28 Juni 2020


CINTABERITA - Pelaku perampokan sadis, Reza Wijaya dengan kata lain Midun di sebuah rumah, Jalan Sabaruddin No.86 Kelurahan Sei Rengas Permata, Medan Area terancam hukuman penjara seumur hidup.

Kejadian yang berjalan pada  Jumat (26/6/2020) dinihari ini membuat dua orang penghuni tempat tinggal Lukman (50) dan Hasim (82) mengalami gawat akibat bacokan di kepala dan merintis perawatan intensif di Rumah Sakit Methodist Medan.

Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chaniago memastikan pada pelaku Reza terancam hukuman pasal 365 KUHPidana.

Dimana bunyi pasal tersebut pelaku terancam hukuman penjara seumur hidup.

"Pelaku diancam bersama pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau sepanjang pas spesifik paling lama dua puluh tahun, kecuali kelakuan membuat luka berat atau kematian dan dijalankan pada pas malampencurian yang didahului, disertai atau diikuti bersama kekerasan atau ancaman kekerasan, pada orang bersama maksud untuk mempersiapkan atau mempermudah pencurian atau di dalam perihal tertangkap tangan untuk terlalu mungkin melarikan diri sendiri atau peserta lainnya atau untuk senantiasa menguasai barang yang dicuri," bunyi pasal 365.

Sementara untuk para pelaku penadah dua transpuan beridentitas Zulkifli (27) dan Rahmad Hidayat (31) terancam pasal 480 KUHPidana

”Dipidana bersama pidana penjara selama-lamanya empat th. atau denda sebanyak-banyaknya sembilan ratus rupiah Ke-1 Karena bersalah menadah, barangsiapa membeli, menyewa, menukari, terima gadai,  terima sebagai hadiah  atau dikarenakan mau mendapat untung, menjual, menyewakan, menukarkan, menggadaikan, membawa, menaruh atau menyembunyikan sesuatu barang yang diketahuinya atau patut dapat disangkanya, bahwa barang itu diperoleh dikarenakan kejahatan. Ke-II Barangsiapa menyita untung berasal dari hasil sesuatu barang, yang diketahuinya atau patut dapat disangkanya bahwa barang-barang itu diperoleh dikarenakan kejahatan" bunyi pasal 480 KUHPidana.

Pelaku perampokan sadis Reza Wijaya dengan kata lain Midun (30) yang tega membacok dua korbannya hingga sekarat ternyata seorang napi asimilasi

Faidir menerangkan bahwa pelaku merupakan narapidana asimilasi persoalan penggelapan narkoba.

"Pelaku merupakan narapidana asimilasi persoalan penggelapan narkoba," tuturnya.

Berdasarkan hasil penelurusan persoalan yang dijalankan di web http://sipp.pn- medankota.go.id/index.php/ detil_perkara di Pengadilan Negeri Medan, pada mulanya Reza pada April 2019 divonis 2,5 th. penjara atas persoalan penggelapan. 

Juga pada 25 Juli 2017 Reza termasuk pernah dinyatakan bersalah di dalam persoalan penggelapan dan divonis penjara 1 th. 10 bulan. 

Ternyata motif pelaku Reza perampokan sadis di sebuah tempat tinggal di Jalan Sabaruddin No 86 Kelurahan Sei Rengas Permata, Medan Area adalah untuk belanja narkotika jenis sabu. 

Hal ini terungkap pas dijalankan pengembangan oleh kepolisian, dimana Faidir menyatakan hasil pencurian tiga buah handphone untuk belanja sabu. 

"Pelaku menjual HP yang dicurinya kepada penadah Zukifli bersama perjanjian 3 buah HP Rp 900.000. Namun Zulkifli baru memberi duit kepada tersangka Reza Rp 50.000, kemudian pelaku pakai duit tersebut untuk belanja narkoba jenis sabu," sadar Faidir.

Kejadian yang berjalan Jumat (26/6/2020) dinihari ini membuat dua orang penghuni tempat tinggal Lukman (50) dan Hasim (82) mengalami gawat akibat bacokan di kepala dan merintis perawatan intensif di Rumah Sakit Methodist Medan.

Faidir menyatakan kronologi penangkapan pada pelaku  Reza Wijaya dengan kata lain Midun (30) warga Jalan Ismailiyah Kelurahan Komat I Kecamatan Medan Area cuma memerlukan pas tidak cukup berasal dari 24 jam. 

"Pada Hari Jumat tanggal 26 Juni 2020 kira-kira pukul 20.30 WIB, setelah melakukan hasil Lidik Tekab Polsek Medan Area dan hasil sebagian kamera CCTV yang berada di dekat TKP terima Info berasal dari informan yang di percaya bahwa pelaku pencurian sedang berada di Jalan Gandhi," ungkapnya 

Kemudian personel dipimpin Kapolsek dan Kanit Reskrim langsung melakukan penangkapan pada tersangka di Jalan Gandhi. 

Dari hasil interogasi kepada pelaku, ia mengakui perbuatannya, masuk ke di dalam tempat tinggal korban lewat atap seng rumah, dikarenakan panik pas melakukan pencurian kepergok serupa korban Lukman pelaku langsung membacok korban di bagian kepala sebanyak 2 Kali kenakan pisau hingga korban jatuh ke lantai. 

Lebih lanjut, Faidir mengungkapkan pada pas dijalankan pengembangan barang bukyi tersangka Reza Wijaya berusaha melawan petugas mengimbuhkan tembakan peringatan sebanyak dua kali.

"Namun pelaku tidak mengindahkan dan senantiasa berusaha melawan Petugas petugas selanjutnya menembak ke-2 kaki tersangka. Dan kemudian mempunyai korban ke RS Bhayangkara untuk pengobatan," bebernya. 


Suka bermain game judi online poker, dominoqq,dan capsa susun .. Tapi masih bingung cari websete yang aman dan terpercaya,  gabung Saja disni hanya minimal depo 20000 rupiah kamu sudah bisa main delapan permainan kartu dengan menggunakan satu id tanpa pinda credit anda..


BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ |  AGEN POKER 

Korban mengalami luka sayatan gawat di bagian kepala dan di dagu hingga ke pipi. 

Faidir menyatakan tak hanya menganiaya para korban, pelaku termasuk mencuri 3 unit handphone yang berada di di dalam rumah.

Ia menyatakan kronologi kejadian dimana mulanya aksi pelaku masuk ke di dalam tempat tinggal korban lewat atap seng punya korban. 

Setelah masuk ke di dalam tempat tinggal korban, pelaku langsung melancarkan aksi pencurian bersama menyita harta benda korban.

"Namun kelakuan pelaku dipergoki oleh penghuni tempat tinggal bernama Lukman. Panik, perbuatannya dipergoki pelaku selanjutnya membacok korban di bagian kepala sebanyak dua kali kenakan pisau hingga korban jatuh ke lantai," tutur Faidir.

Selanjutnya, pelaku lari menuju pintu depan tempat tinggal korban dan korban Hasim berusaha menghalangi pelaku untuk terlihat berasal dari rumah.

"Karena panik pelaku termasuk mambacok kepala korban sebanyak dua kali pakai pisau hingga korban langsung terjatuh di lantai, dan pelaku langsung melarikan diri," beber Faidir. 

Sedangkan ke-2 penadah yang merupakan waria termasuk sukses ditangkap beridentitas Zulkifli (27) warga JalannMedan Area Selatan Gang Merak No 13 Kelurahan Sukarama,  Medan Area. Dan Rahmad Hidayat (31) warga Jalan Menteng 2 Gang Pembangunan, Kelurahan Medan Tenggara, Medan Denai.


SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger