Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan    FILM   

Rekomendasi Posts





















Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

Jokowi Marah, Ancam Rombak Kabinet: Saya Jengkel, Ini Apa Enggak Punya Perasaan



CINTABERITA - Presiden Joko Widodo menyampaikam ancaman reshuffle kabinet di hadapan para menterinya saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta pada 18 Juni 2020 silam.

Informasi ini baru terungkap dalam video yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6/2020).

Mulanya saat membuka rapat, Jokowi menyampaikan kejengkelannya kepada para menteri lantaran masih bekerja secara biasa saja di masa krisis seperti ini.

Padahal, Presiden Jokowi meminta ada kebijakan luar biasa untuk menangani krisis, baik itu pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap perokonomian.

"Langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Dan saya membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah pemerintahan," kata Jokowi.

"Akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya lakukan. Untuk 267 juta rakyat kita. Untuk negara," ucap Presiden.

Lalu langkah luar biasa apa yang bisa dilakukan Jokowi?

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, langkah extraordinary itu bisa dalam bentuk mengeluarkan aturan tertentu, bahkan pembubaran lembaga dan perombakan kabinet atau reshuffle.

Ia lantas menyampaikan ancaman reshuffle bagi menterinya yang masih bekerja biasa-biasa saja.

"Bisa saja, membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," ucap Jokowi.

"Entah buat perppu yang lebih penting lagi kalau memang diperlukan. Karena memang suasana ini harus ada, suasana ini, (jika) Bapak Ibu tidak merasakan itu, sudah," kata dia.

Ia pun meminta para menterinya agar bekerja di luar standar normal dan banyak memunculkan inovasi agar bisa melalui krisis ini.

Jokowi meminta para menterinya tak lagi terjebak dalam peraturan di masa krisis.

Ia meminta para menterinya bisa menyelesaikan persoalan peraturan yang membelenggu kinerja mereka di masa krisis.

"Kecepatan dalam suasana seperti ini sangat diperlukan. Tindakan-tindakan di luar standar saat ini sangat diperlukan dan manajemen krisis," ucap Jokowi.

"Sekali lagi kalau payung hukum masih diperlukan saya akan siapkan. Saya rasa itu," kata Kepala Negara.

Tidak Akan Segan-segan Keluarkan Perppu

Jokowi Marah, Ancam Rombak Kabinet: Saya Jengkel, Ini Apa Enggak Punya Perasaan? Suasana Ini Krisis!

Joko Widodo mengaku tidak akan segan mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang ( Perppu) untuk mempermudah para menterinya merealisasikan program di masa krisis akibat pandemi Covid-19.

Jokowi bahkan rela mempertaruhkan reputasi politiknya jika harus mengeluarkan perppu lagi di masa pandemi.

"Kalau mau minta perppu lagi, saya buatkan Perppu, kalau yang sudah ada belum cukup," kata Jokowi.

"Asal untuk rakyat, asal untuk negara, saya pertaruhkan reputasi politik saya," ujar Kepala Negara.

Jokowi meminta para menterinya agar menyadari bahwa saat ini mereka sedang berada di masa krisis.

Krisis yang terjadi tidak hanya karena pandemi Covid-19, tetapi juga dampaknya terhadap perekonomian Tanah Air.

Dengan demikian, ia mengharapkan para menterinya tak lagi bekerja secara biasa. Ia menghendaki para menterinya bekerja dengan cepat.

"Kebijakan kita, suasananya harus suasana krisis. Jangan kebijakan yang biasa-biasa saja menganggap ini sebuah kenormalan. Apa-apaan ini?" kata Jokowi.

"Mestinya, suasana itu ada semuanya. Jangan memakai hal-hal yang standar pada suasana krisis," ujar dia.

Dia bahkan kembali menegaskan bahwa berbagai langkah siap dilakukan, termasuk merilis kebijakan dalam bentuk perppu atau perpres.

Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 20000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin aman dan terpecya se-indonesia. 



bandar togel | bandar togel terbaik |  bandar togel terpercaya 

"Kalau perlu kebijakan perppu, ya perppu saya keluarkan. Kalau perlu perpres, ya perpres saya keluarkan. Kalau sudah ada PMK, keluarkan. Untuk menangani negara tanggung jawab kita kepada 267 juta rakyat kita," kata dia.

Dalam video tersebut juga, Jokowi dengan nada tinggi menegur para menteri yang masih bersikap biasa saja di masa krisis seperti sekarang, baik itu akibat pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian.

"Saya lihat, masih banyak kita ini yang seperti biasa-biasa saja. Saya jengkelnya di situ. Ini apa enggak punya perasaan? Suasana ini krisis!" ujar Jokowi dengan nada tinggi.

Ia pun menegur menterinya karena masih bekerja secara biasa di saat krisis seperti ini.

Jokowi mencontohkan hal itu dengan menyampaikan banyaknya anggaran yang belum dicairkan.

Ia menyebutkan, anggaran kesehatan yang sudah dianggarkan sekitar Rp 75 triliun baru cair sebesar 1,53 persen.

Jokowi juga menyinggung penyaluran bantuan sosial yang masih belum optimal 100 persen di saat masyarakat menunggu bantuan tersebut.

Dengan nada tinggi, ia kembali mengingatkan para menteri bahwa mereka harus bekerja ekstra keras di masa krisis untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Lah kalau saya lihat Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara masih melihat ini sebagai masih normal, berbahaya sekali," kata Jokowi.

"Kerja masih biasa-biasa saja. Ini kerjanya memang harus ekstra luar biasa, extraordinary!" ujar Kepala Negara.

Jokowi pun meminta semua anggota kabinet memahami situasi krisis saaat ini, dan memiliki kebersamaan dalam menghadapinya.

"Perasaan ini tolong sama. Kita harus sama perasaannya. Kalau ada yang berbeda satu saja, sudah berbahaya,"

Dia bahkan kembali menegaskan bahwa berbagai langkah siap dilakukan, termasuk merilis kebijakan dalam bentuk perppu atau perpres.

"Kalau perlu kebijakan perppu, ya perppu saya keluarkan. Kalau perlu perpres, ya perpres saya keluarkan. Kalau sudah ada PMK, keluarkan. Untuk menangani negara tanggung jawab kita kepada 267 juta rakyat kita," kata dia.

Polisi Bongkar Peran John Kei di Rencana Pembunuhan Nus Kei, Hukuman Mati Jerat Godfather Jakarta



CINTABERITA - Akhirnya polisi bongkar peran John Kei di rencana pembunuhan Nus Kei, hukuman mati jerat Godfather Jakarta.

Satu persatu skenario rencana pembunuhan kepada Nus Kei dikuak Polda Metro Jaya.

John Kei, Godfather Jakarta berperas sebagai sutradara dalam aksi rencana pembunuhan tersebut.

Kini, polisi menjerat John Kei dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat mengatakan, John Kei telah menentukan peran masing-masing anak buahnya sebelum melakukan penyerangan di Tangerang dan Jakarta Barat pada Minggu (21/6/2020).

Penyerangan tersebut bertujuan untuk mencari keberadaan Nus Kei yang masih saudara John Kei.

John Kei memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Nus Kei lantaran masalah pembagian uang hasil penjualan tanah yang tidak merata.

"Ada beberapa peran yang dimainkan. Yang pertama di TKP 1, ada yang bermain di TKP 2, ada yang di permufakatan jahatnya ketika menyusun perencanaan.

Ada yang saat kejadian itu dia menjaga," kata Tubagus kepada wartawan, Senin (22/6/2020).

Saat ini, polisi masih memeriksa John Kei guna mengetahui peran lainnya selain memerintahkan penyerangan tersebut.

"Nah itu yang masih kita dalami, tetapi dalam hal memerintahkan dan mengkoordinasi, dia (John Kei) terlibat," ujar Tubagus.

Penyerangan dilakukan anak buah John Kei di dua lokasi berbeda, yakni kawasan Green Lake City di Cipondoh, Kota Tangerang; dan daerah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat pada Minggu siang.


Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 


bandar togel | bandar togel terbaik | bandar togel terpercaya 

Saat menyerang kawasan Green Lake City, anak buah John Kei tak segan melepaskan tembakan sebanyak tujuh kali, merusak gerbang perumahan, dan mengacak-acak rumah Nus Kei.

Akibatnya, satu orang sekuriti perumahan mengalami luka karena ditabrak anak buah John Kei dan satu pengendara ojek online tertembak di bagian kaki.

Sementara itu, penyerangan di Cengkareng menyebabkan satu anak buah Nus Kei berinisial ER tewas dan satu orang lainnya terluka.

Polisi kemudian menangkap John Kei dan 29 anak buahnya di markas mereka di Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat pada Minggu sekitar pukul 20.15 WIB.

Polisi menyita sejumlah barang bukti di markas kelompok John Kei di antaranya 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, 2 buah ketapel panah, 3 buah anak panah, 2 buah stik bisbol, dan 17 buah ponsel.

Polisi sebelumnya memeriksa Nus Kei sebagai saksi.

Menurut polisi, keterangan yang diberikan Nus Kei kepada polisi menjadi dasar penangkapan John Kei dan anak buahnya.

Kini, John Kei dan 29 anak buahnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyerangan, penganiayaan, dan pembunuhan berencana.

Mereka dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP, Pasal 170 KUHP, dan Pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Bebas bersyarat

John Kei baru dinyatakan bebas bersyarat pada 26 Desember 2019 atas kasus yang sama, yakni pembunuhan berencana.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menunggu hasil koordinasi antara Balai Pemasyarakatan dan pihak Kepolisian terkait penangkapan John Kei.

"Kita tunggu proses atau hasil koordinasi dari PK (Pembimbing Kemasyarakatan) Balai Pemasyarakatan yang melakukan bimbingan dan pengawasan selama John Kei menjadi klien pemasyarakatan dalam program pembebasan bersyaratnya," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen Pemasyarakatan, Rika Aprianti, Senin.

Rika menuturkan, keputusan atas status bersyarat tersebut akan bergantung pada hasil koordinasi antara Balai Pemasyarakatan dan kepolisian.

Rika menjelaskan, para narapidana yang berstatus bebas bersyarat dapat dijebloskan kembali ke penjara bila terbukti kembali melakukan tindak pidana.

Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan polisi untuk berbicara soal kemungkinan pencabutan status bebas bersyarat tersebut.

Tak Punya Hasil Rapid Test, 10 Calon Penumpang Terlantar 6 Hari di Pelabuhan



CINTABERITA - Sebanyak 10 calon penumpang diketahui terlantar di Pelabuhan Ferry Kariangau, Balikpapan, Kalimantan Timur karena tidak memiliki surat keterangan bebas Covid-19.

Para calon penumpang tersebut tak bisa menyeberang ke Palu, Sulawesi Tengah karena mengaku tidak memiliki uang untuk menjalani rapid test atau swab secara mandiri.

Dikutip dari KOMPAS TV, diketahui setiap penumpang yang hendak menyeberang melalui pelabuhan itu diwajibkan menyertakan surat keterangan bebas Corona, dalam dokumen perjalanannya.

Apabila para penumpang tidak memenuhi syarat maka mereka tidak diperkenankan untuk berangkat.

Seperti sepuluh calon penumpang yang sudah enam hari terlantar di ruang tunggu pelabuhan karena tidak memiliki surat keterangan bebas Covid-19.

Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 



Bandar Togel Singapore | Bandar Togel | Togel Online Terpercaya 

Salah seorang calon penumpang bernama Ismail mengaku bahwa dirinya terpaksa kembali ke Palu karena sang istri sedang sakit.

Ismail pun diketahui sudah mengantongi surat keterangan sehat dari perusahaan tempatnya bekerja.

Pernyataan itu pun didukung oleh pemerintah Kabupaten Donggala bahwa benar istri dari Ismail memang sedang sakit di kampung halaman.

Ia pun tidak tahu bahwa surat keterangan bebas Covid-19 juga menjadi syarat untuk bisa berangkat.







Berikut Jadwal Masuk Sekolah dari Kemendikbud, Simak Panduan Pola Hidup Baru untuk Cegah Corona



CINTABERITA - Berikut jadwal masuk sekolah dari Kemendikbud dan panduan pelaksanaan pola sekolah baru. 

Setelah beberapa bulan terakhir pelajar se Tanah Air diliburkan dari aktivitas belajar mengajar di sekolah, kini sudah ada titik terang kapan peserta didik akan masuk kembali.

Untuk diketahui, jadwal masuk sekolah ini disampaikan langsung pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. 

Kementerian Pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) memastikan tidak akan melakukan pengunduran tahun ajaran baru sekolah.

Menteri Pendidikan, Nadiem Makariem merencanakan sekolah akan segera kembali dibuka pada tahun ajaran baru di bulan Juli mendatang

Sementara itu di sisi lain, pandemi virus corona termasuk di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda penurunan kasus hingga saat ini.

Sehingga apabila kebijakan membuka kembali sekolah dan proses pembelajaran di kelas, maka perlu sejumlah hal yang perlu diperhatikan.

Sosialisasi pola new normal

Epidemiolog dr Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD (Cand) Global Health Security CEPH Griffith University mengatakan, pelaksanaan pola hidup baru dan pola kehidupan lainnya di berbagai sektor dan tingkatan selama pandemi covid-19 harus mulai disosialisasikan.

Hal tersebut penting mengingat potensi besar bahwa pandemi ini akan berlangsung lama, bahkan cenderung menjadi endemik.

"Sekaligus saya tidak sependapat dengan adanya pernyataan salah satu lembaga survey pemilu yang menyatakan pandemi ini akan selesai Juni," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (18/5/2020).

Dicky yang telah terlibat dalam penanganan pandemi hampir 18 tahun sejak wabah SARS, HIV, dan flu burung ini menuturkan, penerapan pola kerja baru dan sekolah baru haruslah dipersiapkan dengan matang.


Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 


Bandar Togel | Togel Online Terpercaya | Bandar Togel Online Terpercaya

Dia menambahkan, pelaksanaannya baru bisa atau boleh dilakukan jika kesiapan perangkat dan prosedur skrining telah dipenuhi.

"Bila belum dilakukan skrining maka sangat tidak dianjurkan untuk dipaksakan karena berbahaya," ujar dia.

Dicky mengungkapkan, potensi penularan covid-19 dapat terjadi baik pada orang dewasa muda dan anak-anak.

Bahkan, hal ini dapat berakibat fatal atau kematian.

Dicky pun memberikan panduan umum pelaksanaan pola sekolah baru dan kerja baru di tengah pandemi yang saat ini terjadi.

Panduan umum pelaksanaan pola sekolah baru

1. Proses skrining kesehatan bagi guru dan karyawan sekolah

Karyawan dengan obesitas, diabetes, penyakit jantung, paru dan pembuluh darah, kehamilan, kanker, atau daya tahan tubuh lemah atau menurun, tidak disarankan untuk mengajar atau bekerja di sekolah.

Golongan-golongan tersebut dapat diberikan opsi work from home (WFH).

2. Skrining zona lokasi tempat tinggal

Melakukan identifikasi zona tempat tinggal guru dan karyawan. Jika tinggal di zona merah disarankan bekerja di lokasi sekolah dekat tempat tinggalnya.

3. Lakukan test covid-19

Test disarankan dengan metode RT-PCR sesuai standar WHO.

Jika secara teknis terdapat keterbatasan biaya atau reagen maka dapat dilakukan opsi pooling test dengan jumlah sampel kurang dari 30.

4. Guru dan karyawan yang telah lolos tahapan skrining diberi tanda

Bagi guru dan karyawan yang telah lolos tahapan skrining untuk covid-19, maka dapat diberikan tanda.

5. Sosialisasi virtual

Seminggu sebelum kegiatan belajar mengajar diberlakukan, lakukan sosialisasi virtual pola baru ke orang tua, siswa, guru, dan staf sekolah.

6. Atur waktu kegiatan belajar mengajar

Waktu kegiatan belajar diatur agar tidak bersamaan dengan waktu padat lalu lintas dan dikurangi durasi di sekolah.

7. Data dan cek kondisi

Guru kelas terpilih wajib mendata dan cek kondisi siswa dan orang tua siswa secara virtual sebagai skrining awal.

Siswa atau orang tua siswa yang sakit diberikan keringanan tetap belajar di rumah hingga dokter menentukan sehat.

8. Posisi duduk

Pengaturan posisi duduk di ruang kelas dan ruang guru minimal berjarak 1,5 meter. Bila memungkinkan pakai pembatas plastik.

9. Guru tidak berpindah kelas

Guru kelas diupayakan tetap atau tidak berpindah kelas.

10. Menjaga jarak

Guru tetap menjaga jarak dari siswa dan tidak mobile.

11. Skrining harian

Skrining harian sebelum berangkat untuk guru, siswa dan karyawan lewat handphone.Jika suhu di atas 38 derajat, batuk, pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak selera makan atau keluhan lain, maka jangan ke sekolah.

Fasilitasi kontak puskesmas, klinik, atau RS terdekat.

12. Tidak berkumpul

Pengantar atau penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah, serta dilarang menunggu atau berkumpul. Hanya berhenti, turunkan, kemudian pergi tinggalkan sekolah.

13. Skrining fisik

Di pintu masuk sekolah, lakukan skrining fisik untuk guru, siswa, atau karyawan yang meliputi suhu, harus bermasker kain dan tidak tampak sakit.

14. Penerapan aturan pola sekolah baru

Penerapan aturan pola sekolah baru yang mengadopsi upaya pencegahan covid-19.

Aturan pola baru meliputi selalu wajib bermasker, pengaturan jarak, tidak menyentuh, membiasakan cuci tangan, penyediaan wastafel dan hand sanitizer pada beberapa lokasi sekolah.

Selain itu, tidak ada pedagang luar atau kantin dan siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah.

15. Informasi pencegahan corona

Pemasangan informasi pencegahan covid seperti di gerbang sekolah dan kelas.

16. Disinfektan

Menjaga kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan disinfektan setiap hari

17. Tutup tempat bermain

Meniadakan atau menutup tempat bermain atau berkumpul

18. WFH bagi yang bepergian

Guru, karyawan atau siswa yang pulang bepergian ke luar kota dan luar negeri, diberi waktu WHF atau belajar dari rumah selama 14 hari

19. Disiapkan dukungan UKS dan psikologis harian di sekolah

Pemerintah daerah wajib menurunkan petugas medis secara berkala ke sekolah, juga secara reguler dilakukan pemeriksaan secara sampling di sekolah.

Sementara itu, aturan spesifik lain disesuaiakan dengan lokasi dan kondisi

"Kegiatan belajar mengajar relatif aman dilakukan jika seluruh tahapan ini dilakukan. Jika belum siap maka tidak boleh dipaksakan," tegas Dicky.







Jelang Lebran,Ratusan Kendaraan Dipaksa Putar Balik di Kabupaten Karo



CINTABERITA - Setelah sebulan pelaksanaan Pos Pemantauan Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Tanah Karo telah menindak seratusan kendaraan yang akan masuk ke Kabupaten Karo.

Diketahui, mayoritas kendaraan yang diminta untuk memutar arah adalah untuk berwisata.

Menurut informasi dari Kasat Lantas Polres Tanah Karo Iptu Agus Ita Lestari br Ginting pengadaan pos pantau ini dilakukan sejak 20 April 2020.

Dirinya menyebutkan, pos ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia yang ditujukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Sudah seratusan kendaraan yang kita tindak untuk balik arah, baik roda dua atau roda empat," ujar Iptu Agus Ita Lestari br Ginting saat ditemui di Pos Pemantauan, Desa Doulu, Jalan Jamin Ginting, Berastagi, Jumat (22/5/2020).

Seperti diketahui, Kabupaten Karo merupakan daerah perlintasan bagi warga Kabupaten Dairi, Kabupaten Simalungun, hingga Kabupaten Aceh Tenggara.

Bingung cari bandar togel online ,terpercaya ..? Tak usah buingung gabung aja disni  hanya minimal depoosit 25000 kamu sudah bisa bermain disini di jamin ama n dan terpecya se-indonesia. 



bandar togel | bandar togel terbaik  | bandar togel terpercaya 

Iptu Agus Ita Lestari br Ginting mengaku, jika memang pihaknya mendapati warga daerah perbatasan yang hendak melintas akan diberi jalan, namun pengendara harus melewati pemeriksaan secara ketat dan harus dengan alasan yang jelas.

Pengamatan www.tri bun-medan.com, pada saat personel Satlantas memberhentikan kendaraan yang melintas, seluruh penumpang diperiksa identitasnya.

Kemudian, personel menanyakan asal-tujuan.

Tak hanya itu, petugas gabungan yang juga terdiri dari petugas kesehatan juga terlihat ikut memeriksakan suhu tubuh pengendara.

"Ya kalau mereka memang hanya melintas tetap kita izinkan, namun harus dengan alasan yang jelas. Tapi kalau alasannya tidak jelas dan ketahuan akan mudik atau jalan-jalan, akan langsung kita arahkan untuk putar balik," pungkasnya.







KABAR BAIK, Obat Virus Corona Buatan Indonesia Akan Segera Dijual Bebas pada Agustus 2020 Mendatang



CINTABERITA - Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengungkap, pemerintah sedang membuat obat corona atau Covid-19.

Rudiantara menjelaskan, hasil penelitian terhadap obat corona ini nantinya paling lambat awal Agustus 2020 sudah bisa keluar.

"Mudah-mudahan nanti paling lama akhir Juli atau awal Agustus itu sudah keluar hasilnya," ujarnya saat teleconference, Sabtu (16/5/2020).

Saat ini, lanjutnya, pemerintah sedang proses uji klinik di rumah sakit di Indonesia atas kandidat obat Covid-19 dengan bukan kategori sintesis melalui resep dokter.

"Memang bukan yang sintetis, sintetis nanti kan harus pakai resep dokter.

Mohon maaf kalau bisa misalkan seperti Panadol yang bisa dibeli di warung, di toko-toko, dan tidak perlu pakai resep," kata Rudiantara.

Kendati demikian, meski obat corona nantinya sudah ada juga tidak menghilangkan kemungkinan orang terkena virus tersebut, kecuali sudah ada vaksin.

"Kecuali sudah ada vaksin dan waktunya dikatakan tahun 2021, itupun kemudian akhir tahun.

Artinya apa? Selama rentang waktu yang kosong itu, cari cara lain ini," pungkasnya.

Sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan kemungkinan virus Corona (Covid-19) tidak akan pernah punah atau hilang dan penduduk dunia harus belajar untuk berdamai dengannya.

"Virus ini kemungkinan hanya menjadi endemi dalam masyarakat kita, dan virus ini kemungkinan tidak akan pernah hilang," ujar Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan.

"Layaknya HIV belum juga hilang--tapi kita telah menerima dan berdamai dengan virus itu," ucap Ryan.

Virus Corona pertama kali muncul di Wuhan, China akhir tahun lalu dan hingga kini telah menjangkiti lebih dari 4.200.000 orang dan memakan korban jiwa hampir 300.000 orang di seluruh dunia.

"Kita memiliki virus baru memasuki populasi manusia untuk pertama kalinya dan oleh karena itu, sangat sulit untuk memprediksi kapan kita akan menaklukannya," kata Ryan.

Sejumlah negara mulai secara bertahap melonggarkan pembatasan lockdown yang diterapkan guna membatasi penyebaran Covid-19.

Namun WHO memperingatkan, virus Corona mungkin tidak akan pernah hilang seluruhnya.

WHO menegaskan, tidak ada cara untuk menjamin melonggarkan pembatasan tidak akan memicu gelombang kedua infeksi virus corona.


BINGUNG CARI BANDAR DAN AGEN BOLA TERPERCAYA ..? GABUNG DISINI SAJA HANYA MINIMAL DEPOSIT 25000 KAMU SUDAH BISA BERMAIN BANYAK PERMAINAN DENGAN MENGGUNAKAN 1 USER ID SAJA . 

 AGEN SBOBET | BERITA BOLA | AGEN IBCBET



"Banyak negara yang ingin keluar dengan berbagai langkah," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Tapi rekomendasi kami masih sama yakni kewaspadaan di negara manapun harus berada pada tingkat tertinggi," lanjutnya.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nizam mengungkapkan pandemi corona memicu perkembangan riset di perguruan tinggi.

Perkembangan riset tersebut mencakup alat-alat kesehatan yang dibutuhkan untuk penanganan pandemi corona.

"Peralatan-peralatan kesehatan yang selama ini pemenuhannya melalui impor, ternyata bisa kita produksi sendiri," ujar Nizam.

Pelaksanaan riset yang sebelum masa pandemi dapat memerlukan waktu hingga bertahun-tahun, saat ini dapat dikembangkan dalam waktu pendek.

Nizam mengungkapkan perguruan tinggi melakukan berbagai kolaborasi riset untuk pemenuhan berbagai perlengkapan medis yang sangat dibutuhkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

"Kita mendorong perguruan tinggi untuk melakukan riset terapan baik itu APD maupun alat-alat kesehatan, obat-obatan. Dan kita bersinergi dengan Kemenristek," ucap Nizam.

Hasil dari riset dan pengembangan perguruan tinggi adalah pembuatan ventilator untuk pasien corona.Institut Teknologi Bandung (ITB) mengembangkan ventilator dengan nama Vent-I.

 Ventilator dengan kemampuan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) ini saat ini telah masuk fase produksi bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia.

Lalu ada Ventindo, ventilator hasil pengembangan Universitas Gadjah Mada.

Ventilator dengan kemampuan Sincronized Intermitten Mandatory Ventilation (SIMV).

Ventilator ini dapat digunakan untuk membantu pernafasan pasien yang dirawat di ruang ICU.

Saat ini kolaborasi berbagai perguruan tinggi dengan lembaga penelitian juga telah mengembangkan berbagai Tes Kit untuk deteksi Covid-19 antara lain RT-LAMP, RI-GHA19, dan berbagai perangkat deteksi Covid-19.








Imbas Pandemi Covid-19, Penjualan Parsel Menurun Drastis




CINTABERITA - Imbas pandemi Covid-19 menyerang seluruh lini ekonomi, termasuk penjualan parsel.

Pedagang parsel mengaku mengalami penurunan penjualan pada Ramadan tahun ini.

penjualan parsel musiman yakni di Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, para pedagang mengaku penjualan parsel tahun ini menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Sekarang penjualan turun drastis hingga 80 persen, dalam sehari saja belum tentu laku satu," ujar pedagang parsel Siti Rohana (25), Senin (11/5/2020).

Parsel yang dijual di kawasan tersebut dibanderol dengan harga paling murah yakni Rp 100ribu dan yang paling mahal Rp1 juta.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran Covid-19 menjadi salah satu penyebab penjualan parsel tahun ini menurun drastis.

suka bermain poker .... gabung aja disini di jamin aman dan terpercaya se-indonesia banyak bonus-bonus menarik disini hanya minimal deposit 25.000 kamu bisa bermain sesuka kamu .. buruan gabung  tunggu apa lagi ....!

BANDAR DOMINO99 | AGEN BANDARQ | AGEN POKER 

Khofifah Tegaskan Perusahaan Wajibkan Bayar THR, 'Jangan Gunakan Alasan Covid-19



CINTABERITA - Sikap tegas diperlihatkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya atau THR.

Khofifah menyebut pembayaran THR kepada para pekerja adalah kewajiban setiap perusahaan.

Karena itu, dia menolak jika covid-19 jadi alasan bagi perusahaan untuk tidak menunaikan kewajibannya.

Khofifah meminta seluruh perusahaan di Jawa Timur tidak lepas tangan terhadap kewajiban Tunjangan Hari Raya atau THR ini kepada para buruh dan karyawan.

"Perusahaan wajib hukumnya memberikan THR kepada seluruh pekerja/buruh yang masih aktif bekerja, dirumahkan, bahkan yang dalam proses PHK," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, dalam keterangan tertulis yang dikutip TribunKaltim.co dari Kontan.co.id, Minggu (10/5/2020).

Khofifah menjelaskan, pekerja dengan perjanjian kerja waktu tidak tertentu ( PKWTT) atau pekerja tetap dan mengalami PHK terhitung sejak 30 hari sebelum hari raya keagamaan (PHK terhitung sejak 24 April) berhak menerima THR. 

Sedangkan, pekerja dengan perjanjian kerja waktu tertentu ( PKWT) namun hubungan kerjanya berakhir sebelum hari raya keagamaan maka tidak mendapatkan THR. 

Terkait besarannya, diterangkan Khofifah bahwa pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau setahun secara terus menerus atau lebih, diberikan THR sebesar 1 bulan gaji.

Sementara pekerja yang masa kerjanya kurang dari 12 bulan, diberikan THR secara proporsional sesuai masa kerja.

Perhitungannya, masa kerja dikali 1 bulan gaji, kemudian dibagi 12 (bulan). 

"THR sudah diatur dalam Permenaker No. 6/2016 dan harus dipatuhi seluruh perusahaan/industri. Sesuai aturan, wajib dibayarkan pengusaha paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan," imbuhnya. 


BINGUNG CARI BANDAR DAN AGEN BOLA TERPERCAYA ..? GABUNG DISINI SAJA HANYA MINIMAL DEPOSIT 25000 KAMU SUDAH BISA BERMAIN BANYAK PERMAINAN DENGAN MENGGUNAKAN 1 USER ID SAJA . 


AGEN SBOBET | BERITA BOLA | AGEN IBCBET 


 Jangan sampai perusahaan menggunakan alasan pandemi covid-19 untuk tidak melaksanakan kewajibannya. Mengingat THR merupakan hak bagi setiap pekerja. 

Namun demikian, apabila perusahaan tidak mampu membayarkan THR secara tepat waktu, maka Pemprov Jatim mendorong agar dilakukan dialog terlebih dahulu agar mencapai kesepakatan dengan pekerjanya.

"Perusahaan dan pekerja harus berdialog secara kekeluargaan dan dengan kepala dingin mengingat saat ini kita tengah dalam situasi darurat. Harus ada transparansi keuangan internal perusahaan agar pekerja pun memahami hal tersebut," imbuhnya. 

Seperti diketahui, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 Tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan Dalam Masa Pandemi covid-19.

Dalam SE tersebut, Menaker memberikan dua opsi bagi perusahaan yang tidak mampu membayarkan THR kepada pekerjanya.

Yakni pembayaran THR secara bertahap dan ditunda.

Namun, jika pengusaha memilih dua opsi tersebut, maka wajib membayar denda kepada pekerja tahun ini juga yang besarnya sesuai peraturan yang berlaku.

"Untuk mengawasi pelaksanaan pemberian THR ini, saya menugaskan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur untuk bekerja sama dengan disnaker kabupaten/kota bersama serikat pekerja, untuk bersinergi dalam pengawasan pelaksanaan pembayaran THR dan melaporkan hasil pengawasannya," pungkas Khofifah.




Memanas Hubungan Khofifah Vs Risma Setelah 2 Karyawan Sampoerna Tewas Corona


CINTABERITA - Meninggalnya 2 karyawan pabrik Sampoerna akibat virus corona kini tetap menjadi pembicaraan banyak publik.

Akibatnya ratusan karyawan lain yang bekerja di pabrik Sampoerna mesti menjalani serangkaian tes virus corona.

Melansir Kompas.com, hasil tes swab gelombang pertama menyebutkan, 34 berasal dari 46 orang yang menjalani pemeriksaan, positif Covid-19.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur sekaligus Direktur Utama RSU dr Soetomo Surabaya dr Joni Wahyuhadi mengatakan, masalah di pabrik Sampoerna adalah bukti bahwa virus ini terlampau infeksius.

Fakta ini bahkan berhasil mengejutkan pihak RSU dr Seotomo Surabaya, sebab tetap ada 54 karyawan lain yang belum menjalani tes gelombang kedua.

"Gelombang ke-2 sisanya baru melaksanakan swab Jumat dan paling cepat Sabtu hasilnya baru keluar," ujar Joni, dikutip berasal dari Kompas.com.

Surabaya kemudian menjadi penyumbang infeksi virus corona yang besar di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun menyayangkan respons Pemkot Surabaya yang dinilai lelet dan lamban dalam menanggulangi masalah tersebut.

Khofifah menyebutkan, masalah itu sudah dilaporkan oleh pihak pabrik ke Dinas Kesehatan Surabaya pada 14 April 2020.

Tepat sementara dua karyawannya meninggal dunia.

"Mungkin tidak detil informasinya. Jika laporannya detil bisa saja dapat melalukan respons cepat," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (1/5/2020) malam.

Menurut Khofifah, tanggapan cepat dalam keadaan seperti ini dapat mendukung menahan laju infeksi virus corona.

Sementara itu, Pemerintah Surabaya lewat Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser membantah tudingan Khofifah.

Wakil Koordinator Hubungan Masyarakat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser dan Koordinator Bidang Pencegahan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita sementara menggelar jumpa pers soal masalah Covid-19 di pabrik rokok PT HM Samporna Tbk di Balai Kota Surabaya, Sabtu (2/5/2020).

 Fikser mengatakan, pemkot Surabaya tak pernah main-main dalam menanggulangi pandemi ini, juga masalah di pabrik Sampoerna.

Menurutnya, sementara terima laporan adanya dua karyawan meninggal, mereka sesegera bisa saja bertindak bersama memanggil pihak perusahaan.

Pemkot Surabaya lah yang mendorong perusahaan untuk langsung melaksanakan rapid test secara masif.

"Pemerintah kota tidak pernah terlambat, Ibu Gubenur (Jawa Timur) tidak benar. Awal mulanya pada tanggal 2 April yang terkait itu sakit dan berobat ke klinik perusahaan," kata Fikser, Sabtu (2/5).

Pasien sakit itu kemudian dirujuk ke tempat tinggal sakit untuk menjalani swab tes di tempat tinggal sakit berbeda.

Menurut Fikser, sementara dua karyawannya meninggal dunia, pemerintah Surabaya juga terus melaksanakan pemantauan masalah dii pabrik Sampoerna.

"Begitu kita ketahui, tanggal 16 April Dinkes memanggil perusahaan Sampoerna. Jadi, bukan perusahan yang melapor, tetapi kita yang memanggil. Kami yang menemukan. Monggo (silahkan) mampu bertanya ke Sampoerna," katanya.

Bukan cuma Fikser, Koordinator Bidang Pencegahan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita juga tak sepakat bersama tudingan Gubernur Jawa Timur.

Sebab kata Febria, sementara dua pegawai pabrik meninggal dunia, pihaknya langsung meminta 506 pegawai lain isolasi mandiri.

"Saat itu, puskesmas melaksanakan tracing dan ditemukan terkandung knowledge kontak erat bersama karyawan," kata Febria.

BINGUNG CARI BANDAR DAN AGEN BOLA TERPERCAYA ..? GABUNG DISINI SAJA HANYA MINIMAL DEPOSIT 25000 KAMU SUDAH BISA BERMAIN BANYAK PERMAINAN DENGAN MENGGUNAKAN 1 USER ID SAJA . 


AGEN SBOBET | BERITA BOLA |  AGEN IBCBET 


"Kami begitu paham satu orang sakit langsung kita cari siapa orang dalam pemantauan (ODP) mana dan pasien dalam pengawasan (PDP) nya," lanjutnya.

"Jadi, tidak benar kecuali kita terlambat dalam penanganan Covid-19. Kami pun mencarikan tempat tidur mereka yang positif dan sudah mampu seratus untuk karyawan Sampoerna. Dan memantau kurang lebih 200 orang keluarga karyawan," ujarnya.

Adapun dalam peluang sebelumnya, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dengan sebutan lain Risma membongkar masalah corona di pabrik Sampoerna.

Mengutip Tribun Jatim, Risma menjelaskan bahwa masalah itu berawal berasal dari kebohongan pegawai, di mana dua orang berstatus PDP nekat berangkat bekerja meski sudah diminta untuk isolasi.

Sehingga usaha tracing digencarkan dan ratusan karyawan menjalani rapid test dan juga karantina di keliru satu hotel di Surabaya.

Sementara rapid test menunjukkan adanya 100 karyawan positif, bersama 34 positif swab test gelombang pertama, dan dapat dilaksanakan swab test gelombang kedua.



Tenaga Medis Khusus Covid-19 Diberhentikan, Pemprov Sumut Akui Kekurangan Dana



CINTABERITA - Rumah sakit rujukan covid-19 di Sumut, Rumah Sakit GL Tobing memberhentikan seluruh tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan pasien covid-19.

Pemberhentian tenaga kesehatan secara sepihak dilakukan tanpa penjelasan apapun.

Seluruh tenaga medis diminta untuk meninggalkan penginapan khusus nakes yang terletak di Hotel Wings Jalan Arteri Kualanamu Medan, Sabtu (2/5/2020).

"Sebelum diarahkan untuk meninggalkan penginapan oleh Koordinator kami, kami sebelumnya disuruh satu kamar menjadi dua orang, tapi kami menolak. Sampai pada pukul 12.00 WIB tadi kami diberhentikan bertugas dan diminta untuk meninggalkan penginapan tanpa penjelasan dan surat perintah," ungkap Teddy Soaloon Purba, perawat relawan covid-19 di RS GL Tobing kepada Tribun Medan, Sabtu (2/5/2020).

Teddy mengatakan, bahwa yang diberhentikan bertugas adalah seluruh tenaga medis mulai dari dokter umum, dokter spesialis, hingga petugas laboratorium dan radiologi.

"Semua tenaga kesehatan diberhentikan hari ini, pihak penginapan mengatakan paling lama meninggalkan penginapan pada pukul 17.00 Wib. Tapi ini sekitar 80 persen tenaga medis sudah keluar, selebihnya masih packing barang," ungkapnya.

Teddy juga mengatakan bahwa upah para tenaga medis juga masih dalam proses untuk dicairkan selama bertugas sekitar satu bulan.

"Untuk upah memang masih dalam proses pencairan, belum diterima para tenaga medis, infonya masih diproses," katanya.

Teddy mengaku dirinya beserta tenaga kesehatan yang lain merasa sedih karena pemberhentian dilakukan secara sepihak.

Ketika para tenaga kesehatan meminta Surat Keputusan untuk pemberhentian tugas, pihak rumah sakit belum bisa memberikan.

Saat ditemui rekan-rekan media di penginapan khusus tenaga kesehatan relawan Satgas penanganan Covid-19, Ketua Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI), Rudi Rahmadsyah Sambas mengatakan dirinya terkejut karena kabar pemberhentian tenaga kesehatan yang bertugas sangat mendadak.

Tanpa konfirmasi sebelumnya, arahan untuk meninggalkan penginapan, menurut lelaki yang akrab disapa Ruben ini sangat mendadak.

"Saya jujur terkejut dengan hal yang sangat mendadak ini. Tadi pagi saya masih dinas, terus tiba-tiba mendapatkan arahan untuk meninggalkan penginapan," ungkap Ruben.

Sebanyak 80 lebih nakes diberhentikan tugas dan seluruhnya belum mendapatkan intensif.

Saat ini, meskipun telah ada konfirmasi resmi dari Gugus Tugas mengenai pemberhentian ini, namun Ruben mengaku belum mengetahui hal tersebut.

"Saya belum sempat melihat whatsapp, semua ini rasanya mendadak sekali, kami merasa seperti diusir lah, semua kawan-kawan pun sudah berpencar ini, penginapan sudah ditutup," tuturnya.

RUDI Rahmadsyah Sambas, Ketua Persatuan Dokter Umum Indonesia (PDUI) cabang Sumut yang juga merupakan dokter relawan gugus tugas Covid-19 Sumut yang bertugas di rumah sakit dr. GL. Tobing PTPN II Tanjung Morawa.


Benarkan Tenaga Medis Diusir Dari Hotel

Ketua II Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan membenarkan kabar tersebut dan mengatakan bahwa pihak Travel Hub Hotel tidak memperkenankan lagi para tenaga medis ada di dua orang satu kamar. 

"Mereka (Travel Hub Hotel) tidak mau lagi membantu kita, mereka memaksa harus 1 kamar 1 orang sementara kemampuan kita hanya bisa 1 kamar untuk 2 orang," tuturnya saat dikonfirmasi, Sabtu (2/5/2020).

Pria yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan Provinsi Sumatera Utara ini menyebutkan bahwa pihak pemerintah tidak menyanggupi hal tersebut.

"Mereka sudah tidak berkenan membantu. Saya sudah memohon supaya mereka 1 kamar 2 orang, karena kemampuan kita terbatas. Mereka tidak berkenan," tutur Alwi.

Ia menyebutkan bahwa pihak Hotel tak lagi menyetujui terkait kesepakatan agar satu ruangan dua tenaga medis.

"Mereka tidak mau sama kita, itu masalahnya. Mereka kalau masih mau bantu, silahkan masuk 2 orang 1 kamar, supaya budgetnya bisa cukup. Tapi mereka memilih tidak mau," tuturnya.

Kabar ini sempat viral di media sosial usai dibagikan Akun YouTube Joniar News Pekan terkait kondisi para tenaga medis langsung dari  Travel Hub Hotel Kualanamu, Jalan Arteri Kualanamu No.9, Tumpatan Nibung, Batang Kuis, Deliserdang.



BINGUNG CARI BANDAR DAN AGEN BOLA TERPERCAYA ..? GABUNG DISINI SAJA HANYA MINIMAL DEPOSIT 25000 KAMU SUDAH BISA BERMAIN BANYAK PERMAINAN DENGAN MENGGUNAKAN 1 USER ID SAJA . 


AGEN SBOBET | BERITA BOLA | AGEN IBCBET 

"Hari ini pada tanggal 2 mei 2020 saya ada di seputaran Kualanamu, tepatnya di hotel tempat penginapan para pejuang Covid19 RS GL Tobing Medan. Saya dapat berita bahwa para pejuang rumah sakit dan paramedis dipaksa keluar dari rumah sakit harus meninggalkan hotel tempat penginapan mereka jam 12 siang tadi," ungkap Joniar.

Ia tampak mendatangi para resepsionis dan mempertanyakan kabar tersebut, dan para resepsionis menjawab bahwa para tenaga medis tersebut sudah menginap selama satu bulan.

"Mereka dipaksa keluar dan pihak rumah sakit menyatakan mem PHK mereka secara sepihak padahal mereka sama dari sejak mereka bekerja tidak ada dan belum ada menerima upah satu bulan lebih. Saat ini mereka sekarang rapid test melihat kondisi mereka. Saya akan coba menanyakan pihak manajamen dan jika ada beberapa medis saya akan coba mewawancarai. Kita lihat apakah alasannya, dikeluarkan dari Hotel Travel Hub ini," tuturnya.

 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger