Tampilkan posting dengan label TRAVELING. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label TRAVELING. Tampilkan semua posting

Minggu, 25 Juni 2017

Mengharukan! Anak Berbakti Ini Ajak Ibu Traveling ke 7 Negeri















BINTABERITA -  Jakarta Seperti di dalam lagu, seorang ibu hanya memberi, tak ingin kembali. Seorang ibu dapat melakukan apapun demi anak-anaknya. Seperti yang dilaksanakan oleh seorang ibu yang tinggal di Filipina ini.

Demi keluarganya, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Hongkong. Peristiwa itu berlangsung 20 tahun lalu. Saat itu ia harus berpisah bersama anak-anaknya yang masih kecil.


Kini perempuan yang bernama Teresita Alcanzare ini telah pensiun sebagai pembantu rumah tangga. Salah satu anak laki-lakinya, Hans Alcanzare kemudian mengajak ibunya tercinta melakukan perjalanan, tamasya ke 7 negara begitu ibunya pensiun.
Melalui postingan di Facebooknya, ia mengucapkan banyak terima kasih kepada ibunya yang telah mengurus dan banyak berkorban untuk keberhasilan dirinya dan anak-anak lainnya.

Hans Alcanzare yang begitu mencintai ibunya ini menulis postingan untuk mamanya.

"Hai Ma, telah waktunya pulang! Saya masih ingat saat masih berusia enam tahun saat Ibu meninggalkan kami, untuk berikan kehidupan kami yang lebih baik."

Dia selanjutnya menambahkan, "Setelah 20 tahun bekerja keras dan berkorban, itu mewujudkan mimpi kita. Kami sangat beruntung punyai seorang ibu yang tak pernah menyerah."

Dia pun beri tambahan kejutan yang tak pernah dibayangkan oleh ibunya.

"Sebelum pulang ke rumah untuk selamanya, ayo kami melakukan perjalanan wisata ke Asia. Kami sayang ibu.

Postingan tersebut segera menjadi viral. Warganet menganggap apa yang dilaksanakan ibu dan anak itu sungguh menginspirasi. Dalam saat singkat, postingan itu telah dibagikan sebanyak 28 ribu kali dan memperoleh tanda suka sebanyak 131.000.

Alcanzare dan ibunya selain mengunjungi Singapura termasuk ke Thailand, Indonesia, Vietnam, Taiwan, Malaysia, dan Makau.


Share:

Selasa, 20 Juni 2017

Menikmati liburan dengan kapal pesiar ke Kota Vancouver






CINTABERITA - Liburan tidak harus selalu bepergian dengan pesawat terbang untuk mengunjungi sejumlah lokasi wisata di negara lain. Kapal pesiar bisa menjadi alternatif bagi Anda yang ingin menikmati cara lain berlibur.
Tak usah tanggung-tanggung, Vancouver bisa menjadi destinasi wisata yang menyenangkan dengan menggunakan kapal pesiar. Banyak lokasi wisata yang bisa disambangi ke kota metropolitan terbesar di Kanada tersebut.
Sedikitnya ada tujuh lokasi wisata yang bisa dikunjungi menggunakan kapal pesiar selama perjalanan berlibur ke Vancouver. Berikut tujuh lokasi wisata menarik dengan kapal pesiar selama perjalanan ke Vancouver.

Share:

Minggu, 11 Juni 2017

Siapa bilang traveling ke Indonesia Timur mahal? Seiring makin menggeliatnya dunia travel dan makin menjamurnya bisnis layanan “open trip”, menjelajahi kawasan Indonesia Timur kini menjadi lebih mudah dan murah. Hal inilah yang diyakini Leonard, salah satu traveler yang telah lama membuka layanan open trip untuk kawasan wisata di Indonesia Timur. Saat dihubungi Liputan6.com, Senin (29/5/2017), Leonard yang juga owner Total Trip Indonensia mengatakan, harga mahal atau tidak itu menjadi suatu hal yang relatif, namun dengan cara “join” menggunakan jasa open trip, saling sharing, tentu bisa menekan harga sehingga budget tidak terlalu mahal, jika dibandingkan dengan perjalanan yang diurus secara pribadi. Di sinilah, menurut Leonard, cara pandang kebanyakan orang tentang traveling ke Indonesia Timur perlu diubah. Total Trip Indonesia sendiri telah membuka open trip ke sembilan destinasi wisata menawan yang ada di Indonesia Timur, yang sebagian besar masih belum dikenal secara luas, mulai dari Banggai Kepulauan, Tumbak, Togean, Boalemo, Parigi, Sangihe, hingga Toli-toli. “Kami tidak sembarang membuka open trip, destinasi yang kami kunjungi itu tempat-tempat yang punya sisi menariknya sendiri. Banggai Kepulauan misalnya, ini gugusan pulau yang banyak, ada yang dihuni ada juga yang enggak. Di salah satu pulaunya yang bernama Paisu Batongan ada danau air asin yang unik, jadi habitat ubur-ubur tak menyengat. Hampir sama seperti yang ada di Derawan dan Misool,” ungkap Leonard. Bagi yang hobi menyelam, Leonard merekomendasikan Boalemo. Pasalnya di tempat ini terdapat banyak spot diving yang menyimpan beragam spesies ikan dan karang langka sejenis savador dalli. “Terumbu karang karang ini katanya hanya ada di sini, di Teluk Tomini, salah satunya di Boalemo,” kata Leonard menambahkan. Namun jika Anda ingin merasakan sensasi bertualang dan menambah wawasan ke-Indonesia-an, menurut Leonard, Toli-toli adalah destinasi yang tepat. Di tempat ini terdapat rumah adat yang masih lestari hingga saat ini. Pulau yang berbatasan langsung dengan Filipina dan Malaysia ini juga memiliki kekayaan danau air asin yang menjadi habitat bagi hewan endemik udang merah. Bahkan masyarakat setempat mempercayai udang merah tersebut sebagai hewan keramat, yang mengambilnya akan terkena musibah. "Jadi di Indonesia Timur itu banyak sekali hal menarik, tapi mengapa kita masih ribut-ribut soal harga,” ungkap Leonard.



Image result for Siapa bilang traveling ke Indonesia Timur mahal? Seiring makin menggeliatnya dunia travel dan makin menjamurnya bisnis layanan “open trip”, menjelajahi kawasan Indonesia Timur kini menjadi lebih mudah dan murah. Hal inilah yang diyakini Leonard, salah satu traveler yang telah lama membuka layanan open trip untuk kawasan wisata di Indonesia Timur.  Saat dihubungi Liputan6.com, Senin (29/5/2017), Leonard yang juga owner Total Trip Indonensia mengatakan, harga mahal atau tidak itu menjadi suatu hal yang relatif, namun dengan cara “join” menggunakan jasa open trip, saling sharing, tentu bisa menekan harga sehingga budget tidak terlalu mahal, jika dibandingkan dengan perjalanan yang diurus secara pribadi. Di sinilah, menurut Leonard, cara pandang kebanyakan orang tentang traveling ke Indonesia Timur perlu diubah.  Total Trip Indonesia sendiri telah membuka open trip ke sembilan destinasi wisata menawan yang ada di Indonesia Timur, yang sebagian besar masih belum dikenal secara luas, mulai dari Banggai Kepulauan, Tumbak, Togean, Boalemo, Parigi, Sangihe, hingga Toli-toli.  “Kami tidak sembarang membuka open trip, destinasi yang kami kunjungi itu tempat-tempat yang punya sisi menariknya sendiri. Banggai Kepulauan misalnya, ini gugusan pulau yang banyak, ada yang dihuni ada juga yang enggak. Di salah satu pulaunya yang bernama Paisu Batongan ada danau air asin yang unik, jadi habitat ubur-ubur tak menyengat. Hampir sama seperti yang ada di Derawan dan Misool,” ungkap Leonard.  Bagi yang hobi menyelam, Leonard merekomendasikan Boalemo. Pasalnya di tempat ini terdapat banyak spot diving yang menyimpan beragam spesies ikan dan karang langka sejenis savador dalli.   “Terumbu karang karang ini katanya hanya ada di sini, di Teluk Tomini, salah satunya di Boalemo,” kata Leonard menambahkan.   Namun jika Anda ingin merasakan sensasi bertualang dan menambah wawasan ke-Indonesia-an, menurut Leonard, Toli-toli adalah destinasi yang tepat. Di tempat ini terdapat rumah adat yang masih lestari hingga saat ini. Pulau yang berbatasan l


CINTABERITA -  Siapa bilang traveling ke Indonesia Timur mahal? Seiring makin menggeliatnya dunia travel dan makin menjamurnya bisnis layanan “open trip”, menjelajahi kawasan Indonesia Timur kini menjadi lebih mudah dan murah. Hal inilah yang diyakini Leonard, salah satu traveler yang telah lama membuka layanan open trip untuk kawasan wisata di Indonesia Timur.

 Leonard yang juga owner Total Trip Indonensia mengatakan, harga mahal atau tidak itu menjadi suatu hal yang relatif, namun dengan cara “join” menggunakan jasa open trip, saling sharing, tentu bisa menekan harga sehingga budget tidak terlalu mahal, jika dibandingkan dengan perjalanan yang diurus secara pribadi. Di sinilah, menurut Leonard, cara pandang kebanyakan orang tentang traveling ke Indonesia Timur perlu diubah.

Total Trip Indonesia sendiri telah membuka open trip ke sembilan destinasi wisata menawan yang ada di Indonesia Timur, yang sebagian besar masih belum dikenal secara luas, mulai dari Banggai Kepulauan, Tumbak, Togean, Boalemo, Parigi, Sangihe, hingga Toli-toli.

“Kami tidak sembarang membuka open trip, destinasi yang kami kunjungi itu tempat-tempat yang punya sisi menariknya sendiri. Banggai Kepulauan misalnya, ini gugusan pulau yang banyak, ada yang dihuni ada juga yang enggak. Di salah satu pulaunya yang bernama Paisu Batongan ada danau air asin yang unik, jadi habitat ubur-ubur tak menyengat. Hampir sama seperti yang ada di Derawan dan Misool,” ungkap Leonard.

Bagi yang hobi menyelam, Leonard merekomendasikan Boalemo. Pasalnya di tempat ini terdapat banyak spot diving yang menyimpan beragam spesies ikan dan karang langka sejenis savador dalli. 

“Terumbu karang karang ini katanya hanya ada di sini, di Teluk Tomini, salah satunya di Boalemo,” kata Leonard menambahkan. 

Namun jika Anda ingin merasakan sensasi bertualang dan menambah wawasan ke-Indonesia-an, menurut Leonard, Toli-toli adalah destinasi yang tepat. Di tempat ini terdapat rumah adat yang masih lestari hingga saat ini. Pulau yang berbatasan langsung dengan Filipina dan Malaysia ini juga memiliki kekayaan danau air asin yang menjadi habitat bagi hewan endemik udang merah. Bahkan masyarakat setempat mempercayai udang merah tersebut sebagai hewan keramat, yang mengambilnya akan terkena musibah.


"Jadi di Indonesia Timur itu banyak sekali hal menarik, tapi mengapa kita masih ribut-ribut soal harga,” ungkap Leonard.



\







Share:

Rabu, 07 Juni 2017

Mitos Traveling yang Lekat dengan Para Cewek


[Bintang] Travel













CINTABERITA - Baik tengah punya teman perjalanan atau pergi sendiri, kamu pasti sudah mendengar banyak mitos soal travelingKebanyakan dari mereka adalah poin-poin kurang mengenakkan yang mungkin membuatmu jadi berpikir ulang untuk melakoni perjalanan.

saja memengaruhi keputusan apakah akan traveling atau sebaliknya. Kalau kamu tengah berada di tahap-tahap pertimbangan seperti ini, jangan kiranya urung hanya karena mitos-mitos seputar perjalanan beriKut.


Pergi sendiri tidaklah amanMemang kalau punya teman perjalanan, ada jaminan tiap langkah jadi aman? Tidak juga, bukan? Semua keputusan punya risiko, termasuk solo travel. Tapi kalau soal faktor keamanan, kamu harus bertanggungjawab sendiri, termasuk saat pergi bersama teman perjalanan.
Riset, riset, riset. Kamu bisa memperoleh informasi di internet atau bertanya langsung dengan mereka yang sudah lebih dulu singgah. Tandai daerah yang tak aman, patuhi jangan-jangan yang diulang oleh banyak pelancong, serta berusahalah beradaptasi, lantaran cara mengamankan diri di tiap destinasi berbeda.





Share:

Jumat, 02 Juni 2017

Empat Masjid Mempesona di Turki














CINTABERITA -  Berwisata ke Turki, tanpa berkunjung ke masjid-masjid tak menjadi lengkap, apalagi sebagai seorang Mmuslim. Karena, masjid-masjid di Turki, dapat dimanfaatkan untuk belajar dari peninggalan-peninggalan sejarahnya.
Ditambah, kebanyakan masjid di Turki, memiliki desain yang terkenal unik dan menakjubkan. Dekorasi dari masjidnya pun memiliki banyak makna di dalamnya. Ini empat masjid mempesona di Turki berdasarkan ulasan 

1. Ayasofya (Hagia Sophia)
Dulunya, masjid ini merupakan bangunan sebuah gereja bernama Hagia Sophia yang dibangun pada masa pemerintahan Kaisar Theodosius pada 532 Masehi. Baru pada 1453, dengan penakluk Istanbul, Sultan Mehmed mengubah gereja tersebut menjadi sebuah masjid.
Terdapat sebuah basilika di masjid itu yang ditutupi dengan kubah magnificent setinggi 55,60 meter dan berdiameter 30,80 -31,88 meter, dengan 40 bingkai timbers dan 107 pilar. Juga terdapat museum di dalamnya yang dijuluki sebagai warisan budaya Kristen dan Muslim.
2. Masjid Selimiye
Dibangun di Edirne pada 1568-1575 oleh arsitek Mimar Sinan atas perintah Sultan Selim II. Mimar Sinan menyebut masjid ini sebagai karya besarnya. 
Masjid ini memiliki empat menara, masing-masing dengan tiga galeri, dan tinggi 71 meter. Tiga tangga terpisah mengarah ke galeri. 
Kubah berdiameter 31,28 meter dan tingginya adalah 43,28 meter yang berada di delapan pilar. Masjid ini pun terkenal dengan mimbar dan tilingsnya. 
3. Masjid Sultanahmet (Blue Mosque)
Masjid ini dibangun oleh Sultan Ahmet I pada tahun 1609-1616, di alun-alun yang membawa namanya di Istanbul. Arsiteknya adalah Sedefhar Mehmet Aga. 
Ini adalah satu-satunya masjid di Turki dengan enam menara. Masjid berukuran 64x72 meter. Kubah tengah tingginya 43 meter dan berdiameter 33,4 meter. 260 jendela mengelilingi masjid. 






Share:

Kamis, 01 Juni 2017

Traveling ke 5 Negara dengan Durasi Puasa Terpendek di Bumi













CINTABERITA - raveling saat puasa itu mesti pintar-pintar pilih destinasi perjalanan. Meski keputusan itu juga krusial dalam waktu lain, namun terdapat sejumlah faktor berbeda yang mesti dipertimbangkan ketika melakoni penjelajahan sambil menjalankan ibadah wajib di bulan Ramadan tersebut.


Agar tak mengganggu keduanya, bagaimana kalau kali ini kamu pergi ke negara dengan durasi puasa terpendek di Bumi? Mengingat fakta itu, kamu bisa lebih fleksibel dan boleh jadi punya lebih panjang daftar tempat yang ingin dikunjungi. Dengan pengaturan yang sedemikian rupa, perjalanan mungkin malah jadi cara paling tepat untuk mengisi waktu selama berpuasa.
Nuansa Ramadan tentu masih sangat mungkin direngkuh, meski tak pergi ke negara-negara di mana umat Islam jadi mayoritas. Durasi puasa yang singkat boleh jadi membuat tubuhmu tak terlalu lemas dan menunjang aktivitas dengan agenda yang cukup padat. Sebagaimana dimuat gulfnews.com, ini negara-negara dengan durasi puasa terpendek di Bumi.

Berada di urutan ke-5, Muslim di Indonesia berpuasa selama 13 jam 10 menit. Melakoni perjalanan di dalam negeri, kamu bisa memilih antara pergi ke kota untuk benar-benar merasakan nuansa Ramadan atau malah menepi dari manusia dalam jumlah terlalu banyak.
Dari ujung barat hingga timur, terdapat banyak kota yang punya kebiasaan unik selama Ramadan. Tapi kalau ingin menepi dari riuh suatu kawasan, kamu bisa road trip di Sumbaatau overland Flores dari Labuan Bajo hingga Maumere.








Share:

Blog Archive

Cintaberita. Diberdayakan oleh Blogger.