Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   

Rekomendasi Posts





















Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERISTIWA. Tampilkan semua postingan

Pengemudi Ojek Online Tikam dan Rampok Wanita yang Dikencani di Hotel



CINTABERITA - Perkenalan wanita ini dengan seorang pria yang berprofesi sebagai sopir ojek online lewat aplikasi Michat akhirnya berbuat petaka.

Kesanggupan si wanita mau diajak kencan pengemudi ojek online dengan imbalan uang Rp 600 ribu malah membuat dirinya luka parah dan kehilangan harta benda yang dibawanya.

Ironisnya, peristiwa miris itu terjadi, sesaat setelah si wanita berhubungan badan dengan pengemudi ojek online di sebuah hotel.

Menariknya, sebelum mengalami petaka, si wanita sebenarnya sudah curiga terhadap pria yang akan mengencaninya.

Pasalnya, saat dirinya sudah menunggu di hotel, pria tersebut datang terlambat.

Rasa curiga di awal pun mulai ada disusul dengan kecurigaan-kecurigaan lainnya.

Saat keduanya di dalam kamar, wanita itu sudah mulai curiga melihat gelagat teman kencan prianya yang tak biasa.

Apa yang sebenarnya terjadi antara si wanita dan pria pengemudi ojek online yang mengencaninya, simak kisah selengkapnya berikut.

"Ada uang enggak sih, kalau enggak ada uang ya udah," ucap E (19) di pesan singkat yang dikirimkannya kepada Konong (22).

Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 




bandar togel | bandar togel terbaik |  bandar togel terpercaya 

Lewat aplikasi Michat berhasil mengenalkan Muhajirin alias Konong dan E sehari sebelum keduanya bertatap muka, Sabtu (2/5/2020).

Konong dan E akhirnya sepakat bertemu di sebuah hotel kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (3/5/2020) dini hari.

Saat itu, E datang pukul 23:00 WIB sesuai dengan jadwal keduanya janjian.

Tak hanya bertemu, rupanya E telah sepakat dikencani Konong satu malam dengan imbalan uang Rp 600 ribu.

Tiga jam menunggu sendirian tanpa kepastian di dalam kamar hotel membuat E jadi gusar.

Ia bertanya-tanya apakah pria tersebut serius mengencaninya atau tidak.

Hingga akhirnya, E mengirimkan beberapa kali pesan ke nomor Konong yang keseharian sebagai pengemudi ojek online ini.

Di pesan tersebut, E yang telah lama menunggu menyindir kondisi keuangan Konong.

"Karena tadinya korban awal janjian jam 11 (malam) namun pelaku tidak datang. Jadi korban agak kesal," kata Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Abdul Ghafur melalui telekonpers dari kantornya, Jumat (8/5/2020).

Konong datang

Konong saat digiring bersama IR di Mapolsek Metro Tamansari, Jakarta Barat.
Konong saat digiring bersama IR di Mapolsek Metro Tamansari, Jakarta Barat. 

Akhirnya pada pukul 02:00 WIB, Konong datang menemui E yang sudah berada di kamar hotel tersebut.

Saat datang, Konong memberitahu alasannya mengapa terlambat.

"Saat datang pelaku bilang (alasan telat) nunggu uang, uangnya terlambat. Jadi pertama bertemu, yang pertama diserahkan uangnya Rp 600 ribu," tutur Ghafur.

Menurut keterangan E kepada polisi, saat keduanya di dalam kamar, E memang sudah mulai curiga melihat gelagat Konong yang tak biasa.

Saat keduanya hendak berhubungan intim, Konong kekeh tak mau meletakkan pakaiannya di lemari.

Ia ngotot ingin pakaiannya ditaruh di samping meja kasur.

E tak mau ambil pusing hingga setelah berhubungan intim apa yang ditakutkannya terjadi.

"Setelah selesai bercumbu pelaku melakukan penganiayaan dengan mencekik korban," terang Ghafur.

E yang tak mau menyerah begitu saja berusaha melawan dengan menendang Konong.

Hal itu membuat Konong makin naik pitam dan mengambil pisau lipat yang disimpan di balik tumpukan bajunya.

Rupanya itulah alasan Konong tak mau menyimpan bajunya di lemari, sebuah pisau telah disembunyikannya.

"Makanya dari awal pelaku enggak mau pakaiannya digantung di lemari sesuai permintaan korban," kata Ghafur.

E dihujani 12 tusukan di beberapa bagian tubuhnya, mulai dari leher, punggung, dada dan lengannya.

Ia juga sempat dicecoki pil oleh Konong.

Meski begitu, E sempat sadar dan meminta bantuan temannya.

"Setelah ditusuk, korban sempat pingsan dan pelaku masuk kamar mandi. Tapi saat pelaku masuk kamar mandi, korban sadar kembali dan dengan tergopoh-gopoh mengambil handphone dan menghubungi rekannya untuk meminta pertolongan," papar Ghafur.

Melihat E masih sadar, lanjut Ghafur, Konong kembali menganiaya.

"Korban kembali dihantam sehingga menyebabkan bibirnya cedera dan giginya goyang," ujar Ghafur.

Setelah itu barulah Konong melucuti harta yang dibawa teman kencannya mulai dari uang, ponsel hingga cincin emas yang melingkar di jari E.

"Pelaku juga sempat ke rumah sakit untuk mengobati luka hasil gigitan korban. Pelaku diantar oleh rekannya berinisial D yang saat ini sedang kami buru," imbuh Ghafur.

Beruntung nyawa E dapat tertolong.

Ia bahkan diperbolehkan pulang usai mendapat perawatan.

"Padahal saat dilarikan ke rumah sakit, gagang pisau lipat itu masih tertancap di leher belakangnya," ujar Ghafur.

Motif Konong

"Motif pelaku dari awal memang niat melakukan perampokan dan penganiayaan," kata Ghafur.

"Tapi (kasus ini) juga dipicu dengan komunikasi kurang baik dengan korban. Karena tadinya korban awal janjian jam 11 namun pelaku tidak datang. Jadi korban agak kesal," imbuhnya.

"Sehingga timbullah perkataan tidak baik dari korban "Ada uang enggak sih, kalau enggak ada uang yaudah"," tambah Ghafur menirukan ucapan korban kepada pelaku.

Tak butuh waktu lama, Konong berhasil ditangkap di rumahnya, Rabu (6/5/2020) malam.

Dalam kasus ini, polisi juga telah menangkap IR (39) selaku penadah barang curian Konong. Serta DPO lain berinisial D.

Atas perbuatannya, Konong terancam dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian disertai kekerasan serta Pasal percobaan pembunuhan.



Remaja 17 Tahun Tewas Tertabrak Xenia Saat Belok Mendadak Hendak Isi BBM


CINTABERITA - Seorang remaja meninggal dunia sehabis mengalami kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera Tebing Tinggi-Medan, tepatnya dekat SPBU Dusun IV, Desa Pagar Jati, Lubukpakam, Deliserdang, Rabu (24/6/2020) sekira pukul 11.00 Wib.

Informasi yang diperoleh, moment itu berjalan kala remaja bernama Rizki Achmad Syahputra Nasution (17) yang mengendarai Yamaha Jupiter Z berboncengan dengan temannya Egi Pratama hendak isikan bahan bakar di SBPU tersebut.

Sebelum kecelakaan, Achmad diketahui datang berasal dari arah Tebing Tinggi menuju arah Medan. Sesampainya di wilayah kejadian, pemuda itu diduga hendak berbelok ke arah SPBU karena hendak isikan BBM.

Namun kala itu, Achmad diduga tidak cukup hati-hati dan tidak menyimak kendaraan yang melaju di belakangnya.

Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 


agen togel resmi  | agen togel terpercaya |  bandar togel terpercaya

Ketika sepedamotor yang dikendarainya masuk ke lajur kanan, mobil Daihatsu Xenia, BK 1894 FE, yang dikemudikan Adamsyah Hasibuan–warga Jalan Perunggu Lingkungan VI, Kota Bangun, Medan Deli–sedang melaju berasal dari arah belakang mereka. Pengemudi mobil tak sempat jalankan pengereman. 

Akibatnya, Achmad dan temannya, selanjutnya sepedamotor yang dikendarai mereka langsung terpental ke badan jalan.

Warga lebih kurang yang sadar perihal langsung melarikan ke-2 pemuda itu ke RSU Sari Mutiara Lubukpakam. Namun, tak lama di rumah sakit, remaja yang diketahui beralamat di Dusun III, Desa Lestari Dadi, Deliserdang selanjutnya menghembuskan nafas terakhirnya. Peristiwa itu kemudian ditangani Sat Lantas Polresta Deliserdang.

Petugas yang tiba di wilayah langsung jalankan olah TKP dan mengamankan ke-2 kendaraan dan juga pengemudi mobil Xenia. “Korban Achmad mengalami luka memar di kepala, meninggal dunia di RSU Sari Mutiara, sedangkan rekannya Egi Pratama mengalami luka ringan,” kata Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Rina Tarigan, Kamis (25/6/2020), seperti disampaikan Paur Subbag Humas Ipda Ricardo Bancin.




Penjaga Toko Bangunan Gunakan Sabu-sabu Dengan Alasanj Untuk Mendongkrak Stamina Tubuh



CINTABERITA - Karyawan toko bangunan, Samsul Arifin (34) hanya mampu tertunduk lesu saat dikeler ke Mapolsek Wonocolo, Surabaya.

Pasalnya, pria asal Tanah Merah, Bangkalan, Madura itu kedapatan menyimpan dan terbukti mengkonsumsi sabu-sabu.

Kapolsek Wonocolo Kompol Masdawati Saragih menjelaskan, Samsul dibekuk personelnya saat melintas di kawasan Semampir, Surabaya.

Dari tangan Samsul, personelnya menyita sabu-sabu seberat 0.65 gram didalam kemasan poket plastik kecil.

"Sabunya tersedia di genggaman tangan kirinya," ujarnya, Kamis (25/6/2020).

berdasarkan penyidikan petugas, pelaku meraih pasokan sabu-sabu itu berasal dari rekannya yang di kawasan Surabaya Utara.

suka bermain poker .... gabung aja disini di jamin aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!


BANDAR DOMINO99 |  AGEN BANDARQ  | AGEN POKER 


Cara pembeliannya, ungkap Masdawati, lewat telpon, selanjutnya bersua di suatu lokasi atau cash of delivery (COD).

"Kalau mengfungsikan sabu di kosannya, enggak dulu di daerah kerja," pungkasnya.

Seraya menundukkan kepala, Samsul mengaku belanja sabu kisaran harga Rp 300 Ribu, per poket.

Dan mengaku baru sebulan keranjingan serbuk kristal itu. Alasannya untuk mendongkrak stamina disaat lelah mendera tubuhnya.

"Sabu untuk doping. Pekerjaan soalnya berat. Beli per poket Rp 300 ribu. Baru sebulan aku makai," tutur Samsul. 





Gara-gara Tak Direstui Sepasang Kekasih Ditemukan Tewas di Kamar Indekos



CINTABERITA - Sepasang kekasih asal Kecamatan Abang, Karangasem, Bali, mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun, Selasa (23/6/2020) sekitar pukul 22.00 Wita.

Keduanya yakni I Made N (32) warga Desa Abang, Kecamatan Abang, dan kekasihnya Ni Made J (23), warga Tista, Kecamatan Abang.

Keduanya bunuh diri di sebuah kamar kosan di Lingkungan Belong, Kelurahan /Kecamatan Karangasem.

saat ditemukan, mulut keduanya terlihat mengeluarkan busa.

Kondisi kamar juga diketahui dalam kondisi terkunci.

Diduga, sejoli tersebut mengakhiri hidupnya lantaran masalah keluarga.

Hubungan keduanya tak mendapatkan restu dari orangtuanya, karena Made N diketahui sudah memiliki istri dan dikaruniai seorang anak.


Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 

Bandar Togel Singapore | Bandar Togel | Togel Online Terpercaya 

Diketahui, pasangan tersebut sebelumnya adalah mantan suami istri.

Ni Made J adalah istri kedua dari Made N.

Hanya saja hubungannya tidak mendapat restu dari orangtua I Made N serta istri pertamanya.

Keduanya lantas berpisah secara adat.

"Kedua korban nikah akhir 2019. Tinggal beberapa bulan di Desa Abang. Kemudian istri ke 2 ini dikembalikan ke keluarganya di Desa Tista karena tak mendapat restu,"jelas saksi.

Lantaran masih saling cinta, mereka akhirnya memutuskan untuk tinggal di kosan sekitar Karangasem tanpa sepengetahuan orangtua dan istri pertama.



Karyawan Kedai Kopi Dibegal saat Sedang Asyik Main Game, Korban Gak Sempat Teriak



CINTABERITA - Viral di fasilitas sosial video yang menampakkan seorang karyawan kedai kopi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat yang sedang bermain di depan kedai menjadi sasaran aksi begal bersama dengan kekerasan.

Diketahui, pelaku yang membawa senjata tajam itu meangejar korban hingga ke dalam kios untuk merampas telepon seluler yang lainnya.

Dikutip berasal dari KOMPAS TV, korban mengaku bahwa dirinya tidak berani mneghadapi korban karena pelaku membawa senjata tajam.

Terlebih tak sekedar itu, pelaku terhitung mengancam korban dan temannya bersama dengan sajam yang dibawa olehnya.

BINGUNG CARI BANDAR DAN AGEN BOLA TERPERCAYA ..? GABUNG DISINI SAJA HANYA MINIMAL DEPOSIT 25000 KAMU SUDAH BISA BERMAIN BANYAK PERMAINAN DENGAN MENGGUNAKAN 1 USER ID SAJA . 


BANDAR BOLA ONLINE | AGEN SBOBET  | AGEN IBCBET 

Hal itu apalagi sebabkan korban tidak sempat berteriak untuk berharap tolong kepada warga sekitar.

"Kita sudah kekhawatiran sendiri, soalnya pelaku bawa senjata tajam," ucap korban.

Korban mengaku bahwa pelaku sudah merampas handphone yang digunakannya untuk bermain game.

Bukan hanya satu, pelaku diketahui terhitung merampas handphone korban yang sedang diisi dayanya di dalam kedai.


Suami Tega Potong Telinga Istri Akibat Sering Menginap di Rumah Tetangga & Jarang Masak



CINTABERITA - Kesal dengan ulah sang istri, seorang Suami tega memotong telinga istrinya sendiri hingga putus.

Pelaku penganiayaan yakni Baco Bolong alias Hasdi (43) sudah diamankan oleh aparat kepolisian.

Sementara istrinya, Ciga (39) langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis setelah daun telingannya putus.

Kapolsek Larompong, Iptu Syarif Sikati mengatakan, pihaknya saat ini sudah mengamankan pelaku penganiayaan yang dilakukan kepada istrinya sendiri.

Menurutnya, saat ditangkap pelaku menyerahkan potongan telinga korban dan barang bukti sembilu yang didesain mirip pisau kecil dan tajam.

"Saat ditangkap pelaku menyerahkan potongan telinga korban dan petugas memasukkan ke dalam botol sebagai barang bukti," katanya, Kamis (25/6/2020).

Istri menginap di ruman tetangga

Emosi Baco Bolong semakin menjadi lantaran sang istri lebih memilih nginep di rumah tetangganya dibading melayaninya sebagai suami.

Kanit Reskrim Polsek Larompong, Bripka Muhammad Yunus mengatakan, pelaku menganiaya istrinya Ciga (39) karena merasa jengkel.

"Karena pelaku merasa jengkel dan marah kepada istrinya yang selalu bermalam di rumah tetangganya," kata Yunus, Selasa (23/6/2020).

Kesal dengan ulah sang istri, seorang Suami tega memotong telinga istrinya sendiri hingga putus.

Pelaku penganiayaan yakni Baco Bolong alias Hasdi (43) sudah diamankan oleh aparat kepolisian.

Sementara istrinya, Ciga (39) langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis setelah daun telingannya putus.

Kapolsek Larompong, Iptu Syarif Sikati mengatakan, pihaknya saat ini sudah mengamankan pelaku penganiayaan yang dilakukan kepada istrinya sendiri.

Menurutnya, saat ditangkap pelaku menyerahkan potongan telinga korban dan barang bukti sembilu yang didesain mirip pisau kecil dan tajam.

"Saat ditangkap pelaku menyerahkan potongan telinga korban dan petugas memasukkan ke dalam botol sebagai barang bukti," katanya, Kamis (25/6/2020).

Kesal karena istri melawan

Saat dilakukan pemeriksaan oleh polisi, pelaku Baco Bolong mengaku kesal dengan istrinya.

Ia pun mengakui telah memotong telinga istrinya sendiri hingga putus.

Berdasarkan pengakuan pelaku kepada petugas, istrinya sudah tidak mau menyiapkan makanan dan lebih memilih bermalam di rumah tetangga.

Menurut pelaku, sang istri malah melawan dan menendangnya.

"Saya beri dia peringatan untuk tidak mengulangi perbuatannya namun justru dia menendang paha saya dan saya tarik telinganya," beber Baco Bolong, Kamis (25/6/2020). 

Ia mengatakan, sembilu bambu yang ia gunakan menganiaya istrinya didapatkan di dinding bawah atap rumah.

"Barang itu saya ambil saat bertengkar, memang sudah lama di tempat itu. Saya pun tidak tahu apa kegunaannya," terangnya.

Meski sudah terlanjur, Baco Bolang mengaku tetap menyesali perbuatannya.

Sebab ia awalnya hanya ingin memberi peringatan kepada istrinya.

"Saya menyesali perbuatan saya, awalnya hanya mengancam, hanya ingin memberi perhatian.

Tetapi karena dia melawan dan kemungkinan saya sudah dirasuki setan maka terpaksa saya lakukan," jelasnya.

Kondisi Korban

Menurut polisi, saat ini kondisi korban sudah mulai membaik.

Kapolsek Larompong, Iptu Syarif Sikati, pihak puskesmas yang merawat Ciga sudah mengizinkan korban untuk pulang kerumah setelah diberikan penangan medis.

Meski demikian, kata dia, korban hingga saat ini masih mengalami trauma akibat daun telinganya dipotong oleh suaminya sendiri.

"Korban saat ini sudah diperbolehkan kembali ke rumahnya setelah dirawat di Puskesmas Larompong. Korban masih trauma," tuturnya.


Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 



bandar togel | bandar togel terbaik | bandar togel terpercaya 


Dua Remaja Tertangkap Basah Bersetubuh di Hutan



CINTABERITA - Sepasang kekasih remaja di bawah umur berinisial EW dan AL, warga Kecamatan Krejengan, Probolingo, Jawa Timur melakukan tingkah laku yang tidak patut.

Mereka berdua ditangkap warga sementara sedang terkait badan di sedang hutan.

Bahkan, warga merekam dua sejoli itu sementara bercumbu bersama dengan beralaskan seadanya.

Peristiwa selanjutnya berjalan di sedang hutan yang berlokasi di Desa Betek, Kecamatan Gading, pada Kamis (18/6/2020) siang.

Petugas Satpol PP Kecamatan Gading, Mazda mengatakan, sementara kepergok warga selanjutnya keduanya diketahui sedang asyik berbuat mesum bersama dengan cuma beralaskan sarung.

Sebelum melakukan penangkapan, warga yang memergoki itu juga sempat merekamnya mengfungsikan ponsel sebagai bukti.

Setelah itu, keduanya diamankan dan digelandang ke kantor desa setempat.

"Warga kemudian mempunyai mereka berdua ke kantor desa dan diserahkan kepada kami," kata Mazda kepada Kompas.com sementara dihubungi Minggu (21/6/2020).

Orangtua Dipanggil

Setelah sukses diamankan itu, orangtua ke dua remaja selanjutnya juga dipanggil untuk datang di kantor desa.

Meski mulanya ke dua remaja selanjutnya berkelit untuk memberikan informasi berkenaan alamat dan identitas orangtuanya, tetapi sesudah didesak kelanjutannya mengatakannya.

Petugas sengaja memanggil orangtua mereka bersama dengan target agar jelas tingkah laku anaknya dan agar mampu dilaksanakan pembinaan.

“Kami harap orangtua mengawasi anaknya. Supaya mereka memperoleh perhatian lebih berasal dari orangtua agar tidak melakukan tingkah laku tercela,” kata Mazda.

Untuk mengantisipasi perihal mirip terulang, pihaknya juga mengaku dapat melakukan pengetatan pengawasan hutan tersebut.

Kasus Lainnya, Seorang Pemuda Cabuli Pacarnya di Rumah sementara Orangtua si Gadis Remaja ke Kebun

Pria inisial HW (18) dengan sebutan lain Enda, tak banyak berbicara disaat berada di depan penyidik.

Ia cuma duduk termenung sambil lihat lantai.

Tangannya terlihat terborgol.

Ia diamankan Polres Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, Senin (15/06/2020).

Enda diamankan karena mencumbui pacarnya sementara sang orangtua tak berada di tempat tinggal dengan sebutan lain pergi ke kebun.




HW pelaku pencabulan asal Desa Dumagin A, Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim), disaat diamankan di Polres Bolsel, Senin (15/6/2020).

HW pelaku pencabulan asal Desa Dumagin A, Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim), disaat diamankan di Polres Bolsel, Senin (15/6/2020).

Pemuda pengangguran ini dilaporkan oleh tidak benar seorang warga desa Dumagin A, karena melakukan tindakan seperti suami istri pada anaknya yang masih duduk dibangku SMP.

Dihadapan penyidik, Enda pun tak menampik laporan tersebut.

Enda mengakui perbuatannya tersebut.

"Hanya satu kali komandan," ucap Enda disaat dihadapan penyidik.

Enda mengaku sudah menjalin asmara bersama dengan korban sejak Januari 2020.

Bahkan didalam perjalanan kisah cinta mereka, dua sejoli ini pun sering bertemu.

Ilustrasi pemerkosaan anak.

"Kali ketemu banyak kali komandan, dan itu seluruh cuma didalam desa," ucapnya.

Menurut Enda, asmara keduanya lewat batas disaat pada akhir bulan Mei 2020.

Awalnya sang kekasih yang tak lain adalah korban, mengirim pesan singkat padanya.

"Dia minta aku ke rumah," aku Enda.

Menerima pesan tersebut, Enda sempat takut.

Pemuda 18 th. itu, selanjutnya menanyakan keberadaan orang tua korban.

"Katanya tersedia di kebun," ujar Enda menceritakan pesan singkat yang diterimanya.

Mengetahui perihal itu, Enda selanjutnya bergegas ke rumah.

Sesampainya di rumah, ternyata benar terkecuali orang tua korban sedang tak ada.

"Lalu terjadilah seperti ini," ungkapnya.

Namun, kasus ini belum terbongkar di situ.

Beberapa sementara sesudah kejadian, Enda dan korban ulang bertemu.

Akan tetapi ke dua orang tua korban yang gelisah anaknya tak kunjung pulang, kelanjutannya memutuskan mencari korban.

"Kami ketangkap ngobrol di area gelap," aku Enda.

Orang tua korban yang marah, selanjutnya mempunyai anaknya pulang.

Sesampainya di rumah, korban selanjutnya diinterogasi.

Dihadapan orang tuanya, korban menceritakan semuanya.

Tak menerima bersama dengan perihal ini, ke dua orang tua korban selanjutnya mempunyai kasus ini ke polisi.

"Akhirnya aku di sini," tutur Enda.

Ia mengaku tak menyangka dapat terkait bersama dengan polisi karena perbuatannya.

"Intinya aku menyesal," ucap dirinya.

suka bermain poker .... gabung aja disini di jamin aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!



AGEN POKER | AGEN DOMINO99 |  DOMINO ONLINE

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bolsel Iptu Sahroni Derasyid membetulkan perihal tersebut.

"Pelakunya sudah diamankan sesudah kami menerima laporannya," ucap Sahroni.

Perwira dua balok itu mengakui terkecuali kasus seperti itu memang terlalu tinggi di Bolsel.

"Banyak memang kasusnya, dan paling banyak pelakunya orang terdekat," beber dia.

Kapolres Bolsel AKBP Yuli Kurnianto, berharap orang tua berperan aktif didalam mengawasi anak-anaknya.

"Minimal terkecuali ke kebun, titipkan anaknya di tempat tinggal saudara.

Supaya tersedia pengawasan," aku dia.

Ia menambahkan, pengawasan adalah tanggung jawab orang tua.

"Kan berjalan di area yang privasi.

Kami tidak mampu masuk hingga ke sini.

Makanya butuh campur tangan orang tua, jangan apatis," tandasnya.


Baru Ambil Uang dari Bank, Pengusaha Kilang Padi Ditembak Oleh Rampok di Tigapanah



CINTABERITA - Warga Desa Buah Ranggang, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Tigapanah, dikagetkan dengan aksi perampokan yang terjadi pada Selasa (23/6/2020).

Yang lebih membuat masyarakat geger, aksi perampokan yang terjadi tepat di pinggir jalan nasional ini membuat korban mengalami luka tembak.

Saat dikonfirmasi ke pihak kepolisian, Kapolsek Tigapanah AKP R Simanjorang membenarkan adanya peristiwa ini.

Ia mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, diketahui identitas korban yaitu Kasim Sembiring, warga Desa Rumamis, Kecamatan Barusjahe.

Ketika ditanya perihal identitas korban lebih lanjut, AKP Simanjorang mengaku jika korban merupakan seorang pengusaha kilang padi.

Ia mengatakan, berdasarkan pengakuan dari anak korban, sebelum peristiwa tersebut mereka baru saja melakukan pengambilan uang di salah satu bank di Kabanjahe.

"Iya benar, korbannya merupakan pengusaha kilang padi di desanya. Jadi setelah ngambil uang, kemungkinan besar mereka ini sudah diikuti oleh para pelaku," ujar Simanjorang.

Terkait kondisi korban, Simanjorang menyebutkan saat ini korban sudah mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Efarina Etaham.

Ia juga membenarkan jika salah satu pelaku sempat menembak paha korban.

"Memang pelaku ini sempat melukai korbannya dengan senjata, dan korban mengalami luka tembak di paha sebelah kanan. Setelah melukai korbannya, pelaku langsung melarikan diri," katanya.

suka bermain poker .... gabung aja disini di jamin aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!


BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ |  AGEN POKER 

Simanjorang menjelaskan, korban juga sempat melakukan perlawanan dengan berusaha melemparkan batu ke arah pelaku.

Namun, aksi perlawanan itu tidak membuahkan hasil. Korban tak berdaya setelah pahanya ditembak perampok.

Korban juga kehilangan uang yang baru saja diambil dari bank.

"Jadi memang sempat ada perlawanan dari korban dengan mencoba melempar pelaku, tapi enggak kena. Antara pelaku dan korban juga sempat tarik-tarikan plastik tempat uangnya, kemudian pelaku langsung melukai korbannya," ungkapnya.

Simanjorang menambahkan, hingga saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi.

Adapun saksi yang sudah sempat dimintai keterangannya, Karmila br Purba, Jambore Tarigan, dan Noprida br Sembiring.

Saat ini, pihaknya juga telah mengumpulkan bukti-bukti untuk melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.


Gowes Sepeda Sendirian Sejaug 33 KM, Bocah SD Asal Weru Tersesat di Solo



CINTABERITA - Demam gowes naik sepeda yang kini populer di tengah masyarakat, membawa korban bocah asal Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo karena tak terasa tersesat hingga Kota Solo sendirian sejauh 33 km, Selasa (23/6/2020).

Ya, dia adalah Emmy Jawiananta Framezti (10) warga Dukuh Jetis, Desa Karakan, Kecamatan Weru yang berbatasan dengan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Awal cerita bocah SD itu tersesat dari desa ke kota karena keasyikan gowes naik sepeda sendirian dari rumahnya di Weru dengan mengikuti jalanan besar Tawangsari-Sukoharjo-Solo Baru.

Dihitung dari Google Maps jarak yang dilalui Emmy yang tampak menggunakan seragam olahraga sekolah itu mencapai 33 km.

Dia diduga tidak mengetahui jalan hingga mengayuh sepedanya itu sampai datang ke Solo Baru, Kecamatan Grogol.

Saat itu, dia terus saja mengayuh sepedanya sampai berhenti di wilayah Kecamatan Serengan.

Selama menunggu dijemput, Emmy dihibur oleh Polwan dari Polsek Serengan sampai neneknya datang, Selasa (23/6/2020).

"Itu dia sampai Serengan, terus ditanyai anggota malah nangis," ungkap Paur Humas Polresta Solo Aiptu Iswan Tri Wahudiono mewakili Kasubbag Humas Polresta Surakarta Kompol Yuliantara Proriyanta.

Iswan mengaku, jika bocah 10 tahun itu tersesat dan ditemukan oleh anggota Polsek Serengan.

Setelah itu, anak tersebut dibawa ke Polsek Serengan.

 "Saya juga bantu sosialiasikan ke masyarakat, lewat akun media sosial," kata dia.

Saat mensosialisasikan ini, ternyata orang di desa tersebut mengetahui dan memberitahukan pada keluarganya.

"Itu ikut sama neneknya," jelas dia.

Setelah keluarganya tahu, kemudian menjemput di Mapolsek Serengan.

Selama menunggu dijemput, Emmy dihibur oleh Polwan dari Polsek Serengan sampai neneknya datang.

"Yang menjemput neneknya namanya Prehatin," kata dia.

"Tadi saya juga ikut mengawal anaknya dijemput keluarga," tuturnya.


Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 



bandar togel  | bandar togel terbaik  | bandar togel terpercaya 

Tiga Pria Ditangkap Saat Jaga Sabu di Lahan Garapan Percut Sumatra Utara


CINTABERITA - Tiga pria yang biasa mangkal dan berkumpul di lahan garapan, Jalan Kesatria, Gang Satria, Dusun lll, Kecamatan Percut Sei Tuan, ditangkap Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Medan Area, Rabu (17/6/2020) sekira jam 21.00 Wib.

Ketiganya diduga sedang menjaga sabu-sabu dan ganja di lokasi yang diduga sering dijadikan sebagai tempat transaksi jual beli dan penyalahgunaan narkoba.

Mereka adalah Joko Khairman alias Gondrong (22), warga Dusun Bakung, Desa Sambi Rejo, Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dan Dolly Sihombing (34) warga Jalan Jermal lll, Kelurahan Denai, Medan Denai, serta Airlangga (33) warga Jalan Kesatria, Gang Satria, Percut Sei Tuan.

“Penangkapan ketiga tersangka berawal dari informasi masyarakat yang dipercaya bahwa di TKP sering terjadi transaksi narkoba,” kata Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chaniago kepada wartawan, Selasa (23/6/2020) pagi.

Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 


agen togel resmi | agen togel terpercaya | bandar togel terpercaya 

 Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Tekab Polsek Medan Area melakukan penyelidikan. Tiba di lokasi, polisi melihat ada 3 pria berwajah sangar dengan gelagat yang mencurigakan, diduga sedang menunggu pembeli narkoba. “Ketiganya sedang duduk di luar dan ada mejanya.

 Sewaktu didekati petugas dan dilakukan penggeledahan, dari kantong sebelah kiri tersangka Joko ditemukan 1 plastik klip berisi sabu,” ungkapnya. Petugas juga menemukan sabu pada Dolly dan Airlangga, serta 2 buah unit timbangan elektrik di atas meja yang sedang mereka duduki.

 “Mereka mengakui kalau narkoba itu miliknya,” jelas Faidir. Berdasarkan barang bukti tersebut, ketiganya pun tak bisa berkelit lagi. Polisi pun langsung memborgol mereka sebelum diboyong ke Mapolsek Medan Area. 





Usai Dicumbui Oleh Tamunya di Hotel, Wanita Ini Kehilangan Harta Bendanya


CINTABERITA - Perkenalan wanita ini dengan seorang pria yang berprofesi sebagai sopir ojek online lewat aplikasi Michat akhirnya berbuat petaka.

Kesanggupan si wanita mau diajak kencan pengemudi ojek online dengan imbalan uang Rp 600 ribu malah membuat dirinya luka parah dan kehilangan harta benda yang dibawanya.

Ironisnya, peristiwa miris itu terjadi, sesaat setelah si wanita berhubungan badan dengan pengemudi ojek online di sebuah hotel.

Menariknya, sebelum mengalami petaka, si wanita sebenarnya sudah curiga terhadap pria yang akan mengencaninya.

Pasalnya, saat dirinya sudah menunggu di hotel, pria tersebut datang terlambat.

Rasa curiga di awal pun mulai ada disusul dengan kecurigaan-kecurigaan lainnya.

Saat keduanya di dalam kamar, wanita itu sudah mulai curiga melihat gelagat teman kencan prianya yang tak biasa.

Apa yang sebenarnya terjadi antara si wanita dan pria pengemudi ojek online yang mengencaninya, simak kisah selengkapnya berikut.

"Ada uang enggak sih, kalau enggak ada uang yaudah," ucap E (19) di pesan singkat yang dikirimkannya kepada Konong (22).

Lewat aplikasi Michat berhasil mengenalkan Muhajirin alias Konong dan E sehari sebelum keduanya bertatap muka, Sabtu (2/5/2020).

Konong dan E akhirnya sepakat bertemu di sebuah hotel kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (3/5/2020) dini hari.

Saat itu, E datang pukul 23:00 WIB sesuai dengan jadwal keduanya janjian.

Tak hanya bertemu, rupanya E telah sepakat dikencani Konong satu malam dengan imbalan uang Rp 600 ribu.

Tiga jam menunggu sendirian tanpa kepastian di dalam kamar hotel membuat E jadi gusar.

Ia bertanya-tanya apakah pria tersebut serius mengencaninya atau tidak.

Hingga akhirnya, E mengirimkan beberapa kali pesan ke nomor Konong yang keseharian sebagai pengemudi ojek online ini.

Di pesan tersebut, E yang telah lama menunggu menyindir kondisi keuangan Konong.

"Karena tadinya korban awal janjian jam 11 (malam) namun pelaku tidak datang. Jadi korban agak kesal," kata Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Abdul Ghafur melalui telekonpers dari kantornya, Jumat (8/5/2020).

Konong datang

Akhirnya pada pukul 02:00 WIB, Konong datang menemui E yang sudah berada di kamar hotel tersebut.

Saat datang, Konong memberitahu alasannya mengapa terlambat.

"Saat datang pelaku bilang (alasan telat) nunggu uang, uangnya terlambat. Jadi pertama bertemu, yang pertama diserahkan uangnya Rp 600 ribu," tutur Ghafur.

Menurut keterangan E kepada polisi, saat keduanya di dalam kamar, E memang sudah mulai curiga melihat gelagat Konong yang tak biasa.

Saat keduanya hendak berhubungan intim, Konong kekeh tak mau meletakkan pakaiannya di lemari.

Ia ngotot ingin pakaiannya ditaruh di samping meja kasur.

E tak mau ambil pusing hingga setelah berhubungan intim apa yang ditakutkannya terjadi.

"Setelah selesai bercumbu pelaku melakukan penganiayaan dengan mencekik korban," terang Ghafur.

E yang tak mau menyerah begitu saja berusaha melawan dengan menendang Konong.

Hal itu membuat Konong makin naik pitam dan mengambil pisau lipat yang disimpan di balik tumpukan bajunya.

Rupanya itulah alasan Konong tak mau menyimpan bajunya di lemari, sebuah pisau telah disembunyikannya.

"Makanya dari awal pelaku enggak mau pakaiannya digantung di lemari sesuai permintaan korban," kata Ghafur.

E dihujani 12 tusukan di beberapa bagian tubuhnya, mulai dari leher, punggung, dada dan lengannya.

Ia juga sempat dicecoki pil oleh Konong.

Meski begitu, E sempat sadar dan meminta bantuan temannya.

"Setelah ditusuk, korban sempat pingsan dan pelaku masuk kamar mandi. Tapi saat pelaku masuk kamar mandi, korban sadar kembali dan dengan tergopoh-gopoh mengambil handphone dan menghubungi rekannya untuk meminta pertolongan," papar Ghafur.

Melihat E masih sadar, lanjut Ghafur, Konong kembali menganiaya.

"Korban kembali dihantam sehingga menyebabkan bibirnya cedera dan giginya goyang," ujar Ghafur.

suka bermain poker .... gabung aja disini di jamin aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!


AGEN POKER |  AGEN DOMINO99 | DOMINO ONLINE 

Setelah itu barulah Konong melucuti harta yang dibawa teman kencannya mulai dari uang, ponsel hingga cincin emas yang melingkar di jari E.

"Pelaku juga sempat ke rumah sakit untuk mengobati luka hasil gigitan korban. Pelaku diantar oleh rekannya berinisial D yang saat ini sedang kami buru," imbuh Ghafur.

Beruntung nyawa E dapat tertolong. Ia bahkan diperbolehkan pulang usai mendapat perawatan.

"Padahal saat dilarikan ke rumah sakit, gagang pisau lipat itu masih tertancap di leher belakangnya," ujar Ghafur.

Motif Konong

"Motif pelaku dari awal memang niat melakukan perampokan dan penganiayaan," kata Ghafur.

"Tapi (kasus ini) juga dipicu dengan komunikasi kurang baik dengan korban. Karena tadinya korban awal janjian jam 11 namun pelaku tidak datang. Jadi korban agak kesal," imbuhnya.

"Sehingga timbullah perkataan tidak baik dari korban "Ada uang enggak sih, kalau enggak ada uang yaudah"," tambah Ghafur menirukan ucapan korban kepada pelaku.

Tak butuh waktu lama, Konong berhasil ditangkap di rumahnya, Rabu (6/5/2020) malam.

Dalam kasus ini, polisi juga telah menangkap IR (39) selaku penadah barang curian Konong. Serta DPO lain berinisial D.

Atas perbuatannya, Konong terancam dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian disertai kekerasan serta Pasal percobaan pembunuhan.

Matikan Lampu saat Kencan

Kisah cara kencan aneh juga dilakukan oleh pria satu ini.

Dia selalu meminta lampu selalu dimatikan saat kencan.

Rupanya cara itu dilakukan agar penyamarannya tak terbongkar.

Pria menyamar menjadi wanita ini menolak untuk melayani pemesan jika kamarnya tidak gelap.

Aksinya sendiri membuat heboh warga setempat.

Ia diketahui telah melayani 40 pria hidung belang.

Seorang pria berinisial RH (30), nekat layani 40 pria hidung belang dengan cara menyamar menjadi wanita dan mengenakan tarif Rp 300 ribu untuk layanannya.

Warga Kecamatan Mataram, Kota Mataram ini sudah beraksi selama dua bulan dan layani puluhan pria dengan cara mematikan lampu kamar.

Apabila saat kencan lampu kamar dinyalakan, RH mengaku menolak mentah-mentah untuk berhubungan badan dengan pria hidung belang tersebut.

Selain itu, dirinya juga selalu memakai penutup wajah saat beraksi.

Menurut polisi, selama dua bulan beraksi, pelaku telah menjerat sebanyak 40 pria.

Sekali kencan, RH memasang tarif sekitar Rp 300.000.

Selain itu, pelaku mengaku hanya melayani pijat.

"Dia ini tidak mau melayani pemesan kalau kamarnya tidak gelap, makanya penyamarannya selalu berhasil," jelas Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2020).

Pakai foto teman perempuan

Selain itu, dirinya juga selalu memakai penutup wajah saat beraksi.

Menurut polisi, selama dua bulan beraksi, pelaku telah menjerat sebanyak 40 pria.

Sekali kencan, RH memasang tarif sekitar Rp 300.000.

Selain itu, pelaku mengaku hanya melayani pijat.

 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger