photo BANNER-YAKUZA2-JANUARI-20177_zpsaqjtr7ag.gif
Viral    Unik    Olahraga    Politik    Ekonomi    SelebNews    Pasang Iklan   
Cintaberita. Diberdayakan oleh Blogger.
 photo banner-pangeran3.com-WWW.DAFTAR-TOGEL.ONLINE_zps2kymszfn.gif  photo Banner-Indonalo.com-WWW.DAFTAR-TOGEL.ONLINE_zpsxuvmx6dd.gif  photo banner-yakuza4d-november_zpsirssf8yi.gif  photo jgZ62NJ_zpsvrsxsjmr.gif  photo orange-merah_zpszu3ajooa.gif  photo banner-dokterpoker_zpsglbpibib.gif  photo POIN_zpsmyhbivrk.gif  photo teman4d-banner-panjang_zpsnlpbtad5.gif  photo pokerhunter77-banner-panjang_zpsnlpbtad5.gif  photo BANNER-BURSA1_zpsrl6bul48.gif  photo banner-mulia4d_zpsdnbvjqvo.gif  photo BANNER-PLAYER4D-done-gif_zpsa6cba21a.gif  photo RAKSASA.gif
Tampilkan postingan dengan label property. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label property. Tampilkan semua postingan

Sebentar Lagi, Korsel Luncurkan Kereta Ultracepat 1.000 Km Per Jam

Sebentar Lagi, Korsel Luncurkan Kereta Ultracepat 1.000 Km Per Jam

Sementara Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mempermasalahkan desain kepala mass rapid transit (MRT) Jakarta yang dianggap seperti jangkrik, Korea Selatan (Korsel) justru berada seribu langkah di depan dengan merilis desain kereta super cepatnya.

Transportasi yang bergerak hampir serupa kecepatan suara ini, sebentar lagi akan beroperasi di Korsel.

Saat ini Korea Railroad Research Institute (KRRI) tengah bekerja membuat kereta hyperloop yang mampu melesat 1.000 kilometer per jam.

Kereta super cepat itu akan melaju dari Seoul menuju Busan. Sebuah perjalanan yang saat ini menghabiskan waktu 50 menit menggunakan pesawat atau lima jam menggunakan transportasi umum.

"Kami berharap untuk membuat kereta ultra cepat yang akan melakukan perjalanan dalam sebuah tabung bertekanan rendah pada kecepatan cahaya dalam waktu yang terlalu lama," kata juru bicara KRRI.

Korea Railroad Research Institute
Desain kereta ultra cepat bergaya Hyperloop Korea Selatan.
Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini KRRI tengah bekerja sama dengan lembaga terkait macam Hanyang University untuk memeriksa semua teknologi yang digunakan dalam format hyper-tube selama tiga tahun ke depan.

The Korean Times mencatat bahwa teknologi hyper tube ini mirip dengan teknologi hyperloop yang pertama kali diusulkan oleh Elon Musk dan saat ini sedang dikembangkan oleh beberapa perusahaan asing di berbagai negara.

Menurut KRRI, pods atau kapus yang meroket melalui tabung bisa terbang begitu cepat karena tidak ada gesekan yang saat ini memperlambat kereta reguler dan bentuk transportasi berbasis rel lainnya.

Meski bebas dari gangguan gesekan, kereta levitasi magnetik (maglev) ini mesti melawan daya tolak udara.

KRRI sendiri mengatakan bakal bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain untuk memecahkan kekurangan yang mungkin menghadang hyperloop, seperti ancaman dari terorisme atau bencana alam.

"Banyak negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan China yang bersaing untuk menjadi pemimpin dalam teknologi futuristik ini dan kami akan mencoba mendahului saingan global kami tersebut," tutup juru bicara KRRI.

Ciputra Yakin Bisnis Properti Tahun Ini Lebih Baik

Ciputra Yakin Bisnis Properti Tahun Ini Lebih Baik

Melambatnya pertumbuhan properti di Indonesia memaksa pengembang menunda meluncurkan proyek pada tahun 2016.

Meski demikian, Presiden Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Candra Ciputra mengaku optimistis kondisi perekonomian tahun ini yang bakal tumbuh lebih baik.

"Harusnya prospek tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Amerika kan jadi lokomotif. Kalau Amerika maju, mestinya Asia ikut maju juga," ujar Candra saat paparan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Selain itu, kata Candra, pasar komoditas juga mulai terlihat merangkak naik. Hal tersebut direfleksikan dari harga batu bara yang sebelumnya mencapai 80 dollar AS pada 2020. Namun saat ini justru harga batu bara sudah mencapai 80 dollar AS.

Kenaikan harga batu bara yang terjadi lebih cepat dari proyeksi ini menunjukkan ekonomi dunia mulai membaik.

"Mestinya Indonesia juga seperti itu, proyek di luar Jawa kan banyak yang sifatnya komoditas. Tahun ini mereka akan punya uang lagi untuk beli properti," tutur Candra.

Sementara itu, terkait amnesti pajak, Candra mengatakan memang efeknya tidak secepat yang diinginkan.

Meski begitu, ia melihat adanya tanda-tanda positif dari pemberlakuan amnesti pajak tersebut.

Candra mengaku telah mendengar penuturan beberapa pembeli properti Ciputra.

"Beberapa orang yang sudah beli ke kami bilang 'saya bisa beli sekarang, dulu nggak bisa'. Itu sudah jelas efeknya ada. Kami sangat percaya tahun ini lebih baik," pungkas Candra.

Begini Cara Arsitek Mengatasi Kekumuhan Perkotaan


Begini Cara Arsitek Mengatasi Kekumuhan Perkotaan
Biasanya, permukiman kumuh identik dengan sejumlah hunian yang rapat, lingkungan yang kotor, amburadul, dan bau.

Tidak hanya jelek dipandang, permukiman kumuh membuat keamanan dan kesehatan warganya juga rentan.

"Kumuh itu sebenarnya tidak pernah ada definisi yang jelas. Tetapi yang saya tangkap, kesan negatif bisa diatasi dengan sirkulasi udara dan cahaya alami yang baik," ujar arsitek dari RUJAK Center for Urban Studies Andesha Hermintomo kepada Kompas.com, Selasa (10/1/2017).

Menurut dia, hunian di dalam lingkungan permukiman harus didesain untuk berfungsi baik meski tanpa menggunakan pendingin ruangan.

Selain itu, hunian juga perlu dibangun dengan material yang aman dan tidak mudah terbakar. Begitu pula pola ruangnya, arus dibangun dengan lebih aman dari risiko kebakaran.

"Misalnya, penempatan dapur bukan di dalam unit hunian, tapi di tempat yang terawasi oleh komunitas atau tetangga yang lain," tutur Andes, sapaan akrab Andesha.

Ia menambahkan, lingkungan akan jauh dari kesan negatif kumuh jika tersedia ruang-ruang interaksi sosial serta dekat dengan sumber mata pencarian warga.

Hal ini, termasuk kemungkinan keluarga tersebut bisa punya warung di bagian depan rumah masing-masing.

Salah satu contoh desain lingkungan yang baru dirancang Andes untuk menghilangkan kesan negatif kumuh adalah Kampung Akuarium di Jakarta Utara.

Baca: Pasca-penggusuran Warga dan Arsitek Rancang Kampung Akuarium Vertikal

Proses desain ini dilakukan bersama warga supaya fungsi lingkungan dapat dinikmati sesuai kebutuhan.

Dalam desain tersebut, terdapat 5 titik yang tergambar, pertama adalah pintu masuk kawasan, Pasar Heksagon, Kampung Akuarium, plaza, akses ke Luar Batang, dan pelabuhan.

Kampung Akuarium sendiri dibangun 4 lantai yang menggabungkan fungsi pasar, hunian, dan fasilitas pendukung.

Lantai 1 diisi Pasar Akuarium. Sementara lantai 2 untuk hunian dan Pos Siskamling. Lantai 3 diperuntukkan sebagai hunian, masjid, balai warga, paud, dan posyandu.

Lantai 4 digunakan untuk hunian, area bermain, taman bermain, kebun sayur, area cuci dan jemur.

Seluruh fasilitas ini dibuat layaknya sebuah kampung, hanya lebih padat secara vertikal.

Hal terpenting dari pembangunan kembali kampung tersebut dalah detail konstruksi sederhana mampu dibanun dan dirawat oleh warga.

Struktur utama menggunakan baja namun untuk modul hunian dapat menggunakan kayu, papan, atau bilik, sesuai selera dan kemampuan warga.

Alasan di Balik Investasi Triliunan Rupiah Pengembang China

Alasan di Balik Investasi Triliunan Rupiah Pengembang China

Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial dibanding negara lainnya di Asia Tenggara".

Demikian CEO PT Sindeli Propertindo Abadi, Wu Wei, mengemukakan alasan, dan motif di balik investasi Rp 2,002 triliun di pasar properti Indonesia kepada Kompas.com, Minggu (8/1/2017).

Baca: Lagi, Perusahaan China Investasi Triliunan Rupiah di Jakarta

Faktor bonus demografi, bertumbuhnya kalangan kelas menengah, serta populasi yang terus bertambah, menciptakan kebutuhan hunian yang demikian besar.

Wu tak menampik hal tersebut sebagai peluang bagus bagi perusahaannya untuk ikut serta menggarap pasar Indonesia dengan membangun apartemen, dan jenis properti lainnya.

"Karena itulah kami membangun 3.700 unit dalam enam menara dengan nilai investasi 150 juta dollar AS," jelas Wu.

Tentu saja jumlah itu bukan main-main. Dan Wu beserta perusahaannya sangat didukung oleh induk mereka, yakni raksasa investasi kesehatan yang berbasis di China, Wuzhou Investment Group.

Dengan mengantongi restu dari induk usaha, Wu bebas memanfaatkan dana investasi tersebut demi membangun properti sekaligus reputasi di Tanah Air.

Hal itu dibuktikan melalui pembelian secara kontan lahan seluas 4,8 hektar di Jl lapangan Tembak, Cibubur, Jakarta Timur, sebagai lokasi proyek apartemen perdana mereka Jakarta Living Star.

Alasan lainnya, tambah Wu, adalah siklus ekonomi global secara umum yang mengalami perlambatan, dan juga properti dalam bingkai khusus.

Di China, bisnis properti sedang melambat, untuk tidak dikatakan lesu. Mengutip data Biro Statistik China, volume penjualan rumah terus menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Pada bulan Oktober saja, kenaikan penjualan bidang properti hanya 26,4 persen atau melambat dari bulan sebelumnya, September yang mencatat pertumbuhan 34 persen.

Penjualan properti berdasarkan luas lantai dalam 10 bulan pertama juga turun menjadi 26,8 persen, dari sebelumnya 26,9 persen.

Pasokan yang berlebih di kota-kota lapis kedua menyebabkan penurunan penjualan lebih signifikan pada bulan lalu dibandingkan dengan kota-kota tier satu.


Dokumentasi China Harbour Indonesia
Daan Mogot City
Kondisi serupa, tambah Wu, juga terjadi di Indonesia. Penjualan para pengembang selama 2015-2016 mengalami penurunan tajam. Bahkan, Wu berani bilang bahwa kondisi pasar Indonesia sedang berada dalam titik terendah.
Meski begitu, kondisi ini justru dianggap Wu sebagai kans besar untuk bangkit kembali. Sekaranglah saat yang tepat masuk ke Indonesia.

"Kami percaya, saat di titik terbawah adalah waktu yang tepat untuk investasi properti. Ada peluang untuk mendapatkan keuntungan setelah itu," imbuh Wu.

Bukan yang pertama

PT Sindeli Propertindo Abadi bukanlah pengembang atau investor dari Negeri Tirai Bambu pertama yang membidik pasar Indonesia.

Sebelumnya terdapat Hongkong Land, China Sonangol, dan CCCG, sekadar menyebut contoh perusahaan skala raksasa. Belum lagi nama-nama macam Kingland Group, dan Moizland Group.

Baca: Menepis Anggapan Buruk tentang Pengembang China

Head of Advisory JLL Indonesia, Vivin Harsanto, menuturkan, masuknya para pengembang China ke Indonesia bukan semata over heating pasar properti dalam negerinya, melainkan potensi pasar properti Indonesia yang besar yang didorong oleh pertumbuhan kelas menengah.

Selain itu, Indonesia tengah menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol, jalan bebas hambatan, pelabuhan, dan transportasi berbasis rel berupa kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Tentu program infrastruktur pemerintah ini menarik perhatian pengembang China. Akan ada banyak peluang peningkatan demand untuk sekto industri dan hunian," tambah Vivin.

PT Sindeli Propertindo Abadi sendiri berencana mengembangkan 6 menara apartemen, mal seluas 3.000 meter persegi, dan hotel. Harga jual apartemennya dipatok sekitar Rp 11 juta hingga Rp 13 juta atau Rp 260 juta untuk tipe studio.

Baca: Kiprah Pengembang China Makin "Menggila"

Setelah Jakarta Living Star selesai pada 2020 nanti, mereka merencanakan mengembangkan properti lainnya di kawasan Cikeas seluas 150 hektar.

 
Copyright © 2014 Cinta Berita. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger