Tampilkan posting dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua posting

Minggu, 25 Juni 2017

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri Sore Ini


















CINTABERITA -  Kementerian Agama bakal menggelar sidang isbat (penetapan) awal Syawal 1438 Hijriah. Sidang yang memastikan kapan umat muslim Indonesia bakal berhari raya Idul Fitri atau Lebaran 2017 ini digelar hari ini, Sabtu (24/6/2017).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dijadwalkan memimpin segera sidang isbat selanjutnya bersama Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher.

BACA JUGA
Ini Alasan Idul Fitri 1438 H Jatuh Pada Esok Hari
Jokowi Salat Id di Jakarta, Pengamanan Masjid Istiqlal Diperketat
Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1438 H Jatuh Hari Minggu
Proses sidang isbat bakal di awali pukul 17.00 WIB, di awali bersama pemaparan dari Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama mengenai posisi hilal menjelang awal Syawal 1438H.

"Adapun proses sidang isbatnya, dijadwalkan terjadi selepas salat magrib sesudah ada laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan," ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muhammad Thamrin dalam keterangan tertulisnya, 23 Juni 2017. 

Dijadwalkan sidang isbat bakal dihadiri perwakilan dari lebih dari satu instansi, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Informasi Geospasial (BIG), dan Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) termasuk ikut dalam sidang isbat pemilihan awal Syawal 1438 H ini.

"Sidang isbat bentuk kebersamaan Kemenag bersama ormas Islam dan instansi berkenaan dalam memastikan awal bulan Qamariyah, terutama Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah," Thamrin menandaskan. 






Share:

Alasan Polisi Imbau Masyarakat Tak Lakukan Takbir Keliling















CINTABERITA - Ratusan personel kepolisian menggelar Apel Kesiapan Malam Takbiran dan Lebaran 1438 Hijriyah di Mapolda Metro Jaya. Mereka dapat mengamankan Ibu Kota di pengujung bulan suci Ramadan ini.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana yang memimpin apel tekankan ulang soal imbauan pada masyarakat agar tidak melakukan takbir keliling. Sebab, aktivitas tersebut disinyalir miliki potensi kerawanan yang cukup tinggi.

BACA JUGA
Polri Resmi Tetapkan Hary Tanoe sebagai Tersangka
Sidang Isbat Tentukan Lebaran 2017 Digelar 24 Juni
TNI Siap Gempur ISIS di Marawi, Tunggu Kongres Filipina
"Karena miliki potensi kerawanan problem Kamtibmas yang tinggi," ujar Suntana dalam sambutannya di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Sabtu (24/6/2017).

Suntana terhitung mengingatkan agar warga tak menggelar konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain berdampak pada kemacetan, konvoi terhitung dikhawatirkan mampu menyebabkan kecelakaan selanjutnya lintas dan gesekan antarmasyarakat.

Jenderal bintang satu itu terhitung mengingatkan kepada anggotanya berkenaan potensi kerawanan yang ditimbulkan dari petasan dan kembang api.

"Selain Bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain, terhitung mampu kebakaran dan tawuran antar warga. Ini agar jadi atensi. Sehingga aktivitas malam takbir mampu berlangsung hikmat, aman, tertata dan lancar," kata Suntana.

7 Pedoman Pengamanan Malam Takbiran

Polda Metro Jaya terhitung mengeluarkan pedoman pelaksanaan pengamanan malam takbiran kepada anggotanya. Setidaknya tersedia tujuh pedoman yang perlu diikuti agar pelaksanaan malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1438 H berlangsung lancar.

Pertama, Suntana berharap anggotanya melakukan tugas pengamanan kepada masyarakat dengan tulus, ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.

"Perhatikan keselamatan teristimewa dalam tiap tiap melakukan tugas," pesan Suntana.

Aparat terhitung diminta menaikkan kewaspadaan dan kesiapan diri. Sehingga, mampu merespons secara cepat manakala berlangsung moment dan kejadian yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Anggota terhitung diminta menaikkan kepekaan dengan kondisi lingkungan sekitar. Caranya, dengan mengoptimalkan peran dan faedah intelijen dan Bhabinkamtibmas.

"Untuk jelas dinamika di masyarakat agar potensi yang mampu menyebabkan problem kamtibmas mampu dicegah," ucap Suntana.

Selanjutnya, aparat senantiasa diminta tidak lengah pada ancaman terorisme. Suntana mengingatkan agar senantiasa menaikkan penjagaan dan kewaspadaan keamanan pos dan keamanan personel selama operasi.

"Lakukan pengerahan personel bersenjata lengkap dan melakukan pengawalan dengan sepeda motor secara estafet tiap-tiap personel," lanjut dia.

Mengingat belakangan terhitung marak perampokan dengan senjata api, Suntana mengimbau anak buahnya agar lebih berhati-hati dan tegas. Suntana terhitung memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan tegas terukur pada pelaku kejahatan yang membahayakan masyarakat dan petugas.

Koordinasi dan pro aktif jadi pesan terakhir Suntana bagi anggotanya. Ia mengingatkan jajarannya untuk senantiasa bersinergi dan mengingatkan warga yang melanggar aturan.

Setidaknya tersedia lebih kurang 3.000 aparat kombinasi Polri, TNI, dan Pemprov DKI yang diterjunkan untuk mengawal aktivitas ini.







Share:

Kapolda Metro dan Pandam Jaya Hadiri Fesitival Beduk Jakarta














  CINTABERITA - Untuk pertama kalinya Pemerintah DKI mengadakan festival beduk dan gema takbir antarkecamatan. Malam final dikerjakan Sabtu (24/6/2017) malam ini di Balai Kota Jakarta.

Enam finalis mengenakan pakaian seragam rapi dan menyiapkan tampilan terbaik. Para finalis mengantongi hadiah seekor kambing karena lolos ke tingkat kota. Malam ini, finalis memperebutkan hadiah Rp 15 juta, piala gubernur dan juga piala bergilir.

Acara yang digelar Pemprov DKI ini tak cuma dihadiri Gubernur Djarot Saiful Hidayat dan pejabat DKI, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen Jaswandi termasuk hadir.
Djarot mengatakan, festival beduk dan gema takbir ini punya tujuan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri bersama melibatkan semua elemen warga Jakarta sekaligus syukuran HUT DKI ke-490.


"Dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri, kita bersyukur bulan suci Ramadan mampu saling menghormati, menghormati dan menciptakan Jakarta aman, damai dan kondisif. Saya termasuk menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua masyatakat," ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Sabtu (24/6/2017) malam.

Sebelumnya, Djarot menyebutkan festival itu sengaja digelar untuk menghindar penduduk takbir keililing. Djarot mengajak warga Jakarta turut bermalam takbiran bersamanya di balai kota dan melihat final festival beduk di sana.

"Bagi warga penduduk yang bakal turut takbiran di balai kota kita persilakan. Kita bakal bikin festival beduk ada 44 beduk tambah 6 bermakna ada 50 beduk ditabuhi di balai kota," ucap Djarot pada selagi itu.





 AGEN JUDI BOLA TEPERCAYA,  AGEN JUDI BOLA  TERBAIK, SBOBET, IBCBET, SABUNG AYAM, BOLA TANGKAS
Share:

248 Bus di Terminal Kampung Rambutan Tak Lulus Ramp Check















CINTABERITA -  Pemeriksaan terhadap bus atau ramp check konsisten dijalankan terhadap seluruh bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Tertatat udah 248 bus tidak lulus ramp check selama jaman mudik Lebaran 2017.

"Sudah ada 248 bus yang tidak lulus. Lalu yang lulus ada 115 bus sejak jaman mudik lebaran," kata Kepala Terminal Kampung Rambutan Emiral August di lokasi, Sabtu (24/6/2017).


Ia mengatakan, kendaraan tidak lulus ramp check bukan bermakna tidak layak jalan. Bus yang tidak miliki segitiga pengaman, alat pemecah kaca, dan perlengkapan kecil lainnya udah dinyatakan tidak lulus, sehingga perusahaan otobus masih sanggup mengoperasikan bus sambil melengkapi persyaratan.

"Kalau udah menyangkut yang berat, KIR-nya mati, remnya tidak baik, bannya vulkanisir itu mirip sekali tidak boleh. Kandangin langsung," ujar dia.

Perusahaan otobus yang udah melengkapi perlengkapan sanggup menjalani ramp check kembali. Ketika udah lengkap, barulah sanggup mendapat stiker biru.

Emiral memastikan, sampai saat ini belum ada bus yang dinyatakan tidak layak jalur atau sampai ditilang dan dikandangkan. Sejauh ini seluruh kendaraan dinyatakan layak jalan.

"Sebelum masuk sini (Terminal Kampung Rambutan) ada pemeriksaan kendaraan di kedatangan. Dicek seluruh surat-surat kendaraan. Kalau KIR-nya mati tentu tidak layak jalan. Mereka (PO) udah menyiapkan kendaraan sebab kami udah sosialisasi," pungkas dia. 








Share:

Jumat, 23 Juni 2017

Pilotnya Ditangkap BNN, Ini Respons Lion Air
















CINTABERITA - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang pilot berkewarganegaraan asing, RS (30), karena terindikasi mengkonsumsi narkotika.

saat barang bukti tersangka dirilis di Kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Di antaranya ada dua buah handphone, kartu tanda pengenal tersangka 
berkewarganegaraan India, dan ID Card bertuliskan Lion Air dengan logo kepala singa bercat merah.

Public Relations Manager Lion Air GroupLion Air, Andy M Saladin, mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BNN terkait penangkapan tersebut.

"Apabila itu penerbang kami maka kami akan memutuskan hubungan kerja dengan yang bersangkutan," kata Andy "

Andi menambahkan, perusahaannya akan tegas terhadap karyawan yang terbukti mengonsumsi narkoba akan dihentikan dengan tidak hormat. "Kami sangat mendukung dan berperan serta dalam pemberantasan pengedaran dan penyalahgunaan Narkotika," ujar Andy.

Upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba, kata Andy, internal Lion Air terus mengingatkan tindakan tegas yang diambil perusahaan bila ada awaknya yang kedapatan mengkonsumsi narkoba.

"Tidak hanya kepada para penerbang tetapi termasuk ground staff kami akan bahayanya narkoba dan sanksi tegas berupa pemutusan hubungan kerja apabila terbukti sebagai pengguna," ujar dia.

"Kami tidak akan pernah menolerir pengguna narkoba di lingkungan perusahaan kami," tegas Andy.
BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan pemeriksaan urine terhadap kru beberapa perusahaan penerbangan di lombok NTB.

"Dari hasil pemeriksaan tersebut, seorang pilot salah satu perusahaan penerbangan swasta atas nama RS (WNA) terindikasi positif menggunakan narkoba," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, 
Setelah tes urine, ia melanjutkan, BNN menggeledah tubuh dan barang RS. Di dalam koper, ditemukan barang yang diduga narkoba dibungkus plastik disimpan dalam kotak kaleng persegi empat.
"Saat ini tersangka RS sudah berada di gedung BNN-RI Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan," kata 
Arman..










Share:

TNI Siap Gempur ISIS di Marawi Tunggu Kongres Filipina













 CINTABERITA -  Tiga negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, dan Filiphina sepakat untuk bekerjasama melokalisir konflik Marawi. TNI siap membantu militer Filiphina mengempur ISIS, namun masih ada syarat yang harus dilalui.

"Nunggu kongres. Kita enggak bisa masuk kalau engga diizinkan walaupun Presidennya boleh. Tapi kita siap saja," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Istana Merdeka, Kamis (22/6/2017).

Menurut Menhan, tiga negara sepakat bekerjasama trilateral dalam memerangi ISIS di Marawi.

"Mereka itu musuh kita juga. Kita harus menghadapinya bersama-sama. Dengan kebersamaan itu pasti keberhasilan lebih besar. Daripada sendiri-sendiri kan?," kata Ryamizard.

Dalam kerjasama tiga negara itu nantinya masing-masing negara saling bertukar informasi intelijen, tentunya adalah terkait ISIS di Filiphina.

"Kalau kita jalan enggak ada intelijen percuma saja. Kedua, memperketat patroli laut untuk kemudian kita juga bahas untuk udara dan darat," kata Menhan.





Share:

Ketua DPR Imbau Pemudik Tak Ajak Kerabat Datang ke Jakarta















CINTABERITA -  Ketua DPR Setya Novanto mengimbau agar warga yang mudik tak membawa sanak saudara saat kembali ke Jakarta.

Hal ini disampaikan saat meninjau Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, bersama Menteri Perhubungan Budi Karya, Dirut PT KAI Edi Edi Sukmoro, dan politikus Golkar, Roem Kono.

"Kita harapkan, kembali tidak membawa lagi keluarga-keluarganya. Biar yang lain membangun daerahnya, agar pertumbuhan semakin baik," ucap Setya di lokasi, Kamis (22/6/2017).

Dia pun berterima kasih kepada para aparat keamanan dan seluruh pihak, yang ikut turun tangan menjaga situasi saat musim mudik Lebaran.

"Terima kasih semua pihak. Kesiapannya aman. Polisi keamanan juga bekerja sama," tukas Setya.

Setya menegaskan, dengan hal ini dia yakin bahwa mudik berjalan aman dan tenteram.
"Kita harapkan dalam Lebaran ini semua bisa berjalan aman," pungkas Setya.





Share:

Kronologi Tahanan Kabur Bawa Lari Kendaraan Kejaksaan Depok













CINTABERITA - Jalan Ir. Juanda, Depok, mendadak riuh. Sebuah kendaraan milik Kejaksaan Negeri Depok rusak berat. Pengemudinya berinisial AW, tahanan kasus pemalsuan sertifikat.

Peristiwa ini bermula saat terdakwa hendak menuju kantor Kejaksaan Negeri Depok. Dalam perjalanan, terdakwa melumpuhkan pengawal dari kejaksaan dan berhasil mengambil alih kemudi.

"Terdakwa baru dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Tepat di Jalan Ir Juanda, Depok, sopir turun karena kehausan. Terdakwa yang berada di belakang memanfaatkan momen itu. Terdakwa melawan empat pengawal," ujar Kepala Kejaksaan Negeri Depok Sufari di lokasi kejadian, Kamis (22/7/2017).

Mobil bernomor polisi B 7063 UO melaju ugal-ugalan hingga menabrak sejumlah mobil yang melintas.
"Empat petugas kami terlempa

Sufari mengatakan, terdakwa selama ini ditahan di Rutan Cilodong, Depok. Karena menderita sakit, dokter merekomendasikan untuk merawat terdakwa di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

"Terdakwa selama sehari di sana (Rumah Sakit). Sekarang hendak sidang penuntutan," ucap dia.

Sementara itu, Kapolresta Depok Herry Heriawan mengatakan, akibat peristiwa itu, enam mobil rusak. Sementara itu, tahanan berhasil dibekuk berkat kerja keras polisi lalu lintas Polresta Depok dan peran serta dari masyarakat.

"Saat ini (korban) sedang dalam pendataan. Tersangka sendiri sedang diperiksa di Polresta Depok," ujar dia.








Share:

Kamis, 22 Juni 2017

Siswa SLB Asal Bantul ini Ditemukan Tewas di Laguna Samas















CINTABERITA -  Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bantul, berinisial RR (8) ditemukan meninggal dalam kondisi mengapung di Laguna Pantai Samasm Sanden Bantul, Rabu (21/6/2017).


Diduga korban tewas tenggelam saat bermain di laguna seorang diri. Tidak ada saksi yang mengetahui secara persis kejadian tersebut.


Petugas SAR Pantai Samas Tri Juwanto menerangkan, kecelakaan yang dialami korban tanpa ada warga yang mengetahuinya. Korban ditemukan tewas oleh orangtuanya sendiri, Gunawan Rejo Mulyo saat mencari di sekitar laguna.


Menurutnya, Gunawan mencari anaknya saat tidak pulang ke rumah. Gunawan kemudian mencari di sekitar laguna dan menemukan anaknya dalam keadaan mengambang di tengah laguna.


"Saat pergi korban tidak pamit kepada orangtuanya," ungkap Tri.


Setelah mengetahui anaknya tewas, Gunawan kemudian meminta pertolongan warga untuk mengevakuasi. Warga juga langsung melaporkan kasus tersebut ke Polsek Sanden.


"Saat ditemukan tidak ada saksi mata yang melihat. Selama ini warga juga sering melihat korban sering bermain di pinggir laguna," ungkapnya.


Setelah berhasil dievakusi lanjut dia jasad korban dibawa ke Puskesmas Bambanglipura. Berdasarkan pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau mencurigakan.


"Korban kemudian di bawa ke rumah," katanya.


Berdasarkan pemeriksaan tim identifikasi Polres Bantul, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Sehingga warga Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul ini dinyatakan meninggal karena kecelakaan. 












Share:

Rabu, 21 Juni 2017

Sopir Ngantuk, Honda Freed Nyemplung Sungai di Pemalang


CINTABERITA - Kecelakaan tunggal terjadi di ruas Tol Fungsional Pemalang, Jawa Tengah hari ini. Sebuah mobil Honda Freed tercebur di sungai dengan posisi terbalik.


Mobil bernopol B 1335 SGW ini terperosok ke dalam sungai di ruas tol fungsional yang teletak di Desa Sewaka, Kecamatan Pemalang, Selasa (20/6/2017). Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini. 

"Kecelakaan tunggal, tidak ada korbannya hanya kerugian materil saja," jelas AKP Riswanto, Kasatlantas Pemalang, saat dihubungi detikcom. 

Riswanto melanjutkan mobil yang dikendarai Marjilah (53) ini melaju dari arah barat. Warga Jakarta Utara ini diketahui mengantuk dan tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Sehingga mobil yang dikendarainya oleng ke kiri dan masuk ke sungai kecil dengan posisi terbalik.

"Pengemudi lelah dan mengantuk, yang dipaksakan tidak beristirahat," pungkas Riswanto. 







Share:

Motor Tabrak Kerucut Lalin, Pemudik Tewas Terlindas Bus di Garut

















CINTABERITA - Pengendara sepeda motor, Muhana (63), tewas terlindas bus Budiman di Kabupaten Garut. Pemudik asal Bekasi tersebut terjatuh akibat menabrak traffic con atau kerucut lalu lintas (lalin) yang terpasang di badan jalan.

Kecelakaan ini terjadi di Jalan Raya Bandrek-Lewo, Kampung Kurniam, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (20/6/2017) siang. Muhana seorang diri mengemudikan motor Honda Beat nopol B 4488 HC.

"Korban yang melaju dari arah Limbangan menuju ke arah Tasikmalaya itu menyalip bus Budiman yang dikemudikan Herdiana. Namun ketika berada di tempat kejadian, korban menabrak traffic con yang terpasang di tengah jalan. Akibatnya, korban terpental ke arah kiri jalan," kata Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Garut Ipda Hilman Nugraha 
Hilman menjelaskan, setelah jatuh itu tubuh Muhana terlindas ban kanan belakang bus Budiman nopol Z 7845 HC yang sedianya hendak disalipnya. "Korban meninggal di tempat," ujarnya.

Polisi yang mengetahui insiden tersebut bergerak mengecek lokasi kecelakaan dan memboyong jasad Muhana ke rumah sakit terdekat. Polisi langsung menghubungi keluarga pria tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, Muhana tengah perjalanan mudik.

"Dia dari Bekasi mau menuju ke arah Tasikmalaya via Malangbong Garut," ucap Hilman. 

Polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa motor yang dikendarai Muhana dan bus Budiman. Pengemudi bus turut diamankan polisi guna menjalani pemeriksaan. 








Share:

Selasa, 20 Juni 2017

Kecelakaan Maut di Tol, Istri dan Anak Guru Besar Unhas Tewas

















CINTABERITA -  Istri dan anak guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Kamal Amir dinyatakan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan di Tol Reformasi Makassar, Minggu, 18 Juni 2017.


Kepala Humas dan Protokoler Unhas, Ishaq, mengatakan Guru Besar MIPA Unhas Prof Kamal Amir selamat dari kecelakaan tersebut.



"Rekan-rekan, kami informasikan, yang mengalami kecelakaan di jalan tol adalah Prof Kamal Amir. Kondisi Beliau luka-luka, saat ini ada di RS Sayang Rakyat," kata Ishaq, di Makassar, dilansir Antara Senin (19/6/2017).


Satu keluarga yang mengendarai mini bus Innova dengan nomor polisi DD 1495 SD itu mengalami kecelakaan tunggal di jalan Tol Reformasi Makassar pada Minggu sore. Dalam kecelakaan itu, istri guru besar Unhas bernama Hamsiah meninggal di tempat, sementara anaknya meninggal saat di rumah sakit.


"Anak kedua beliau bernama Indira Pratiwi Amir juga juga tidak sempat tertolong dan turut meninggal. Sementara, anak pertama Beliau kini sedang dibawa ke RS Wahidin untuk penanganan lebih lanjut. Informasi dari Dekan MIPA," kata Ishaq.



Prof Kamal Amir dan seorang anaknya yang terluka hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Sayang Rakyat. "Prof Kamal Amir saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Beliau mengalami luka-luka," katanya.



Jenazah istri dan anak dari Guru Besar Unhas itu kemudian dibawa ke rumah duka di perumahan BPS Blok D No 1 Makassar.









Share:

Uang Palsu Rp 29 Juta Buatan Petani Nyaris Beredar













CINTABERITA -  Kebutuhan membengkak menjelang Lebaran Idul Fitri tak jarang membuat melakukan tindak pidana. Seperti yang dilakukan Juri Hamdani, petani di Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Dia nekat mencetak uang palsu yang direncanakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Hanya saja aksinya lebih dulu ketahuan oleh kepolisian setempat. Alhasil, uang yang sudah dicetaknya total Rp 29.900.000 gagal beredar dan dia dipastikan menjalani lebaran di balik jeruji besi.

"Dalam kasus ini, masih ada satu orang ditetapkan buron bernama Usman karena membawa Rp 4 juta uang palsu yang diserahkan pelaku," kata Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo SIK di Pekanbaru, Sabtu 17 Juni 2017 malam.

‎Guntur menerangkan, kejadian bermula ketika Satuan Reserse Polres Bengkalis mendapat informasi tentang adanya orang menawarkan atau menjual uang palsu. Dari informasi ini dilakukan penyelidikan dan didapatlah nama pelaku.


Selanjutnya, gerak gerik pelaku diintai petugas hingga akhirnya ditangkap ketika berada di Simpang Puncak kilometer 16, Kecamatan Mandau, Bengkalis, pada Jumat 16 Juni 2017 sekitar pukul 21.00 WIB.

"Penggeledahan yang dilakukan ditemukan sebuah amplop dalam saku pelaku. Ketika diperiksa ada isi uang pecaran 100 ribu dan 50 ribu dengan total Rp 6 juta diduga palsu," kata mantan Kapolres Pelalawan ini.

Interogasi yang dilakukan petugas, pelaku mengaku sudah memalsukan uang sejak Mei lalu. Dia belajar sendiri dengan melihat internet dan mencobanya memakai sebuah komputer, lalu dicetak memakai mesin printer merek Epson, Kertas HVS.

"Kemudian dia memotongnya memakai gunting serta penggaris. Kegiatan ini dilakukannya dalam kamar tidur dan uang yang telah dicetak disimpannya dalam lemari pakaian," sebut Guntur.

Hasil penggeledahan di rumah tersangka ditemukan uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu palsu dengan total Rp 23.900.000. Sehingga total barang bukti yang disita polisi adalah Rp 29‎.900.000, karena pada penangkapan pertama ditemukan uang palsu Rp 6 juta.


"Pengakuan tersangka uang ini dijual ataupun digunakan sendiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sebagai persiapan lebaran," kata Guntur.

Atas perbuatannya terkait uang palsu, kepolisian menjerat tersangka dengan Pasal 36 Undang Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. 









Share:

Blog Archive

Cintaberita. Diberdayakan oleh Blogger.