Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   
Home » » Viral Aksi Polisi yang Menolak Laporan Anak yang Ingin Penjarakan Ibunya, Berikut Alesanya

Viral Aksi Polisi yang Menolak Laporan Anak yang Ingin Penjarakan Ibunya, Berikut Alesanya

Posted by Cinta Berita on Senin, 29 Juni 2020



CINTABERITA - Viral di Facebook dan YouTube sebuah video yang memperlihatkan Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono menolak laporan seorang anak asal Lombok Tengah berinisial M (40) yang ingin memenjarakan ibu kandungnya, K (60).

M hendak melaporkan ibu kandungnya karena masalah sepeda motor.

Dalam video berdurasi 14 menit itu tampak M duduk bersama Priyo dan anggota polisi lainnya.

Priyo menasihati dan memberikan pengertian kepada M bahwa keberadaan seorang ibu tidak ada duanya di muka bumi.

Priyo juga mengingatkan kepada M, jika hanya soal motor, maka harga diri M hanya sebatas kendaraan tersebut.

"Mohon maaf, Bos, kalau Anda mengejar motor itu sampai anda berselisih karena motor itu, harga diri anda sebatas motor itu," ucap Priyo.

Dalam video tersebut dengan tegas Priyo menolak laporan M.

M disarankan untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

Priyo menjelaskan kejadian tersebut "Iyaa, saya enggak mau nerima, saya menyarankan untuk dirundingkan keluarga," kata Priyo melalui pesan singkat.

Priyo menjelaskan, perseteruan antara anak dan ibu tersebut bermula dari harta warisan peninggalan ayah M yang dijual seharga Rp 200 juta.


Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal deposit 20000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin aman dan terpecya se-indonesia. 



Bandar Togel Singapore | Bandar Togel | Togel Online Terpercaya 

Sang ibu mendapatkan bagian Rp 15 juta yang kemudian dipakai membeli motor.

Namun, karena sang ibu menaruh motornya di rumah keluarga, sehingga dianggap menggelapkan.

"Si anak (pelapor) menjual tanah bapaknya Rp 200 juta, ibu nya dikasih Rp 15 juta, kemudian beli motor lah ibunya."

"Kemudian motor itu dia pakai sama saudaranya, si anak keberatan," kata Priyo.

Siswi SMP 14 Tahun Dibawa Kabur Pria Beranak Dua, Teranyar Ibu Korban Malah Cabut Laporan

Seorang siswi SMP kelas 8 berinisial SCA (14), warga Kelurahan Ciracas dibawa kabur kekasihnya yang bernama Rizal alias Dadan (30).

Dadan membawa lari SCA ke Bandung sejak Minggu (21/6/2020) malam.

Pihak keluarga terakhir kali bertemu dengan SCA saat berpamitan untuk pergi bersama Dadan.

Siswi SMP tersebut kabur dari rumah dengan membawa dua tas ransel berisi baju-baju.

Berikut fakta selengkapnya : 

Remaja berusia 14 tahun itu dibawa kabur Dadan pada Minggu (21/6/2020) pukul 22.00 WIB.

Dadan yang seorang pengangguran ternyata sudah berkeluarga dan memiliki dua anak.

Hal itu diketahui oleh ibu korban, yakni Nani (38) saat menghubungi istri Dadan.

"Ternyata pelakunya sudah punya istri dan dua anak, tinggalnya di Cikidang, Sukabumi," kata Nani di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (24/6/2020), dikutip dari WartaKota.

"Kemarin saya baru telponan sama istri pelaku," sambungnya.

Nani menghubungi nomor handphone yang diberikan seorang teman Dadan.

Dari situ, Nani baru mengetahui kekasih putrinya sudah berkeluarga.

Ia pun tak menyangka panggilannya diangkat oleh istri dari Dadan.

"Pas saya telepon istrinya bilang kalau itu suaminya."

"Tapi pas saya coba hubungin lagi WhatsApp saya diblok, sekarang enggak bisa dihubungin lagi," ujar Nani.

Ibu Korban Cabut Laporan Polisi

Kasus dugaan penculikan terhadap SCA dipastikan tidak berlanjut di ranah hukum.

Nani mencabut laporannya di kepolisian setelah putrinya pulang pada Sabtu (27/6/2020) sekira pukul 03.00 WIB.

Ia mengatakan sudah memaafkan Dadan.

"Anak saya sudah pulang. Saya mau menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan," terang Nani, Sabtu (27/6/2020), dikutip dari TribunJakarta.

"Saya mau nyabut laporan di Polres," tambahnya.

Karena mendengar penjelasan dan permintaan maaf dari SCA dan Dadan, Nani mencabut laporan di Satreskrim Polrestro Jakarta Timur.

Nani mengatakan, tindakan mereka  meninggalkan rumah itu merupakan kesepakatan keduanya tanpa ada paksaan.

"Sama-sama mau lah, begitu. Laki-laki ini mau bertanggung jawab. Secepatnya mau diurusin lah (SCA). Saya sudah memaafkannya," ucapnya.

Nani tetap ingin mencabut laporan, meski penyelidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestro Jakarta Timur sudah menerima laporan.

Menurut penyelidik Unit PPA Satreskrim Polrestro Jakarta Timur, kasus tersebut ditemukan dugaan tindak pidana.

"Enggak (penculikan), anak saya juga enggak kenapa-kenapa. Alhamdulillah sehat-sehat saja, baik-baik saja," tutur Nani.

"Jadi saya mau cabut laporan, selesai secara kekeluargaan," tandasnya.

SHARE :
CB Blogger
 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger