Tampilkan posting dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua posting

Senin, 22 Mei 2017

Warga Rusia Ikut Lomba Pidato Bahasa Indonesia











CINTABERITA - Dua belas warga Rusia antusias mengikuti lomba pidato dan story telling Indonesia yang diselenggarakan KBRI Moskow bekerjasama dengan Sekolah Indonesia Moskow (SIM).

Lomba tersebut bersamaan dengan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-109 di aula KBRI Moskow (Sabtu, 20/5) dengan tema "Pemerataan Pembangunan Indonesia yang Berkeadilan sebagai Wujud Kebangkitan Nasional".

Warga Rusia tersebut sebagian besar mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Moskow, antara lain, dari MGU, Academy of Public Administration,dan MGIMO University. Bahkan beberapa dari mereka sudah bekerja dan belajar Bahasa Indonesia secara mandiri atau memgikuti kursus yang diselenggarakan oleh KBRI Moskow.

"Saya suka dengan Indonesia karena orangnya sangat ramah, baik, dan positif," kata Natalia Igorevna Rudik, mahasiswi S1 jurusan ilmu tanah, di Lomonosov Moscow State University (MGU).

Sementara peserta lainnya, Ivan Belikov, mahasiswa S1 jurusan filologi dan spesialisasi Indonesia dari universitas yang sama mengekspresikan kecintaannya terhadap Indonesia.

"Saya suka dengan Indonesia karena rakyat Indonesia baik hati, alamnya Indonesia indah sekali dan bahasanya seperti aliran air jernih. Jiwa orang Indonesia sangat dekat dengan jiwa orang Rusia," ujarnya dengan antusias.

Untuk pidato, panitia menetapkan  judul "Pentingnya belajar Bahasa Indonesia". Sementara untuk lomba story telling, para peserta mengambil judul legenda/cerita rakyat Nusantara, antara lain cerita Nyai Roro Kidul,  Roro Mendut, Asal Mula Danau Toba, cerita Calon Arang, legenda Batu Menangis, dan cerita Roro Jonggrang.
Pelaksanaan kegiatan lomba pidato dan story telling dilaksanakan untuk mempromosikan bahasa Indonesia bagi masyarakat Rusia serta mendekatkan keeratan hubungan kedua bangsa.

Kegiatan Peringatan Harkitnas ke-109 dibuka secara resmi oleh Dubes RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus, M. Wahid Supriyadi. Dalam sambutannya Dubes RI menyampaikan sejarah kebangkitan nasional dan organisasi Budi Oetomo, situasi dunia di tahun 1908 serta relevansi dari peringatan Harkitnas saat ini bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Terkait pelaksanaan lomba pidato Bahasa Indonesia, Dubes RI menyambut gembira semakin meningkatnya minat para pemuda dan pemudi Rusia untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Hal ini tidak lepas dari semakin meningkatnya hubungan kedua negara di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi perdagangan dan pendidikan.

Dalam Seminar dan Diskusi Interaktif Peringatan Harkitnas ke-109, tiga mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Rusia tampil sebagainara sumber. Widya Priyahita, mahasiswa S2, Global Public Policydi RANEPA, membahas tentang program nasional pemerintah Presiden Jokowi yang secara sederhana tercermin dari Nawacita. Sebagian program telah terlaksana namun masih ada beberapa kekuarangan-kekurangan.

Tinu Sicara, mahasiswi S2, Jurnalistik di People’s Friendship Universityof Russia/RUDN berbicara tentang potensi maritim yang selama ini banyak diabaikan dan ambisi Presiden Jokowi untuk menjadi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia patut diapresiasi.

Sementara Ardhyanta Purba, mahasiswa S2 Socioeconomic and Politicial Development di Higher School of Economics/HSE, membahas tentang merosotnya nilai-nilai nasionalisme di Indonesia. Bertindak sebagai moderator adalah Dwi Rahayu, mahasiswi S2 Nuclear Power and Thermophysicsdi National Research Nuclear University, MEPHI. 










Share:

Lagi Hamil Tua, Polwan Gadungan Berpangkat AKP Diciduk Polisi














CINTABERITA  - Apes sudah nasib Cindi Seregar alias Jamila, wanita yang tengah hamil besar ini harus berurusan dengan polisi lantaran mengaku sebagai anggota polisi wanita atau Polwan dari Mabes Polri.

Kini, ia terpaksa harus merasakan dinginnya "Hotel Prodeo" sebagai Polwan gadungan dan positif memakai narkoba jenis sabu. Tersangkat diamankan di salah satu rumah warga di kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Minggu (21/5/2017).

Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kanit Propam Iptu Awaluddin mengatakan, kasus tersebut terungkap berawal dari anggota satuan narkoba yang sedang melakukan penyelidikan di wilayah Kelurahan Mesat Jaya. Berdasarkan informasi dari warga bahwa di rumah saudara Ateng ada seorang mengaku Polwan dari Mabes Polri.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, anggota Satnarkoba Brigpol Demisga yang merasa curiga lalu menghubungi Iptu Dadang Rusnandar KBO Sat Narkoba, dan berdasarkan perintah Kapolres Lubuklinggau Kasi Propam mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Di mana, Polwan gadungan sedang berada tersebut.

"Benar, sekarang kita masih lakukan pengembangan terhadap korban-korbannya. Diduga, dia (Polwan gadungan) melakukan pemerasan dengan gunakan seragamnya, tadi saya perintahkan Kanit Propam bersama Paminal untuk mengecek kebenaran adanya Polwan dari Mabes Polri tersebut," ujarnya.

Setiba di TKP ditemukan seorang wanita yang mengaku Polwan menggunakan seragam polisi dengan pangkat AKP, bernama Cindi Seregar dan berlogo kesatuan Polda Riau. Tersangka juga sempat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) palsu atas nama Cindi Seregar NRP 84011097. Karena merasa curiga, akhirnya tersangka dibawa ke Mapolres Lubuklinggau.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang milik tersangka yakni baju PDH dengan papan nama Cindi Siregar dengan pangkat AKP, 1 buah Sepan PDL-SUS Polri dgn tali pinggang dinas Polri, 1 buah KTA palsu atas nama Cindi Siregar. Kemudian, saat dilakukan tes terhadap tersangka, ternyata positif mengonsumsi narkoba.

Menurut pengakuan tersangka, nama sebenarnya adalah Jamila yang beralamat di Simpang Temam, Kelurahan Lubuk Kupang, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Ia nekat mengaku sebagai anggota polisi untuk mengelabui para bandar narkoba untuk meminta sejumlah uang guna keperluan pribadi. Apalagi, kini ia tengah hamil tua.

Selain itu, memakai baju polisi untuk gaya-gayaan saja. Tersangka pun tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di satnarkoba dan satreskirm Polres Lubuklinggau guna menyidikan lebih lanjut.









Share:

Kisah tragis rombongan pengantin ditabrak kereta api di Purwodadi











CINTABERITA  - Perlintasan kereta tanpa palang pintu kembali memakan korban jiwa. Kali ini menimpa sebuah mobil Avanza bernopol B 1937 UZQ yang mengangkut rombongan pengantin asal Semarang, Jawa Tengah.

Mobil itu ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi menuju ke Stasiun Gambir, Jakarta, tepatnya di Desa Nagrok, Kecamatan Torok, Kabupaten Purwodadi, Jawa Tengah, Sabtu (20/5) pagi. Empat penumpang Avanza tewas usai mobil ditumpanginya terseret hampir 500 meter.

Keempat korban itu adalah Agus Bambang (60) warga Perumahan Dinar Mas Semarang, Agus Abdullah (54) warga Ketilang Semarang, Ihsan Ngadikan (58) warga Perumahan Dinar Mas Semarang dan Bahtiar (30) warga Dinar Mas Semarang. Bahkan, saat KA Argo Bromo Anggrek dengan lokomotif bernomor CC.206.1392 yang dimasinisi Ari dan asistennya M.Agus berhasil berhenti di Stasiun Sedadi mobil terbakar.

"Ya benar, itu di perlintasan KA liar tanpa penjaga. Sebuah mobil ditabrak rangkaian KA Argo Bromo Anggrek. Empat orang tewas," kata Manajer Humas Daop IV Semarang, Edy Koeswoyo saat dikonfirmasi merdeka.com.

Rombongan pengantin berangkat dari Perum Dinar Mas, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, sekira pukul 07.00 WIB. Kemudian rombongan pengantin yang membawa pasangan pengantin wanita Aski menuju ke rumah pengantin pria Chosim yang ada di Desa Toroh, Purwodadi, Jawa Tengah.

Namun sekira pukul 10.40 WIB rombongan tersebut melewati perlintasan tanpa palang pintu di Kilometer 53/300 antara Stasiun Ngrombo atau Sedadi di Desa Nagrok, Kecamatan Torok, Kabupaten Purwodadi, Jawa Tengah.

"Jam 10.40 WIB iring-iringan hajatan ada 5 mobil, 1 mobil ketinggalan 4 mobil bisa melewati. Kemudian satu mobil tertinggal dan mungkin itu tergesa-gesa. Takut tertinggal oleh rombongan lain, mereka langsung dengan santai tanpa melihat kanan kiri," kata Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano, Sabtu (20/5).

Menurut Satria, sekitar perlintasan palang pintu sudah dipasang rambu-rambu peringatan jika akan ada rel yang akan dilewati kereta. Termasuk jika kereta api akan lewat satu kilo sebelum melintas diperlintasan akan membunyikan bel kencang.

"Padahal di jalan tersebut kita sudah memasang rambu 'awas kereta api' dan tanda rambut setop. Menandakan bahwa di situ ada kereta api lewat dan kereta api lewat perlintasan liar itu juga membunyikan bel dari lokomotif kita bunyikan juga. Jarak 1 kilometer sudah dibunyikan tanda kereta api akan lewat," ujar Satria.

Saat itulah terjadi tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya Pasar Turi menuju ke Stasiun Gambir Jakarta dan mobil Avanza mobil Avanza bernopol B 1937 UZQ. Yang disopiri oleh korban Agus Bambang yang nyaris tertinggal rombongan pengantin.

Satria menjelaskan, sekira pukul 14.00 WIB baru mobil yang terbakar dan terjepit di bawah lokomotif KA Argo Bromo Anggrek yang dimasinisi Ari dan diasisteni masinis M Agus bisa dievakuasi. Termasuk jenazah korban dan langsung dilarikan ke RS Panti Rahayu Yakum, Purwodadi, Grobogan.

"Di situ tidak ada palang pintunya. Nanti kita evaluasi lagi, pasti kita tidak mau hal-hal itu tidak terjadi lagi. Diharapkan nantinya ada palang pintunya. Supaya tidak terjadi lagi," ungkap Satria.

Atas insiden kecelakaan tersebut para pengguna kendaraan supaya berhati-hati jika melewati perlintasan kereta api. Terutama perlintasan kereta api tanpa palang pintu harus ekstra waspada.

"Untuk masyarakat yang akan lewati pintu KA baik yang terjaga atau tidak terjaga harus hati-hati. Tengok kanan, tengok kiri untuk melihat aman atau tidak apabila nyalakan audio kecilkan dulu, apabila gunakan AC disempatkan untuk buka kaca melihat ada kereta atau tidak. Kemudian lebih berhati hati lagi karena tidak hanya terjadi saat ini. Diharapkan selanjutnya untuk tidak terjadi lagi," pungkasnya. 









Share:

Ditabrak KA Argo Bromo di Blora, Pikap Terpental Sejauh 6 Meter












CINTABERITA - Kecelakaan kembali melibatkan KA Argo Bromo Anggrek. Kali ini, KA Argo Bromo menabrak mobil pikap di perlintasan kereta api di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu 21 Mei 2017 sekira pukul 21.52 WIB.

"Tidak ada korban jiwa," kata Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang Edy Kuswoyo.

Ia menjelaskan, kecelakaan itu bermula ketika sebuah mobil Daihatsu Zebra pikap mogok di perlintasan tanpa palang pintu antara Stasiun Wadu dan Stasiun Randublatung, Blora.

KA Argo Bromo Anggrek dari Surabaya menuju Jakarta yang sedang melaju langsung menghantam mobil pikap berwarna biru dengan nomor polisi K 1804 MN itu hingga terlempar sejauh 6 meter.

Namun, sopir mobil pikap yang diketahui bernama Parmin, warga Desa Sumber, Kradenan, Blora sempat keluar dari mobil sehingga selamat dari insiden tersebut.

"Saya dapat informasi sopirnya langsung melarikan diri. Entah kenapa dan entah ke mana. Mungkin ketakutan," katanya.

Karena tidak ada korban jiwa dan kerusakan yang berarti dari KA Argo Bromo Anggrek, lanjut dia, tak berapa lama kemudian masinis melanjutkan perjalanan kembali dari lokasi kejadian sekira pukul 21.54 WIB.

"Kami ingatkan masyarakat untuk berhati-hati ketika akan melewati perlintasan KA, terutama yang tidak berpalang pintu atau tidak dijaga. Jangan terburu-buru dan sembrono. Perhatikan situasi sebelum menyeberang," kata Edy.

Insiden KA Argo Bromo Anggrek versus mobil di Blora itu berselang sehari dengan insiden tabrakan KA yang sama dengan mobil Toyota Avanza di perlintasan tidak terjaga di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu 20 Mei 2017.

Pada kejadian yang berlangsung di perlintasan antara Stasiun Ngrombo dan Stasiun Sesadi itu empat orang di dalam Avanza bernomor polisi B 1937 UZQ itu tewas. Mirisnya, Avanza berisi rombongan yang sedianya menghadiri hajatan itu remuk setelah dan sempat terseret sejauh 500 meter, bahkan hangus terbakar.










Share:

17 PSK dan Pasangan Mesum Terjaring Operasi Pekat di Cianjur













CINTABERITA - Polres Cianjur bersama Satpol PP Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melalui operasi penyakit masyarakat (pekat) menjaring 17 perempuan dan pekerja seks komersial (PSK).

Mereka terjaring razia pada Minggu dini hari di kamar hotel, warung remang-remang, hingga pesawahan.

Razia dimulai dengan menyisir warung remang-remang di Jalan Lingkar Timur, Karang Tengah, Cianjur, Jawa Barat, yang kerap dijadikan tempat para PSK mencari pria hidung belang.

Operasi ini membuat pengunjung maupun PSK kocar-kacir berlarian ke jalan, kebun, hingga ke tengah sawah. Namun petugas akhirnya berhasil menjaring beberapa wanita yang diduga PSK.

Saat pengejaran ke tengah sawah pun petugas menemukan pasangan muda mudi sedang berhubungan intim. Keduanya langsung digelandang ke kantor Satpol PP.

Tak sampai di situ, petugas juga mendatangi sejumlah penginapan di kawasan Karang Tengah dan Sukaluyu. Petugas kembali menemukan beberapa pasangan di luar nikah tengah berada dalam kamar hotel.

Kabagops Polres Cianjur Kompol Warsito menyebutkan, dari razia yang dilakukan tim gabungan menjaring 17 perempuan dan beberapa pria.

"Mereka langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk didata," kata Wasito, Bogor, Minggu (21/5/2017).

Setelah didata, mereka akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk menjalani pembinaan.

Warsito menambahkan pihaknya akan terus melakukan operasi pekat selama Ramadan. Tujuan operasi ini untuk menekan perilaku negatif, seperti prostitusi, miras dan tindak kriminalitas di jalanan.








Share:

Gudang gula rafinasi di Makassar digerebek, 5 ribu ton lebih disita











CINTABERITA - Satgas pangan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan penggerebekan terhadap sebuah gudang di Benteng Baru, Nomor 8, Jalan Ir Sutami, Makassar, Sabtu (20/5). Dari hasil penggerebekan itu, petugas menemukan gula rafinasi sebanyak 107.360 sak atau sekitar 5.300 ton.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Brigjen Agung Setya mengatakan bila gula rafinasi itu dikemas pelaku dengan menggunakan mesin otomatis yang kemudian diberi merek Sari Wangi.

"Tim satgas menemukan gula rafinasi yang sudah dikemas dalam kemasan 1 kg sebanyak 4.819 dos, dan dengan berat 25 kg sebanyak 575 dos," kata Agung kepada awak media, Jakarta, Senin (22/5).

Agung yang menjabat sebagai Wakil Kasatgas Pangan ini pun menuturkan, setelah dikemas gula kemudian dijual ke masyarakat seolah-olah gula konsumsi. Padahal, isi kemasan tersebut gula rafinasi.

"Dari hasil pengecekan nomor BPOM pada kemasan merek Sari Wangi tersebut tidak terdaftar. Artinya nomor BPOM tersebut adalah palsu," ujar dia.

Dikatakan jenderal bintang satu ini, dari hasil pemeriksaan pelaku mengaku telah menjalani praktik jahat ini selama dua tahun. Bahkan, pelaku pun mengaku bila gula rafinasi itu telah didistribusikan ke seluruh wilayah Sulsel, NTT hingga ke Papua.

Menurut Agung, dalam aturan yang berlaku gula rafinasi hanya boleh digunakan untuk industri bukan untuk dikonsumsi masyarakat. Hal itu pun tercantum dalam peraturan Menteri Perdagangan Nomor 74 tahun 2015 tentang perdagangan antar pulau, dan Nomor 117 tahun 2015 tentang ketentuan impor gula.

"Terhadap pemilik diduga melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam UU Perdagangan dan UU Perlindungan Konsumen," pungkas Agung.

Untuk kepentingan penyidikan satgas pangan pun melakukan penyegelan dengan memasang police line di gudang tersebut. Tak hanya itu, petugas pun terus melakukan pengembangan guna mengetahui asal gula rafinasi tersebut termasuk distribusinya.










Share:

Mandi di Tepi Pantai Teluk Sepang, Tiga Remaja Digulung Ombak












CINTABERITA  - Maksud hati hanya ingin mandi, tiga remaja digulung ombak di tepi pantai Teluk Sepang, Kecamatan Kampung Melayu, Bengkulu. Insiden tersebut terjadi pada Minggu 21 Mei 2017.

Kepala SAR Bengkulu, Agolo Suparto mengatakan, seorang remaja berhasil selamat. Namun dua korban lainnya belum ditemukan hingga sekarang.

Korban yang selamat bernama Hadi wijaya (24). Ia teridentifikasi sebagai warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Musi Rawas Merasi, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Sementara kedua temannya yang masih dalam pencarian, ialah Aji Aprianto dan Ari Saputra.

Kedua korban hilang diduga tergulung ombak di tepi pantai Teluk Sepang itu berusia 19 tahun. Aji merupakan warga Desa Babatan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Sedangkan Ari adalah remaja asal Desa Tapah, Kecamatan Megang Sakti, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Sejauh ini, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di tempat kejadian perkara (TKP). Agolo Suparto menjelaskan, ketiga korban sedang mencuci terpal alas anak ayam di TKP sebelum kejadian.

Habis itu, mereka langsung mandi di tepi Pantai Teluk Sepang. Saat asyik mandi, kemungkinan ombak besar itu datang dan seketika menggulung ketiga korban.

''Saat mandi, satu korban berhasil selamat. Dua orang masih dinyatakan hilang,'' kata Agolo, ketika dihubungi via telepon, Minggu 21 Mei 2017.

Agolo memastikan, tim SAR gabungan masih akan terus berada di lokasi kejadian. Meskipun pencarian korban di perairan laut Bengkulu telah dihentikan untuk sementara waktu, mengingat keterbatasan pencahayaan dan hari sudah gelap.

''Tim SAR gabungan akan tetap menyisir tepi pantai di lokasi tempat kejadian perkara,'' ucapnya.









Share:

Wings Air Tunda Penerbangan di Bandara Buli, Penumpang Protes












CINTABERITA - Sebanyak 64 calon penumpang Wings Air mengeluhkan keterlambatan penerbangan maskapai itu hingga berjam-jam, di Bandara Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara.

Para calon penumpang ini berasal dari Jepang, Jakarta, dan Surabaya. Mereka adalah peserta mancing yang mengikuti ivent Fishing Halmahera Timur 2017 di kota Maba. Seluruhnya mengeluhkan penundaan penerbangan sepihak itu karena soal waktu.

Rata-rata dari calon penumpang itu sudah memesan tiket balik ke tempat asal. Alhasil, seluruh tiket yang dipesan hangus karena penerbangan maskapai Wings Air. Masing-masing dari mereka rugi hingga puluhan juta rupiah.

para calon penumpang sesuai jadwal keberangkatan akan bertolak dari Buli menuju Ternate, yang tertera dalam daftar manifes pukul 12.55 WIT.

Namun, manajemen Wings Air dengan sepihak tidak memberitahukan calon penumpang, kalau ada pengunduran waktu pemberangkatan reguler pada pukul 14.05 WIT.

Kondisi itu membuat seluruh penumpang terlantar di Bandara Buli. Mereka mengaku merugi akibat penundaan penerbangan ini.

"Untuk kerugian, kalau dihitung sangat banyak. Tiket dari Ternate ke Jakarta, kemudian ke Jepang yang sudah dibeli ini hangus," ujar Jhosafat, peserta lomba mancing di Maba, Halmahera Timur, Minggu (21/5/2017).

"Sudah begitu waktu kita tersita. Soal waktu ini yang tentunya tidak bisa dibeli dengan uang," dia melanjutkan.

Para penumpang meminta pihak maskapai Wings Air bertanggung jawab. "Kami minta pihak Wings Air mengganti rugi semua tiket yang hangus, karena ini murni kelalaian Wings Air," ujar Jhosafat, mewakili 64 rekan pecinta mancing mania itu.

Manager Regional Wilayah Timur Lion Group Aliwes yang berada di Unjung Pandang saat dihubungi penumpang via telepon seluler, mengaku bertanggung jawab atas penundaan ini.

Aliwes mempersilakan para peserta ivent mancing di Halmahera Timur itu mempublikasikan kelalaian maskapai Lion Group itu ke media.

"Silakan publikasi ke media," kata seorang penumpang, seraya menirukan ucapan Aliwes.

Aliwes beralasan penundaan penerbangan maskapai Wings Air karena cuaca buruk. Sementara dengan jadwal penerbangan yang diubah, ia tidak bisa bertanggung jawab.​









 

Share:

Mahasiswa UB temukan test pack pendeteksi bakteri di makanan











CINTABERITA - Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang menemukan alat yang dikemas menyerupai test pack kehamilan. Alat yang diberi nama Pilator itu berfungsi sebagai pendeteksi bakteri salmonella pada makanan dengan cepat dan akurat.

Sebagaimana test pack kehamilan, detektor bakteri salmonella ini juga menerapkan prinsip biosensor. Contoh makanan yang mengandung bakteri akan menunjukkan warna tertentu.

"Hanya saja jika test pack kehamilan menunjukkan hasil berbentuk garis, alat kami ini menunjukkan perubahan warna," kata Maria Florencia Puspitasari Schonherr, salah satu penemu Pilator di Universitas Brawijaya Malang, Minggu (21/5).

Kata Maria, bakteri salmonella adalah salah satu bakteri yang acapkali menjadi penyebab kasus foodborne disease, yakni penyakit masuk ke tubuh manusia melewati makanan berbakteri. Makanan yang dihuni bakteri patogen tersebut jika dikonsumsi akan menyebabkan gangguan kesehatan.



 








Gejala yang ditimbulkan di antaranya gastroenteritis, demam enterik seperti demam tifoid dan demam paratifoid. Dari situlah kemudian Maria dan kawan kawan berinovasi menciptakan Pilator, agar dengan mudah dan cepat bakteri salmonella dapat diketahui.

Maria bersama empat temannya sesama mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UB menciptakan Pilator. Keempat mahasiswa tersebut adalah Sri Mursidah (Jurusan Teknologi Industri Pertanian 2013), Ani Masruroh (Jurusan Teknologi Hasil Pertanian 2014), Rika Anisa Anggraeni (Jurusan Teknologi Hasil Pertanian 2014) dan Yunita Khilyatun Nisak (Jurusan Teknologi Hasil Pertanian 2014).

"Penggunaan Pilator tidak memerlukan pengujian yang rumit ataupun alat mahal. Hanya dengan meneteskan sampel ke alat, maka akan terdeteksi apakah pada bahan pangan tersebut mengandung salmonella atau tidak," jelas Mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian 2014 itu.

Kendati prosesnya sederhana, hasil penelitian laboratorium menunjukkan alat tersebut terbukti cepat dan akurat. Keakuratan dari teknologi ini dipastikan dengan hasil uji selektivitas, uji LOD dan uji linieritas.

"Kami optimis alat ini bermanfaat di masyarakat. Sebab deteksi salmonella praktis. Pilator sendiri berbahan dasar kertas saring whatman #1 berukuran 5 x 3 x 1 cm ini bisa dibilang merupakan yang pertama di Indonesia," kata Sri Mursidah yang diamini teman-temannya.

Umumnya, tambah Ani Masruroh, deteksi salmonella harus dilakukan di laboratorium atau menggunakan metode lain yang terbilang mahal dan lama karena kerumitannya. Tetapi alat ini sangat praktis dan efisien, hanya tinggal meneteskan sampel dan dapat langsung diketahui hasilnya dalam 1-2 menit.

"Jadi ke depan kami harap Pilator dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak khususnya mereka yang bertanggung jawab terhadap keamanan pangan. Sehingga keamanan pangan di Indonesia dapat benar-benar terjamin dan dapat meminimalisir terjadinya foodborne disease," pungkas Maria.








 

Share:

Dugderan, Tradisi Warga Semarang Tandai Awal Ramadan













CINTABERITA  - Banyak cara dan tradisi yang digelar warga untuk menyambut datangnya Ramadan. Tak terkecuali warga Semarang, Jawa Tengah memiliki tradisi Dugderan, yang tak sekadar pasar rakyat tetapi juga sekaligus menandai awal masuknya bulan puasa.

Tradisi ini selalu menyedot perhatian masyarakat karena banyak pedagang 'tiban' yang berjualan di pasar rakyat sepekan sebelum Ramadan. Puncak acara dugderan adalah satu hari sebelum bulan puasa, berupa karnaval yang diikuti pasukan merah putih, drumband, pasukan pakaian adat berbagai daerah, meriam, warak ngendok, serta berbagai kesenian di Kota Semarang.

Dalam karnaval itu, yang paling mengundang perhatian adalah warak ngendok, sejenis binatang rekaan yang memadukan tiga unsur hewan. Warak ngendok juga sebagai simbol kerukunan antaragama dan suku yang terdapat di Semarang.

Kepalanya menyerupai kepala naga, sebagai simbol khas kebudayaan dari etnis Tionghoa. Sedangkan tubuhnya berbentuk layaknya unta khas kebudayaan dari etnis Arab. Sedangkan keempat kakinya menyerupai kaki kambing khas kebudayaan dari etnis Jawa.

Secara bahasa, warak ngendok berasal dari kata wara'ah dan ngendog. Wara'ah adalah bahasa Arab berarti menahan dari sesuatu yang buruk, sementara ngendok dari bahasa Jawa dengan arti bertelur.

Warak ngendok dibuat dari kertas warna-warni sehingga terlihat paling menarik perhatian pengunjung. Karnaval biasanya dimulai sejak pagi dan berakhir menjelang Magrib.

Munculnya tradisi Dugderan berawal dari perbedaan penentuan awal Ramadan oleh umat Islam. Hingga pada 1881, Kanjeng Bupati RMTA Purbaningrat, berinisiatif menentukan awal Ramadan, yaitu setelah Bedug Masjid Agung dan meriam di halaman pendapa kabupaten, masing-masing dibunyikan tiga kali.

Sebelum memukul bedug dan menyalakan meriam, digelar upacara di halaman pendopo kabupaten. Suara bedug berbunyi dug dug, dan meriam terdengar der der, itu akhirnya menarik perhatian masyarakat Semarang dan sekitarnya, untuk berdatangan. Masyarakat pun mengenal tradisi menjelang awal Ramadan itu sebagai Dugderan.

Banyaknya pengunjung, mengundang para pedagang dari berbagai daerah untuk menjual berbagai makanan, minuman, dan mainan anak-anak seperti yang terbuat dari tanah liat (celengan, gerabah), serta mainan dari bambu (seruling, gangsingan).

"Acara ini unik, ramai. Setiap tahun pasti digelar menjelang Ramadan. Tak hanya untuk membeli mainan tradisional anak-anak, tapi juga sekaligus mengenalkan pada anak bahwa kita punya warak ngendok," kata seorang warga Nurhaeni.

Tradisi Dugderan masih tetap lestari meski pelaksanaannya sudah banyak perubahan. Penyebab perubahan tradisi itu antara lain pindahnya pusat pemerintahan ke Balai Kota di Jalan Pemuda dan berkembangnya bangunan-bangunan pertokoan di seputar Pasar Johar.

Meski demikian, upacara tradisi Dugderan di halaman Balai Kota tetap digelar pada waktu sama, yaitu sehari sebelum bulan puasa. Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota Semarang yang bertindak sebagai adipati.

Usai upacara, Wali Kota menaiki kereta kencana dikawal Pasukan Pandanaran. Kemudian arak-arakan itu diikuti pasukan berkuda dan bendi hias yang ditumpangi jajaran muspida Kota Semarang menuju Masjid Agung Semarang Kauman.

Setiba di Masjid Agung Semarang Kauman, Wali Kota disambuat tarian Warak Ngendok yang diperankan siswa-siswi SMA. Kemudian, Wali Kota melaksanakan prosesi pembacaan skukuf halaqah, pemukulan bedug sebanyak 17 kali diiringi dentuman meriam serta pembagian makanan khas Semarang roti Ganjel Rel dan air khataman Alquran.

Setelah prosesi di Masjid Kauman, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Agung Jawa Tengah guna menyerahkan skukuf halaqah kepada Gubernur Jawa Tengah yang bertindak sebagai Raden Mas Tumenggung Probo Hadikusumo. Pada prosesi ini juga diiringi suara bedug dan meriam.









Share:

Laman Pemkot Bogor Diretas Hacker












CINTABERITA - Laman resmi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, kotabogor.go.id diduga diretas hacker. Alhasil, situs tersebut tak bisa diakses.

Hingga Minggu (21/5/2017) pukul 22.00 WIB, laman kotabogor.go.id hanya muncul tulisan "Black Illusion Security" dengan latar belakang hitam dan garis merah biru yang terus bergerak.

Di bawahnya juga tertera tulisan "SPEEDY-03-x404.hz-JBRXXX-MHR27-MR W42N ID-CON7EXT". Selain itu, juga tertera tulisan berbahasa Inggris.

"Nothing Message, Nothing Saved, Nothing is Impossible, Nothing Secure, Nothing Anything. Only God can Stop Me. Remember Us – Yes…Im a Criminal, my crime is that curiosity," demikian bunyi tulisan tersebut.

Kasubag Humas Pemkot Bogor Abdul Manan Tampubolon membenarkan bahwa laman Pemkot Bogor diduga diretas.

Namun, kata dia, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor sedang mencari tahu penyebabnya.

"Untuk memastikan di-hack atau tidak, Diskominfostandi sedang melakukan pengecekan oleh tim e-gov," kata Manan.

Kepala Seksi Aplikasi dan Data pada Diskominfostandi Kota Bogor, Sandi mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan tim e-gov.

"Sepertinya sudah di-hack. Untuk pastinya masih nunggu dari tim e-gov. Kita juga belum tahu motif dan tujuannya apa," kata Sandi.

Terkait peretasan situs ini, Sandi menambahkan, pihaknya belum melaporkan kepada kepolisian. "Kami belum komunikasi dengan pimpinan," dia menandaskan.









Share:

Rapper ini buat tato wajah Ahok di tangannya











CINTABERITA - Rapper Samuel Alexander Pieter atau lebih dikenal dengan Young Lex membuat tato baru di tangannya. Kali ini dia merajah tubuhnya dengan gambar wajah Gubernur DKI non aktif Basuki T Purnama.

"Gue tato permanen wajah Pak @basukibtp ( Ahok) bukan buat kalian, bukan buat siapa pun, tapi buat gue," tulisnya dikutip dari akun instagramnya young_lex18, Minggu (21/5).

Young Lex mengaku punya alasan kenapa memilih Ahok. "25 Tahun umur gue hidup di bumi pertiwi, gue enggak pernah melihat seorang politisi, atau pejabat negara, yang masuk penjara, tapi ditangisi sama para fans nya, termasuk gue! Yang nangis dapat kabar Pak Ahok masuk penjara," tuturnya.

Dia heran kenapa bisa seorang politisi tapi punya fans? Dia merasa ini jarang sekali terjadi terlebih orang itu berurusan sama masalah hukum.

"Terlepas dari kinerjanya dan segala prestasinya dia, gue mengidolakan karakter dia dan integritas dia," tuturnya.

Atas keputusannya ini Young Lex meminta tidak menjadi perdebatan. Apalagi sampai 'perang' di media sosial. "Jadi gue enggak peduli, mau agama lu apa pun, suku lu apapun. Kita tetap satu. Indonesia," tandasnya.








Share:

Polisi Usut Pembuangan Belasan Kilogram Sampah Medis di Tulungagung













CINTABERITA - Aparat kepolisian Tulungagung mengusut pembuangan belasan kilogram limbah medis di wilayah Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu. Onggokan sampah spet, jarum suntik bekas, botol bekas yang disinyalir sebagai obat antibiotik, obat anti nyeri dan obat penurun panas ditemukan berserakan di bawah jembatan gantung.

“Sampah medis ini berbahaya bagi masyarakat. Apalagi dibuang secara sembarangan,“ ujar Kapolsek Puji Widodo kepada wartawan, Minggu 21 Mei 2017.

Bobot limbah medis ini mencapai 19,5 kilogram. Bahkan, limbah tersebut sudah bercampur dengan sampah rumah tangga. Letaknya berdekatan dengan bantaran sungai dan area persawahan.

Mengingat RSUD dr Iskak Tulungagung memiliki fasilitas penghancur sampah medis, pembuangan di tempat tidak selayaknya itu dipastikan menyalahi ketentuan yang berlaku. Saat ini, aparat tengah meminta keterangan sejumlah saksi.

“Pembuangan ini diduga berlangsung malam hari, di mana situasinya pas sepi,“ katanya.

Suwarji (43) warga setempat mengatakan, sempat memergoki beberapa orang yang melakukan pembuangan sampah di malam hari. Ia tidak tahu sesuatu yang dilempar di bantaran sungai itu ternyata limbah medis.

“Kalau siang hari jelas tidak berani. Karena pasti ditegur warga,“ ujarnya.

Temuan sampah medis itu kemudian dilaporkan kecamatan, kepolisian setempat dan puskesmas. Kepala Puskesmas Boyolangu Ardatik membenarkan adanya sampah medis yang dibuang di tempat tak layak.

Secepatnya pihak Puskesmas akan membuat berita acara laporan ke dinas kesehatan. “Kita akan laporkan ke dinas kesehatan,“ ujarnya.

Ia menjelaskan, mekanisme pembuangan sampah medis selama ini telah terikat perjanjian (MOU) dengan pihak ketiga di Mojokerto. Contohnya Puskemas Boyolangu dan Puskesmas lainnya. “Di mana, untuk pembuangan sampah medis, Puskesmas telah berkoordinasi dengan PT Pria dari Mojokerto,“ jelasnya.











Share:

Minggu, 21 Mei 2017

2 Penemu Muda Asal Pati yang Menginspirasi












CINTABERITA - Raafi Jaya dan Suprihatin, adalah dua anak muda asal Kabupaten Pati yang memanfaatkan limbah kulit singkong di Pati, Jawa Tengah. Mereka mengubah limbah tersebut menjadi komposit yang dapat menjadi bahan baku industri otomotif, kapal, dan pesawat terbang.

Raafi menceritakan ide awal bersama Suprihatin membuat komposit dari limbah singkong. Di Kabupaten Pati tempat tinggalnya, banyak limbah kulit singkong, sebab Pati memiliki pabrik tepuk tapioka. Dalam satu bulan, ada 10 ton limbah yang tidak pernah dimaksimalkan dan menumpuk.

Hal ini membuat kedua anak muda itu, mencari peluang dengan memanfaatkan limbah yang tidak dipergunakan untuk bahan baku industri. Awalnya, mereka terlebih dahulu melakukan pengkajian dan penelitian, setelah itu barulah disimpulkan limbah singkong ini dapat dijadikan sebagai komposit untuk bahan baku industri.

Mereka lalu mengikutsertakan penelitian tesebut dalam lomba ajang riset internasional yaitu International Young Inventor Project Olympiad di Georgia, Amerika Serikat. Di sana, mereka bersaing dengan 35 negara peserta lainnya termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lainnya. Mereka mendapat medali emas dalam ajang tersebut untuk kategori fisika.

Melihat potensi anak bangsa, Liputan6 Awards pun memberikan penghargaan kepada Raafi Jaya dan Suprihatin. Piala penghargaan pun diberikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Sandiaga Uno.

Raafi Jaya berharap, penghargaan ini dapat memberikan inspirasi kepada generasi muda, penerus bangsa.

"Sangat luar biasa kami bisa diberikan penghargaan yang bergengsi dari Liputan6 Awards, kisah yang kami berikan ini bisa menginspirasi generasi muda, teman-teman saya untuk terus berprestasi dan berinovasi diri yang nantinya lebih berprestasi lagi,” ujar Raafi di SCTV Tower Senayan Jakarta Pusat, Sabtu (20/5/2017).

Suprihatin juga berpesan kepada anak muda di Indonesia, dalam mencoba sesuatu hal jangan mudah menyerah dan selalu berusaha sesulit apapun kendalanya.

"Jangan melihat dari keterbatasan pokoknya, tetap berusaha terus, jika gagal terus dicoba, dicoba, dan dicoba terus sehingga pada akhirnya mendapat hasil yang maksimal dan dapat membanggakan, khususnya untuk Indonesia," tutur dia.

Dia pun sangat mengapresiasi ajang penghargaan Liputan6 Awards. Sebab, penghargaan ini dapat menginspirasi anak muda lainnya.








Share:

Saksikan Latihan Tempur TNI, Hati Puan Maharani Bergetar














CINTABERITA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani ikut mendampingi Presiden Joko Widodo menyaksikan langsung latihan tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI Tahun 2017 di Natuna, Kepulauan Riau, Jumat 19 Mei 2017.

Puan Maharani mengaku merasa bangga dan berkeyakinan TNI senantiasa siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Hati saya bergetar melihat latihan perang kemarin itu. Makin menguatkan gelora nasionalisme. Kita dukung TNI yang kuat, solid, dan menyatu dengan rakyat dalam menjaga NKRI," ungkap Menko PMK Puan Maharani kepada pers, Sabtu (20/5/2017).

Dalam latihan tersebut, kata dia, TNI menunjukkan profesionalitas dan optimisme yang menunjukkan memiliki kekuatan kelas dunia. 

Sekitar 5.900 prajurit TNI terjun langsung dalam latihan tersebut. Mereka di antaranya berasal dari Satuan Tugas Darat, Satuan Tugas Laut, Satuan Tugas Udara, Satuan Darat lanjutan, Satuan Manuver Infanteri dan Kavaleri, Satuan Bantuan Tempur, dan Satuan Bantuan Administrasi. 

Saat menghadiri acara tersebut, Presiden Joko Widodo merasa bangga melihat soliditas yang ditunjukkan para prajurit TNI dalam Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Tanjung Datuk, Natuna, Kepulauan Riau, ini.

"Di darat kita lihat, di laut bisa kita lihat, di udara juga bisa kita lihat betapa sangat terintegrasinya, terpadunya kerja sama di antara darat, laut, dan udara sehingga bisa memenangkan pertarungan di akhir," kata Jokowi, Jumat 19 Mei 2017. 

Presiden juga berpesan kepada seluruh prajurit TNI untuk tidak berpuas diri.  Masih banyak hal yang perlu diperbaiki dan dibenahi, termasuk terus mengikuti perkembangan zaman. 

Presiden juga menyampaikan saat ini TNI mendapatkan kepercayaan sangat baik dari masyarakat. Hal itu dapat dilihat pada peringkat kepercayaan yang sangat tinggi di antara lembaga-lembaga publik.

"Jaga public trust (kepercayaan masyarakat), jangan rusak gara-gara hal-hal yang sebetulnya bisa kita manage, hal-hal yang sebetulnya bisa kita hindari," tegas Presiden. 

Selain Menko PMK Puan Maharani, hadir dalam rombongan Presiden, antara lain Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono. 








Share:

Blog Archive

Cintaberita. Diberdayakan oleh Blogger.