Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Terkuak Skenario Apik Pembunuh Sadis Vina Aisyah Pratiwi, Tersangka Terancam Hukuman Mati

Terkuak Skenario Apik Pembunuh Sadis Vina Aisyah Pratiwi, Tersangka Terancam Hukuman Mati

Posted by Cinta Berita on Minggu, 28 Juni 2020




CINTABERITA - Mas'ud Andy Wiratama dan Rifat Rizatur Rizan (20), tersangka pembunuh gadis Sidoarjo Vina Aisyah Pratiwi terancam hukuman mati. 

Hal ini beralasan sebab polisi menjerat ke-2 pembunuh gadis Sidoarjo ini bersama dengan pasal pembunuhan berencana. 

Dua pembunuh gadis Sidoarjo ini dijerat Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan bersama dengan ancaman maksimal hukuman mati atau 20 tahun kurungan penjara. 

Pasal ini dilapisi bersama dengan Pasal 338 yang ancaman hukuman paling lama 15 tahun.

"Barang bukti yang kita mempunyai supaya Pasal 340 KUHP pembunuhan bersama dengan memiliki rencana dapat diterapkan di dalam penyidikan kasus ini," terang Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, Jumat (26/6/2020). 

Berikut fakta-fakta yang mengungkap terdapatnya perencanaan di dalam kasus ini: 

1. Direncanakan di warung kopi

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander, menyebutkan ke-2 tersangka memiliki rencana skenario pembunuhan di warung kopi kawasan Kelurahan Juwetkenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, terhadap Senin 22 Juni 2020.

Di warung itu lah mereka saling sharing peran dan menyusun skenario pembunuhan.   

Masih kata Dony, tersangka Mas'ud udah memiliki rencana dapat membunuh korban terkecuali yang terkait tidak membayar pinjaman senilai Rp.40 juta.

Pinjaman duit sejak Januari 2020 udah terjadi enam bulan.

"Tersangka Mas'ud mengajak tersangka Rifat untuk membunuh korban terkecuali yang terkait tidak membayar utang," ungkapnya di Mapolres Mojokerto, Jumat (26/6/2020).


2. Sudah siapkan sarung, mobil dan alat-alat lain 

Dikatakannya, tersangka Mas'ud udah menyiapkan kain sarung untuk membekap korban.

Dia terhitung mengemudikan mobil miliknya Ayla Nopol W 1502 NU untuk mengajak korban dan membunuhnya di di dalam kendaraan tersebut. 

Selain itu, lanjur dia, tersangka menyiapkan alat sekuriti tongkat (Baton Stick) yang digunakan memukul kepala korban hingga tewas.

Tersangka memperoleh tongkat besi (Baton Stick) lantaran pernah bekerja jadi sekuriti di Bank BCA Semolowaru Kota Surabaya sepanjang empat bulan.

"Alat bukti yang memperkuat pembunuhan memiliki rencana dari info tersangka yang udah memiliki rencana bersama dengan menyuruh tersangka Rifat untuk membantu membunuh korban," terangnya.

Seperti diketahui, sebelum dibunuh, Vina diajak ke-2 tersangka ke Lawang, Malang, 

Korban diajak ke Lawang untuk mengantar Rifat terhadap Selasa 23 Juni 2020 pukul 17.00 WIB.

Mereka mengendarai mobil Daihatsu Ayla warna putih Nopol W 1502 NU milik tersangka Mas'ud.

Selama perjalanan ke Lawang itu lah tersangka menagih utangnya ke korban, namun gagal.  

Saat ditagih korban belum dapat membayar pinjaman supaya tersangka naik pitam membunuh korban.

"Sesampainya di jalan tol Surabaya- Malang tersangka gagal menagih pinjaman ke korban supaya terjadi penganiayaan yang memicu korban meninggal," ungkapnya.

Dalam pembunuhan ini Rifat berperan menutup kepala korban bersama dengan kaos warna hitam dan membekap mulut korban kenakan kain sarung.

Saat itu, ia duduk di kursi belakang dan korban di kursi penumpang depan. 

"Tersangka kenakan tali tambang plastik warna hijau panjang satu mtr. untuk menjerat leher korban," ujar mantan Kapolres Pasuruan Kota ini.

Kemudian secara seiring tersangka Mas'ud, lanjut Dony, menyita sekuriti tongkat (Baton Stick) panjang 50 sentimeter yang diambil alih dari bawah kemudi. 

"Tersangka memukul korban bersama dengan gagang tongkat besi itu sebanyak 5 hingga 6 kali terhadap anggota kepala korban" terangnya. 

Ditambahkannya, penganiayaan yang dilaksanakan oleh ke-2 tersangka memicu korban meninggal di di dalam mobil.

Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Rifaldhy Hangga Putra, mengungkap setelah paham Vina tewas, tersangka Rifat memindahkan jasad korban dari kursi penumpang depan menuju kursi belakang di dalam kondisi mobil masih melaju di jalan tol.

Mereka menarik tuas kursi penumpang ke arah belakang di dalam kondisi sejajar supaya memudahkan sementara menarik tubuh korban.

Setelah itu, lanjut dia, jasad korban sementara dipindahkan masih berlumuran darah yang menempel terhadap jok bangku dan holder tempat minum yang berada di pintu mobil sebelah kiri.

Tubuh korban ditutup kain sarung supaya tidak nampak dari kaca mobil.

"Tersangka Rifat pindah duduk di kursi penumpang depan di dalam kondisi mobil masih melaju di jalan menuju pintu Exit tol Singosari Malang," terangnya.

Ditambahkannya, tersangka mengendarai kendaraannya yang memuat jenazah korban 
menuju ke arah Kota Batu lewat Cangar- Pacet Mojokerto.

Dalam kondisi ada korban yang tidak bernyawa di di dalam mobil tersangka berinisiatif melacak lokasi untuk menghilangkan jasad korban.

Mereka menghilangkan jenazah korban di basic jurang Gajah Mungkur, Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

"Kedua tersangka bersama dengan laksanakan pembunuhan dan menghilangkan jasad korban di jurang Pacet," tandasnya.

Persoalan Utang Piutang

Tersangka secara keji membunuh korban lantaran belum dapat mengembalikan duwit utang senilai Rp. 40 juta.

Menurut dia, tersangka Mas'ud sempat mengancam dapat membunuh dan menjual barang-barang milik korban terkecuali yang bersangkutan tidak membayar utang.

Korban belum dapat membayar utang dikarenakan tidak mempunyai duwit supaya tersangka jalankan penganiayaan yang sebabkan korban meninggal.


Suka bermain game judi online poker, dominoqq,dan capsa susun .. Tapi masih bingung cari websete yang aman dan terpercaya,  gabung Saja disni hanya minimal depo 20000 rupiah kamu sudah bisa main delapan permainan kartu dengan menggunakan satu id tanpa pinda credit anda..


AGEN DOMINO99 | DOMINO ONLINE  | AGEN BANDARQ 

"Tersangka mengakui membunuh korban bersama dengan alasan dikarenakan korban tidak dapat mengembalikan duwit utang senilai Rp.40 juta," ungkapnya.

Tersangka Mas'ud mengaku sakit hati lantaran korban tidak kunjung membayar utang.

Korban meminjam duwit secara bertahap sejak Januari 2020. Hasil duwit utang itu dipakai korban biaya renovasi tempat tinggal orang tuanya di Kediri dan lebih dari satu mencukupi keperluan hidup.

"Ya saya kesal dikarenakan dia (Korban, Red) udah janji dapat melunasi utang tapi ternyata tidak dibayar," ucapnya.

Tersangka memberi tambahan toleransi batas sementara supaya korban membayar utang yang sesuai kesepakatan dapat mengembalikan sebelum akan lebaran.

Saat itu, korban menjanjikan dapat membayar utang menanti gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) dan pencairan berasal dari kartu ketenagakerjaan.

Korban belum dapat membayar dikarenakan udah tidak bekerja di keliru satu perusahaan kawasan Pasuruan.

"Jumlah utang tidak cukup lebih Rp.40 juta sejak Januari 2020 saya perlu uangnya dikarenakan itu juga milik orang tua," ujar tersangka Mas'ud.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger