Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   

Rekomendasi Posts



















Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan

Polisi Berhasil Menangkap Sepasang Suami Istri Terduga Pemilik Pabrik Rumahan Ekstasi Palsu di Kawsan Tamansari




CINTABERITA - Personel Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat, menemukan dan menggrebek pabrik rumahan pembuatan narkoba jenis pil ekstasi palsu di kawasan Tamansari Jakarta Barat, Sabtu (23/3/2019) sore.

Dalam penggerebekan, polisi menangkap dua tersangka, yakni HB (36) dan SA (40), yang diduga sebagai pekerja pembuatan pil tersebut. 

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Hengki Haryadi SIK MH, dalam keterangannya Senin (25/3/2019) mengatakan, pihaknya juga menyita barang bukti berupa ratusan butir ekstasi palsu, serta satu set alat cetak pil ekstasi. 

“Orang yang kami tangkap diduga sebagai pekerja,” katanya. Sementara itu, Kasat Narkoba AKBP Erick Frendriz menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi masyarakat. 

Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas yang dipimpin Kanit 1 Narkoba AKP Arif Oktora bersama Kasubnit 2 unit 1 Iptu Madjen Silaban SH melakukan penyelidikan.

“Kita lakukan under cover buy. Setelah sepakat keduanya melakukan pertemuan di Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat.

 Kemudian anggota melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka dan ditemukan 1 paket besar berisi diduga pil ekstasi palsu 3 paket dengan jumlah 225 butir yang disimpan di selipan celana yang dikenakan tersangka,” jelas Erick. Dari hasil interogasi terhadap tersangka tersebut, pil ekstasi palsu itu dibuat dari bahan paracetamol, bodrex, napsil dan blau (pemutih pakaian).

“Dalam pengerjaannya, mengulek atau mencampur bahan-bahan tersebut adalah tersangka HB, Sedangkan yang mencetak pakai spidol adalah tersangka SA,” jelasnya. 

Dari penggerebekan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti antara lain 1 paket diduga exstasi palsu besar berisi 3 paket 225 butir, 1 buah cangklong bekas pakai, 9 unit ponsel, 1 buah dompet, 1 buah ulekan penghancur, 1 wadah pembuat ekstasi, dan 1 bungkus blau.

“Dari beberapa sample yang kita lakukan uji teskip dan hasilnya memang pil tersebut tidak terdapat MDMA/unsur Narkotika, bisa dikatakan bahwa pil tersebut jenis pil ekstasi palsu,” timpal Kanit 1 Narkoba AKP Arief Oktora.

Untuk proses hukumnya para pelaku dikenakan undang undang kesehatan pasal 196 Sub Pasal 197 UURI No 36 Th 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. 

Dalam kesempatan itu, petugas BPOM RI Deputi Penindakan, Dadang menjelaskan, adanya temuan tersebut merupakan pelanggaran dalam kesediaan farmasi yang dibuat secara ilegal. Adapun bahan pembuat ekstasi tersebut diantaranya paracetamol, bodrex, neo napacil dan blau. Jika dicampur tanpa aturan akan menimbulkan efek yang membahayakan. 


Bingung cari bandar bola online...!!!!  sekarang uda gak jaman lagi bingung langsung gabung aja disini hanya minimal deposit 50000 kamu sudah bisa bermain disini.., buruan gabung tunggu apa lagi..! 

AGEN SBOBET | BERITA BOLA | AGEN IBCBET 

Image and video hosting by TinyPic

POLISI Kembali Tangkap Satu Orang Terduga Teroris Jaringan Sibolga di Lampung



CintaBerita - Polisi kembali menangkap seorang terduga teroris berinisial K di Lampung Utara, Jumat (22/3/2019). 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan K diduga tergabung dalam kelompok teroris jaringan Sibolga, Sumatera Utara.

"Yang ditangkap di Lampung seorang DPO. Ditangkap di Lampung Utara. Yang bersangkutan atas nama K sudah diikuti sekian lama," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/3/2019).

Menurut keterangan polisi, K diketahui aktif mengikuti kegiatan semi-militer yang digelar kelompok teroris di Lampung.

Dedi mengatakan, K juga merupakan anggota Jamaah Ansharut Daullah (JAD) Lampung pimpinan Ujang.

Ujang telah ditangkap pascabom Surabaya tahun lalu.



K bersama beberapa rekannya disebutkan telah merencanakan penyerangan terhadap aparat keamanan.

"Sasaran amaliyah petugas kepolisian di Jawa dan sekitarnya. Itu sasaran utama," ungkapnya.

Namun, polisi masih mendalami peran K dalam kelompok teroris jaringan Sibolga tersebut.

Sebelum menangkap K, aparat awalnya menangkap P di Lampung pada Sabtu (9/3/2019).

Kemudian, diikuti dengan penangkapan Husain alias AH di Sibolga, Sumatera Utara, pada Selasa (12/3/2019).

Di hari yang sama, Densus 88 menciduk AK alias Ameng dan ZP atau Ogel yang ditangkap di Sibolga.

Keesokan harinya, Rabu (13/3/2019), polisi menangkap R alias S dan M yang ditangkap di Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Kemudian, YS alias Khodijah ditangkap di Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis (14/3/2019) sore.



Namun, YS tewas karena diduga bunuh diri dengan cara menenggak zat kimia keras.

Aparat menemukan YS dalam kondisi sakit pada Senin (18/3/2019).

Saat itu, ia sedang diperiksa di rutan Polda Metro Jaya, Jakarta.

Setelah itu, polisi kembali menangkap seorang terduga teroris berinisial M alias Abu Arkam, di Berau, Kalimantan Timur, Selasa (19/3/2019). Lalu, ditangkaplah K.


Bingung cari bandar bola online...!!!!  sekarang uda gak jaman lagi bingung laangsung gabung aja disini hanya minimal depo 50000 kamu sudah bisa bermain disini.., buruan gabung tunggu apa lagi..! 

Prediksi Bola Online | Berita Bola Online



close
Image and video hosting by TinyPic

Terungkap Ibu Pembuang Bayi di Tong Sampah Depan Komplek CBD



CINTABERITA -  Personel Polsek Medan Baru akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembuang bayi, yang ditemukan di dalam tong sampah di Jalan CBD, Sari Rejo, Medan Polonia, beberapa waktu lalu. Tersangka pelaku adalah ibu kandung sang bayi, Dewi Purnama Sari, warga Tulung Mili Indah, Kota Bumi Ilir, Kota Bumi, Provinsi Lampung.

Wanita berusia 28 tahun itu merupakan asisten rumah tangga yang bekerja di salah satu rumah di Perumahan Malibu Indah. Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing, didampingi Kanit Reskrim, Iptu Philip A Purba, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (25/3/2019) mengatakan, wanita itu berhasil ditangkap 6 jam setelah jasad bayinya ditemukan di tong sampah, Selasa (19/3/2019) sekira jam 09.00 Wib.

Diketahui, bayi yang baru dilahirkan itu ditemukan seorang petugas kebersihan, Jasminto Siagian, di tempat pembuangan sampah sementara, Jalan Antariksa, persis di depan komplek CBD. “Dari keterangan petugas dinas kebersihan, dia mengutip sampah di blok E, F dan H. 

Dari keterangan itu kita lakukan penyelidikan dan menemukan pasien wanita atas nama DPS dirawat di Rumah Sakit Materna mengalami pendarahan,” beber Martuasah di Mapolsek Medan Baru.

Polisi kemudian melakukan interogasi terhadap pasien tersebut dan kecurigaan petugas pun akhirnya terbukti. Dewi akhirnya mengaku bahwa dia baru saja melahirkan seorang bayi perempuan dan memasukkannya ke dalam plastik kresek lalu membuangnya di tong sampah milik majikannya, di perumahan Malibu Indah, Blok H, No 27. “Atas perbuatannya, pelaku kita kenakan pasal 342 subs pasal 341 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya.



Suka main lotre dan bingung cari bandar lotre online terpercaya.....? Tak Usah Bingung lagi uda gak jaman ini ada bandar oline terpercaya se -indonesia dan paling aman ... hanya dsini dengan minimal dposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka hatimu banyak bonus dan hadiah menarik lainya.

bandar togel | bandar togel terbaikbandar togel terpercaya 


Image and video hosting by TinyPic

Seorang Nelayan Tewas Disambar Petir Saat Mencari Kerang



CINTABERITA - Abdul Kholid (39), nelayan warga Dusun II Desa Pantai Labu Pekan, Kecamatan Pantai Labu, Delisersang, tewas seketika akibat disambar petir, saat hujan siang, Senin (25/3/2019), pukul 11.00 Wib. 

Peristiwa itu terjadi di Pantai Denai Kuala, Dusun IV, Desa Denai Kuala, Kecamatan Pantai Labu, Deliserdang. Informasi yang diperoleh, sebelum kejadian itu, korban bersama nelayan lainnya sedang mencari kerang di perairan laut Pantai Labu yang berjarak sekira 1 km dari tepi pantai. 

“Tiba-tiba petir dan menyambar tubuh korban sehingga terjatuh. Akibat kejadian tersebut baju dan celana korban terbakar serta tubuh korban mengalami luka bakar dan gosong pada bagian dada,” kata Kapolsek Beringin, AKP Bambang H Tarigan dalam keterangannya, Senin (25/3/2019) sore.

Sesaat kemudian, teman-teman Abdul bernama Heri (41) dan Alung (38) langsung melihat ke lokas dan melihat Abdul telah meninggal dunia di tempat. “Selanjutnya, teman korban membawa jenazah korban ke rumah duka,” imbuhnya.

Personel Polsek Beringin yang mendapat informasi terkait kejadian tersebut langsung menuju rumah duka dan memintai keterangan kepada saksi-saksi. 

“Pihak keluarga korban berduka dan meminta untuk tidak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan. 

Jenazah korban sudah dimakamkan di TPU Dusun II Desa Pantai Labu Pekan,” pungkasnya.



Suka main lotre dan bingung cari bandar lotre online terpercaya.....? Tak Usah Bingung lagi uda gak jaman ini ada bandar oline terpercaya se -indonesia dan paling aman ... hanya dsini dengan minimal dposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka hatimu banyak bonus dan hadiah menarik lainya.

agen togel resmi | agen togel terpercaya | bandar togel terpercaya 


Image and video hosting by TinyPic

Mengaku Mukul Ular Sampai Mati, Dan Ternyata Yang di Bunuh Ibu Kandungnya


CINTABERITA - Penyidik Polres Manggarai mengaku kalau Vinsensius Moyo (19), pelaku dugaan pembunuhan ibunya sendiri, Benedita Sil saat diperiksa mengaku kalau yang ia pukul sampai mati adalah ular.

Vinsensius mengaku kalau ia memang memukul ibunya pakai balok dan accu tapi ia mengungkapkan yang ia pukul sampai mati bukan ibunya tapi seekor ular.

"Ia mengaku memukul ibunya pakai balok dan accu tapi ia mengaku kalau yang ia pukul adalah ular. Keterangannya kalau tidak sesuai apa yang ditanyakan," kata Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK melalui KBO Reskrim, Ipda Toni Ndapa di Mapolres Manggarai, Jumat (22/3/2019) pagi.

Ia menegaskan, keterangan pelaku yang tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan membuat penyidik akan meminta keterangan psikiater.

"Memang ada rencana kami mendatangkan psikiater. Kadang keterangan tidak sesuai dengan yang ditanya penyidik. Pelaku mengaku memukul pakai balok dan accu tapi yang ia pukul adalah ular bukan ibu," ujar Toni.

Ia menegaskan, Penyidik Polres Manggarai masih terus memeriksa Vinsensius Moyo (19) sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Benedita Sil.

Bingung cari bandar bola online...!!!!  sekarang uda gak jaman lagi bingung langsung gabung aja disini hanya minimal deposit 50000 kamu sudah bisa bermain disini.., buruan gabung tunggu apa lagi..! 


AGEN SBOBET | AGEN IBCBET | SABUNG AYAM 

Image and video hosting by TinyPic

Maling Kulit Kayu Manis di Kebun Orang, Pasangan Suami Istri di Jambi Babak Belur di Massa Warga



CINTABERITA - Maraknya kasus pencurian kulit kayu manis di Desa Nilo Dingin, Lembah Masurai, berbuntut aksi massa. Kegeraman warga memuncak pada Minggu (24/3) saat penangkapan ke lima pelaku pencurian.

Menurut keterangan saksi, Minggu (24/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Pemilik kebun kayu kulit manis, Kamarudin mendapat informasi bahwa kebun kulit kayu manis miliknya dicuri orang. Benar saja, saat Kamarudin datang, Ia melihat lima orang sedang menebang pohon kulit manisnya.

Kamarudin kemudian memanggil warga yang ada di Desa Nilo Dingin. Warga datang untuk mengamankan ke lima pelaku.

Tetapi, hanya dua orang (suami-istri) pelaku yang ditangkap, dan tiga orang lainnya berhasil melarikan diri. Dua orang pelaku yang diamankan langsung dihakimi massa yang mengakibatkan satu pelaku, Dirwan (34) terkapar dengan sejumlah luka serius. Warga beridentitas di Desa Keban Agung, Semendo, Muara Enim, Sumatera Selatan meninggal dunia saat sampai di Puskesmas Pasar Masurai.

Sedangkan istri, Ria Juwita (28) pingsan, juga dilarikan ke Puskesmas setempat. Saat ini tengah mendapat perawatan intensif untuk pemulihan kesehatan.

Sementara Kades Nilo Dingin, Sudirman menghubungi Kapolsek Lembah Masurai, IPTU Sitepu yang kemudian memerintahkan anggotanya untuk mengamankan.

Dalam keterangan polisi, 3 orang rekan pasutri tersebut yakni, Ap (30) Daduk (20) serta Dalan (40) pria asal Desa Padang Guci, Sumatera Selatan, yang berhasil melarikan diri.

Sementara itu, barang bukti (BB) yang di amankan oleh masyarakat 1 (satu) buah mesin senso, karung berisi kulit manis, dan parang pelaku.

“Saat ini kita masih mendalami kejadian ini, termasuk mengecek kembali di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara petugas yang lain menyisir ke tiga pelaku lainnya bersama warga,” ujar IPTU Sitepu.


suka bermain poker .... gabung aja disini aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!

AGEN POKER | AGEN DOMINO99 | DOMINO ONLINE

Image and video hosting by TinyPic

Ajaib Sopir Avanza yang Terjun Bebas ke Jurang Sedalam 200 Meter Hanya Luka Ringan,Mobil Rusak Berat



CintaBerita - Satu unit mobil Avanza BK 1583 KB masuk jurang sedalam kurang lebih 200 meter di jalinsum Medan - Sidikalang, persisnya dekat air terjun Lae Pendaroh, Desa Sitinjo Induk, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Minggu (24/3/2019) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB.

Uniknya, korban yang juga sopir dari mobil nahas tersebut, Heri Joner Markus Sihombing (38), selamat.

Pria warga Jalan Sawit III Perumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, ini hanya mengalami luka lecet si beberapa bagian tubuhnya. Kini, Heri berada di RSUD Sidikalang.

Sementara itu, mobil yang dikendarai Heri rusak berat dan masih berada di dasar jurang.

Informasi dihimpun, kecelakaan bermula saat Heri berusaha mengelakkan sebuah mininus yang datang dari arah Medan alias menuju Sidikalang.

Mobil Heri sendiri melaju dari arah Sidikalang. Ia baru saja pulang dari tempat kerabatnya di Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, dan saat itu sedang dalam perjalanan menuju Medan.

Di jalinsum Medan - Sidikalang, Desa Sitinjo Induk, tepatnya di air terjun Lae Pendaroh, tiba-tiba muncul mobil yang ingin menyalip.

spontan banting setir ke kiri guna mengelak. Sayangnya, Heri tak cukup cekatan untuk langsung banting setir ke kanan, agar mobil kembali masuk ke badan jalan.

bil yang ditumpangi Heri masuk ke jurang yang ada persis di sisi jalan dan terguling-guling sampai ke dasar jurang.



"Pengakuan korban, dia terkejut, makanya banting setir. Kata dia, ada minibus yang menyalip tiba-tiba. Jadi, dia mau mengelakkan itu. Nah, saat proses mengelak itu, diduga ban mobil korban yang sebelah depan-kiri terlanjur masuk bibir jurang, sehingga selip, lalu akhirnya terjun ke jurang," kata Kasat Lantas Polres Dairi AKP Pittor Gultom, Senin (25/3/2019).

Pittor menyebut, pihaknya langsung turun ke TKP setelah menerima laporan dari warga. Selanjutnya, pihaknya bersama BPBD Dairi mengevakuasi korban dari dalam jurang tersebut.

Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapat perawatan medis, sembari menunggu pihak keluarganya datang dari Medan.

"Mobil korban masih berada di dalam jurang dan belum bisa dievakuasi," pungkas Pittor.

Mobil Toyota Avanza hitam masuk ke Jurang Lae Pondom, Kabupaten Dairi, terekam kamera ponsel pengguna jalan.

Saat kejadian lalu lintas Medan- Sidikalang terlihat sepi, tiba-tiba Avanza dengan nomor polisi BK 1583 KB keluar dari badan jalan dan langsung jatuh ke jurang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Medan, peritiwa nahas ini terjadi pada Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.

Mobil tersebut dikabarkan terjun ke jurang sedalam 200 meter.

Hal ini menjadi sorotan banyak orang bahkan sempat menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.



Video dan foto-foto yang beredar di linimasa media sosial memperlihatkan kondisi mobil rusak parah dan belum berhasil dievakuasi ke atas.

Seluruh bodi mobil dan kaca tampak rusak.

Belum diketahui penyebab mobil bisa terjun ke jurang.

Mobil hanya dikemudikan Heri tanpa penumpang.

Diwawancarai Kasatlantas Polres Dairi AKP Pittor Gultom, menceritakan bahwa menurut penuturan sopir kecelakaan terjadi lantaran pengemudi ingin menghindari sebuah minibus.

"Pengakuan korban, dia terkejut, makanya banting setir. Kata dia, ada minibus yang menyalip tiba-tiba. Jadi, dia mau mengelakkan itu. Nah, saat proses mengelak itu, diduga ban mobil korban yang sebelah depan-kiri terlanjur masuk bibir jurang, sehingga selip, lalu akhirnya terjun ke jurang," kata Kasat Lantas Polres Dairi AKP Pittor Gultom, Senin (25/3/2019).

Pittor menyebut, pihaknya langsung turun ke TKP setelah menerima laporan dari warga.

Selanjutnya, pihaknya bersama BPBD Dairi mengevakuasi korban dari dalam jurang tersebut.

Korban dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapat perawatan medis, sembari menunggu pihak keluarganya datang dari Medan.

"Mobil korban masih berada di dalam jurang dan belum bisa dievakuasi," pungkas Pittor.

Namun keterangan korban bertolak belakang dengan rekaman video yang beredar.

Tidak ada minibus yang mengganggu mobil korban.

Memang kawasan ini dikenal angker.

Rawan Kecelakaan



Lae Pondom adalah satu dari ruas jalan yang rawan kecelakaan di Sumatera Utara.

Kawasan hutan Lae Pondom merupakan akses jalan yang dapat menghubungkan Medan-Tanah Karo-Dairi-Singkil-Subulusalam.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi berencana untuk mendirikan rest area di kawasan Lae Pondom, Kecamatan Silahisabungan sebagai tempat untuk beristirahat para pengemudi yang menempuh perjalanan jauh.

Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Sebastianus Tinambunan mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat permohonan kepada Kementerian Kehutanan agar dapat memakai kawasan hutan lindung itu untuk kepentingan masyarakat, bukan sebagai wilayah komersil.

"Ya, kami sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Kehutanan, supaya sebagian kecil lokasi di Lae Pondom bisa dipakai untuk bangunan rest area pengemudi antar kabupaten antar provinsi," kata Sebastianus, Kamis (11/10/2018).

Namun, menurut Sebastianus sampai saat ini surat permohonan itu belum mendapat jawaban dari Kementerian Kehutanan.

Pihaknya pun terus menunggu dan berharap permohonannya mendapatkan persetujuan demi menekan angka kecelakaan.

"Harapannya bisa terealisasi. Sebab kawasan itu sering terjadi kecelakaan," sebutnya.

Beberapa waktu lalu, Kasatlantas Polres Dairi, AKP Pittor Gultom menyebutkan kawasan hutan lindung Lae Pondom rawan akan kecelakaan.

"Lokasi itu memang rawan laka.



Kita lihat saja beram jalannya terlalu dalam, penerangan tidak ada dan sering berkabut.

Kawasan blank spot itu mulai dari Lae Pondom," sebut Pittor, Rabu (26/9/2018) lalu.

Ia pun mengaku telah menyurati Balai Jalan Nasional di Medan dan Dinas Perhubungan setempat, agar segera dilakukan perbaikan beram jalan, pendirian rest area, pemasangan lampu jalan demi mengurangi angka kecelakaan.

"Saya sudah surati itu orang Balai Jalan di provinsi dan Dishub supaya disegerakanlah untuk dilakukan pembenahan.

Karena kami tidak punya wewenang untuk itu, kami hanya bisa lakukan imbauan saja kepada pengendara. Ketika laka lantas terjadi di sana, ya kami hanya bisa berbuat sesuai tupoksi kami," pungkasnya.


Suka main lotre dan bingung cari bandar online terpercaya.....? Tak Usah Bingung lagi uda gak jaman ini ada bandar oline terpercaya se -indonesia dan paling aman ... hanya dsini dengan minimal dposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka hatimu banyak bonus dan hadiah menarik lainya....

buku mimpi | agen togel | bandar togel 



close
Image and video hosting by TinyPic

Sopir Avanza Yang Terjun Bebas ke Jurang Sedalam 200 Meter di Sedikalang Mengaku di Ganggu Makhluk Halus


CINTABERITA - Satu unit mobil Avanza BK 1583 KB masuk jurang sedalam kurang lebih 200 meter di jalinsum Medan - Sidikalang, persisnya dekat air terjun Lae Pendaroh, Desa Sitinjo Induk, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi, Minggu (24/3/2019) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB.

Uniknya, korban yang juga sopir dari mobil nahas tersebut, Heri Joner Markus Sihombing (38), selamat.


Pria warga Jalan Sawit III Perumnas Simalingkar, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, ini hanya mengalami luka lecet si beberapa bagian tubuhnya. Kini, Heri berada di RSUD Sidikalang.


Sementara itu, mobil yang dikendarai Heri rusak berat dan masih berada di dasar jurang.


Informasi dihimpun, kecelakaan bermula saat Heri berusaha mengelakkan sebuah mininus yang datang dari arah Medan alias menuju Sidikalang.


Mobil Heri sendiri melaju dari arah Sidikalang. Ia baru saja pulang dari tempat kerabatnya di Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, dan saat itu sedang dalam perjalanan menuju Medan.


Di jalinsum Medan - Sidikalang, Desa Sitinjo Induk, tepatnya di air terjun Lae Pendaroh, tiba-tiba muncul mobil yang ingin menyalip.


Kaget, Heri spontan banting setir ke kiri guna mengelak. Sayangnya, Heri tak cukup cekatan untuk langsung banting setir ke kanan, agar mobil kembali masuk ke badan jalan.


Alhasil, mobil yang ditumpangi Heri masuk ke jurang yang ada persis di sisi jalan dan terguling-guling sampai ke dasar jurang.


"Pengakuan korban, dia terkejut, makanya banting setir. Kata dia, ada minibus yang menyalip tiba-tiba. Jadi, dia mau mengelakkan itu. Nah, saat proses mengelak itu, diduga ban mobil korban yang sebelah depan-kiri terlanjur masuk bibir jurang, sehingga selip, lalu akhirnya terjun ke jurang," kata Kasat Lantas Polres Dairi AKP Pittor Gultom, Senin (25/3/2019).






Pittor menyebut, pihaknya langsung turun ke TKP setelah menerima laporan dari warga. Selanjutnya, pihaknya bersama BPBD Dairi mengevakuasi korban dari dalam jurang tersebut.


Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapat perawatan medis, sembari menunggu pihak keluarganya datang dari Medan.


"Mobil korban masih berada di dalam jurang dan belum bisa dievakuasi," pungkas Pittor.


Mobil Toyota Avanza hitam masuk ke Jurang Lae Pondom, Kabupaten Dairi, terekam kamera ponsel pengguna jalan.


Saat kejadian lalu lintas Medan- Sidikalang terlihat sepi, tiba-tiba Avanza dengan nomor polisi BK 1583 KB keluar dari badan jalan dan langsung jatuh ke jurang.


Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Medan, peritiwa nahas ini terjadi pada Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.


Mobil tersebut dikabarkan terjun ke jurang sedalam 200 meter.


Hal ini menjadi sorotan banyak orang bahkan sempat menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi.


Video dan foto-foto yang beredar di linimasa media sosial memperlihatkan kondisi mobil rusak parah dan belum berhasil dievakuasi ke atas.


Seluruh bodi mobil dan kaca tampak rusak.


Belum diketahui penyebab mobil bisa terjun ke jurang.


Mobil hanya dikemudikan Heri tanpa penumpang.









Kasatlantas Polres Dairi AKP Pittor Gultom, menceritakan bahwa menurut penuturan sopir kecelakaan terjadi lantaran pengemudi ingin menghindari sebuah minibus.

"Pengakuan korban, dia terkejut, makanya banting setir. Kata dia, ada minibus yang menyalip tiba-tiba. Jadi, dia mau mengelakkan itu. Nah, saat proses mengelak itu, diduga ban mobil korban yang sebelah depan-kiri terlanjur masuk bibir jurang, sehingga selip, lalu akhirnya terjun ke jurang," kata Kasat Lantas Polres Dairi AKP Pittor Gultom, Senin (25/3/2019).

Pittor menyebut, pihaknya langsung turun ke TKP setelah menerima laporan dari warga.

Selanjutnya, pihaknya bersama BPBD Dairi mengevakuasi korban dari dalam jurang tersebut.

Korban dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapat perawatan medis, sembari menunggu pihak keluarganya datang dari Medan.

"Mobil korban masih berada di dalam jurang dan belum bisa dievakuasi," pungkas Pittor.

Namun keterangan korban bertolak belakang dengan rekaman video yang beredar.

Tidak ada minibus yang mengganggu mobil korban.

Memang kawasan ini dikenal angker.


suka bermain poker .... gabung aja disini aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!


AGEN BANDARQ | AGEN POKER |  AGEN DOMINO 

Image and video hosting by TinyPic

Cemburu Istri Selingkuh, Suami Ajak Temen-Temenya Bunuh Selingkuhan Istrinya



CINTABERITA - Berawal pengendara yang melintas di Jalan Diponegoro digegerkan dengan penemuan mayat yang sudah mulai membusuk, Rabu (26/2 /2019) sore. 

Mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan oleh seorang warga atau saksi yang hendak berteduh dan buang air kecil di seberang Perumahan Tiban Bukit Permai, Temiang.

Saat ditemukan, mayat tersebut ditemukan dalam kondisi terlentang dan tangan terikat tali. Selain itu, mayat itu juga mengenakan baju kaos berwarna abu-abu dan celana hitam.

Tim Biddokes Polda Kepri telah menyelesaikan visum terhadap jenazah Mr X tersebut. Dari hasil visum, ditemukan adanya tindak kekerasan berupa hantaman benda tumpul ke arah tengkorak kepala sisi kiri. Bekas luka yang tidak teratur ini, diperkirakan akibat dihantam benda tumpul berulang-ulang kali.

Dalam penyelidikan kasusnya terungkap identitas Dan pelakunya.

Polisi telah menetapkan enam tersangka dalam kasus pembunuhan Roni Friska Hasibuan, 43, yang mayatnya ditemukan di dalam semak-semak seberang Perumahan Tiban Bukit Permai, Sekupang, beberapa waktu lalu.

Dari hasil pemeriksaan, para tersangka sudah merencanakan aksi pembunuhan itu.

Adapun enam tersangka yakni, Marlin Sinambela, Moral Hasudungan Hutapea, Harianto Sibarani, Roni Tampubolon, Darwin Sinambela, dan Hendro Simanjuntak. Dari keenam tersangka itu, Marlin Sinambela merupakan pelaku utama atau otak rencana pembunuhan tersebut.

“Motif kasus ini adalah sakit hati atau dendam. Mengingat istri pelaku utama (Marlin Sinambela, red) selingkuh dengan korban dan diketahui pelaku utama. Kemudian muncul niat untuk menghabisi korban oleh tersangka utama dan tersangka lain,” ujar Kapolresta Barelang Kombes Hengki

Dari kasus pembunuhan ini, polisi mengamankan barang bukti yang digunakan dalam menghabisi nyawa korban di antaranya becak motor yang digunakan Marlin Sinambela untuk membuang jenazah Roni ke Tiban serta tali yang kurang lebih sepanjang 1,5 meter yang digunakan untuk mengikat tangan korban.

“Dari hasil autopsi yang dilakukan di rumah sakit, ada beberapa luka di muka yang diduga akibat hantaman benda tumpul dan diduga juga ada tusukan terhadap korban,” tuturnya.

Atas kasus ini, polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan lima orang tersangka di Batam. Sementara untuk tersangka utama, Marlin Sinambela berhasil diamankan di daerah Cileungsi, Bogor.

“Jadi kami amankan enam tersangka sesuai dengan perannya masing-masing. Lima tersangka kami amankan di Batam pada hari Sabtu tanggal 09 Maret 2019. Sementara tersangka utama kita amankan di Bogor tanggal 17 Maret 2019,” tuturnya.

Terhadap keenam tersangka, mereka dijerat dengan pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana jo pasal 170 KUH Pidana tentang kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama. Mereka terancam dengan dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.

suka bermain poker .... gabung aja disini aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!

AGEN BANDARQ | AGEN POKER | AGEN DOMINO

Image and video hosting by TinyPic

Pendeta Papua Beberkan Kondisi Terkini Nduga: Jangan Jadikan Rumah Saya sebagai Proyek!



CintaBerita - Seorang pendeta asal Papua, mengabarkan situasi terkini di daerah konflik Nduga, Papua.

Sebelumnya Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Egianus Kogoya membantai 25 pekerja PT Istaka (17 tewas, 4 orang)  di Nduga, Minggu (2/12/2018)..

Pemerintah mengerahkan pasukan baik dari TNI dan Polri guna melakukan pengejaran KKB Egianus Kogoya dan sudah 6 orang gugur dan 7 orang luka-luka.

Kelompok KKB dan pihak tertentu menyebut pengerahan TNI/Polri ini membuat warga Nduga terintimidasi dan mengungsi.

Disebutkan dalam rilis tertulis Kepala Penerangan XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi kepada redaksi pada Minggu (24/3),Upaya penegakan hukum dan pengejaran KSB ini terus dilakukan tanpa kenal lelah oleh aparat TNI Polri, walaupun dalam upaya ini sudah menimbulkan sedikitnya 6 orang gugur dan 7 orang luka-luka.

Pdt. Nathaniel Tabuni menyampaikan hal tersebut langsung dari depan Kantor Distrik Mbua, Kabupaten Nduga.

Pernyataan ini direkam oleh seorang jemaatnya kemudian dikirim ke awak media pada, Senin (18/3/2019).

“Apkam (aparat keamanan) dari TNI Polri tidak akan membunuh masyarakat sipil yang tidak berdosa, Apkam hanya mengejar TPN OPM. Justru sebaliknya TNI sangat membantu dan melindungi rakyat,” ujarnya.

Menurut Pdt. Nathaniel Tabuni, kondisi keamanan di Distrik Dal, Yal dan Mbua, Kabupaten Nduga tetap aman.

Kehidupan rakyat normal membaur dengan aparat keamanan.



Pendeta Tabuni menyayangkan adanya sekelompok orang yang memanfaatkan kondisi Nduga dan rakyat sebagai proyek untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya dengan membuat isu-isu yang menurutnya bohong.

Tabuni pun meminta agar semua anak sekolah yang saat ini berada di Gereja Kingmi Jemaat Woneroma, Kota Wamena, Kab. Jayawijaya segera dikembalikan dan dibawa ke Nduga.

“Semua tenaga pengajar yaitu guru dan anak-anak sekolah harus kembali beraktifitas di Distrik Mbua karena fasilitas SMA, SMP dan SD Inpres ada di Distrik Mbua,” ujarnya.

“Anak-anak sekolah jangan dijadikan untuk kepentingan pribadi atau proyek, karena itu dosa,” tegasnya.

Pendeta Tabuni juga berpesan agar Bupati Nduga segera kembalikan anak-anak yang ada di Gereja Kingmi Jemaat Wonorema ke Kabupaten Nduga.

Jika hal itu tidak dilakukan, ia berkesimpulan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten punya kepentingan.

“Jangan jadikan rumah saya sebagai proyek,” ujarnya.

Kurang lebih 200-an dari 600 lebih pelajar SD hingga SMA/SMK dari berbagai kampung dan distrik di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua terancam tidak bisa mengikuti ujian nasional (UN).

Demikian hal ini disampaikan oleh Raga Kogeya, anggota tim relawan kemanusiaan untuk Nduga kepada wartawan di Kota Jayapura, Papua, Kamis.

"Ada sekitar 200-an anak asal Nduga yang bisa saja tidak ikuti UN tahun ajaran 2019," katanya, pekan lalu.

Menurut dia, ratusan anak atau pelajar asal Nduga itu kini berada di tenda-tenda darurat di halaman Gereja Kingmi, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya.

"Mereka ini merupakan bagian dari 2.000 lebih pengungsi dari Nduga, imbas dari kekerasan awal Desember 2018," ujar Raga.



Raga mengemukakan, anak-anak tersebut enggan pulang kembali ke daerah asalnya, karena masih trauma tragedi penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya terhadap para pekerja Jalan Trans Papua dari PT Istaka Karya.

"Mereka berada di Papua karena mengikuti orangtuanya yang mengungsi. Selain itu ada juga 80-an guru yang juga dari Nduga bersama mereka," katanya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, pelajar asal Nduga tersebut menginginkan mengikuti UN di Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Wamena dan tidak ingin ujian di Kenyam, Kabupten Nduga.

"Mereka bahkan masih takut jika melihat aparat keamanan, karena trauma. Mereka tinggal di sanak keluarga di Wamena dan tiap subuh berjalan kaki untuk ke sekolah yang kami dirikan secara darurat. Mereka mau ujian di Wamena saja," ujar Raga.

Sebelumnya, pada awal Februari 2019, Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge mengklaim jika kondisi keamanan di beberapa wilayah, khususnya ibu kota kabupaten setempat sudah berangsur kondusif, di mana roda pemerintahan dan pendidikan yang mulai berjalan normal.

"Kondisi keamanan sudah berangsur kondusif di ibu kota dan pendidikan juga sudah terlaksana. Ujian itu adalah agenda nasional, jadi semua sekolah harus siap memberikan materi serta bertanggung jawab," katanya.

Menurut Wentius, meski secara keseluruhan di beberapa wilayah belum sepenuhnya kondusif, pihaknya mengimbau agar masyarakat yang mengungsi ke daerah lain hingga ke Wamena, dapat segera kembali dan beraktivitas seperti biasa.

"Untuk UN, bagi sekolah yang tidak ada gangguan di wilayahnya bisa digelar di daerahnya masing-masing dan yang masih ada gangguan seperti dari Yuguru sampai sampai di Mbua diarahkan ke Kenyam," ujarnya.

Terpisah di Kabupaten Lanny Jaya sebanyak 1.051 warga dari delapan kampung di Distrik Balingga, kabupaten Lanny Jaya, Papua kembali dari pengungsiannya pascapenembakan tukang ojek pada awal November 2018 lalu.

Sekda Lanny Jaya,  Christian Sohilait mengatakan, ribuan pengungsi tersebut kembali dari sejumlah kampung dan distrik terdekat Balingga pada Kamis (21/3/2019) pagi.



"Mereka ini terhitung sudah mengungsi selama lima bulan yakni dari November 2018 hingga Maret 2019. Mereka mengungsi di sejumlah kampung di distrik Balingga Barat, distrik Wano Barat,dan distrik Brua," katannya pada Minggu (24/3/2019).

Sekda menjelaskan, awal mula terjadi pengungsian besar-besaran tersebut karena penembakan dari kelompok Purom Wenda (TPN/OPM) terhadap tukang ojek pada 2 November 2018, selanjutnya pada keesokannya harinya ketika aparat keamanan hendak mengambil jenazah terjadi kontak senjata.

"Jadi, yang mengungsi itu awalnya sebanyak 1.800 warga dari Balingga ke kampung dan distrik terdekat, lalu 700 warga diantaranya kembali secara kelompok ke Balingga, sisanya masih bertahan hingga Kamis(21/3/2019) mereka kembali," katanya.

Namun, berkat upaya pendekatan dari pemkab Lanny Jaya dibantu oleh Polri dan TNI melalui satuan tugasnya berhasil membujuk ribuan warga tersebut agar kembali ke Balingga.

Apalagi dalam waktu tidak lama akan dilaksanakan pesta demokrasi pemilihan presiden dan legislatif pada 17 April 2019.

"Yang jelas pengungsi kembali pada Kamis (23/3/2019) itu adalah warga Balingga,   yang saat itu mengungsi karena adanya pembunuhan tukang ojek pada November 2018," kata Sekda.

Sedangkan, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan,  pengembalian 1000-an pengungsi itu merupakan upaya dari Polres Lanny Jaya dan jajaran yang dibantu oleh pihak terkait.

"Yah, itu upaya dari Polri lewat Polres Lanny Jaya dan pihak lainnya," katanya yang dikutip dari Antara.

LIHAT VIDEONYA DIBAWAH INI :



Kapolres Lanny Jaya AKBP Murjatmo Edi ketika dikonfirmasi terkait ribuan pengungsi Balingga dari berbagai kampung dan distrik terdekat, membenarkan hal itu.

"Maaf baru turun dari gunung, benar sudah kembali," tandasnya.

Sementara, Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, suasana kondusif yang membuat warga kembali ke kampung halamannya.

Ia menjelaskan, timnya mendampingi para pengungsi turun dari gunung kembali ke rumahnya masing-masing.

Setelah tiba di kampung halamannya, mereka melaksanakan upacara adat bakar batu.

"Suasana sudah kondusif dan kami acarakan upacara adat bakar batu," ujar Martuani.

Sedangkan kelompok KKB maupun pegiat HAM mengklaim warga Nduga mengungsi karena kehadiran TNI/Polri.


Suka main lotre dan bingung cari bandar online terpercaya.....? Tak Usah Bingung lagi uda gak jaman ini ada bandar oline terpercaya se -indonesia dan paling aman ... hanya dsini dengan minimal dposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka hatimu banyak bonus dan hadiah menarik lainya....

buku mimpi | agen togel | bandar togel



close
Image and video hosting by TinyPic

Mobil Minibus Terbakar setelah Tabrakan Dengan Truk, Lima Orang Karyawan BNI Hangus Terbakar



CintaBerita - Sebuah mobil minibus jenis Avanza dikabarkan terbakar di Desa Langling Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin, Jambi, Senin (25/3/2019)

Minibus warna hitam tersebut terbakar karena bertabrakan dengan sebuah mobil truk.

Menurut warga yang kebetulan melintas disana, saat ini petugas pemadam kebakaran masih berada di lokasi untuk memadamkan api. "Sekitar 15 menit yang lalulah apukul 06:00 kejadiannya," kata Adi warga Bangko.

Informasi yang dihimpun, ada lima nyawa melayang dalam kejadian itu. Semuanya penumpang dari minibus Avanza.

Lima orang tersebut tewas terperangkap di dalam mobil, sebab mobil yang mereka tumpangi terbakar seketika kejadian tersebut.

Sopir Minibus Selamat

Doni Saputra (31) selamat dari kecelakaan Maut yang terjadi Senin (25/3/2019) pagi. Doni merupakan sopir khusus bank BNI yang berangkat hampir setiap hari dari Bangko ke Sarolangun.

Ditemui di ruang perawatan RSUD Kolonel Abunjani, Doni menyebut bahwa dalam kejadian tersebut dirinya sadar dan ingat betul detik demi detik kejadian.

Katanya, dari kejauhan dirinya sudah melihat jika di depan ada mobil truk. Saat itu, mobil truk terlihat oleng. Sesekali ke kanan dan sesekali ke kiri.

Mobil truk masih terus melaju ke kanan sementara laju kendaraannya sudah dikurangi. Setelah dekat, dirinya mengambil keputusan untuk mengambil arah kanan dengan menancapkan gas.

Tapi nahas, setelah dia mengambil keputusan itu, mobil truk juga ambil ke arah yang sama. Dalam sekejap, kecelakaan tak terhindarkan.

"Pas tabrakan, penumpang pingsan, ada juga yang sadar tapi saya gak tahu siapa," kata Doni.



Ketika itu, dirinya tak sadarkan diri lagi. Dirinya sadar ketika sudah ditolong oleh warga sekitar.

Kondisi dia saat itu juga terbakar, punggung dan kepala bagian belakang juga ikut terbakar. Tangan kanan pun juga ikut terbakar. "Usai tabrkan saya tak ingat lagi. Allahlah yang menolong saya," katanya lagi.

Korban Teridentifikasi

Setelah dilakukan identifikasi, satu persatu korban Kecelakaan maut yang terjadi di Langling Merangin dikenali.

Tim medis mengenali korban dengan cara memanggil keluarga korban dan mencocokkan ciri-ciri korban dan juga barang bawaan dari korban.

Seperti Siti korban atas nama Siti dikenali dengan jam tangannya yang masih terlihat merk-nya.

Selain mengetahui ciri-ciri korban, petugas juga mengenali dengan keterangan Doni Saputra sang sopir yang berhasil selamat.

Setelah diidentifikasi, satu persatu korban dibawa ke kediamannya, ada yang dibawa ke Tebo, ke Pamenang, ke Sungai Ulak, ke Siau dan dibawa ke Palembang.

Aren keluarga Siti yang dari Tebo menyebut jika dirinya tak percaya jika Siti pergi begitu cepat.



"Tadi dapat kabar sekitar jam 8an. Awalnya kami dak berani ngasih tau Mak, takut beliau kenapa-kenapa. Tapi mau tidak mau, harus dikasih tau. Alhamdulillah Mak tegar," kata Aren.

Siti sendiri merupakan anak kelima dari delapan saudara. Dirinya tinggal di Merangin, namun sesekali korban pulang ke Tebo.

"Kalau balik ke Tebo lalamo daknyo. Bulan kemarin sayo yang kesini (Bangko,red) yang kesini," kata Ardi adik kandung Siti.

Identitas Korban Kecelakaan di Desa Langling

Setelah dilakukan evakuasi dan identifikasi ternyata korban meninggal dari kecelakaan minibus Avanza berjumlah lima orang.

Kelima orang tersebut merupakan karyawan bank BNI dan Mandiri yang berlokasi di Singkut Sarolangun. Empat diantaranya bank BNI dan satu Mandiri.

1. Abdul Rozi (43) Pimpinan alamat Perum BTN Griya Bangko Asri Sungai Ulak,

2. Doni Irpandi (35) karyawan, alamat di Bangko Tinggi

3. Latifah Ayu (27) Alamat di BTN LP,

4. Siti Fatimah (25)

5. Imron

Kasat Lantas Polres Merangin IPTU Adli menjelaskan kejadian tersebut sekitar pukul 06:00 WIB, saat itu mobil Avanza dari arah Bangko Menuju Sarolangun.



Saat tiba di TKP, mobil mengalami trouble dan langsung oleng ke kanan. Nahas, setelah ke kanan, rupanya melintas truk dari arah Sarolangun dan langsung terjadi tabrakan.

"Kemungkinan mesin Avanza pecah, makanya timbul api dan langsung terbakar," kata Adli.

Adli menyebut, dalam kejadian itu ada enam orang yang berada didalam Avanza, satu sopir dan lima penumpang. Namun sang sopir selamat, namun kondisinya kritis.

"Untuk sopir truk melarikan diri. Sampai saat ini belum diketahui keberadaannya," imbuhnya.

Korban Dapat Kenaikan Pangkat



Mendengar kabar empat dari lima korban kecelakaan maut di Merangin adalah pegawai BNI, Kepala Kantor Cabang Utama BNI Jambi, Ilham Adi Soenarto, langsung berangkat menuju lokasi, Senin (25/3/2019).

Hal ini ketahui saat menghubungi Ilham Adi Soenarto via telepon. Ilham sudah sampai di Bangko dan sedang menuju ke rumah duka.

Ia membenarkan bahwa beberapa korban merupakan pegawai Bank BNI. "Iya benar, ini saya di Bangko, menuju ke rumah duka," ujarnya.

Ia juga menjamin pegawainya yang menjadi korban kecelakaan akan mendapatkan bantuan dan mendapat kenaikan pangkat.

"Yang jelas akan ada bantuan, sedangkan kenaikan pangkat akan disesuaikan satu tingkat diatasnya karena almarhum/almarhumah meninggal saat bertugas," tegasnya.


suka bermain poker .... gabung aja disini aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposin 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!

Agen Judi Online Terpercaya | Agen Poker Terpercaya | Agen Casino Terpercaya



close
Image and video hosting by TinyPic

 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger